Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 68 - Pengintaian dan Pertanyaan



Zavier yang mengikuti langkah kaki manager itu, memang sengaja telah ia lakukan, karena, Zavier merasa bahwa ia perlu juga mengintai manager tempat perhiasan yang telah banyak bercerita dengan dirinya dan akhir dari cerita sang manager kepadanya malah membuat dirinya bingung dan semakin penasaran.


" Memangnya siapa, dia ?" Ucap Zavier yang merasa penasaran dengan manager itu.


Lalu, Zavier segera berpikir untuk mengikuti orang itu terlebih dahulu sebelum dirinya melakukan misi rencananya itu.


" Aku akan mengikuti langkah dirinya kemanapun dia pergi, jangan sampai dia menghancurkan misi, Alberto untuk selalu mengintai Zoya dari jauh,,?" Ucap Zavier yang melangkah perlahan-lahan cukup jauh dari posisi orang tersebut.


Oleh sebab itu, Zavier merasa pasti ada hal aneh yang juga direncanakan oleh manager itu pada Zoya. Tidak mungkin, orang itu hanya memberikan anting berlian milik dirinya sedangkan pemiliknya saja tidak tahu akan aset barang penjualannya. Pasti ada hal lain yang akan dilakukan oleh manager itu pada Zoya.


Karena, baru hari ini terlihat Zoya keluar dari mansion dan kebetulan di ajak oleh Jimmy keluar menuju ke suatu tempat, yang ternyata tempat itu adalah sebuah tempat perhiasan berlian branded nan mahal yang dimiliki oleh Jimmy.


Bagusnya lagi, orang itu tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diintai oleh Zavier saat ini.


" Benar, saat aku melihat dan merekam Zoya, orang itu sepertinya sedang melihat detail bagaimana Zoya dan juga raut wajahnya." Ucap Zavier menelisik pikiran dan ingatannya tadi.


Sedangkan, Zavier yang sengaja melihat Zoya tadi, juga melihat bagaimana manager itu sedang berbicara dengan Jimmy, matanya selalu melihat detail seluruh tubuh Zoya dan bahkan melihat wajah Zoya. Seperti sedang memata-matai Zoya, sehingga Zoya merasa risih dan ingin pergi dari tempat perhiasan itu. Tidak menunggu waktu lama akhirnya Zoya pergi dan bodohnya lagi Jimmy kekasih Zoya sengaja memesan perhiasan anting padanya. Kemungkinan besar memang Jimmy kekasih Zoya tidak mengetahui siapa sebenarnya yang menjadi manager di tempat perhiasannya itu.


Lalu, Zavier merasa sepertinya manager itu mata-mata Erwin yang sengaja telah dikirim Erwin untuk mengetahui keberadaan Zoya.


" Jangan-jangan dia mata-mata yang dikirim Erwin untuk menangkap Zoya kembali, dan berpura-pura mengenali Ibunya Zoya." Ucap Zavier yang menyelidiki manager itu.


Karena, terlihat dari gerakannya itu dan wajahnya itu seperti seseorang dari negara Prancis juga. Sehingga membuat Zavier yakin, bahwa sepertinya orang itu sengaja mengobrol dengannya hanya untuk memperlambat dirinya dalam melakukan misinya itu.


" Dasar bodoh kau Zavier terlena karena dikelabui oleh orang tua seperti dia,," Ucap Zavier yang merutuki dirinya sendiri.


Tapi ada bagusnya juga apabila ia mendengarkan ucapan laki-laki itu seakan Zavier hanya sekedar menginginkan sebuah perhiasan dari tempat itu, sedangkan Erwin sama sekali tidak mengenali Zavier yang selama ini juga memata-matai keberadaan Zoya.


" Mungkinkah, dia mengenalku,,?" Tanya Zavier yang tetap mengikuti langkah kaki manager itu dari kejauhan.


" Aaakkkhh,, itu tidak mungkin, mana mungkin Erwin mengenali orang yang terkenal seperti diriku,,?" Ucap Zavier yang membanggakan dirinya sendiri sambil tersenyum tipis.


Tidak luput pandangan matanya tetap fokus mengintai laki-laki yang sedang berjalan menuju ke basement mobilnya itu. Membuat Zavier juga berjalan mengikuti langkah orang itu menuju basement untuk mengambil mobilnya juga. Tiba-tiba tergerak di hati Zavier, laki-laki itu sengaja menegur dirinya karena, cuma dia satu-satunya orang yang sanggup membayar dua kali lipat perhiasan yang memang punya dirinya itu. Dan, sengaja menegur Zavier ingin memberitahu kepada majikannya bahwa Zavier bisa dijadikan mangsa dalam pemerasan harta dan kekayaan.


