
Di dalam pengintaian yang sedang dilakukan oleh Ziya, cukup lama Ziya mendekatkan telinganya pada pintu dan mendengar pembicaraan yang dilakukan oleh beberapa orang di luar. Karena, semakin penasaran hal itu membuat Ziya semakin mendekatkan lagi telinganya untuk mengetahui apa sebenarnya yang akan mereka lakukan terhadap Ziya, sebelum Ziya melakukan rencana dari idenya itu.
" Aku harus mencari tahu apa yang sedang mereka rencanakan ini,," Ucap Ziya bertekad kuat dalam mencari tahu apa yang sedang direncanakan oleh beberapa orang diluar.
Tidak berapa lama, akhirnya Ziya bisa mendengarkan semua pembicaraan yang sedang dilakukan oleh beberapa orang itu dan pembicaraan yang dilakukan oleh beberapa orang itu mendapatkan sebuah hasil yang membuat Ziya terkejut, karena, Ziya mendengar suara dari orang yang sangat dikenalinya, sehingga membuat Ziya hanya bisa menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya atas apa yang didengarkannya saat ini.
" Jangan sampai rencana dari Tuan Besar gagal,," Ucap salah satu suara yang Ziya dengar dari luar.
" Apa, rencana Tuan Besar ?" Tanya Ziya dalam hati merasa penasaran dengan ucapan yang diucapkan oleh salah satu pengawal di luar pintu.
" Apa maksudnya ? siapa Tuan Besar mereka ?" Tanya Ziya semakin penasaran dengan pembicaraan yang sedang dilakukan oleh beberapa pengawal di depan pintu ruangan penahanan dirinya itu.
Saat ini Ziya masih bertanya-tanya dalam hatinya siapakah yang dimaksud oleh beberapa pengawal di luar ruangan itu, karena, di dalam hatinya semakin membuatnya penasaran, oleh sebab itu membuat Ziya semakin ingin mengetahui siapakah Tuan Besar yang dimaksudkan oleh beberapa pengawal itu dan tidak memikirkan lagi rencana yang akan dilakukannya.
" Memangnya siapa Tuan Besar mereka ?" Tanya Ziya dalam hatinya sambil menyipitkan salah satu matanya.
Dan disaat Ziya sedang memikirkan suatu hal yang mengganjal dalam hatinya tentang siapakah orang yang dimaksudkan oleh beberapa pengawal itu. Di dalam benak Ziya terlintas bagaimana keadaan Zoya saat ini karena, sebelum ia ada di dalam kamar ini Ziya betul-betul mengingatkan peristiwa yang tengah ia lakukan bersama Zoya.
" Aaakkhh, dimana Zoya, apakah dia sama sepertiku,," Ucap Ziya yang menerka keadaan Zoya saat ini.
" Bagaimana ini, Zoya sama sekali tidak bisa apa-apa, apakah dia bisa kabur dari tempat seperti ini,," Ucap Ziya lagi yang masih mengkhawatirkan keadaan Zoya.
" Lebih baik, aku mencari tahu terlebih dahulu siapakah Tuan Besar yang dimaksudkan oleh mereka diluar, setelah aku mengetahui kelemahan mereka, maka rencana yang ada segera aku lakukan,," Ucap Ziya lagi yang ingin lebih mengetahui sampai sejauh mungkin bagaimana dan apa kelemahan dari orang yang telah sengaja menahannya ini.
" Ya, aku harus mencari tahu terlebih dahulu apa tujuan mereka menculik aku dan juga Zoya,," Sambung Ziya lagi dengan perasaannya yang sedikit tenang setelah sedikit mengetahui pembicaraan apa yang tengah dilakukan oleh beberapa pengawal diluar.
Karena, sudah mendapatkan sebuah pikiran yang terbaik dalam rencananya itu, saat ini perasaan Ziya tidak lagi khawatir dan cemas ketika ia baru saja tersadar dari tidurnya yang ia rasa cukup lama. Saat ini Ziya masih tetap dengan tindakannya semula yaitu mengetahui lebih mendalam lagi apa yang dilakukan dan apa yang menjadi tujuan utama dari penahanan dirinya ini.
