
Pagi ini, Alberto bangun dari tidurnya seperti biasa selalu mendahului Ziya yang tidurnya sangat lelap sekali. Namun, ketika Alberto terbangun dari tidurnya itu, malah Ziya dan juga Demian sudah tidak ada di sampingnya ini. Tangan Alberto meraba-raba ke bagian samping tubuhnya tapi, tetap saja tidak ada orang yang tidur di sampingnya itu.
" Eeemmm sayang,," Suara Alberto yang terdengar begitu khas sekali dari suara seraknya itu, dengan tangannya yang meraba-raba ke samping kanan tubuhnya tapi sama sekali tidak merasakan adanya tubuh Ziya disana.
Karena, tidak merasakan tubuh Ziya di sampingnya itu dengan spontan Alberto membuka kedua matanya dan melihat kenyataan yang ada, bahwa memang benar saat ini Ziya bahkan si lucu Demian juga sudah tidak ada di sampingnya.
" Hah! kemana mereka ?" Tanya Alberto bingung ketika membuka matanya dan tidak melihat sosok Ziya bersama Demian.
Dengan segera Alberto bangkit dari baringnya dan melongo melihat dua wajah yang begitu ia cintai sudah bangun dan tertawa lucu menatapnya, Ziya sengaja lebih duluan bangun dibandingkan Alberto, karena, selama ini Alberto lebih dahulu bangun tidur dibandingkan Ziya.
" Hahahaha, Daddy kenapa ?" Tanya Demian lucu dengan suara tawanya.
" Oh God, Sayang, aku kira kalian semua telah pergi meninggalkan Daddy,," Gumam Alberto masih dengan wajahnya yang terlihat begitu cemas sekali.
" Mau pergi kemana kami berdua Alberto, sedangkan kau masih tertidur pulas seperti ini, tidak mungkin aku membawa Demian pergi meninggalkanmu seorang diri,," Gumam Ziya lembut melangkah maju mendekati Alberto.
" Eemmm aku hanya takut, jika nanti kau mengingat kesalahan yang kulakukan semuanya padamu, kau akan pergi meninggalkanku membawa Demian,," Jawab Alberto dengan suara yang terdengar begitu ketakutan dan ditunjukkan wajah sayangnya kepada Ziya.
" Heemm, aku sudah pernah berjanji padamu, walaupun aku bisa mengingat semua kejadian yang lalu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu Alberto, percayalah,," Ucap Ziya yang terdengar begitu lembut sambil mengusap lembut wajah Alberto.
" Aku percaya sayang !" Jawab Alberto mengusap balik wajah Ziya.
Saat Alberto mengusap balik wajah Ziya, Demian yang sedang berada di dalam gendongan Ziya ikut tertawa senang melihat kelakuan Daddynya yang begitu lembut pada Mommynya ini.
" Daddy, Demi sungguh menyayangi Mommy yang ini, jika Mommy kemarin kembali ke lumah, jangan pernah mengusil Mommy ini dali Demi dan jangan pelnah memisahkan Demi pada Mommy ini,," Ucap Demian yang terdengar lucu ketika memohon sebuah harapan kepada Alberto.
Ziya sedikit tercengang mendengar ucapan yang disampaikan Demian begitu menyentuh hatinya. Dari ucapan Demian sendiri begitu mengerti dan begitu menyayangi Ziya. Karena, Ziya sendiri telah memberikan semua kasih sayangnya kepada Demian, semenjak awal Ziya datang sampai saat ini dan bahkan kasih sayang itu setiap harinya selalu bertambah besar untuk putranya ini.
Walaupun saat ini ingatan Ziya belum pulih semuanya, tapi, Ziya masih merasa penasaran dengan keponakannya ini, kenapa, ia merasa begitu dekat dan memiliki hubungan dengan Demian. Selain dari hubungan antara keponakan dan bibi, tapi, Ziya merasa bahwa Demian adalah seorang anak bayi yang telah terpisahkan dari dirinya saat di dalam mimpinya itu.
" Hihihi, sayang Daddy tidak akan pernah membiarkan Mommy yang ini pergi meninggalkan kita, karena, sampai kapanpun Mommy yang ini akan selalu terikat dalam kehidupan kita,," Jawab Alberto tegas dan meyakinkan Demian.
" Sungguh Daddy, Daddy tidak akan pelnah membialkan Mommy ini pelgi dali kita ?" Tanya Demian lagi pada Alberto untuk meminta kepastian.
