Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 178 - Hasil Pendeteksian



Setelah selesai membicarakan suatu hal tentang keinginan Alberto, pagi ini dengan segera Axeloe membawa kakaknya Alberto ke sebuah tempat dimana Axeloe meletakkan suatu rekaman yang telah lama ia simpan selama ini. Karena, selama ini Kakaknya itu sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Zoya menjadi istrinya, oleh sebab itu, Alberto tidak menghiraukan sebuah bukti yang selama ini didapatkan oleh Axeloe adiknya sendiri.


" Jika sewaktu dulu kau menginginkan informasi ini, tidak mungkin aku pergi dari kediaman ini Kak,," Ucap Axeloe sambil tersenyum sinis melangkahkan kakinya maju ke depan menuju ke arah mobil.


" Heeehh, kau tahu kalau waktu itu, aku tidak memperdulikan kehadiran Zoya dalam kehidupanku, oleh sebab itu, aku tidak menghiraukan perkataanmu mengenai informasi Zoya di waktu itu,," Jawab Alberto juga yang memandang ke depan sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat mobil.


" Ternyata keegoisan yang dimiliki oleh seorang Alberto ini juga bisa kalah setelah menemukan sedikit kejanggalan dalam diri Zoya,," Ucap Axeloe sedikit mencoba untuk membuat Alberto merasa kesal padanya.


Bukannya Alberto kesal atas ungkapan yang disampaikan oleh Axeloe. Alberto malah tertawa mendengarkan pernyataan yang disampaikan adiknya ini.


" Heehhhh sudah kukatakan Axeloe, aku merasa curiga dengan sifat dan kelakuan Zoya terhadap Demian selama ini, sungguh berbeda dengan sikap Ziya saat pertama kali bertemu Demian,," Bilang Alberto saat masuk ke dalam mobilnya.


" Heemmm, kecurigaan yang kau rasakan saat ini, akan terjawab semuanya, saat ini juga,," Ucap Axeloe sambil memasukkan tubuhnya ke dalam mobil juga.


Akhirnya pembicaraan yang terjadi di antara dua saudara ini, selesai juga ketika mereka berdua sama-sama memasukkan tubuhnya ke dalam mobil. Dengan memberikan sebuah perintah, supir pribadi yang handal dari mobilnya Alberto ini segera melaksanakan tugasnya untuk membawa para majikannya ini.


" Perintahkan untuk pergi ke bandara Alexandre, Kak,," Ucap Axeloe kepada Kakaknya yang duduk di sampingnya itu.


" Memangnya kita akan pergi kemana ?" Tanya Alberto saat mendengar permintaan suatu tempat dari Axeloe.


" Ke pulau pribadi yang kau miliki untuk mengurusi masalah bisnis Cyber dan Senjata api teknologi,," Ucap Axeloe sambil tersenyum simpul menoleh ke arah Kakaknya.


Saat mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh Axeloe, Alberto sedikit mengerutkan kedua alisnya, kenapa Axeloe mau membawanya ke tempat itu, memang benar gedung perusahaan yang bergerak di dalam bidang Cyber dan juga persenjataan sudah lama Alberto tidak memeriksanya lagi ke pulau itu.


" Jadi, kau meletakkan sebuah bukti nyata itu di pulau itu ?" Tanya Alberto pada adiknya sambil menatap serius wajah Axeloe.


" Heemm, tentu saja, suatu hal kejahatan dan juga sebuah rahasia tidak mungkin aku simpan di sebuah tempat yang mudah untuk didapatkan." Ucap Axeloe sambil tersenyum menang.


" Memang kau adikku satu-satunya yang paling cerdas, Axeloe,," Bilang Alberto sambil menggelengkan kepalanya memuji kehebatan adiknya itu.


" Hahahaha, tidak perlu memujiku Kak, jika kejadian enam setengah tahun lalu kau mempercayaiku dan juga dengan senang hati akan kuberikan semua infonya padamu, saat itu aku akan menerima pujian yang kau berikan ini padaku,," Gumam Axeloe sambil tersenyum simpul menatap ke arah depan.


" Heeh!! aku mengerti Axeloe, jika kau waktu itu pasti sungguh kecewa dengan sikapku saat itu," Ucap Alberto sambil menepuk pundak adiknya yang duduk di sampingnya itu.


" Yeah,, aku tahu, my brother,," Jawab Axeloe sambil tersenyum menoleh ke arah Kakaknya.


