
Walaupun, tidak ada yang mendengar suara teriakan Claire, namun Claire tetap saja memanggil para pelayan agar bisa membantu dirinya menaikkan tubuhnya itu ke atas kolam renang. Namun, disaat Claire sedang ingin berteriak dan Claire merasa bahwa lehernya sedikit terjepit sehingga membuat lehernya Claire kaku dan Claire tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya yang sedang duduk di atas anak tangga kolam sehingga hal itu membuat dirinya terjatuh keras ke dalam air kolam renang.
" Memangnya semua pelayan di tempat ini tuli,," Gerutu Claire marah dan kesal pada semua pelayan yang sama sekali tidak mendengar suaranya itu.
" Sampai-sampai suaraku berteriak saja tidak di dengar,," Ucap Claire lagi yang masih saja kesal dengan perbuatan para pelayan.
Karena, awalnya disaat Claire sedang berteriak kesal dengan menyebutkan nama beberapa orang yang berada di dalam kediaman Alexandre hal itu telah membuat semua para pelayan yang posisi kerjanya tidak terlalu jauh dari kolam kaget dan segera mendekati Claire yang sama sekali tidak terjadi apa-apa hanya saja berteriak kesal menyebutkan nama-nama orang yang berada di dalam kediaman Alexandre.
Sehingga hal yang kedua ini disaat Claire memang sedang membutuhkan tenaga para pelayan untuk membantu tubuhnya keluar dari kolam renang. Malah sebaliknya seolah-olah semua para pelayan yang tadinya perhatian dengan Claire tapi kali ini satu pelayan pun seolah tidak mendengarkan suara teriakan darinya yang cukup besar hingga hal itu membuat Claire menjadi semakin kesal dan geram dengan perlakuan para pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Iiihhhhh, bikin orang kesal saja,," Gerutu Claire yang memang begitu kesal dengan perlakuan yang dilakukan para pelayan karena telah seolah-olah tidak mendengar suara panggilan darinya sedikitpun.
" Apa mereka sengaja berpura-pura tidak mendengar suara teriakan yang aku lakukan,," Gumam Claire yang mengira-ngira kelakuan para pelayan di kediaman Martin saat ini.
" Sepertinya iya,," Ucap Claire sambil menengok ke arah kiri dan kanan serta depan belakang tubuhnya.
Dan begitu jelas bahwa saat ini memang tidak ada satupun orang yang berada di dekat kolam renang. Sehingga hal itu membuat Claire semakin menjadi-jadi untuk memberikan hukuman kepada semua pelayan yang ada di dalam kediaman kakak sepupunya ini. Karena, pelayan di dalam kediaman ini sama sekali tidak becus dalam melakukan pekerjaannya masing-masing.
" Lihat saja mereka semua," Gerutu Claire dengan jiwa semakin memanas karena tidak ada satu orangpun yang mendekati dirinya untuk membantunya keluar dari kolam renang dengan kondisi kaki yang kram karena terlalu lama berendam di dalam kolam.
" Jangan sampai aku bisa naik ke atas kolam jika mereka semua tidak datang ke sini,," Gumam Claire lagi.
" Maka semua pelayan itu akan aku berikan hukuman,," Ucap Claire yang telah merancang sebuah keinginan untuk memberikan hukuman kepada para pelayan yang telah berpura-pura tidak mendengar suaranya sedikitpun.
Lalu, Claire mengulangi kembali panggilan demi panggilan terhadap pelayan yang sama sekali memang tidak mendengar suaranya. Karena, kesal atas tindakan pelayan yang sama sekali tidak kunjung tiba, akhirnya Claire kesal dan mengakibatkan tubuhnya tercemplung ke dalam kolam renang hingga hal itu membuat dirinya semakin geram dengan semua pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Pelayan !!" Teriak Claire yang terakhir sebelum tubuhnya tergelincir dan masuk kembali ke dalam kolam renang.
" Aaawwww!!" Teriak Claire saat tubuhnya tergelincir masuk ke dalam kolam renang.
