Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 101 - Rahasia Alberto



Di dalam pikiran Ziya yang masih penasaran dengan ucapan Vena. Dengan memberanikan diri akhirnya Ziya menanyakan tentang Martin yang diucapkan oleh Vena.


" Apakah aku boleh bertanya,," Tanya Ziya pada Alberto.


Sedangkan Alberto sendiri disibukkan dengan kegiatannya yang sedang mengelus lembut tubuh Ziya menggunakan sabun.


" Katakan,," Jawab Alberto singkat.


" Aku ingin bertanya, tentang ucapan Vena kemarin yang menyebutkan nama Martin,," Tanya Ziya pada Alberto dengan pembicaraan yang begitu hati-hati.


DEGG!!


Disaat Ziya bertanya pada Alberto yang sedang menanyakan tentang Martin. Alberto sendiri sedikit kaget mendengarkan pertanyaan dari Ziya. Karena, Alberto juga belum memberitahu fakta kejahatan Martin pada Ziya. Bahwasanya orang yang mencelakakan Ziya itu adalah Martin.


" Kenapa bertanya tentang orang yang tidak penting,," Jawab Alberto seraya memeluk Ziya dari belakang.


" Aku cuma ingin tahu, memangnya ada apa dengannya, sampai-sampai sebelum Vena meminum penawar racun itu, Vena sempat mengatakan jangan pernah membebaskan Martin." Ucap Ziya sambil memikirkan perkataanya, takutnya dari perkataannya itu bisa membuat Alberto menjadi marah dengannya.


" Heemmm, kau ingin mengetahuinya,," Tanya Alberto pada Ziya dan tangannya masih tetap aktif bermain lembut pada kelereng kecil puncak gunung kembar milik Ziya.


Ziya yang merasa bahwa sepertinya sedang membicarakan sesuatu dalam keadaan mandi akan berujung suatu hal yang membuat tubuhnya meronta-ronta tapi begitu menginginkan kelembutan sentuhan dari Alberto.


Seperti saat ini Alberto sengaja memainkan bulatan kecil di puncak gunung kembar milik Ziya. Sehingga membuat tubuh Ziya merasa sedikit geli dan masih berkonsentrasi terhadap pertanyaannya itu.


" Ya, kalau kau mengizinkan, aku ingin mengetahuinya dari mulutmu secara langsung." Ucap Ziya yang membuat Alberto menyunggingkan senyumannya.


" Baik, kalau kau ingin penjelasan langsung dariku,," Jawab Alberto yang mengangguk di hadapan Ziya.


Karena, saat ini wajah Ziya telah menoleh langsung tepat di hadapan Alberto. Alberto ingin menyampaikan semua yang telah terjadi pada Ziya dengan sedetail mungkin. Lalu, Alberto memberikan perjanjian pada Ziya agar Ziya bisa mempercayai ucapannya.


" Tapi, berjanjilah untuk mempercayai semua perkataan dariku." Pinta Alberto pada Ziya yang terlihat begitu tulus.


" Aku akan selalu mempercayaimu,," Jawab Ziya langsung dengan memberikan respon sebuah anggukan pada Alberto.


Mulailah Alberto membuka pembicaraannya dengan mengingatkan suatu hal yang telah terjadi pada Ziya sekitar beberapa hari yang lalu.


" Apakah kau masih ingat, kejadian yang menimpamu beberapa hari yang lalu." Tanya Alberto yang mulai membuka pembicaraannya itu.


DEGG!!


Ziya yang mendengarkan ucapan Alberto yang mengatakan apakah dirinya masih mengingat bagaimana kejadian yang menimpa dirinya sekitar beberapa hari yang lalu sedikit kaget. Ya, pasti dia jelas mengingatnya, karena, disaat itu Alberto juga memperlakukan tubuh dan perasaannya dengan sangat kasar.


Setelah selesai, Alberto memperlakukan dirinya dengan sadis berdatangan lagi peristiwa yang menimpa dirinya di saat itu juga. Dengan sengaja seseorang yang tidak dikenal bisa masuk ke dalam kamar Alberto. Dan, sengaja ingin melakukan sesuatu di dalam kamar itu, tapi berhubung ada Ziya makanya rencana orang itu diurungkannya, lebih menarik baginya untuk memper-kosa Ziya terlebih dahulu, barulah melakukan rencananya di dalam kamar Alberto itu.


" Kenapa kau mengatakan itu," Tanya Ziya balik menatap wajah Alberto.


Terlihat sekali bahwa Ziya merasakan sakit jika mengingat hari itu.


" Aku tidak ingin mengingat hari itu lagi,," Ucap Ziya yang terlihat sedih, karena, seperti yang dilihat dari wajahnya bahwa hari itu sangat menyakitkan bagi Ziya.