Oleh sebab itu, Ziya kembali mendekatkan telinganya pada pintu supaya ia bisa mengetahui lebih jelas lagi tentang tujuan dari penahanannya itu serta bagaimana caranya nanti agar bisa terbebas dari tempatnya saat ini. Dan disaat Ziya sedang mendengarkan pembicaraan yang dilakukan oleh beberapa pengawal diluar, tiba-tiba ada seseorang yang datang sambil mengatakan sesuatu hingga membuat Ziya sangat terkejut.
" Jangan sampai rencana dari Tuan Besar gagal,," Ucap salah satu pengawal itu lagi yang terdengar begitu jelas dalam memberikan sebuah peringatan perintah kepada para anak buahnya.
" Baik Tuan,," Jawab dari para anak buah pengawal itu.
" Karena, sebentar lagi Tuan Besar akan datang, aku ingin tahu bagaimana hasil dari pekerjaan kalian ?" Ucap pemimpin dari beberapa pengawal tersebut.
Ketika Ziya ingin segera melangkah menuju ke tempat tidur kembali, tiba-tiba Ziya kembali mendengar keadaan dari luar ruangannya itu bahwa terdengar seperti ada beberapa hentakan langkah kaki yang mendekati ruangannya itu. Dan pastinya Ziya kembali mengurungkan niatnya untuk menuju ke tempat tidur melainkan tetap di posisinya semula mendengarkan kembali apa yang sedang terjadi.
" Tidak perlu,," Ucap seseorang yang suaranya terdengar begitu jelas mencegah beberapa pengawal itu untuk masuk ke dalam ruangan itu penahanan Ziya.
" Selamat datang Tuan Besar,," Ucap semua orang yang berada di luar ruangan penahanan Ziya.
" Heeemmm,," Jawab sang Tuan Besar para pengawal itu.
" Bagaimana dengan pekerjaan kalian hari ini, apakah bisa membuatku senang ?" Tanya Tuan Besar dari luar ruangan yang sedang memberikan pertanyaan kepada para pengawalnya.
" Ya, Tuan, Besar, kami telah melakukan semua rencana ini berdasarkan arahan yang telah diberikan oleh Tuan Besar,," Jawab pemimpin dari beberapa pengawal tersebut.
" Bagus, kalau begitu kalian segera pergi ke sebuah tempat sesuai dengan petunjuk yang telah kuberikan,," Ucap Tuan Besar tersebut yang memberikan perintah kepada anak buahnya.
Setelah memberikan sebuah perintah kepada beberapa pengawal kepercayaannya itu tentu saja dengan segera beberapa pengawal kepercayaan yang tadinya masih berdiri tegap menjaga ruang penahanan Ziya. Kini telah bergerak semuanya pergi ke sebuah tempat yang telah ditentukan untuk menjalankan misi dari Tuan Besar mereka.
Sedangkan, Ziya yang masih berada di dalam merasa sangat jelas dan begitu terlihat sekali dari sorot matanya yang dalam bahwa Ziya mengenali suara seseorang yang menjadi Tuan Besar dari beberapa pengawal itu. Karena, Ziya sangat mengenali siapa pemilik suara yang baru saja mencegah tindakan anak buahnya serta langsung memberikan sebuah perintah kepada anak buah penunggu ruangan penahanannya itu.
" Kenapa suaranya terdengar seperti ?" Tanya Ziya sendiri sambil mengingat kembali suara Papanya sendiri.
Sangat wajar jika Ziya teringat akan suara dari orang tuanya sendiri karena, kemungkinan besar suara dari orang yang disebut Tuan Besar oleh beberapa pengawal itu adalah suara dari salah satu keluarga orang tuanya. Dan saat ini Ziya hanya mengira-ngira saja suara pembicaraan yang sedang didengarkannya itu.
" Kenapa suaranya terdengar seperti ?" Tanya Ziya lagi yang sedang fokus dengan pendengarannya.
" Paman Erwin,," Seru Ziya ketika dirinya begitu yakin bahwa Tuan Besar yang dibicarakan oleh beberapa pengawal itu adalah Pamannya sendiri.
" Apakah itu Paman Erwin ?" Tanya Ziya lagi merasa begitu yakin dengan pendengarannya.
Karena, merasa begitu yakin dengan pendengarannya itu bahwa orang yang baru saja adalah Pamannya sendiri akhirnya, Ziya mencoba untuk mengurungkan rencana awalnya yaitu kabur. Dan saat ini Ziya segera kembali ke tempat tidur untuk mengetahui apa yang telah direncanakan oleh Pamannya itu terhadap dirinya hingga menculiknya seperti ini.
****