
Tentu saja hal ini menjadi sebuah pertanyaan setiap penghuni kepada Alberto. Tapi sayangnya, pertanyaan ini takut untuk ditanyakan kepada sang Tuan besar. Daripada mendapatkan masalah menanyakan hal ini, lebih baik diam dan menurut mengikuti alur saja. Itu pilihan yang terbaik bagi semua penghuni keluarga Alexandre.
Merasa keadaan cukup aman untuk istri palsunya dan putranya Demian, Alberto segera berangkat keluar negeri mengurus bisnisnya, tentu saja wanita ganjen Claire mengikuti Alberto yang pergi keluar negeri itu.
Walaupun Claire selalu berada di dekat Alberto, tapi tak sedikitpun hati beku Alberto mencair dengan semua perhatian dan perlakuan Claire kepadanya.
Alberto sangat yakin istri palsunya Ziya akan aman dengan pengawalan ketatnya.
Tapi sayang Alberto tidak mengetahui ada bahaya yang mengancam istrinya tersebut.
Siapa lagi kalau bukan orang yang menyukai Zoya disaat Alberto sedang pergi seperti sekarang ini.
Yang pastinya orang itu berada di rumah itu juga??
Alberto yang telah pergi meninggalkan Ziya sendiri di Istananya itu membuat Ziya akan mendapatkan sedikit bahaya. Kenapa tidak, skandal yang telah dilakukan oleh Zoya dulu akan membuat Ziya terancam bahaya.
Seperti saat ini, adik tiri Alberto yang bernama Martin Luther sangat tergila-gila dengan kecantikan wajah Zoya dan pastinya kehangatan Zoya di atas ranjang.
Itu yang membuat adik tiri Alberto ini tidak bisa melupakan Zoya. Dia tidak tahu bahwa yang datang itu bukanlah Zoya wanita yang dahulu sering diajaknya tidur di atas ranjang Zoya dan menghangatkan tubuh Zoya setiap malamnya. Melainkan ini Ziya yang sama sekali tidak pernah tersentuh oleh laki-laki manapun.
Setelah melihat kepergian Alberto yang cukup lama itu, membuat hasrat Martin untuk segera menemui Zoya yang berada di kamar Alberto saat ini.
" Kau pulang sayanggg,, tapi kenapa kau tidak menyambutku seperti biasa,, Apa kau tidak merindukan kehangatan yang sering kita lakukan,, Aku merindukanmu sayangku, Zoya,," Ucapan Batin Martin saat melihat dari kejauhan kamar Alberto yang sangat ketat sekali pengawalannya itu.
Ingin sekali Martin menyelinap masuk ke dalam kamar Alberto dan langsung bermain di ranjang bersama Zoya, tapi dia sangat tahu bahwa Zoya sekarang sedang berada di dalam ruang pribadi Alberto.
Tentunya Martin tidak mau bermasalah dengan Alberto, karena tahu sendiri sifat Alberto bagaimana kepada orang yang tidak mematuhi peraturannya itu.
" Puas bermain di luar,, aku akan selalu setia menerimamu bidadariku,, keluarlah dari kamar itu,, aku tau kalau kau juga merindukan kehangatanku,," Gumam hati Martin yang sangat mengharapkan kedatangan Zoya.
Dulu Martin sangat puas sekali bisa menyelinap masuk ke dalam kamar Zoya dan pastinya bermain sepuas hatinya bersama Zoya di kamarnya.
Martin selalu teringat bagaimana agresinya permainan Zoya di atas ranjang bahkan di kamar mandi, Zoya pintar sekali dalam melakukan hubungan intim suami istri sehingga membuat Martin tidak pernah lelah untuk selalu berada di kamar Zoya tiap malamnya.
Karena, Martin sangat mengetahui bahwa Zoya selalu sendirian setiap malamnya di kamarnya itu.
Sedangkan Ziya yang berada di kamar tidak tahu bagaimana sikap Zoya dahulunya disini terhadap adik tiri Alberto, Martin.
Pastinya Ziya akan tidak bisa bersikap seperti Zoya yang rela siapa saja laki-laki mau tidur di ranjangnya. Karena kelakuan Zoya ini membuat Ziya dalam masalah. Untuk saat ini Martin membiarkan Ziya masih berada di dalam pengawalan ketat Alberto.
Tapi, dia masih memiliki tekad kuat untuk mendapatkan tubuh Zoya lagi, yang tidak lain adalah Ziya.
" Aku sangat merindukanmu sayang,, Aku ingin sekali berpuas denganmu,, aku akan mencari kesempatan untuk bisa mendapatkan tubuhmu kembali dan kehangatan tubuhmu hanya milikku." Gumam Martin memandang kamar Alberto lalu melangkah pergi.
Setiap hari, pelayan pribadi Ziya yang bernama Vena sangat telaten mengurus Ziya. Setiap hari Vena selalu mengganti perban luka di kepala Ziya.
Meskipun Ziya masih tidur, karena tubuhnya masih dibawah pengaruh obat bius, supaya tidak merasakan kesakitan yang sangat menyakitkan.
Sementara itu di kamar Demian, Demian menangis karena, baru saja satu hari dia ketemu Mommy nya. Dan Mommy nya sudah tidak bisa ditemui lagi dengan alasan sedang sakit dan tidak bisa diganggu.
" Demi ingin ketemu Mommy,," Bilang Demi menangis, memohon kepada Baby Sitter nya.
