Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 114 - Pesan Demian



Ziya tersenyum bahagia saat melihat Demian berlarian kecil yang menerobos masuk ke dalam kamar pribadi Alberto saat ini. Berarti hari ini tubuhnya bisa bebas dari jeratan indah buaian Alberto. Ziya yang mendengar suara Demian segera merentangkan tangannya saat matanya melihat Demian masuk. Begitu juga dengan Demian yang berlari sambil merentangkan tangan dan memanggil nama Ziya.


" Mommy,," Sapa Demian yang berlari menuju ke arah Ziya.


" Sayang,," Ucap Ziya yang menyambut kedatangan Demian di pelukannya.


Sementara itu, wajah Alberto terlihat sekali kesal, tapi bahagia atas kedatangan Demian yang sengaja datang ke dalam kamarnya ini.


" Heeemm,, Demi,, kenapa datang di waktu yang tidak tepat,," Gerutu Alberto yang suaranya sama sekali tidak terdengar oleh siapapun.


Seketika Demi yang sudah berada di kamar Alberto ini, segera mengajak Ziya untuk pergi bermain di luar rumahnya. Namun, Demian tahu jika mau mengajak Mommynya keluar, pastilah harus meminta izin terlebih dahulu dengan Alberto Daddynya.


" Mommy,, apakah Demian bisa mengajak Mommy main dilual,," Tanya Demian pada Ziya dengan memperlihatkan mata lucunya.


" Eemmm,, bisa sayang,," Jawab Ziya dengan wajah yang penuh senyuman.


" Karena, tanpa Demian mengajak Mommy keluar, Mommy sama sekali tidak bisa keluar, sayang,," Gumam Ziya dalam hati sambil tersenyum menatap Alberto.


Ziya berpikir kapan lagi bisa keluar rumah kalau tidak bermain-main dengan Demian seperti saat ini. Pastinya Ziya sendiri memiliki maksud rencana lain untuk bermain bersama Demian di luar.


Demian yang mendengarkan ucapan Ziya, merasa senang saat Mommynya itu mau diajak keluar dan sudah bisa untuk bermain bersama dengannya, setelah lama mereka tidak main bersama, karena, selama ini Ziya kalau tidak sakit, pasti tertidur pulas. Oleh sebab itu, Ziya juga merasa bahwa dirinya sudah lama tidak memperhatikan Demian.


" Holeee,, benelan Mom,," Tanya Demian lagi menatap serius wajah Ziya.


" Heemmm,," Jawab Ziya mengangguk.


Seketika Demian teringat akan tubuh Ziya yang sering sakit selama ini, membuat Demian segera mempertanyakan lagi keyakinan pads tubuh Ziya.


" Benelan, Mommy sudah tidak sakit lagi,," Tanya Demian yang terlihat dari matanya bahwa ia sangat menyayangi Ziya.


Ziya yang mendengarkan ucapan Demian yang menanyakan keadaan kondisi tubuhnya, membuat Ziya segera memeluk erat tubuh Ziya. Karena, merasa bahwa Demian ternyata sangat memperdulikan dirinya.


" Oohh,, terima kasih Baby,, Mommy tidak sakit lagi sayang,, Mommy janji, Mommy akan selalu sehat dan bisa selalu bermain bersama Demian, Ok,," Ucap Ziya yang segera memeluk Demian dengan erat.


Alberto melihat bahwa saat ini tidak untuk dirinya melakukan hal yang harus dilakukan seorang suami dan istri pada Ziya. Oleh sebab itu, Alberto hanya bisa melakukan tugas lainnya dalam melakukan rencananya itu. Sehingga membuat Alberto hanya bisa mengizinkan Ziya dan Demian untuk bermain bersama di luar rumahnya.


Sebelum, Ziya meminta izin pada Alberto untuk bermain diluar, saat ini Alberto sendiri yang mengizinkan Ziya dan Demian untuk segera bermain diluar, Alberto mengerti permintaan dan keinginan putranya yang sudah lama tidak bermain bersama seorang Mommy. Oleh sebab itu izin dari Alberto ini membuat Ziya dan Juga Demian merasa sangat bahagia sekali.


" Demi,, mau main diluar bersama Mommy,," Tanya Alberto yang melangkah mendekati Ziya dan Demian.


Mendengar ucapan Alberto yang bertanya pada Demian, membuat Ziya sedikit menelan salivanya, takutnya Alberto tidak mengizinkan mereka untuk bermain bersama.