" Sungguh, Daddy akan selalu memegang janji itu,," Jawab Alberto sambil tersenyum menatap wajah Demian dan Ziya bergantian.
Saat Ziya mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh Alberto dengan begitu penuh keyakinan membuatnya merasa bahagia, bahwa memang benar sepertinya Alberto begitu menyayangi dirinya dan juga Demian. Ziya tidak terlalu menginginkan kasih sayang Alberto yang berlebihan untuk dirinya, Ziya hanya ingin agar kasih sayang Alberto itu diberikan kepada Demian sebesar apapun dibandingkan untuk dirinya. Karena, yang diperlukan Ziya saat ini adalah kasih sayang Alberto begitu tulus dan dalam hanya untuk putranya itu juga untuk kedua putri yang bukan anak kandungnya Alberto sendiri.
" Heemm, aku sungguh mempercayaimu Alberto, bahwa ucapanmu itu tidak pernah berbohong, kau memang begitu menyayangi dan perduli terhadap Demian dan kau juga bisa untuk selalu mencoba menyayangi kedua putrimu itu, walaupun saat ini ingatanku belum pulih sepenuhnya, tapi, aku yakin kau adalah seorang pria yang baik dan tidak mungkin kau melakukan hal buruk terhadap diriku beberapa tahun yang lalu,," Gumam Ziya dalam hati sambil tersenyum menatap wajah Alberto dan juga Demian.
Alberto sedikit merasa penasaran kepada Ziya saat ini, karena, dari tatapannya Ziya sedang menatap wajahnya dan juga Demian, namun terlihat bahwa Ziya saat ini sedang memikirkan sesuatu.
" Apa yang sedang dipikirkannya ?" Tanya Alberto dalam hati ketika melihat wajah Ziya yang tersenyum namun terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu hal.
Karena, tidak mau membuat Ziya seolah diselediki oleh dirinya itu, Alberto sedikit mengagetkan lamunan Ziya yang sedang asyik memikirkan tentang dirinya.
" Sayang, apakah hari ini kita bisa mandi bersama ?" Tanya Alberto langsung pada Ziya.
Karena, mendengar perkataan dari Alberto yang sedang menanyakan sesuatu aktivitas padanya itu, secara tidak langsung pertanyaan Alberto itu sama saja membuyarkan lamunan Ziya yang begitu indah saat ini.
" Hah! baiklah tidak apa-apa,," Jawab Ziya spontan karena tidak terlalu fokus pada pertanyaan Alberto.
" Baiklah ayo sayang," Ajak Alberto langsung dan seketika membuat Ziya bingung dan menghentikan pergerakan Alberto yang mengajaknya itu.
" Aaahh tunggu sebentar, apa yang kau katakan padaku barusan ?" Tanya Ziya lagi pada Alberto.
Melihat wajah Ziya yang seakan bingung terhadap ajakan Alberto ini, sehingga membuat Alberto dan juga Demian bersama-sama menertawakan sikap Ziya yang sedang bingung sendiri.
" Hahaha, Mommy tidak dengal kalau Daddy mengajak Mommy untuk mandi belsama dan Demian juga ikut,," Jawab Demian lucu sambil tertawa kepada Ziya.
" Heemmm Alberto, kau ini sama saja mengajar anakmu hal buruk,," Gerutu Ziya kesal pada Alberto sambil mencubit lengan kekar suaminya itu.
" Hahahaha, maaf sayang,," Ucap Alberto sambil memegang kedua telinganya dan berkata maaf pada Ziya.
Namun, Ziya masih saja mencubit lengan Alberto yang begitu kekar itu, jika dicubit oleh Ziya kemungkinan tidak akan terlalu sakit bagi Alberto.
" Aauuuwww aduh, aduh, jangan dicubit sakit sayang !"Rengek Alberto yang terdengar manja dan juga berpura-pura sakit di hadapan Ziya serta Demian.
" Kau hanya berpura-pura Alberto, sekali lagi kau berbicara yang tidak-tidak di depan Demian, maka bukan hanya lengan ini yang aku cubit tapi bagian lainnya,," Ucap Ziya dengan wajah bawelnya dan membuat nafsu Alberto malah semakin penasaran untuk mencium bibir Ziya hingga puas.
" Iya iya Sayang,," Ucap Alberto sambil mengikuti langkah kaki Ziya.