" Sayang, dengar dulu, bukannya aku ingin mengingatkanmu tentang hari itu," Ucap Alberto yang memeluk erat tubuh Ziya.


Lalu, Alberto segera menyambungkan lagi perkataannya yang harus diketahui Ziya. Karena, Ziya sendiri yang ingin mengetahui ucapan Vena yang mengatakan Martin di saat Vena sedang kritis


" Tapi, pertanyaan yang ingin kau ketahui ini, bersangkutan dengan hari itu," Sambung Alberto lagi dalam perkataannya itu.


Lalu, dengan segera Alberto memberikan kelembutan pada Ziya, sikapnya ini sama saja dengan memberikan keyakinan pada Ziya bahwa dirinya begitu mencemaskan keadaan Ziya disaat kejadian itu.


" Jadi bagaimana aku bisa menjelaskannya, kalau kau tidak bisa mendengarkan ucapan dariku yang menceritakan tentang hari itu." Ucap Alberto yang masih memeluk tubuh Ziya, supaya Ziya bisa kuat untuk mendengarkannya.


CUP!?


Alberto mengecup bahu Ziya. Melihat sikap Alberto yang begitu lembut padanya, akhirnya Ziya bisa menguatkan pendengarannya untuk mendengarkan semua perkataan Alberto.


" Baik, aku akan mendengarkannya,," Ucap Ziya yang merasa sepertinya cerita tentang Martin ini berhubungan dengan kejadian yang telah menimpanya itu.


" Kalau kau bisa mengingatnya, orang yang telah membuat dirimu celaka disaat itu adalah Martin,," Ucap Alberto dengan suara lembutnya.


" Apa,," Suara Ziya yang keluar dari mulutnya merasa tidak percaya akan ucapan Alberto.


Ziya pastinya kaget mendengarkan ucapan Alberto yang menyatakan bahwa orang yang mencelakakan dirinya dulu adalah Martin.


" Mar,, tin,," Tanya Ziya sambil menyipitkan salah satu matanya menatap serius wajah Alberto.


" Ya,, kau pasti tidak percaya atas ucapan ku ini,," Bilang Alberto pada Ziya, dan terlihat sekali di wajahnya Alberto menatap wajah Ziya bahwa Ziya pasti tidak akan percaya dengan orang yang menjadi sasaran Alberto itu.


Namun, melihat wajah Alberto sedikit berubah ekspresinya itu, segera membuat Ziya untuk meyakinkan Alberto bahwa dirinya percaya.


" Ya, aku percaya padamu, Alberto,," Ucap Ziya sambil mengecup lembut pipi Alberto.


Kecupan dari Ziya itu untuk memberikan keyakinan pada Alberto bahwa dirinya mempercayai semua perkataan Alberto.


" Terus bagaimana kau bisa menyatakan dia adalah pelakunya, Alberto,," Tanya Ziya yang begitu penasaran.


Ya, pastinya Alberto cepat mengetahui siapa dan apa yang telah dilakukan oleh pelaku kejahatan di rumahnya itu, bukan karena, banyaknya pengawal, namun Alberto telah meletakkan sendiri sistem keamanan tersembunyi di dalam rumahnya itu dan bahkan sistem keamanan itu hanya diketahui oleh dirinya dan adiknya Axeloe.


Jadi semua orang mana ada yang mengetahui sistem keamanan ini, semua orang pasti berpikir bahwa sistem keamanan di rumah Alberto hanya sekedar sistem dari CCTV saja, tapi masih banyak alat lain yang tidak bisa diketahui oleh orang lain.


" Sedangkan kau pasti tidak tahu bahwa itu dia," Sambung Ziya lagi penasaran ingin tahu bagaimana Alberto bisa mengetahui bahwa pelakunya adalah Martin.


Mendengar ucapan Ziya seperti itu, dengan segera Alberto menyunggingkan senyuman sinisnya lalu, berbisik halus di sisi telinga Ziya.


" Heemm,, kau tidak tahu bahwa suamimu ini siapa,?" Ucap Alberto yang terdengar seperti sedang menyombongkan dirinya di depan wajah Ziya.


" Ya, aku tahu, kalau kau memang,," Ucap Ziya yang terputus karena, sebenarnya Ziya ingin memuji kehebatan Alberto tapi, saat ini Ziya malu untuk memuji Alberto.


" Memang apa,," Tanya Alberto sambil mengedipkan mata ke arah Ziya.


Alberto yang mendengarkan ucapan Ziya memujinya itu segera mengecup lembut bibir Ziya.


CUP!!