" Heemm,, Daddy,," Jawab Demian mengangguk menatap wajah Alberto


Kebetulan saat ini Alberto sedang menjongkokkan tubuhnya tepat di depan Demian yang berada di pangkuan Ziya. Dalam seketika Ziya melihat wajah Alberto yang sedikit tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengizinkan Demian untuk bermain bersamanya di luar.


" Baik, Daddy izinkan, tapi ingat hari hati-hati,," Ucap Alberto yang membuat Demian berteriak kegirangan.


Ziya yang mendengarkan ucapan Alberto yang mengizinkan mereka untuk bermain keluar itu, hanya bisa menatap wajah Alberto dengan kerlingan mata yang begitu bahagia.


" Holeee,, benelan Dad,," Tanya Demian lagi untuk memastikan Alberto akan ucapannya itu.


" Yes,, Daddy tidak akan pernah bohong pada Demi, apakah Demi masih ingat ketika Demi menangis meminta Mommy untuk kembali,," Tanya Alberto yang membuat Ziya sedikit memundurkan kepalanya seolah penasaran akan maksud dari perkataan Alberto.


" Apa maksudnya,," Gumam Ziya dalam hati saat melihat gelagat mata Alberto padanya.


" Yes Daddy,, Demi ingat,," Jawab Demian mengangguk lucu.


" Dan dalam sekejap, Daddy mengembalikan Mommy pada Demian lagi bukan,," Ucap Alberto yang sengaja menaikkan kedua matanya pada Ziya.


Ziya yang bingung maksud Alberto hanya bisa tersenyum pasrah atas kelakuan mata Alberto yang ditampakkan padanya.


" Yes Daddy," Jawab Demian tersenyum senang.


" Ya sudah, Daddy izinkan Demi dan Mommy main diluar,," Ucap Alberto yang mengizinkan Ziya dan Demian untuk pergi bermain diluar.


" Holeee,, ok Dad,," Ucap Demi yang segera memeluk leher Alberto.


Dalam sekejap Demian segera merentangkan tangannya dan menggapai leher Alberto sehingga, membuat Alberto mendekatkan kepalanya di atas paha Ziya. Dan terlihat Ziya tersenyum tulus menatap wajah Alberto.


" Let's go, Mommy Demian mau main di taman,," Ucap Demian setelah memeluk Alberto dan mendongakkan kepalanya ke belakang menatap wajah Ziya.


Ziya tersenyum dan segera mengangguk.


" Ok,, sekaligus Demian makan ya,," Jawab Ziya yang berinisiatif untuk memberi Demian makan saat bermain di taman.


" Yes Mommy,," Jawab Demi mengangguk.


Lalu, ketika Ziya ingin beranjak bangun dari duduknya, Alberto segera memanggil Melly untuk membawa Demian terlebih dahulu keluar, sementara itu, Alberto menahan tubuh Ziya untuk sesaat. Membuat Ziya bingung atas perlakuan Alberto padanya.


" Tunggu,," Ucap Alberto yang mencegah Ziya untuk beranjak pergi menggendong Demi.


" Ada apa ?" Tanya Ziya menatap dalam wajah Alberto.


" Demian sayang, Demi di gendong oleh Melly ya,, Mommy biarkan jalan sendiri, takutnya Mommy belum kuat untuk menggendong Demi,," Ucap Alberto yang membujuk Demian sesaat.


Dalam seketika ucapan Alberto itu, membuat Ziya kaget dan Demian yang tidak mengerti hanya manggut-manggut saja seolah memahami ucapan Alberto padanya itu.


" Aku bis,," Ucap Ziya sedikit mengeluarkan suaranya dan membuat Alberto segera meletakkan jarinya tepat di bibir Ziya.


Karena, kelakuan Alberto seperti itu, membuat Ziya hanya bisa terdiam sejenak pasrah mengikuti aturan dari Alberto.


" Melly,," Panggil Alberto pada Melly yang masih berada di luar ruangan.


Melly yang mendengarkan panggilan dari Alberto itu, segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar pribadi Alberto.


" Ya Tuan,," Ucap Melly yang menundukkan kepalanya saat menghadap Alberto.


" Gendong Demian dan bawa Demian untuk bermain keluar bersama Mommynya." Bilang Alberto yang memerintahkan Melly untuk segera melakukan perintahnya itu.


" Baik Tuan,," Ucap Melly dengan segera mengambil Demian dari pangkuan Ziya.


" Mommy, Demi tunggu dilual,," Bilang Demian yang terdengar sangat lucu, seakan tahu bahwa Daddy and Mommynya ingin melakukan sesuatu terlebih dahulu.