" Jangan-jangan lelaki tua itu, menegur diriku, karena aku telah sanggup membeli perhiasan miliknya ini, dan sepertinya dia mau mencari sesuatu dariku,," Ucap Zavier tersenyum sinis kepada laki-laki yang telah menegurnya tadi.


Ooohh,,, Tidak,, mana mungkin Zavier bisa masuk ke dalam jebakan Erwin yang hanya silau dengan harta dan kekayaan itu.


" Jangan harap Mister, untuk mendapatkan diriku, cukup Alberto yang terjebak karena ulah seorang wanita,, dan, aku tidak akan terjebak rayuan wanita manapun." Ucap Zavier yang terkekeh terkenang kisah temannya itu, merasa bahwa Alberto saat itu wajahnya sangat tercengang sekali saat seorang perempuan datang menemuinya secara paksa dan meminta pengakuan anaknya itu sebagai anak tunggal dari Alberto Alexandre.


" Hahahah,, sungguh lucu kau, Dude, disaat itu,," Ucap Zavier yang tertawa kecil sambil tetap fokus terhadap arah langkah ornav tersebut.


Kalau Alberto terkena jebakan Erwin itu sangat benar dan sangat bermanfaat bagi Erwin, karena, Erwin bisa menambahkan nilai kekayaannya agar setiap perusahaannya itu tidak ada yang bangkrut. Dan, menurut Alberto sendiri juga merasa tidak terjebak atas perilaku Zoya dan Erwin padanya, selain dirinya juga mendapatkan untung dari perlakuan Zoya kepadanya yaitu memiliki seorang putra yang akan menjadi ahli waris dari harta kekayaannya itu.


Zavier sesaat teringat akan kepintarannya itu dalam hal mengintai seseorang, pasti ada trik dan suatu hal khusus yang dilakukan oleh seseorang dalam pengintaian.


" Jangan-jangan dia sengaja memberikan Jimmy kalung buatannya dirinya itu, pasti di dalamnya dia telah menaruh sesuatu," Ucap Zavier yang merasa bahwa orang itu pasti telah meletakkan sesuatu di dalam bandul anting tersebut supaya bisa mengetahui gerak-gerik Zoya dan keberadaan Zoya.


" Oh God,, aku pasti akan kehilangan kesempatan,," Bilang Zavier yang segera meningkatkan laju langkah kakinya saat ini.


Sesaat, Zavier melihat bahwa manager itu telah menaiki mobilnya, begitu juga dengan Zavier yang juga menaiki mobilnya. Untung saja di dalam mobil yang kacanya sama sekali tidak terlihat dari luar itu, membuat, Zavier bisa bersembunyi dan mengintai dengan tenang.


Mobil yang telah digunakan oleh orang itupun telah berlalu pergi dan juga tepat sekali melewati mobil Zavier yang telah terparkir menunggu mobil itu melewati mobilnya. Zavier tersenyum puas karena dirinya telah berhasil mencatat plat nomor mobil yang digunakan manager itu. Dengan sangat mudah dirinya melacak mobil itu mau kemana, tanpa harus mengikuti langkah kaki orang itu lagi.


" Oke, Friends kita akan lihat kau atau aku yang lebih dahulu mencapai tujuan dan misi kita masing-masing,," Ucap Zavier yang sengaja menunggu mobil itu jauh dari mobilnya.


Sambil meletakkan handphone yang telah terkoneksi dengan plat mobil orang yang dicurigainya itu membuat Zavier sedikit tersenyum lega atas tindakannya ini.


" Ok, Dude,, jika kau melihat diriku saat ini, pasti kau ingin mengikuti jejak diriku juga," Ucap Zavier yang teringat akan wajah Alberto yang dulunya suka sekali mengajak Zavier untuk mengintai beberapa orang dalam satu misi.


Membuat Zavier tertawa sendiri mengingat hal yang telah ia lakukan dulu bersama Alberto, Daniel, Samuel dan juga Axeloe adiknya Alberto.


