Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 175 - Pujian Isabelle



Ketika Isabelle baru saja turun dari tangga lantai dua membuat Krystal kakak dari Isabelle ini merasa heran dengan kelakuan dari adiknya ini. Tidak biasanya adiknya Isabelle naik ke lantai dua kalau tidak ada keperluan yang penting dan mendadak.


" Darimana Belle, kenapa dia baru saja turun dari lantai dua." Gumam Krystal yang merasa penasaran dengan adiknya itu.


Dan, saat ini, Isabelle sudah sampai di lantai bagian bawah, padahal sebelumnya, Krystal sudah kembali ke kamarnya, namun karena, ada keperluan sebentar di istana pertama membuatnya harus kembali ke istana pertama milik Daddynya ini.


Karena, Isabelle sudah turun ke bawah dan kebetulan Isabelle juga berpapasan dengan kakaknya ini, sehingga memudahkan Krystal untuk langsung bertanya kepada adiknya ini.


" Darimana kau Belle ?" Tanya Krystal langsung yang membuat Isabelle merasa heran.


" Belle baru saja dari Kamarnya Mommy Zoya,," Jawab Isabelle jujur pada kakaknya ini.


Saat Isabelle mengatakan bahwa dirinya dari kamar Mommy Zoya, ucapan itu sungguh membuat Krystal kaget atas jawaban yang disampaikan oleh adiknya ini.


" What ?" Ucap Krystal yang refleks terhadap jawaban dari Isabelle.


" Kau dari kamar, siapa ?" Tanya Krystal kembali yang membuat Isabelle santai untuk menjawabnya.


" Dari kamarnya Mommy Zoya,," Jawab Isabelle lagi dengan penuh keyakinan.


" Memangnya kenapa ?" Tanya Isabelle balik pada kakaknya Krystal.


Saat Isabelle menjawab dengan penuh keyakinan dan kembali bertanya balik kepada Krystal membuat Krystal merasa kurang nyaman akan pertanyaan dari adiknya ini.


" Tidak apa-apa, Belle, tapi, kau juga tahu kalau dia,," Bilang Krystal yang mengingatkan kembali betapa angkuhnya wanita yang bernama Zoya itu.


Memang benar sekali akan ucapan yang disampaikan Krystal kepada adiknya ini, jika Ziya ini memang benar adalah Zoya maka kemungkinan besar tidak akan Isabelle mendapatkan kasih sayang yang berlebih dari seorang Ibu seperti Ziya namun, karena, wanita ini adalah Ziya oleh sebab itu, Krystal belum mengetahui betapa indahnya jika mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu seperti Ziya.


" Dulu memang Mommy Zoya tidak memperdulikan kehadiran kita kak, namun, saat ini Mommy Zoya telah berubah, dia juga sangat menyayangi Belle bahkan Belle sudah lama mendapatkan kasih sayang dari Mommy Zoya." Ucap Isabelle yang mengungkapkan kejujuran sebuah kasih sayang yang ia dapatkan dari Ziya.


" Dan juga pada saat Isabelle sakit kemarin, semua orang di rumah ini tidak ada yang memperhatikan kondisi Belle, termasuk Kak Krystal, cuma Mommy Zoya yang memperdulikan keadaan Belle dan juga merawat Belle saat Belle sakit." Bilang Isabelle lagi yang menyambungkan pembicaraannya terhadap Krystal.


Saat Isabelle menjelaskan keadaan tubuhnya dimana saat itu kondisinya sedang sakit dan juga Krystal memang tidak memperdulikan adiknya, membuat Krystal merasa sedikit bersalah akan pengungkapan yang dikatakan oleh adiknya ini.


" Maafkan Kakak jika kakak tidak memperhatikan kondisi tubuhmu saat sakit Belle,," Bilang Krystal yang sedikit melembut pada adiknya.


" Sudahlah kak, tidak apa-apa, tubuh Isabelle juga sudah tidak lagi sakit dan juga sembuh,," Ucap Isabelle yang membuat Krystal semakin merasa bersalah pada adiknya ini.


Saat Isabelle ingin melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya, membuat Krystal mengikuti langkah adiknya ini dan kembali bertanya tentang keadaan adiknya yang sudah merasakan kasih sayang dari Ziya.