Ziya tersenyum manis mengangguk saat mendengarkan ucapan Demian pada dirinya. Lalu, saat Demian akan keluar dari kamar dengan jahilnya Demian juga memberikan pesan kepada Alberto supaya tidak lama-lama bersama Ziya.


" And Daddy jangan telalu lama bicala sama Mommy,, Demi lapal dan maunya di suap Mommy,," Ucap Demi yang memberikan pesan kepada Alberto.


Ziya ingin sekali rasanya tertawa saat mendengarkan ucapan Demian yang memberikan pesannya pada Alberto. Namun, Ziya masih bisa menahan tawanya itu, karena, Ziya tahu bahwa saat ini masih ada Melly di dalam.


" Yes, My son,," Jawab Alberto sambil mengelus lembut rambut Demian.


" Ya,," Jawab Ziya.


Saat Melly memberikan hormat kepada Alberto dan Ziya, Alberto hanya mengangguk sedangkan Ziya menjawab ya. Dalam sekejap Alberto segera duduk di samping Ziya, Ziya menoleh ke arah Alberto mempertanyakan apa maksud dari Alberto yang sengaja menahannya, padahal sudah mengizinkan dirinya untuk segera pergi bermain bersama Demian.


" Ada apa,," Tanya Ziya halus pada Alberto.


Alberto segera menoleh dan menatap wajah Ziya dalam.


" Aku sudah mengizinkan mu untuk bermain bersama Demian dan aku pinta jaga dirimu baik-baik serta Demian,," Ucap Alberto yang membuat Ziya tergelitik dan tertawa.


Karena, mendengar ucapan Alberto yang begitu memperdulikan dirinya dan juga Demian itu membuat Ziya sedikit tergelitik dan tertawa.


" Hahahaha,, aku kira apa,," Bilang Ziya sambil tertawa riang.


Alberto begitu senang saat melihat wajah Ziya yang tertawa begitu renyah itu, sangat terlihat sekali bahwa di wajahnya saat ini tidak ada sedikitpun beban yang dipikirkan.


" Eemmm,, kalau begitu apa aku boleh keluar,," Tanya Ziya yang menatap balik wajah Alberto.


" Heemm,," Jawab Alberto menganggukkan kepalanya.


Saat Ziya ingin beranjak bangun dari duduknya dalam seketika Alberto segera menarik tangan Ziya dan saat ini tubuh Ziya menimpa tubuhnya Alberto tepatnya di atas pangkuan Alberto.


" Aaaahhhhh," Teriak Ziya kaget saat tangannya ditarik dan terjatuh tepat di pangkuan Alberto.


" Alberto apa yang kau lakukan ?" Tanya Ziya saat tubuhnya telah berada di pangkuan Alberto.


" Setelah mendapatkan izin dariku dengan begitu mudahnya kau meninggalkanku,," Bilang Alberto tepat di telinga Ziya.


Mendengar ucapan Alberto yang seperti itu, membuat Ziya sedikit nyengir dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


" Hehehe,, terima kasih Alberto, kau telah mengizinkan aku untuk bermain diluar bersama Demian." Ucap Ziya yang saat ini tangannya berpindah tempat melingkar di leher Alberto.


Melihat kelakuan Ziya yang begitu lembut padanya membuat Alberto segera melingkarkan tangannya memeluk erat pinggang Ziya.


" Heemmm,," Jawab Alberto sambil mengendus aroma leher Ziya.


" Alberto apakah aku boleh keluar sekarang,," Pinta Ziya yang membujuk Alberto.


" Hanya seperti itu berterima kasih padaku,," Tanya Alberto yang mendongakkan kepalanya menatap tajam wajah Ziya.


Melihat reaksi wajah Alberto kadang lembut kadang tajam membuat Ziya segera melakukan hal lain untuk membujuk Alberto.


" Bukan seperti itu, aku takut Demi lama menunggu ku,," Ucap Ziya membujuk Alberto.


" Tidak akan lama, paling cuma beberapa menit,," Bantah Alberto atas ucapan Ziya.


" Aduuuhhh aku harus bagaimana ini,," Gumam Ziya dalam hati.


Lalu Ziya teringat akan keinginan Alberto tadi yang tertunda, Ziya segera membujuk Alberto dengan kata-kata rayuan bahwa malam nanti dia akan melayani Alberto sepuas dan sesuka hatinya.