Setelah melihat senyuman yang diberikan oleh adiknya itu dengan senang hati, Alberto memerintahkan supirnya untuk segera berangkat pergi menuju ke bandara Alexandre sekarang juga.


" Segera pergi ke bandara Alexandre sekarang juga,," Ucap Alberto yang memerintahkan supirnya untuk segera melaksanakan tugasnya.


" Baik Tuan,," Jawab supir pribadi Alberto dengan tegas.


Dengan segera mobil itu membawa para majikannya ini, ke sebuah tempat yang diinginkan oleh para majikannya ini. Setelah sampai di sebuah bandara pribadi milik Alexandre, Alberto dan Axeloe turun dari mobil dan segera menaiki pesawat pribadi yang sudah bersiap untuk membawanya terbang ke pulau pribadi yang telah ditunjukkan oleh Axeloe.


Karena, menggunakan sebuah transportasi yang canggih dan modern tidak menunggu waktu lama, pesawat pribadi milik Alexandre telah sampai di sebuah pulau yang terletak di luar kota tempat tinggalnya itu.


Setelah pesawat pribadi itu mendarat, Alberto dan Axeloe segera turun dari pesawat pribadinya dan disambut oleh semua pengawal yang setia selalu bekerja di bawah naungan dan pimpinan Alberto Alexandre.


" Selamat datang, Tuan,," Bilang semua karyawan yang bekerja dan bertugas di pulau ini.


" Heemmm," Jawab Alberto dan Axeloe mengangguk bersama.


Alberto dan Axeloe segera melangkahkan kakinya menuju ke gedung yang begitu tinggi dan juga besar di dalam pulau ini. Gedung itu sengaja dibangun dan dibentuk supaya Alberto bisa membuat sebuah bisnis yang bergerak dalam bidang Cyber dan persenjataan.


Sebuah gedung yang juga dibangun untuk membuat sebuah senjata rahasia hasil rancangan yang diciptakan oleh pemikiran Alberto sendiri, sehingga bisnis yang dikembangkannya ini merupakan suatu bisnis besar yang selalu mendapatkan bahaya dari mafia lain yang ingin menguasai bisnis ini.


Alberto merupakan seorang pemimpin mafia terkuat karena, banyak hal yang dimiliki oleh pemikirannya itu, dimana sebuah pemikiran yang handal dan juga gagasan terbaik untuk menjadi seorang pemimpin mafia terkuat dalam negaranya itu. Inilah keahlian yang dimiliki oleh Alberto, yaitu otak yang dimilikinya begitu cerdas dan handal dalam beberapa bidang hingga bidang penyusup seperti cyber sudah lama dimiliki oleh Alberto.


Dan ketika, Alberto dan juga Axeloe memasuki ruangan yang terlihat seperti sebuah ruangan laboratorium, terlihatlah semua karyawan handal yang begitu pintar dan pastinya karyawan pilihan yang telah memiliki sertifikasi dalam suatu bisnis yang bergerak dalam bidang Cyber dan juga persenjataan. Terlihat semua karyawan itu sedang sibuk melakukan pekerjaannya masing-masing.


" Selamat datang Tuan Alberto dan Tuan Axeloe,," Ucap salah satu pemimpin dari semua karyawan yang sedang bekerja itu.


" Bagaimana dengan hasilnya ?" Tanya Alberto pada salah satu pemimpin dari ruangan ini.


" Untuk saat ini, sistem operasi dalam senjata ini sedikit lagi akan menyampaikan sebuah kesempurnaan,," Ucap salah satu pemimpin menjelaskan keadaan pekerjaan yang dilakukannya itu.


" Bagus, segera selesaikan,," Bilang Alberto memberikan perintahan tegas pada karyawannya.


" Baik Tuan,," Jawab pemimpin itu.


Setelah selesai memeriksa keadaan dan kondisi yang ada di dalam ruangan itu, Alberto dan Axeloe segera melangkahkan kakinya menuju ke sebuah ruangan dimana ruangan itu khusus hanya untuk Alberto dan Axeloe yang mengetahuinya. Dan juga semua sahabat yang begitu dekat dengan Alberto hanya bisa mengetahui ruangan depannya saja dan tidak bisa mengetahui bagaimana caranya ia masuk ke dalam ruangan yang begitu khusus itu.


" Selamat datang Tuan Besar Alberto,," Ucap Zavier menyambut kedatangan Alberto dan juga Axeloe.