***


Senyuman Zoya sesaat merekah terukir indah di wajahnya yang begitu sangat cantik itu saat dirinya diajak oleh Jimmy ke sebuah pantai yang begitu indah di negara Australia ini. Jimmy merasa bahagia saat melihat senyuman indah di yang terukir di wajahnya. Yang paling istimewa dari pantai ini bukanlah sebuah pantai pariwisata nan indah melainkan sebuah pantai yang tidak ada orangnya berkunjung, jadi dengan bebas Zoya berlarian di pasir putih yang tersebar di pantai itu.


Membuat Jimmy yang melihat Zoya berlarian di pantai membuat dirinya huga ikut bahagia. Jimmy berlari mengejar Zoya yang sedang berlarian menginjak pasir secara langsung.


" Baby,," Teriak Jimmy yang berlari kecil mengejar Zoya yang sudah sangat jauh sekali.


" Come Here, Jim,," Teriak Zoya dari kejauhan sambil melambaikan tangannya kepada Jimmy.


" Yeah, Baby, aku akan mendapatkan mu ?" Ucap Jimmy yang berteriak kepada Zoya dari kejauhan.


Jimmy pun tersenyum melihat kelakuan manis Zoya dari kejauhan yang telah bahagia bersamanya saat ini. Dengan segera Jimmy berlari mengejar Zoya yang melompat-lompat kegirangan dan melambai-lambai ke arah Jimmy.


" Yesss,, Baby,," Bilang Jimmy yang menangkap tubuh Zoya.


" Aakkhhh,,, Not Fair,," Ucap Zoya yang tertawa riang di gendongan Jimmy.


" Yeah, Baby, akhirnya Jimmy mendapatkan mu,," Bilang Jimmy yang menggendong dan memutar tubuh Zoya dalam gendongannya.


Disaat Jimmy dan Zoya sedang bersenang-senang di sebuah pantai yang telah mereka kunjungi saat ini, seakan tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang sedang mengintai jejak dan gerak-gerik mereka berdua. Jimmy dan Zoya sama sekali tidak mengetahui bahwa diri mereka saat ini, sedang dalam bahaya, terutama bagi Jimmy bukannya Zoya. Karena, tidak mungkin bahaya mengintai diri Zoya, yang bisa saja lolos tanpa adanya setitik cacat pada tubuhnya itu.


" Heemm,, ternyata mereka sedang ada disini,, Bilang seseorang yang mengintai Zoya dan Jimmy dari kejauhan.


" Aku senang telah mengetahui keberadaan dirimu Zoya,," Ucap Perempuan pengintai itu sambil tersenyum sinis yang menatap Zoya dari kejauhan sambil memakai kaca mata hitam yang cukup besar itu.


Sebenarnya yang diintai bukanlah Jimmy yang sekedar pebisnis muda dari Perancis itu melainkan seorang istri Mafia terkenal yang sedang lari dari kediaman Istana Alexandre yang selama ini ia idamkan.


" Baik, aku akan segera melakukan rencana ku,," Ucap pengintai itu yang tersenyum melihat gerakan Zoya yang begitu bahagia saat digendong oleh Jimmy.


Seorang pengintai itu dengan sengaja mengambil telpon dari saku bajunya dan segera menelepon seseorang yang telah menjadi Tuan Majikannya.


" Halo, Tuan, Zoya dan seorang pebisnis muda dari Perancis itu, sedang berada di sebuah pantai yang sepi akan pengunjung," Ucap pengintai perempuan itu kepada seseorang yang telah menjadi majikannya itu.


Karena, sebelum dirinya melakukan hal ataupun tindakan kepada Zoya dan Jimmy saat ini, dirinya itu terlebih dahulu harus melaporkan apa saja yang sedang dilakukan Zoya saat ini, supaya tepat pada waktunya untuk merencanakan dan melakukan tugasnya itu.


" Yeah,, kau intai saja mereka, kemanapun mereka pergi jangan sampai luput dari pengawasan matamu,, mengerti,," Ucap dari majikan pengintai perempuan ini.


" Baik, Tuan,," Bilang pengintai itu yang mengangguk seakan mengerti maksud dari perkataan majikannya.


" Tuan, apakah saya bisa langsung saja menangkap mereka, sekarang,," Bilang perempuan itu seakan berani dan mempercayai dirinya sendiri dalam melakukan tugas sekecil ini baginya.


" Jangan,, jangan lakukan apapun, yang keluar dari perintah ku,," Bilang majikan pengintai yang mencegah pengintai itu untuk melakukan tindakan diluar dari rencana mereka.