" Hahaha Mommy, jangan malah Daddy, kasihan Daddy kesakitan jika dicubit oleh Mommy sepelti itu,," Bilang Demian yang berkata di sela perlakuan Ziya terhadap Alberto.
" Tidak apa-apa sayang, lengan Daddy sama sekali tidak merasa sakit, karena, tubuh Daddy kuat, jadi, walaupun Mommy Demian ini mencubit Daddy, sampai kapanpun Daddy tidak akan merasa sakit,," Ucap Alberto yang menjawab perkataan simpati Demian terhadapnya.
" Ayo kita mandi Sayang,," Bilang Ziya yang terus melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Tanpa memperhatikan Alberto yang selalu mengiringinya sambil memeluk tubuhnya itu, Ziya tetap saja melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi untuk memandikan Demian. Ziya sama sekali tidak merasa risih akan kelakuan Alberto yang begitu manja melebihi kemanjaan yang selalu dilakukan oleh Demian kepadanya.
" Heemmm ini yang kecil sebenarnya siapa Daddynya atau Demian ?" Tanya Ziya kepada Alberto yang masih saja menempelkan kepalanya di bahu Ziya dan wajahnya saling berhadapan dengan wajah Demian.
Alberto seperti tidak menghiraukan ucapan Ziya yang tertuju padanya itu, bagi Alberto ia hanya ingin selalu mendekap erat tubuh Ziya dan menghirup aroma harum dari tubuh istrinya ini walaupun baru bangun dari tidurnya.
" Sayang kenapa tubuhmu ini setiap harinya selalu saja harum ?" Tanya Alberto manja pada Ziya.
" Ya, karena, ada Demian disini dari keharuman tubuh Demian ini makanya tubuhku juga bisa harum, Daddy,," Jawab Ziya sambil tersenyum mencium lembut pipi Demian.
" Hihihi benalkah Mommy ?" Tanya Demian lucu kepada Ziya.
" Benar Sayang,," Jawab Ziya sambil meletakkan Demian ke dalam bathtub.
" Setelah mandi, Demian bersiap-siap ganti seragam sekolah dan sarapan terus kita bersama-sama pergi ke sekolah ya,," Ucap Ziya sambil memandikan tubuh putranya itu.
" Oke Mom," Jawab Demian.
" Daddy sini mandi belsama Demi saja,," Ajak Demian lucu terhadap Alberto.
" Oke sayang," Jawab Alberto segera melangkah masuk ke dalam bathtub.
" Mommy, mandikan kami berdua,," Ucap Alberto yang sengaja memerintahkan Ziya untuk memandikan tubuhnya dan juga Demian.
" Heemm, Alberto kau bisa mandi sendiri,," Gerutu Ziya yang terdengar sekali bawelnya.
" Kalau kau tidak mau memandikan aku, oke, jangan salahkan aku jika aku menarik tubuhmu untuk mandi bersama kami,," Ungkap Alberto yang terdengar membuat ancaman untuk Ziya.
Namun, bagi Ziya sama sekali tidak merasa terancam, karena, Alberto memang selalu seperti itu kepadanya. Selalu berkata seperti sedang menakutkan orang lain, tapi, sama sekali tidak pernah melakukan tindakan kasar lagi pada Ziya semenjak Alberto menyesali perbuatannya ketika ia secara tidak langsung menarik rambut Ziya dikala sebelum kejadian Martin yang ingin memper-kosa Ziya.
" Heemm, tarik saja," Gumam Ziya sambil mengambil sabun di dekat tubuhnya Demian.
Seketika Ziya kaget saat Alberto keluar dari bathtub dan tubuhnya hanya menggunakan celana kecil. Lalu, dengan satu kali pergerakan Alberto berhasil menggendong tubuh Ziya dan memasukkan Ziya ke dalam bathtub. Sehingga membuat Ziya sedikit berteriak atas perbuatan yang sedang dilakukan Alberto padanya itu.
" Aaakkhh Alberto kau sedang apa, aku belum mau mandi,," Ungkap Ziya yang kesal pada Alberto, karena, dengan sengaja Alberto memasukkan tubuhnya ke dalam bathtub.
" Siapa yang salah beraninya menantang Alberto ?" Tanya Alberto sambil mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Ziya.
" Iya iya aku mengaku salah,," Jawab Ziya dengan wajah pasrah akan perbuatan Alberto yang sudah membasahi tubuhnya ini.
" Hihihihihihi Daddy and Mommy lucu kalau sedang berdebat sepelti ini,," Oceh Demian di sela kekesalan Ziya terhadap Alberto.