Saat ini tubuh Claire telah tergelincir kembali ke dalam kolam renang dengan kondisi kaki yang sudah kram sehingga membuat dirinya sama sekali tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya di dalam kolam itu. Karena dengan keadaan kaki yang kram sehingga membuat tubuhnya kaku untuk berenang.
" Aaahhh tolong !!!" Teriak Claire yang melambai-lambaikan tangannya meminta tolong dari dalam kolam.
" Aaahhh, To, to,," Teriak Claire dengan suara yang tersedak air karena, tubuhnya tidak bisa bergerak sedikitpun.
Namun, tak lama dari tubuh Claire yang tergelincir dengan segera ada seorang laki-laki menolong tubuh Claire yang hampir saja tenggelam di dalam kolam renang tanpa bantuan orang sedikitpun. Sehingga disaat pria itu membantu tubuh Claire keluar dari dalam kolam membuat Claire sama sekali tidak bisa bernapas karena, tubuhnya telah kaku.
Setelah mengangkat tubuh Claire dari dalam kolam dan meletakkan Claire di tepi kolam lalu membantu Claire membuang air kolam yang sudah tertelan dan tersedak di dalam mulutnya hal itu membuat seorang pria yang membantu Claire itu segera menekan-nekan perlahan perut Claire untuk mengeluarkan air yang telah tertelan.
Tidak lama kemudian akhirnya air yang masuk ke dalam mulut Claire berhasil keluar dengan sempurna dan akhirnya Claire berhasil selamat serta tercengang melihat seorang pria yang telah membantunya itu dan Claire sama sekali belum pernah melihat pria tersebut di dalam kediaman Martin ini sehingga membuat Claire kembali berteriak dan mendorong pria tersebut hingga pria tersebut terdorong jatuh ke dalam kolam renang.
" Aaahhh, kau siapa ?" Teriak Claire yang terkejut melihat seorang pria yang berada di dekatnya saat ini.
Dan BYUURRR !!
Pria yang telah membantu Claire dari tenggelam di dalam kolam itu tidak sengaja terjatuh ke dalam kolam karena tindakan Claire yang telah mendorong tubuhnya untuk menjauh dari Claire.
" Maaf, aku, aku,," Ucap Pria itu yang terjatuh ke dalam kolam dan meraup wajahnya yang basah karena barusan tenggelam dan muncul ke permukaan.
" Kau siapa ?" Teriak Claire bertanya langsung kepada seorang pria yang telah membantunya itu.
" Dia Temanku,," Jawab Martin dari kejauhan yang melangkahkan kakinya mendekati Claire yang berada di pinggiran kolam.
" Teman,," Jawab Claire dengan mulut yang bergumam sendiri.
" Ya dia temanku,," Jawab Martin yang sudah mendekat dengan Claire.
" Heehh!!! aku pikir siapa," Ucap Claire yang sudah bisa berbicara dengan jelas.
" Naiklah Nichole,," Ucap Martin yang meminta temannya bernama Nichole untuk segera naik ke atas kolam.
" Oke,," Jawab Nichole dengan santai.
Setelah meminta temannya yang bernama Nichole naik kembali dari dalam kolam renang karena, identitasnya sudah diberitahukan kepada Claire, akhirnya Martin bertanya kembali dengan Claire kenapa berteriak sendiri di dalam kolam. Sedangkan Claire sendiri sebenarnya bisa untuk naik ke atas kolam tanpa meminta bantuan dari orang lain.
" Kau kenapa berteriak sendiri di dalam kolam ?" Tanya Martin langsung kepada Claire.
" Kalau kakiku ini tidak kaku, tidak mungkin aku berteriak meminta bantuan orang,," Jawab Claire secara langsung.
" Iya, kebetulan saat kita sedang menuruni tangga, aku menoleh ke arah kolam renang dan saudara kau ini sedang duduk di pinggiran tangga sambil memanggil seseorang,," Ucap Nichole temannya Martin menjelaskan suatu hal yang terjadi pada Claire sebelum ia membantunya.
