Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 234 - Senyuman Sepintas



Dimana saat itu Vena sedang mengambil segelas air jahe untuk Ziya dan berpapasan dengan Axeloe tepat sekali di depan tangga. Dimana saat itu juga Axeloe dengan sengaja menjahili Vena yang terlihat begitu polos sekali sebagai seorang asisten di dalam kediaman keluarga mafia besar seperti dirinya.


Dan Vena juga saat itu sama sekali tidak mengetahui bahwa orang yang sedang menjahili dirinya itu adalah adik kandung dari Tuan besarnya yaitu Axeloe. Oleh sebab itu, hati Axeloe sedikit terketuk dan tergerak untuk menjahili seorang wanita polos seperti Vena. Karena, Vena begitu berbeda daripada wanita lainnya yang dengan mudahnya mencari cara cepat untuk mendapatkan apa yang diinginkannya seperti mendapatkan seorang pendamping seperti Alberto dan juga Axeloe.


Setelah mendapatkan alat yang diperlukannya dalam memeriksa bagian mata dari tubuhnya Ziya dengan segera Axeloe melakukan pemeriksaan yang diinginkannya itu. Sambil membuka salah satu mata Ziya dengan perlahan barulah Axeloe menyinari kornea mata itu dengan alat yang sedang digunakannya saat ini.


Begitu terlihat jelas bahwa Axeloe sedang meneliti dengan jelas bagian mata Ziya. Setelah memeriksakan bagian dalam matanya Ziya, Vena hanya bisa dan memperkirakan keadaan majikannya yaitu Ziya dalam keadaan yang tidak menentu, karena, Vena sendiri melihat hasil dari pemikirannya itu melalui gerakan yang ditimbulkan oleh Axeloe.


" Oh, jadi begitu,," Ucap Axeloe yang terlihat sedang mengangguk seolah mengerti apa yang sedang terjadi pada tubuh Ziya saat ini.


" Apa yang telah terjadi pada Nyonya ?" Tanya Vena dalam hati sambil memperkirakan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Axeloe terhadap Ziya.


" Kenapa Tuan Axeloe hanya mengangguk saja dan seolah tidak terjadi apa-apa pada Nyonya,," Gumam Vena sambil menatap tindakan Axeloe yang sedang memeriksa tubuh Ziya lalu kembali lagi menoleh dan memperhatikan tubuhnya Ziya.


" Sedangkan saat ini Nyonya berkeringat dingin dan juga bergetar, memangnya apa yang telah terjadi,," Ucap Vena dalam hatinya yang sedang mengalami kebingungan untuk bertanya atau tidaknya pada Axeloe mengenai keadaan Ziya.


" Apa yang sedang terjadi pada Nyonya ?" Tanya Vena dengan wajahnya yang terlihat begitu cemas sekali dengan keadaan Ziya.


Karena, saat ini dari raut wajah Vena terlihat begitu cemas sekali dengan keadaan tubuh Ziya. Dari suara berat yang ditimbulkan oleh Axeloe membuat Vena sedikit kaget dan raut wajahnya sedikit berubah menjadi rasa yang semakin tidak karuan antara malu karena ditegur oleh Axeloe atau rasa simpati yang timbul dan diketahui jelas oleh Axeloe.


" Jangan khawatir,," Ucap Axeloe dengan suara berat namun nyaman sekali terdengar di dalam ruangan kamar Ziya yang sepi dan hanya terdengar suaranya saja.


" Tubuh kakak ipar bergetar hanya karena, dari reaksi obat yang sudah dimasukkan sehingga memori ingatan kakak ipar selama ini berangsur-angsur membaik,," Jelas Axeloe begitu detail sekali pada Vena sehingga membuat Vena begitu terkejut sekaligus haru saat mendengar penjelasan dari Axeloe.


" Aakkhh iya Tuan, saya hanya bingung melihat keadaan Nyonya seperti ini, saya takut bila terjadi sesuatu pada Nyonya,," Ucap Vena dengan jujur dari wajahnya yang terlihat begitu polos.


" Heh, kau seorang wanita yang begitu jujur,," Ungkap Axeloe sepintas sambil mengulum senyumnya sehingga membuat Vena semakin kagum melihat ketampanan wajah Axeloe yang tengah memujinya sambil mengulum senyuman.