Terlihat dari wajah Axeloe dan juga Zavier sambil memberikan senyuman dan permainan mata, bahwa mereka berdua telah memiliki suatu sistem yang dilakukan bersama. Karena, saat ini sudah ada sang Kakak yang begitu handal dalam pemikiran, Alberto sudah mengetahui bahwa adiknya dan juga Axeloe memiliki sebuah kesepakatan bersama.


" Sepertinya kalian berdua memiliki sebuah kesepakatan kerja sama ?" Tanya Alberto menatap serius wajah adiknya Axeloe dan juga Zavier.


Seketika mendengar ucapan Alberto seperti itu membuat Zavier dan juga Axeloe yang memiliki sifat dingin dan juga cuek saling berhadapan dan menertawakan pertanyaan yang disampaikan oleh Alberto kepada mereka.


" Hahahaha,," Suara tawa dari Axeloe dan Zavier secara bersamaan.


" Jelaskan, Zavier,," Ucap Axeloe yang memberi kesempatan pertama pada Zavier tentang informasi Ziya yang selama ini didapatkan oleh Zavier untuk memberikan laporan pengintaiannya pada Alberto.


Karena, sudah mendapatkan izin dari Axeloe untuk membicarakan suatu hal penting tentang Ziya pada Alberto, dengan segera Zavier menyampaikan apa saja yang ia ketahui selain rahasia penting milik Axeloe.


" Oke, Dude, karena, di dalam ruangan ini sudah ada Axeloe dan juga kau, maka aku akan menjelaskan semua informasi yang selama ini membuat pikiranmu selalu penasaran akan informasi yang hanya separuhnya saja kuberikan padamu." Bilang Zavier menatap serius wajah Alberto.


" Zavier, aku sudah pernah berkata padamu, jika aku selalu mempercayaimu dalam suatu hal pengintaian tapi kenapa laporan yang kau berikan hanya setengah saja,," Ucap Alberto yang terlihat sedikit kesal akan perkataan yang disampaikan oleh Zavier padanya ini.


" Rileks Dude, aku tidak akan menyampaikan sebuah informasi hanya setengah saja, jika selama ini kau sudah mengetahui siapa sebenarnya dia dan juga apa hubungannya dia dengan dirimu, Dude,," Ucap Zavier yang membuat Alberto semakin penasaran.


" Maksudmu ?" Tanya Alberto yang terlihat begitu penasaran.


" Aku memang sengaja memberikan informasi tentang dia hanya setengah padamu, karena, aku ingin agar kau bisa mengingat tentang dirinya saat kejadian yang telah berlalu enam tahun lalu." Ucap Zavier pada Alberto.


" Langsung saja pada intinya," Bilang Alberto tegas yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya terhadap rahasia Ziya selama ini.


" Aku sudah pernah katakan padamu, Dude, jika Axeloe kembali, maka kau akan mengetahui semuanya dengan jelas dan nyata. Oleh sebab itu, aku tidak berhak untuk menyampaikan informasi ini, lebih baik kau tanyakan langsung pada Axeloe,," Ucap Zavier yang memberikan sebuah arahan pada Axeloe terhadap Alberto.


Karena, sudah mendapatkan sebuah arahan yang diberikan oleh Zavier dengan senang hati, Axeloe mengajak Kakaknya dan juga Zavier untuk masuk ke dalam ruangan inti yang dimiliki oleh keluarga Alexandre ini.


" Mari Kak, Zavier," Ucap Axeloe yang mengajak dua orang di hadapannya ini.


Dengan segera, Axeloe membuka akses pintu ruangan untuk masuk ke dalam ruangan khusus milik keluarga Alexandre dengan menggunakan sebuah alat yang mendeteksi garis-garis matanya sendiri. Setelah terdeteksi akhirnya terbukalah pintu ruangan itu.


" Karena, saat ini Kakakku sendiri sudah bersedia untuk mengetahui siapa wanita yang sebenarnya harus kau jadikan istri dengan senang hati akan kuperlihatkan rekaman CCTV enam tahun yang lalu," Ucap Axeloe bangga dengan hasil rekaman yang selama ini ia simpan dan tidak pernah terbuka sedikitpun.