" Eemmm, Isabelle, apakah kau merasa nyaman ketika wanita itu berpura-pura memperdulikanmu,," Ucap Krystal yang mengikuti langkah kaki adiknya ini.


" Mommy Zoya tidak berpura-pura kak, Mommy Zoya memang tulus menyayangi Belle,," Jawab Isabelle yang benar-benar jujur dengan kelakuan Ziya padanya itu.


" Ooppss sorry oke, dia tidak berpura-pura, tapi, apakah kau merasa yakin bahwa dia benar-benar menyayangimu ?" Tanya Krystal lagi pada Isabelle.


" Yakin!! karena, memang Mommy Zoya sangat menyayangiku,," Jawab Isabelle yang begitu yakin akan sikap Ziya padanya ini.


Lalu, dengan sengaja Isabelle memberikan sebuah informasi yang berlebihan yang membuat Krystal merasa iri dengan perlakuan Ziya terhadap adiknya ini, karena, sejujurnya Krystal juga sangat ingin mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu seperti Ziya.


Karena, selama ini, dia dan adiknya itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Ibunya. Bahkan ketika mereka berdua sedang libur dari sekolahnya, Krystal dan Isabelle meminta izin pada Alberto bahwa ia ingin berlibur berada di tempat Ibunya, namun apa yang didapatkan mereka berdua di tempat kediaman Ibunya. Ibunya sama sekali tidak memperdulikan kehadiran putrinya ini, malah meminta sebuah keuntungan yang besar dari kedua putrinya ini, yaitu hak waris dari keluarga Alexandre.


Walaupun, dua putri itu bukan anak kandung dari Alberto, namun itu tidak pernah membuat Ibunya Isabelle dan Krystal merasa takut untuk melakukan sebuah tindakan seperti permintaan hak waris untuk kedua putrinya ini. Karena, merasa Alberto telah memasuki nama belakangnya pada kedua putrinya itu, sehingga secara sah kedua putri itu juga merupakan putri dari Alberto Alexandre. Oleh sebab itu, Ibu kandungnya Krystal dan Isabelle sama sekali tidak merasa pusing, jika putrinya mengikuti Alberto Alexandre.


Karena, dia juga mendapatkan keuntungan dari pengambilan hak asuh terhadap putrinya itu yang mutlak dan sah untuk Alberto, membuatnya tidak merasa sedih akan tindakan itu.


" Dan, apakah kau tahu kak Ky, jika Mommy Zoya sudah menyayangi kita, maka kita juga akan mendapatkan kasih sayang yang lebih dari Daddy,," Ucap Isabelle yang membuat Krystal begitu merasa iri akan ucapan yang dikatakan oleh Isabelle.


" Kau, tahu baru kali ini Daddy mengakui identitas Belle sebagai putrinya dan juga baru kali ini Daddy memelukku,," Bilang Isabelle lagi yang membuat Krystal semakin merasa terpuruk sendirian.


" Dan malam ini, Belle mau menyiapkan semua peralatan sekolah, karena besok Belle mau pergi ke sekolah dan diantar langsung oleh Mommy Zoya." Ucap Isabelle yang membuat Krystal termangu dan terdiam.


" Terus, Isabelle akan memperkenalkan Mommy Zoya kepada teman-teman bahwa Isabelle memiliki seorang Mommy yang terkenal kecantikannya seperti Mommy Zoya," Ucap Isabelle sambil tersenyum dan menghadap ke depan sambil berangan-angan di hari esok.


Krystal hanya bisa terdiam mendengarkan khayalan indah yang dimiliki oleh adiknya saat ini. Andai saat ini Krystal juga bisa mendapatkan kasih sayang seperti itu, kemungkinan Krystal tidak lagi melakukan suatu hal yang tidak sopan seperti selama ini.


Saat Krystal menginginkan juga apa yang telah dirasakan oleh Isabelle. Isabelle yang baru saja selesai menceritakan angan-angannya menatap heran pada wajah Kakaknya ini. Isabelle segera mengagetkan lamunan kakaknya yang tidak tahu sedang melamunkan apa.


" Kak Ky, sedang memikirkan apa ?" Tanya Isabelle yang sengaja menggoyang tangannya di hadapan wajah Krystal.


Saat Isabelle menggoyangkan tangannya di hadapan wajah Krystal, goyangan tangan itu membuat Krystal kaget dan membuat Isabelle penasaran.