Betapa terkejutnya Vena ketika melihat Axeloe yang tengah memujinya walau hanya sepintas ucapan namun hal itu membuat Vena semakin kagum melihat Axeloe adalah senyuman yang manis sedikit terukir dari wajahnya yang begitu tampan. Sehingga semakin membuat Vena merasa bahwa apa yang sering dikatakan oleh semua orang selama ini juga salah mengenai Axeloe.


" Apa ?? Tuan Axeloe tersenyum,," Ucap Vena yang sekilas melihat senyuman Axeloe hanya sebentar saja terukir dari balik wajah tampannya itu walaupun tidak memberikan tatapan langsung kepada Vena.


Namun, karena, Vena sudah melihat bagaimana ekspresi asli dari wajah Axeloe yang sedang tersenyum itu membuat Vena seolah mengerti dan memahami penjelasan yang diberitahukan oleh Axeloe kepadanya dan berpura-pura tidak menghiraukan senyuman Axeloe yang dapat membuatnya selalu bermimpi indah karena sudah melihat sebuah senyuman indah terukir di balik wajah cueknya Axeloe.


" Oohhh, iya Tuan, saya mengerti,," Ucap Vena sambil menganggukkan kepalanya seolah mengerti akan maksud dari penjelasan Axeloe.


Saat ini Vena memang masih terpikirkan bagaimana indahnya senyuman Axeloe, sedangkan, Ziya sendiri merasakan suatu hal yang begitu aneh di dalam kehidupannya dimana Ziya melihat Zoya datang mengunjunginya dan Ziya juga melihat bagaimana bisa tubuhnya saat ini menggunakan pakaian yang sama persis dengan Zoya.


Secara perlahan-lahan Ziya membuka matanya namun begitu sulit untuk melihat dengan jelas apa saja yang ada di hadapannya. Samar-samar Ziya melihat sebuah lampu yang begitu terang nan indah di hadapannya, karena, melihat pantulan cahaya dari lampu tersebut hal itu membuat Ziya kembali menutup kedua matanya dan perlahan-lahan kembali membuka matanya.


Setelah terbuka secara perlahan-lahan barulah Ziya bisa melihat dengan jelas apa yang ada di sekitarnya saat ini. Ziya mulai menstabilkan penglihatannya dan tidak butuh waktu lama akhirnya Ziya menyadari bahwa dirinya saat ini tidak lagi berada di apartemennya, karena, ruangan yang ada di hadapannya saat ini begitu jelas sangat berbeda dari ruangan kamar apartemennya.


" Dimana aku, kenapa aku berada di sini ?" Tanya Ziya dengan suara yang terdengar sedikit parau.


Sontak hal itu membuat Ziya kaget dan segera melompat bangkit dari posisinya yang sedang terbaring. Betapa terkejutnya Ziya saat terbangun bahwa dirinya bukan sedang berada di kamarnya melainkan di sebuah tempat lain.


" Hah, aku dimana, kenapa aku bisa berada di sini ?" Tanya Ziya lagi dengan segera melompat dari tempat tidur dan langsung berdiri melihat kembali ruangan yang begitu jelas sekali berbeda dari ruangan kamarnya.


Dan betapa terkejutnya lagi ketika Ziya bangun menoleh ke arah kaca melihat tubuhnya sudah tidak mengenakan pakaian yang selalu ia kenakan selama ini. Yaitu pakaian yang ia kenakan sekarang adalah pakaian yang cukup terbuka dan Ziya baru teringat bahwa pakaian yang ia kenakan adalah seperti gaya pakaian yang sering dikenakan oleh Zoya selama ini.


" Apa ??" Seru Ziya berteriak kaget ketika melihat tubuhnya yang mengenakan pakaian berbeda dari biasanya.


" Kenapa pakaianku seperti ini,," Seru Ziya aneh melihat tubuhnya dari pantulan kaca dan segera berlari mendekati kaca yang memperlihatkan tubuhnya dari kejauhan.


Karena, merasa heran dan begitu kaget dengan tempat keberadaannya saat ini. Dengan segera Ziya memperhatikan kembali gaya pakaian yang telah dikenakannya, karena, sebelum ia datang di tempat ini Ziya sama sekali tidak memiliki pakaian seperti apa yang telah dikenakannya itu.


****