" Demi sayang Mommy atau Daddy yang salah ?" Tanya Alberto langsung pada Demian dengan mengharapkan jawaban Demian bahwa yang dipilih Demi adalah Ziya yang salah dan dia sendiri yang benar.
" Mommy and Daddy sama sekali tidak bersalah, kalian berdua adalah olang tua Demi, jadi tidak ada yang salah,," Jawab Demian polos yang terdengar tidak memihak siapapun di antara Ziya dan Alberto.
" He'eh Mom,," Gumam Demian mengangguk.
Saat ini Ziya sedang disibukkan dengan urusannya yang sedang memandikan Demian, sementara itu Alberto yang sengaja lebih memilih di belakang tubuhnya Ziya juga sibuk memainkan dua gunung kembar milik Ziya yang terasa lebih kencang dibandingkan selama ini.
" Alberto aku sedang memandikan Demian,," Gerutu Ziya seakan risih dengan kelakuan Alberto yang sengaja menggoda tubuhnya itu.
" Ya, aku juga sedang sibuk membersihkan tubuhmu sayang," Jawab Alberto sambil tersenyum senang karena bisa memainkan gunung kembar yang memang miliknya itu.
Setelah selesai memandikan Demian dengan bersih, barulah Ziya mengangkat tubuh Demian keluar dari bathtub dan memakaikan handuk ke tubuh kecil Demian. Sementara itu, Ziya sendiri sengaja memakai jubah mandinya karena, baju yang digunakannya itu sudah basah semuanya. Setelah selesai menggantikan semua pakaiannya barulah Ziya menggendong tubuh Demian untuk keluar dari kamarnya.
" Aku mau mengantar Demian ke kamarnya dulu,," Ucap Ziya sambil menoleh ke arah Alberto yang masih duduk tenang di dalam bathtub.
" Oke sayang, jangan terlalu lama, aku menunggumu di dalam ini, jika kau terlalu lama, berarti kau membiarkan aku kedinginan,," Gumam Alberto dengan perkataannya yang lagi-lagi terdengar memberikan sebuah ancaman pada Ziya.
Sambil memberikan sebuah senyuman yang penuh arti, dengan segera Ziya melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dan membuka pintu utama kamar ini. Setelah terbuka ternyata di depan kamarnya sudah ada Melly dan juga Vena yang menunggu.
" Demi ganti baju ya setelah itu sarapan nanti pergi sekolahnya Mommy yang antar," Ucap Ziya sambil membuka pintu utama kamar.
" He'eh Mom,," Jawab Demian mengangguk.
Setelah pintunya terbuka barulah Ziya memberikan Demian kepada Melly. Dan, Melly juga langsung menyambut tubuh Demian yang masih memakai handuk itu.
" Gantikan seragamnya dan berikan sarapannya,," Ucap Ziya memberikan perintah kepada Melly.
" Baik Nyonya,," Jawab Melly.
" Dan kau Vena tolong ikut bersama Melly untuk mengurus sarapan Demian," Ucap Ziya kepada Vena yang sudah hadir di depan pintu kamarnya itu.
" Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih, karena, sudah merawat putraku dan juga aku sendiri, oleh sebab itu, aku mempercayai kalian berdua,," Ungkap Ziya sambil tersenyum melihat kedua asistennya ini.
" Terima kasih, Nyonya," Jawab Vena dan Melly bersamaan.
" Bye, Mommy,," Ucap Demian lucu sambil memberikan dadahan kepada Ziya.
" Bye sayang, jangan lupa makan yang banyak,," Bilang Ziya yang memberikan peringatan kepada Demian.
" Oke Mom,," Jawab Demian.
Setelah selesai melakukan kegiatannya itu barulah Ziya kembali lagi ke kamar mandi, disaat Ziya ingin melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, Ziya teringat akan sesuatu ucapan yang dikatakan Alberto kepadanya itu. Sambil tersenyum sendiri, Ziya sengaja melakukan suatu pekerjaan lain sebelum kembali ke kamar mandi, tujuannya untuk memberikan suatu candaan bagi Alberto sendiri.
" Hihihihihihi, pasti Alberto sedang menungguku, biarkan saja dia sendirian di kamar mandi,," Gumam Ziya sambil terkekeh geli.