" Tapi, suaranya tidak terdengar sedikitpun oleh siapapun, oleh sebab itu aku segera berlari ke arah kolam untuk membantunya,," Sambung Nichole lagi dengan jelas kepada Martin yang diikuti dengan anggukan oleh Claire.
Jelas sekali terlihat bahwa Claire mengangguk membenarkan ucapan yang disampaikan oleh Nichole temannya Martin yang telah menjelaskan keadaan sebenarnya apa yang telah terjadi pada Claire saat itu.
" Dan ternyata benar, saudara kau ini tenggelam ke dalam kolam karena, tubuhnya kaku,," Ucap Nichole kembali dengan jelas pada Martin.
" Pantas disaat kita berbicara kau langsung saja meninggalkan pembicaraan kita dan langsung berlari ke arah kolam, aku pikir, kau melihat apa, ternyata kau melihat saudara ku,," Bilang Martin sambil mengangguk mengerti mengenai penjelasan yang disampaikan Nichole.
" Betul itu,," Jawab Claire.
Karena, sudah mengerti dengan ucapan dari penjelasan yang disampaikan oleh Nichole. Lalu, Martin memperkenalkan Nichole temannya itu kepada Claire, namun, awalnya Claire tidak terlalu menanggapi perkenalan yang dilakukan oleh Martin pada dirinya mengenai Nichole. Karena, Claire tidak tahu siapa Nichole sebenarnya, apakah Nichole orangnya kaya seperti Alberto atau hanya sekedar teman biasa Martin dengan kekayaan yang tidak terlalu sama dengan Alberto.
Karena, setahu Claire selama ini orang yang terpandang dan juga paling kaya raya di kotanya ini hanya satu yaitu seorang pria yang selama ini diidamkannya Alberto Alexandre, jadi tidak ada pria lagi yang bisa menyaingi kehebatan serta popularitas Alberto dalam hatinya meskipun Alberto sama sekali tidak menyukai dirinya itu.
" Claire, kenalkan ini temanku Nichole,," Ucap Martin yang memperkenalkan Nichole kepada Claire.
" Ya, sudah tahu bukannya kau sendiri tadi mengatakannya,," Jawab Claire dengan gaya cueknya .
Begitu terlihat sekali bahwa Claire tidak menyukai adanya perkenalan yang dilakukan oleh Martin kepada dirinya dengan Nichole temannya itu. Karena, Claire sama sekali tidak mau merasa berhutang budi dengan siapapun orang yang telah membantunya. Namun, Nichole sepertinya terlihat sedikit tertarik dengan sikap Claire yang seolah cuek tapi akan luluh jika mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.
" Hahahaha, sepertinya saudara kau ini tidak mau berkenalan dengan orang seperti aku,," Ucap Nichole dengan gaya sedikit sombong namun bersikap santai.
" Heeh, dasar sombong,," Bilang Claire dengan menunjukkan wajah yang acuh kepada Nichole.
" Tidak boleh begitu Claire Nichole telah membantumu, jadi, kau jangan acuh dengannya,," Bilang Martin yang seolah memberikan peringatan kepada Claire atas apa yang telah dilakukan Nichole padanya.
" Aku sama sekali tidak meminta bantuannya, tapi, aku berteriak memanggil para pelayan di rumah ini, tapi sama sekali tidak ada yang mendengar,," Jawab Claire yang membela dirinya sendiri seolah dia sama sekali memang tidak menginginkan bantuan dari temannya Martin yang bernama Nichole itu.
" Apa pelayan di rumah ini sengaja berpura-pura tidak mendengar suaraku ?" Tanya Claire pada Martin yang seolah-olah mengalihkan pembicaraan.
" Bukannya tidak mendengar suara teriakan yang kau lakukan, tapi, kau lihat di sekeliling kolam ini, semua ruangan tertutup, jadi wajar jika pelayan sama sekali tidak mendengar suara teriakan kau,," Bilang Martin yang menjelaskan keadaan suasana di dalam kediamannya itu.