" Heh!! sudah pernah kujelaskan bahwa waktu itu, aku sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Zoya dalam hidupku, karena, Zoya datang meminta tanggung jawabku atas Demian, oleh sebab itu, aku hanya memeriksa keaslian Demian dari DNA-nya bahwa ia benar adalah putra kandungku dan hal itu sudah cukup bagiku untuk bertanggung jawab pada Zoya,," Bilang Alberto yang begitu terlihat jelas bahwa ia sama sekali tidak perduli dengan kehadiran Zoya.


" Yeah, baiklah akan kutunjukkan video rekaman ini, agar kau mengetahui siapa sebenarnya wanita yang harus kau berikan tanggung jawab atas perbuatanmu itu,," Ucap Axeloe sambil menghidupkan sebuah layar monitor canggih yang menunjukkan sebuah video rekaman di sebuah hotel megah enam setengah tahun lalu.


Setelah layar monitor itu dihidupkan dan menampakkan sebuah gedung hotel yang begitu megah dan juga mewah, Alberto melihat dengan jelas bahwa ia seperti mengenali tempat itu.


" Bisa diperjelas lagi ?" Tanya Alberto yang hanya memerintahkan adiknya Axeloe untuk memprogram sistem monitor rekaman.


" Siap,," Jawab Axeloe sambil menekan tombol kode dengan menggunakan huruf dan angka dengan cepat.


Setelah selesai menekan tombol layar monitor itu terlihat begitu jelas menampilkan wajah yang ada di dalam hotel itu. Dimana video rekaman itu menampakkan sebuah kejadian yang terjadi pada sebuah hotel yang sedang mengadakan sebuah pesta di dalam ballroom hotel tersebut. Alberto seperti mengingat dimana tempat yang sedang terjadi itu. Alberto melihat bahwa dirinya sama sekali tidak dikawal oleh pengawalnya saat masuk ke dalam ruangan pesta itu, lalu, Alberto seperti sedang duduk di sebuah bartender dan melihat pesta yang sedang berlangsung di hadapannya.


Lalu, bartender itu memberikan sebuah minuman kepada Alberto dan dengan mudahnya Alberto menenggak langsung minuman yang disuguhkan oleh bartender tadi. Namun, setelah meminum minuman itu, terlihat dengan jelas bahwa Alberto sedang mengalami suatu hal lain dalam tubuhnya. Saat, Alberto keluar dari ruangan pesta itu, dengan segera Axeloe menunjukkan gadis yang duduk di sudut pesta dan wajahnya terlihat dengan jelas ia adalah Zoya saat berusia sembilan belas tahun.


" Karena, kau tidak membawa pengawal pribadimu, itulah yang terjadi pada dirimu Kak di malam itu,," Ucap Axeloe di sela tatapan Alberto yang masih tetap menatap layar monitor tanpa menjawab perkataan yang disampaikan Axeloe.


" Dan kau bisa lihat dengan jelas, siapa wanita yang duduk di sudut bartender dengan pandangan matanya tidak pernah luput darimu,," Ucap Axeloe lagi yang memberikan sebuah pertanyaan.


" Itu Zoya,," Jawab Alberto tanpa sedikitpun menoleh ke arah Axeloe.


" Kau benar, Kak, Itu Zoya, dan kau lihat lagi secara jelas, kemana arah Zoya yang sengaja mengikuti langkah kakimu saat tubuhmu merasa suatu hal lain dalam minuman itu," Bilang Axeloe lagi pada Alberto.


" Dia mengikutiku, jadi, dia dengan sengaja telah merencanakan ini padaku,," Umpat Alberto kesal kepada Zoya yang tengah mengikuti langkah kakinya.


" Shuutt jangan gegabah, lihat yang jelas, sebenarnya hal ini bukanlah jebakan yang dilakukan oleh Zoya, tapi, kau lihat di monitor ini, bahwa mertuamu Erwin telah membawa wanita satunya lagi yang begitu mirip dengan Zoya." Ucap Axeloe yang membuat Alberto terperangah.


" Kurang ajar,," Umpat Alberto kesal melihat kelakuan beberapa orang yang bertubuh besar itu melakukan suatu hal pada tubuh Ziya yang sudah tidak sadarkan diri.


Pastinya, Alberto begitu terperangah dengan kejadian yang ada bahwa terlihat begitu jelas tidak jauh dari posisi Zoya yang sedang mengintai jejak langkah Alberto ada beberapa orang yang bertubuh besar membawa kembaran Zoya yaitu Ziya dalam keadaan pingsan dan berusaha untuk membuatnya sadar.


****