Ziya sengaja mempermainkan Alberto yang sedang menunggunya di dalam kamar mandi itu, saat ini Ziya sendiri sedang menyiapkan semua pakaian Alberto yang akan digunakannya saat pergi ke kantornya. Karena, semalam Alberto berkata bahwa ia akan melakukan sebuah rapat penting kepada semua kepala pengurus di perusahaannya itu.
Sedangkan, Alberto sendiri yang sedang berendam di dalam kamar mandi merasa aneh dengan tindakan Ziya yang cukup lama sengaja meninggalkannya sendirian di kamar mandi ini.
" Heemm sepertinya Ziya sengaja mempermainkan aku,," Gumam Alberto seraya bangkit dari duduknya dan keluar dari bathtub.
Alberto sengaja tidak menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya itu dan sengaja membiarkan tubuhnya terbuka sebebas mungkin seperti saat ini yang hanya menggunakan celana kecil pada tubuhnya. Alberto mulai mengelilingi ruangan kamarnya dan akhirnya berhasil menemukan Ziya di dalam ruang ganti pakaian. Dimana Ziya sendiri sedang disibukkan dengan mengambil beberapa pakaian yang akan digunakan oleh Alberto sendiri.
" Heemm ternyata dia sengaja meninggalkan aku, hanya untuk menyiapkan semua pakaian ini untukku,," Gumam Alberto dalam hati sambil tersenyum melihat Ziya yang sedang sibuk menginjit saat mengambil pakaian Alberto yang letaknya cukup tinggi di dalam lemari besar itu.
Ziya sama sekali tidak melihat bahwa Alberto yang tidak menutupi semua tubuhnya itu sengaja masuk ke dalam ruang ganti dan langsung memeluk Ziya dari belakang. Hingga hal itu membuat Ziya sangatlah kaget.
" Oh My God Alberto,," Ucap Ziya yang spontan kaget ketika merasakan tangan Alberto yang telah melingkar di bagian pinggangnya itu.
" Kau sungguh cantik sayang,," Ungkap Alberto sambil membuka tali jubah mandi Ziya.
" Eeehhh, Alberto ini sudah siang, kamu mau apa ?" Tanya Ziya yang menghambat tangan Alberto untuk membuka jubah mandinya.
" Aku ingin ini,," Jawab Alberto langsung dengan tangannya menyentuh pasti bagian inti Ziya di bagian bawah.
" Sudah siang dan kau harus pergi ke kantor sementara aku harus mengantar anak-anak ke sekolah,," Jawab Ziya dengan suara gemasnya memencet hidung Alberto.
" Kau tidak bisa menolak keinginanku sayang,," Ucap Alberto yang secara langsung menggendong tubuh Ziya.
" Eeehhh Alberto, turunin aku,," Ucap Ziya kaget ketika tubuhnya sudah berada di dalam gendongan Alberto.
" Ooohh ayolah sayang aku sudah lama sekali tidak merasakan ini,," Bilang Alberto sambil melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke tempat tidur.
" Iya tapi, ini sudah terlalu siang dan kau akan terlambat,," Ucap Ziya yang terdengar seperti menolak halus keinginan Alberto.
" Memangnya kenapa kalau aku terlambat dan mereka semua menunggu,," Ucap Alberto yang membuat Ziya seketika terdiam.
Dan, saat ini Alberto sudah berhasil membawa tubuh Ziya ke tempat tidurnya dan meletakkan tubuh indah itu ke atas tempat tidur dengan begitu lembut. Karena, sudah terlalu besar rasa nafsu hasrat Alberto terhadap tubuh Ziya yang semakin hari semakin membuatnya semakin tergila-gila itu dengan segera Alberto membuka tali jubah mandi Ziya hingga membuat tubuh Ziya terpampang jelas keindahannya.
" Aaahh Alberto, apa yang kau lakukan, aku ingin mengantar anak-anak, nanti mereka akan terlambat." Ucap Ziya ketika bibir Alberto sudah menjelajahi keindahan tubuhnya yang terpampang di depan matanya itu.
" Eeemmm mereka tidak akan terlambat, ini cuma sebentar sayang,," Ucap Alberto dengan suara yang terdengar seperti sedang meresapi kenikmatan lidahnya saat menge.cap tubuh Ziya.
" Heh!! apanya yang sebentar, kau selalu melakukan aktivitas ini dengan waktu yang lama sekali, hingga aku tidak sanggup lagi mengimbangi kekuatan tubuhmu itu,," Jawab Ziya dengan mulutnya yang terdengar cerewet sekali sekarang bagi Alberto.