" Tidak bisa Tuan, Tuan besar bilang Nyonya tidak bisa diganggu karena lagi sakit,," Bujuk Baby Sitter Demian supaya Demian tidak selalu menangis.
" Demi mau Mommy,, Demi mau Mommy,," Ucap Demian yang sangat berisik di kamarnya sendiri.
Karena tidak tahan mendengar rengekan suara Demian, akhirnya Baby Sitter Demian menelepon Tuan besar Alberto.
Dering pertama langsung diterima oleh Alberto.
" Halo,," Ucap Alberto dengan suara dingin.
" Maaf Tuan,, Tuan Muda Demian ingin sekali bertemu Nyonya Zoya, dari kemaren Tuan Demi menangis memohon bertemu dengan Nyonya, Tuan." Bilang Baby Sitter pada Alberto di telepon.
" Berikan telepon pada Demi,," Bilang Alberto.
Dan Baby Sitter Demian pun langsung memberikan telepon kepada Demian. Demian dengan pintarnya langsung meletakkan handphone tersebut ke telinganya.
" Halo Dad,," Suara Demian yang sangat lucu membuat Alberto langsung tersenyum.
" Halo King Boy Daddy,," Bilang Alberto yang selalu memanjakan untuk panggilan pada Demian.
" Dad,, Demi kangen Mommy,, Demi ingin ketemu Mommy,, Mommy dimana,,??" Rengek Demian yang membuat Alberto sedikit bersalah karena memisahkan kasih sayang Ziya terhadap putranya ini.
" Demi sayang,, Mommy tidak kemana-mana,, saat Daddy pulang, Demi baru bisa ketemu Mommy ya,," Bilang Alberto beralasan.
" Daddy kapan pulangnya,, Demi mau ketemu Mommy sekalang,," Ucap Demi yang selalu belum bisa menyebutkan huruf R.
" Besok pagi Daddy sudah ada di rumah,, Jadi Demi bisa bertemu Mommy bersama Daddy, oke,," Ucap Alberto memberikan bujukan kepada Demian.
" Janji,," Bilang Demian yang serius karena, ini adalah hal yang dilakukannya kepada Ziya.
" Daddy janji,," Jawab Alberto tersenyum di balik teleponnya.
" Ok,," Jawab Demian singkat.
Lalu Demian dengan cemberut memberikan handphonenya kepada baby sitter nya lagi.
Dan Baby Sitter itu melihat bahwa teleponnya sudah diakhiri oleh Tuan besarnya tersebut.
Sementara itu di dalam kamar Alberto.
Alberto sengaja menelepon Vena, karena ia selalu menanyakan bagaimana keadaan dan perkembangan kabar Ziya setiap harinya.
Vena langsung mengangkat teleponnya karena ia tahu Tuan besar pasti ingin bertanya tentang keadaan Nyonya nya ini.
" Iya Tuan,," Ucap Vena di teleponnya.
" Bagaimana keadaan Zoya?" Tanya Alberto dingin.
" Keadaan Nyonya sedikit membaik Tuan,, dan luka di kepala Nyonya memang belum kering semuanya, tapi sudah cukup membaik." Jelas Vena masih dengan suara takut.
" Baik, jangan sampai ada kesalahan pada dirinya,," Bilang Alberto yang menakutkan Vena sebagai pelayan pribadi Ziya.
" Iya Tuan,," Bilang Vena yang hanya bisa mengangguk.
" Besok pagi aku pulang,, apabila dia sudah sadar dan terbangun katakan padanya aku pulang lebih cepat dan lebih awal." Ucap Alberto yang memberitahu bahwa besok dirinya akan pulang secepatnya
" Baik Tuan,," Jawab Vena mengangguk.
Setelah selesai menerima telepon dari Tuan Besar Alberto. Vena meletakkan handphonenya ke atas meja lagi. Lalu ia pun melangkahkan kakinya mendekati Ziya yang masih berbaring.
Vena mengelap wajah dan keringat Ziya yang penuh sekali keringat dingin. Mungkin obat di dalam tubuh Ziya sudah bereaksi sehingga tubuhnya mengeluarkan keringat yang cukup banyak.
Sementara itu,, Alberto di luar negeri memikirkan wajah Ziya yang selalu berputar di pikirannya saat ini.
Dan Alberto kembali mengingat ucapan Daniel saat Daniel menjahit lagi Ziya.
" Dia gadis yang baik, tidak seharusnya dia berada di sampingmu untuk menghadapi keluargamu yang gila itu.." Ucapan Daniel yang selalu terngiang di pikiran Alberto.
Alberto lalu menatap keluar kaca apartemennya sambil memegang kaleng minuman. Dan ia berpikir bagaimana perbedaan antara kedua wanita kembar ini.
" Mereka berdua sama-sama memiliki wajah yang sama, cuma sifatnya yang sangat ku ketahui buruk, tapi apakah yang satu ini juga sama..??" Ucap batin Alberto yang masih menimbang dan memikirkan sifat dari Zoya dan Ziya.
Karena, dari kemaren Alberto selalu terpikir akan hal ucapan Daniel yang selalu menyebutkan bahwa Ziya adalah wanita baik.
Oleh sebab itu Alberto berpikir apakah dia baik..?
****
Hai Readers โค๏ธ๐
Kangen deh komennya,, Like tembus 1 juta dan Komen tembus 1 juta donk biar semangat authornya..๐๐
Salam Hangat se Angkasa ๐๐คโค๏ธ๐โญ
Author
๐นVira Lydia๐น