" Kak Ky, kaget ada apa ?" Tanya Isabelle pada kakaknya.


Karena merasa ditinggal sendiri saat ini dan tidak ada yang mau memperdulikan dirinya, hingga membuat Krystal merasa sedih atas apa yang telah diungkapkan oleh adiknya ini. Krystal segera melangkahkan kaki masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar itu.


Di dalam kamar Krystal meneteskan air matanya dan menangis sesenggukan dalam kesendirian, sehingga suara tangisan itu hanya dia sendiri saja yang bisa mendengarnya.


" Isabelle sungguh beruntung, jika ia mendapatkan kasih sayang dari Daddy, aku sebagai kakaknya harus merasa bahagia,," Ucap Krystal di tengah tangisnya.


" Tapi, kenapa aku merasa sedih ketika mendengar penjelasan kebahagiaan yang didapatkan oleh Isabelle dari Daddy dan juga wanita itu,," Ucap Krystal lagi yang merasa benar bahwa ia sekarang merasa sedih ketika mendengarkan penjelasan dari adiknya sendiri.


" Sejujurnya, Krystal juga ingin mendapatkan kasih sayang dari Daddy dan juga seorang Mommy,," Bilang Krystal lagi yang mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan kasih sayang.


Sebenarnya Krystal sendiri juga menginginkan kehangatan dari orang tua yang bisa memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang, namun, karena, selama ini memang terlihat jelas sikap dan perilaku Zoya yang tidak pernah memperdulikan siapapun orang yang berada di kediaman Alexandre ini, membuat Ziya begitu sulit untuk mendekatkan dirinya kepada orang-orang yang tidak menyukai adanya Zoya di rumah ini.


" Jika mengingat kelakuan wanita itu, memang tidak terlalu besar kesalahannya, dia cuma angkuh dan cuek padaku dan juga Isabelle,," Gumam Krystal yang menghapuskan air matanya ketika mengingat kelakuan Zoya selama ini.


" Wanita itu hanya tidak pernah memperdulikan kami dan wanita itu juga tidak melakukan kesalahan besar terhadap kami, tapi, kenapa aku sangat membencinya." Ucap Krystal lagi yang mengingatkan kelakuan Zoya waktu dulu.


Sesaat, Krystal mengingat kenapa Ziya yang dianggapnya Zoya begitu banyak perubahan pada dirinya itu, apakah benar jika Zoya saat ini sudah bisa menerima kehadiran mereka. Dan, itu terbukti akan sikap Ziya yang membuat Isabelle merasa bahagia saat ini.


" Aku merasa sedikit penasaran dengan Mommy Zoya yang diucapkan oleh Isabelle, apakah dia hanya ingin mencari muka dari perhatian Daddy atau dia memang benar-benar tulus menyayangi Isabelle." Ucap Krystal yang memiliki pikiran penasaran terhadap Ziya.


Setelah selesai memikirkan pemikirannya yang begitu penasaran terhadap sikap Ziya, sehingga membuat Krystal tertidur sendiri di atas tempat tidurnya. Sementara itu, Isabelle yang merasa heran dengan perilaku kakaknya itu, hanya bisa mengangkat kedua bahunya dan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya sendiri.


" Kenapa Kak Ky,, seperti itu,," Ucap Isabelle yang merasa heran dengan sikap kakaknya.


" Entahlah,," Gumam Isabelle sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar.


Saat ini, Isabelle sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri, sedangkan Gladys yang baru saja melewati koridor kamar khusus untuk kedua putrinya Alberto dan juga putrinya sendiri yaitu Alexa. Gladys tak sengaja mendengarkan pembicaraan yang terjadi pada Isabelle dan Krystal.


" Apa yang dikatakan Putri bodoh itu pada kakaknya,," Gumam Gladys yang sedikit mendengarkan perkataan dari Isabelle dan Krystal.


" Apakah saat ini wanita itu sengaja mencari perhatian terhadap kedua putri bodoh ini,," Bilang Gladys yang sengaja mencari tahu tindakan Ziya.