" Berapa kali harus ku peringatkan dirimu, Zoya itu orangnya sangat licik, sehingga dia bisa kabur kapanpun dalam sekejap mata," Ucap majikan pengintai tersebut yang mengingatkan pengintai perempuan untuk tidak melakukan hal-hal diluar rencana mereka.


" Baik, Tuan,, aku kira sekarang waktu yang tepat untuk menangkap Zoya,," Bilang pengintai yang masih saja percaya diri akan kehebatannya itu.


" Heh, kehebatan yang kau tunjukkan di depan mata Zoya, sama sekali tidak berarti bagi Zoya, dia wanita yang begitu licik, dan kapanpun bisa melakukan apa saja yang tidak kau ketahui,," Bilang majikan pengintai kepada pengintai itu dengan tegas tentang adanya diri Zoya itu.


" Jadi, sekarang tetap mengintainya saja jangan melakukan apapun, mengerti,," Bilang majikan pengintai yabg sangat mencegah pengintai perempuan itu untuk melakukan tindakan saat ini.


" Baik Tuan, aku mengerti,," Ucapnya yang merasa sedikit kesal karena terlihat dari wajahnya yang sangat tidak senang kepada Zoya yang tersenyum bahagia saat ini.


Lalu, sesaat pengintai itu akan memutar mobilnya dan menutup kaca mobilnya lagi. Majikannya segera memerintahkan sesuatu kepada dirinya saat ini.


" Kembali, aku punya rencana lain yang lebih cepat berhasil untuk dirimu,," Bilang majikannya yang memberikan perintah kepada pengintai perempuan itu.


" Baik, Tuan, aku akan segera kembali,," Jawabnya sambil mematikan teleponnya saat ini.


Lalu, dengan cepat wanita itu menyetir mobilnya menjauhi pantau dimana sedang ada Jimmy dan Zoya yang hanya berduaan di pantai itu.


Terlihat wajah Jimmy sedang menatap wajah Zoya yang sedang melihat air laut berdebur indah menghempaskan arusnya yang seakan tidak membekas di pesisir pasir pantai saat ini.


" Baby,, apa kau suka tinggal disini,," Tanya Jimmy yang sedang duduk memangku Zoya.


" Hemm,," Jawab Zoya tersenyum yang cuma berdehem saja sambil mengangguk atas pertanyaan Jimmy padanya.


" Kalau Baby, suka tinggal disini,, bagaimana kalau kita menetap saja tinggal disini,," Bilang Jimmy yang sengaja membujuk Zoya supaya Zoya tidak pernah meninggalkan dirinya.


Sesaat Zoya menoleh dan bertatapan langsung dengan wajah Jimmy. Bola mata Zoya dan Jimmy saling bertemu dan memandang bersamaan.


" Maksudmu, Jim,," Tanya Zoya seakan tidak mengerti akan maksud dari ucapan Jimmy.


Jimmy pun tersenyum melihat tatapan Zoya yang begitu penasaran atas maksud dari dirinya itu.


" Maksudku,, Hiduplah bersama denganku selamanya, Zoya, dan jangan pernah tinggalkan aku,," Ucap Jimmy serius yang memangku dan memeluk tubuh Zoya.


Zoya menatap Jimmy dengan rasa haru, Zoya mau bilang dan mengatakan apa, karena, saat ini mulutnya bungkam seakan tertutup untuk membicarakan hal apapun kepada Jimmy.


" Jimmy, kau begitu baik, padaku, aku tidak pantas untukmu,," Gumam Zoya yang merasakan kepedihan di hatinya dan merasa kasihan kepada Jimmy yang begitu mencintai dirinya.


Karena, melihat dan menatap mata Zoya seakan sedang berpikir atas ucapan Jimmy itu membuat, Jimmy tersenyum lalu, mengatakan sesuatu yang menurut Zoya begitu indah.


" Baby,, kau tidak perlu khawatir atas perkataanku ini, sampai kapanpun aku akan menunggu ucapan kesediaanmu untuk hidup bersamaku,," Bilang Jimmy yang mengecup kedua tangan Zoya dengan penuh cinta dan tulus dalam hati.


Memang saat ini hati Zoya sedang bergetar atas ucapan Jimmy yang telah perlahan-lahan melamar dirinya ini. Tapi, di dalam hati Zoya ingin mengetahui siapa sebenarnya laki-laki yang telah menyentuh hatinya sampai saat ini dia tidak bisa menerima cinta dari laki-laki lain untuk dirinya.