" Eemmm Alberto,," Suara Ziya yang keluar saat bibirnya ditutup oleh bibir Alberto.


Tidak terlalu lama Alberto mengecup bibir Ziya, karena, Alberto tahu mereka saat ini sedang membahas tentang Martin, jadi Alberto kembali menyuruh Ziya untuk berbicara mengenai pikirannya itu.


" Thank you,," Ucap Alberto berterima kasih pada Ziya, karena, saat ini Ziya sudah benar-benar menuruti kehendak hasratnya.


" Heemm,," Jawab Ziya singkat.


" Tapi, Alberto bagaimana kau bisa mengetahui bahwa dia adalah Martin ? Disaat itu Aku memang sadar, tapi tubuhku sangat lemah, jadi, aku sama sekali tidak bisa melawan perbuatannya." Ucap Ziya lagi menyambungkan pertanyaan dalam pikirannya itu.


Dengan perlahan Alberto menjelaskan bahwa saat kejadian itu Ziya tidak mengetahui Martin lewat dan keluar dari mana, jadi Alberto bisa mengetahui itu Martin dari bukti kuat yang ia dapatkan dari perlakuan kasarnya di tubuh Ziya.


" Dia datang dan kabur lewat jendela kecil yang sengaja ku berikan pengaman tapi, di hari itu aku lupa mengaktifkan pengamannya karena, kita bertengkar, sehingga karena kelalaian yang ku perbuat menyebabkan kau kena musibah." Jelas Alberto mengenai di hari itu.


" Maafkan Aku,," Ucap Alberto yang tulus menatap wajah Ziya.


Dengan memberikan belaian lembut di pipi Alberto Ziya mengangguk dan sedikit memejamkan matanya.


" Yah,, aku memaafkanmu,," Ucap Ziya sambil mengulas senyuman indahnya.


Ziya menatap wajah Alberto yang meminta maaf padanya merasa bahwa sepertinya Alberto sangat tulus padanya. Lalu, untuk mengalihkan perasaannya pada Alberto Ziya kembali menanyakan apa saja yang terjadi saat dirinya tidak sadarkan diri.


" Waktu itu aku mendengar suara tembakan dan tubuhnya seperti lemah menimpa tubuhku,, Apakah saat itu kau langsung menangkapnya ?" Tanya Ziya yang serius pada Alberto.


" Tidak, karena dia sengaja memakai pengaman anti peluru di seluruh tubuhnya dan dia segera lari meloloskan dirinya melompat keluar melalui jendela saat ia masuk," Jawab Alberto menjelaskan kejadian itu.


" Namun walaupun dia lolos dari cengkraman tanganku, bodohnya dia meninggalkan jejak di dekat tubuhmu,," Jelas Alberto pada Ziya.


Ziya sedikit merasa penasaran, karena, Alberto mengatakan bahwa Martin saat itu meninggalkan jejak tanda darinya, sehingga Alberto dengan mudah untuk menangkapnya.


" Maksudmu, jejak darinya darah yang mengalir di kepalanya itu,," Tanya Ziya menatap serius.


" Ya, benar,, tindakan yang kau lakukan sangat tepat sekali sayang,," Jawab Alberto tersenyum senang.


" Aku hanya ingin membela diriku sendiri tapi, karena, perbuatan dariku yang menolak kehendaknya, membuat dia mengeluarkan suaranya Alberto,," Ucap Ziya terputus karena merasa sedih jika mengingat hal itu.


" Karena, kau menolak perbuatannya itu sehingga membuat dirinya bersuara dan dari suaranya itu menjadi bukti kuat juga untukku,," Jelas Alberto pada Ziya.


" Kau tahu Sayang, setelah kejadian itu kau pasti tidak mengingatnya, bahwa aku memeriksa keadaan semuanya dan melihat dia sengaja masuk ke dalam kamar untuk melakukan sesuatu rencana di dalam kamar pribadiku dan sampai saat ini aku belum mengetahui rencana busuknya itu." Ucap Alberto yang sedikit menatap tajam ke arah lainnya.


Ziya yang mendengarkan ucapan Alberto yang menyatakan bahwa Martin sedang ingin melakukan sesuatu rencana di kamarnya membuat Ziya sedikit tergelitik atas ucapan Alberto itu.


Apakah sikap dan tindakan Martin yang sengaja masuk ke dalam kamar ada hubungannya dengan semua pertanyaan Alberto semalam pada dirinya ?


Mungkin juga ?


Karena, memang benar semalam Alberto sedang membicarakan sesuatu dengan Ziya yang pura-pura tidur, sepertinya Alberto telah lama memiliki rahasia yang terpendam dan telah terjadi pada dirinya. Dan masalahnya itu pasti ada hubungannya dengan Martin.