" Eemmm,, Alberto, terima kasih karena kau telah mengizinkan ku untuk bermain bersama Demian." Ucap Ziya seketika mengulangi perkataannya tadi.


" Cuma,," Bilang Alberto lagi yang ucapannya terputus.


Ziya sengaja menutup bibir Alberto dengan bibirnya, untuk mendengarkan perkataannya terlebih dahulu.


CUP!!


" Setelah aku menidurkan Demi,, apapun yang kau ingin kau lakukan padaku,, aku akan siap,," Ucap Ziya setelah mencium sebentar bibir Alberto.


Tentunya Alberto sungguh senang atas kelakuan Ziya yang sudah bersikap agresif pada dirinya.


" Baiklah,, aku setuju,," Jawab Alberto sedikit menyunggingkan senyumannya.


" Heemmm,, apa sekarang aku boleh turun,," Tanya Ziya lagi pada Alberto karena, Ziya tahu saat ini Alberto masih saja memeluk tubuhnya.


Alberto mengerti akan permintaan Ziya hingga dengan lembut Alberto mengangguk dan melepaskan pelukannya pada pinggang Ziya.


" Heemmm,," Jawab Alberto mengangguk.


Setelah merasa terlepas, Ziya segera turun dan melambaikan tangannya pada Alberto yang masih duduk di atas sofa.


" Dah," Ucap Ziya pada Alberto persis seperti anak kecil.


Alberto hanya menyunggingkan senyumannya, melihat kelakuan Ziya yang sama persis seperti kelakuan Demian apabila meminta sesuatu padanya. Ziya segera berlari kecil keluar dari kamar pribadi Alberto dan mengejar langkah kaki Melly yang membawa putranya itu.


" Heehh, dasar kau, persis seperti Demian apabila menginginkan sesuatu padaku,," Gumam Alberto yang melihat kelakuan Ziya begitu lucu itu.


Alberto sendiri di dalam kamar sambil mengambil laptopnya di ruang kerja yang ada di kamarnya. Lalu, meminta pengawalnya untuk mengambil semua rekaman CCTV yang ia bawa dari kantornya.


" Frengky, bawa masuk video rekaman yang saya ambil dari kantor." Ucap Alberto yang segera memerintah Frengky dari alat yang diletakkan di telinganya.


Sementara Alberto menunggu Frengky mengambil video rekaman CCTV yang ia pinta itu, Alberto melangkahkan kakinya ke arah jendela melihat arah Ziya dan Demian yang sedang bermain di luar itu.


" Kemana mereka bermain." Gumam Alberto saat memandang pemandangan di luar jendela.


Ternyata belum tampak beberapa wajah yang begitu dicintainya itu di taman. Kemungkinan Ziya dan Demian belum sampai ke taman yang sesuai dengan keinginan Demian untuk dijadikan tempat bermainnya bersama Ziya.


Tak terasa saat Alberto sengaja memandang keadaan diluar kediamannya itu, Frengky datang ke kamarnya sambil mengetuk pintu dan membawa kotak berisi kaset rekaman CCTV yang telah dibawanya.


" Tuan,," Ucap Frengky menyapa Alberto.


" Yah,," Jawab Alberto menoleh ke arah pintu.


" Ini Tuan,," Ucap Frengky lagi sambil menunjukkan kotak yang dibawakannya.


" Letakkan saja, di atas meja,," Bilang Alberto pada Frengky.


Saat Alberto ingin melangkahkan kakinya menuju ke arah meja yang diletakkan Frengky kaset rekaman yang ia bawa dari kantornya. Dalam seketika Alberto melihat bahwa Ziya dan Demian kebetulan terlihat dari kacanya saat ini. Dengan segera Alberto memerintahkan beberapa pengawalnya untuk menjaga keselamatan Ziya dan Demian.


" Frengky, segera perintahkan kepada anak buahmu untuk segera menjaga Istri dan Putraku,," Bilang Alberto pada Frengky yang ingin menambah pengawal penjaga untuk Demian dan Ziya.


" Baik Tuan,," Jawab Frengky yang segera keluar dari ruangan pribadi Alberto.


Alberto tersenyum saat melihat keindahan di depan matanya saat ini. Begitu indah melihat keceriaan yang terletak di wajah Ziya dan juga Demian. Bagi Alberto saat ini biarkan saja Ziya menjadi Ibunya Demian untuk selamanya. Dibandingkan harus menyuruh Zoya kembali dan menjadi Ibunya Demian itu tidak sangat pantas ketika Alberto mengingat bagaimana kelakuan Zoya pads Demian selama ini.


****