Sesaat Gladys berpikir santai karena, ia tahu tidak ada gunanya bagi Ziya untuk mendapatkan perhatian dari kedua putri ini, karena, kedua putri ini bukanlah putri kandung dari Alberto. Dan, juga selama ini Alberto tidak pernah memperdulikan kedua putrinya ini. Bahkan fasilitas mewah hanya sekedarnya saja diberikan kepada kedua putri ini. Oleh sebab itu, Gladys merasa hanya percuma saja jika Ziya memberikan perhatian pada kedua putri ini.


" Heemmm, tidak apa-apa, jika wanita itu mencari perhatian dari kedua putri ini, karena, tidak ada gunanya juga bagiku untuk melakukan ini pada mereka." Gumam Gladys yang tersenyum sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan tempat khusus untuk kedua putrinya itu.


Gladys hanya berlalu pergi meninggalkan ruangan itu, sehingga membuat asisten pribadi Madam Christin tertawa ketika bisa mendengar jelas ucapan keluhan yang dikeluarkan oleh Gladys. Tidak lupa juga, asisten pribadi itu merekam semua kejadian yang ada dimulai dari Isabelle yang membanggakan dan memuji kebaikan Ziya terhadapnya.


Dan betapa sedihnya Krystal ketika mengetahui adiknya mendapatkan kasih sayang dari Alberto, sedangkan ia sendiri sebagai Putri pertama belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang Daddy seperti apa yang dilakukan Alberto pada Isabelle.


Serta saat ini yang membuat asisten pribadi Madam Christin tertawa adalah ungkapan yang dikeluarkan dari mulut Gladys langsung ketika ikut mendengarkan pembicaraan yang dilakukan oleh Isabelle dan Krystal.


" Heemmm,, sepertinya Nyonya Gladys kalah telak terhadap kebaikan yang dilakukan oleh Nyonya Zoya." Gumam asisten pribadi Christin sambil tersenyum.


" Informasi ini harus segera dilaporkan kepada Nyonya Christin, aku ingin lihat apakah Nyonya Christin juga tertawa sama sepertiku,," Ucap asisten itu sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan ini.


Sementara itu, di dalam kamar pribadi Ziya, saat ini terlihatlah Alberto menatap wajah Ziya dengan tatapan yang begitu dalam. Sehingga tatapan itu membuat Ziya merasa canggung akan sikap yang dilakukan Alberto pada dirinya.


" Ada apa ?" Tanya Ziya langsung pada Alberto.


Alberto sama sekali tidak menjawabnya, namun masih tetap menatap wajah cantik dari seorang wanita di hadapannya ini. Seorang wanita yang setiap harinya membuat seorang Alberto mafia terkejam dan juga terkenal takluk akan tatapan polos dan juga perilaku lembut yang dimiliki oleh Ziya.


" Heemmm, Alberto jika kau masih melihatku seperti itu dan tidak menjawab pertanyaan dariku, aku akan segera tidur dan meninggalkanmu,," Bilang Ziya sambil menjawil hidung pria tampan di hadapannya ini.


Seketika Alberto semakin mendekatkan tubuhnya pada Ziya, sehingga membuat Ziya memundurkan wajahnya dan menjauhi tatapan mata Alberto. Alberto sengaja menahan wajah Ziya agar tidak bisa jauh dari wajahnya.


" Eemmm, Alberto apa yang kau lakukan,," Teriak Ziya dengan suara yang tidak terlalu keras.


" Diam sayangku, aku hanya ingin menatap wajahmu,," Ucap Alberto yang membuat Ziya terdiam tanpa gerakan sedikitpun.


Ketika, Alberto mengatakan keinginannya seperti itu, membuat Ziya terdiam akan keinginan dari pria tampan yang selalu membuatnya canggung. Ketika Alberto mendekatkan bibirnya dengan bibirnya Ziya, tindakan itu terhenti seketika Ziya mendengarkan suara rengekan Demian yang masih berada di dalam pangkuannya.


" Eeehhh Mommy,," Suara rengekan Demian yang membuat Alberto dan Ziya kaget.


" Demi,," Ucap Ziya yang segera menundukkan wajahnya melihat Demian.


Seketika Ziya tertawa menatap wajah Alberto yang ekspresi wajahnya seketika berubah menjadi sendu, ketika mendengarkan rengekan suara Demian. Akhirnya, Alberto hanya bisa tersenyum pasrah melihat tawa Ziya yang begitu indah.


****