
Karena, sudah memastikan keadaan Axeloe yang memang telah tertidur dengan pulasnya, akhirnya Vena mengambil keputusan untuk segera memasang kancing baju Axeloe meskipun itu tidak diperintahkan oleh Axeloe padanya. Sambil mendekatkan tangannya pada tubuh Axeloe akhirnya Vena mengerjakan apa yang tidak harus dilakukannya.
Satu persatu dengan perlahan Vena memasang kancing baju itu agar Axeloe tidak mengetahui apa yang sedang dilakukannya. Setelah selesai melakukan tindakannya itu, Vena kembali bingung untuk hal apa yang akan dilakukannya setelah memasang kembali kancing baju Axeloe.
" Aakkhh, akhirnya selesai juga,," Ucap Vena dengan wajah bahagianya ketika sudah menyelesaikan semua apa yang telah ditugaskan padanya dan bahkan tempat yang tidak ditugaskan.
" Heemm, Tuan Axeloe sudah tidur dengan lelap,," Ucap Vena lagi yang sedikit bingung untuk melakukan apa yang akan dilakukannya setelah hal ini.
" Aku harus bagaimana, jika Tuan Axeloe sudah tertidur lelap begini, bagaimana bisa aku keluar dari ruangannya,," Gumam Vena ketika menyadari bahwa dirinya masih berada di sebuah kamar khusus milik Axeloe.
Karena, merasa tugasnya telah selesai ia lakukan semua, pastinya Vena berpikir ingin segera keluar dari kamar pribadi Axeloe. Namun, disaat Vena ingin mencari tahu apa yang harus ia lakukan ketika ia masih berada di dalam kamar dengan kondisi keadaan kamar pemiliknya sedang tertidur dengan pulas.
Akhirnya Vena hanya bisa mencari cara bagaimana ia harus mengatasi kebingungan serta kekalutan yang tengah ia alami saat ini. Vena ingin sekali segera keluar dari kamar Axeloe namun, pemilik kamar tertidur lelap, akhirnya Vena memiliki keputusan terbaru yaitu mencari cara bagaimana agar dirinya bisa keluar dari kamar Tuan Besar yang telah sengaja membawanya ke dalam kamar pribadi ini.
" Kalau kondisinya seperti ini? Aku harus mencari cara agar aku bisa keluar dari tempat ini tanpa harus mengganggu kenyamanan Tuan Axeloe dalam beristirahat,," Ucap Vena sambil memikirkan sebuah siasat agar dirinya bisa keluar dari tempat yang sedikit membuat dirinya merasa terkurung.
" Huuuuuuhhhh aku harus membereskan terlebih dahulu, semua peralatan ini, setelah itu baru aku cari cara bagaimana bisa keluar dari tempat ini, tanpa membangunkan Tuan Axeloe,," Ucap Vena sembari merapikan semua peralatan medis milik Axeloe yang telah berserakan di atas tempat tidur.
Sambil memasukkan kembali semua peralatan medis ke dalam tas, seperti apa yang telah dikeluarkan sebelumnya, akhirnya satu persatu alat dan perban serta obat tersebut telah selesai juga dimasukkan kembali ke dalam tempatnya. Barulah Vena meletakkan tas peralatan ke atas meja di dekat tempat tidur.
Sambil beranjak menuju ke arah meja yang berada di dekat tempat tidur, Vena meletakkan tas yang berisi semua peralatan medis ke atas meja tersebut. Setelah selesai meletakkan tas itu Vena mulai memikirkan sesuatu agar dirinya bisa keluar dari kamar ini tanpa sepengetahuan Axeloe yang sedang tertidur.
" Mau keluar dari kamar ini, bagaimana bisa, karena, sudah dikunci oleh Tuan Axeloe,," Gumam Vena sambil melirik kiri dan kanan memastikan ruangan kamar yang sedang ditelitinya sendiri.
Tapi, hal yang dipikirkan oleh Vena ini tidak mungkin terjadi, karena, tidak mungkin Vena bisa keluar dari kamar Axeloe tanpa adanya kode dari jarinya Axeloe sendiri. Bisa dilihat dari pertama sekali sampai Axeloe sudah menutupi semua ruangan kamarnya ini menggunakan jari tangannya itu sebagai kode dari terkuncinya ruangan kamarnya ini.
****