" Oleh sebab itu sayang, makan yang banyak supaya kau bisa kuat mengimbangi permainanku ini,," Ucap Alberto sambil tersenyum dan menyentuh bibir Ziya menggunakan jarinya.
Sebenarnya Alberto begitu menyukai sikap Ziya saat ini yang terdengar cerewet dan juga bawel. Walaupun Alberto terlihat seperti tegas dan juga berwibawa di depan semua anak buahnya, tapi, jika bersama Ziya sikapnya sendiri langsung berbeda sekali dengan biasanya. Oleh sebab itu, Alberto semakin lama semakin mencintai wanita yang sudah begitu jelas adalah istrinya sendiri.
" Aaahh, Alberto lepaskan aku, kasihan anak-anak jika menungguku selesai melayanimu,," Celetuk Ziya lagi yang terdengar semakin membangkitkan gairah Alberto untuk segera menyentuh bagian inti Ziya.
Alberto hanya tersenyum menatap wajah Ziya yang selalu beralasan untuk menolak halus permintaannya ini. Dan, dengan sengaja Alberto sendiri tidak menghiraukan mulut Ziya yang terdengar selalu mengomel padanya itu. Karena, bagi Alberto sekarang ia hanya ingin menuntaskan keinginannya yang sudah tertunda dari kejadian sore kemarin sampai malam tadi.
Dan, disaat Alberto sedang asyik-asyiknya menjulurkan lidahnya ke bagian inti gunung kembar milik Ziya, tiba-tiba dirinya sendiri dikejutkan dengan bunyi ponsel yang terdengar begitu nyaring sekali hingga berhasil mengganggu aktivitas yang sedang dilakukannya itu.
" Alberto itu ada telepon,," Ucap Ziya yang sengaja menghentikan kegiatan Alberto padanya itu.
" Heemm biarkan saja sayang,," Jawab Alberto sambil membuka mulutnya untuk menghisap bagian tubuh Ziya yang menonjol ke atas berwarna merah.
" Tunggu sebentar, angkat dulu teleponnya," Ucap Ziya yang sengaja menahan mulut Alberto melahap bagian inti miliknya yang berwarna merah itu.
" Heemm sayang,," Rengek Alberto dan langsung bangkit dari himpitan tubuhnya itu terhadap Ziya.
Ziya sendiri tersenyum melihat wajah Alberto yang seketika cemberut, karena, Ziya dengan sengaja melarang mulut Alberto untuk melahap tubuhnya itu. Namun, saat ini Ziya bisa terbebaskan dari perbuatan Alberto yang menginginkan tubuhnya itu.
Sambil ikutan bangun dari baringnya itu, dengan segera Ziya merapikan kembali tali jubah mandinya dan melihat siapa yang sedang menelepon Alberto. Alberto sendiri melihat ponselnya dan ternyata yang sedang meneleponnya adalah si kecil Demian yang selalu mengganggu aktivitasnya itu.
" Ya ada apa sayang ?" Tanya Alberto dengan suara yang terdengar lesu karena Demian anaknya tidak sengaja mengganggu aktivitas paginya itu.
Ketika melihat wajah Alberto yang menjawab panggilan dari Demian dengan wajah lesu dan juga sedikit cemberut membuat Ziya terkekeh geli akan hal itu.
" Daddy dimana Mommy kenapa belum siap ?" Tanya Demian dengan suaranya yang terdengar begitu nyaring di ponsel.
" Iya sayang tunggu sebentar Mommy sedang mandi,," Jawab Ziya dengan sengaja menjawabkan pertanyaan dari Demian.
" Oke Mom, Demi tunggu di depan kamar,," Ucap Demian dan langsung memutuskan teleponnya.
Setelah selesai menerima telepon dari Demian, seketika Ziya tertawa saat melihat wajah Alberto yang berubah menjadi lesu dan tidak bergairah itu, sehingga membuat Ziya memberanikan diri untuk memberikan sebuah janji untuk memberikan semangat kembali di wajah Alberto.
" Jangan cemberut Albertoku, malam nanti kau bisa melakukannya sepuas hatimu,," Ucap Ziya sambil melingkarkan kedua tangannya pada leher Alberto.
Dan, seketika membuat senyuman manis di wajah Alberto terukir indah dengan segera Alberto menciumi bibir Ziya sepuas-puas mungkin. Hingga akhirnya Ziya dan Alberto mandi bersama di dalam kamar mandi.
****