" Mungkinkah Martin sengaja masuk ke dalam kamar disaat itu ada hubungannya dengan rahasia yang dia hadapi,," Tanya Ziya dalam hati sambil menelisik penuh garis wajah Alberto.


" Maksudmu, dia memiliki suatu rencana terhadapmu Alberto,," Tanya Ziya perlahan-lahan sedikit menata ucapannya itu.


Alberto yang mendengarkan pertanyaan Ziya kali ini, sedikit merasa apakah saat ini waktu dirinya untuk menceritakan tentang rahasia kehidupannya terdahulu yang sampai saat ini, Alberto sendiri belum bisa menemukan titik terang dari rahasia kematian Ibunya itu.


" Apakah saat ini aku harus menceritakan sebuah rahasia kehidupanku terdahulu padanya,," Gumam Alberto dalam hati sambil menatap wajah Ziya.


Namun sesaat Alberto teringat bahwa rahasia besar yang terjadi dalam kehidupannya itu hanya diketahui oleh Axeloe dan semua temannya tidak mengetahui hal ini, cuma Zavier orang yang dipercaya oleh Alberto untuk sedikit mengetahui rencana besarnya dalam membuka rahasia kehidupannya terdahulu.


Kalau Ziya, dia seorang wanita yang baru masuk dalam kehidupan Alberto dan Alberto juga sangat jelas bermusuhan dengan Erwin, sedangkan Ziya adalah seseorang yang diperintah oleh Erwin. Jadi saat ini Alberto belum bisa menceritakan semua rahasianya pada Ziya. karena, saat ini waktunya belum tepat untuk Alberto menceritakannya.


Walaupun, Alberto sedikit mengetahui bahwa Ziya adalah putri Zalina, tapi hal itu membuat Alberto sedikit bertanya-tanya. Akankah Ziya mau membantu dirinya untuk membuka rahasia kepergian Ibunya.


Namun, jika Ziya bukanlah putri Zalina maka kesalahan besar bagi


Alberto menceritakan hal ini pada Ziya. Bisa jadi, Erwin dengan mudah menyerang dirinya.


" Tidak, tidak apakah itu terlalu cepat untuknya mengetahui semua rahasia yang aku hadapi saat ini, ini waktu yang belum tepat, karena, aku belum mengetahui ketulusan dan kejujuran di hatinya." Ucap Alberto yang mengurungkan niatnya itu.


Lalu, Alberto kembali menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Ziya.


" Mungkin dia ingin melakukan sesuatu padaku,," Ucap Alberto mengalihkan jawaban yang sebenarnya.


" Bukan hanya mungkin Ziya tapi memang sebenarnya,, Karena, Martin adalah putra dari Gladys, seseorang yang sampai saat ini aku bingung apakah dia pelaku utama atas kematian Ibuku,," Ucap Alberto dalam hati merasa geram pada Gladys.


Karena, sudah berpuluh-puluh tahun Gladys hidup bernaung di dalam kediaman Alexandre yang menjadi hak mutlak milik Alberto. Sedangkan ibunya terdahulu hanya sementara bisa merasakan kebahagiaan keluarganya.


" Tidak mungkin, hanya kemungkinan Alberto,, bisa jadi dia memiliki rencana lain di dalam kamarmu ini,," Ucap Ziya yang merasa bahwa Alberto sedikit berkelit menjawabnya dan hanya sebagian untuk mempercayai Ziya dalam hal rahasianya itu.


Alberto merasa bahwa Ziya begitu pintar bisa mengetahui ucapannya yang hanya dialihkan oleh dirinya itu. Namun, saat ini Alberto benar-benar bingung antara ingin menceritakannya atau menunggu di waktu yang paling tepat untuk menyampaikannya pada Ziya.


" Ziya, aku belum bisa menceritakan ini padamu,, karena, walaupun aku sangat mempercayai dirimu, tapi, rahasiaku ini untuk sementara akan aku simpan dulu, jika waktunya sudah tepat maka aku akan segera menceritakannya padamu,," Gumam Alberto dalam hati yang menatap wajah Ziya.


Karena, begitu terlihat sekali di wajah Ziya yang begitu banyak sekali pertanyaan di kepalanya, bagaimana tidak Ziya menatap Alberto dengan tatapan yang begitu penasaran sekali.


Alberto bingung dan bimbang karena, jika rahasia ini bocor dan diketahui oleh Erwin maka dengan mudah juga Erwin bisa menyerang Alberto.


Oleh sebab itu, saat ini Alberto belum bisa mempercayai Ziya dalam hal rencananya ini.


****