Martin sama sekali tidak bisa menyalahkan pembantu dan pelayan di dalam kediamannya itu, karena, memang benar apa yang telah dijelaskannya kepada Claire mengenai keadaan kediamannya itu. Jika, semua pelayan sudah masuk ke dalam kediamannya itu maka suara teriakan dari kolam renang sama sekali tidak terdengar oleh pelayan yang sedang berada di dalam ruangan kediaman, tapi, jika ada beberapa pelayan yang berada di luar dan sedikit dekat dengan kolam kemungkinan bisa mendengar suara teriakan serta suara pembicaraan orang yang berada di dalam area kolam renang tersebut.
Walaupun Martin sudah menjelaskan keadaan area kolam renang di dalam kediamannya itu, namun, Claire sama sekali tidak menghiraukannya dan tetap saja jengkel atas kelakuan para pelayan di dalam kediaman Martin ini. Sehingga membuat Martin hanya bisa mengiyakan saja atas apa yang menjadi keinginan Claire untuk memberikan hukuman yang tepat kepada para pelayannya itu.
" Aku tidak mau tahu, apapun itu alasannya, yang aku inginkan hanya satu beri hukuman kepada para pelayan di dalam rumahmu ini karena tidak memiliki telinga,," Ucap Claire yang memberikan sebuah permintaan yaitu hukuman untuk menghukum para pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Ya, akan aku berikan hukuman kepada mereka,," Jawab Martin singkat tanpa mau memperpanjang urusan dengan Claire mengenai para pelayan yang tidak mendengarkan suara teriakan darinya itu.
Karena, Martin sudah hapal sekali dengan sikap dan sifat dari saudara sepupunya itu yang tidak mau mengalah dalam hal apapun. Oleh sebab itu Ibunya Martin sendiri begitu menyayangi keponakannya ini dibandingkan putrinya sendiri yaitu Alexa. Di dalam hati Martin sendiri, sifat Claire begitu sama dan mirip dengan ibunya yaitu Gladys sedangkan, Alexa adik kandungnya walaupun beda ayah, Alexa sama sekali tidak memiliki sifat yang mirip dengan Ibunya.
Oleh sebab itu, Gladys begitu menyayangi Claire yang hanya sekedar keponakannya dibandingkan putrinya sendiri. Karena, bagi Gladys Claire merupakan seorang keponakan yang bisa diandalkan untuk menjalani semua perintah dan tugas darinya untuk mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan dari seorang Vasco Alexandre yaitu Ayahnya Alberto. Sedangkan, Alexa putri tunggalnya dari Vasco yang bisa memperkuat posisi dirinya dalam keluarga Alexandre karena, ia telah memiliki seorang keturunan dari Alexandre meskipun itu seorang putri.
Oleh sebab itu, Gladys sama sekali tidak bisa melepaskan Claire dari genggamannya karena, hanya Claire yang selama ini membuat tugas dan keinginannya menjadi begitu lancar bertahun-tahun tanpa sedikitpun ketahuan di dalam kediaman Alexandre.
" Apakah kakimu masih kaku ?" Tanya Martin kepada Claire.
" Tidak,," Jawab Claire singkat.
" Ayo berdiri,," Ucap Martin yang mengulurkan tangannya terhadap Claire.
" Bukan begitu Martin, tapi, kau harus meraih tubuhnya untuk bisa berdiri,," Bilang Nichole disela pembicaraan yang sedang dilakukan oleh Martin dan Claire.
" Aku tidak mau dibantu,," Jawab Claire secara langsung dan hal itu membuat Nichole tersenyum nakal melihat sifat Claire yang sama sekali tidak mau dibantu olehnya.
Setelah mengiyakan ucapan yang diinginkan oleh Claire, dengan posisi berdiri di dekat Claire yang masih duduk di tepi kolam, Martin mengulurkan tangannya untuk membantu Claire untuk berdiri, namun, Nichole dengan lembutnya jongkok kembali di hadapan Claire agar bisa membantu Claire untuk berdiri, dan hal yang dilakukan oleh Nichole ini sama sekali tidak disukai oleh Claire sehingga Claire lebih memilih menggapai tangannya Martin dibandingkan bantuan dari Nichole.
****