Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



" Ya, memang benar yang kau tanyakan ini Vena,," Jawab Ziya menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan Vena.


" Di saat kau pergi keluar dari kamar ini, aku sedang ingin menuju ke ruangan kerjaku, tapi, sebelum aku masuk ke dalam ruangan kerjaku itu, sepintas aku mendengar suara dari pintu depan,," Jawab Ziya sambil menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.


" Suara pintu depan,," Gumam Vena sambil menyipitkan matanya seolah sedang memikirkan suatu hal.


" Ya, Vena suara dari pintu depan, aku pikir kau kembali lagi ke kamar ini, kemungkinan, ada suatu hal yang kau lupakan,," Jawab Ziya menganggukkan kepalanya ketika melihat ekspresi wajah Vena yang sedang menyipitkan matanya sambil memikirkan sesuatu.


" Tapi, Nyonya jika Vena kembali lagi ke kamar ini pastinya Vena mengetuk pintu terlebih dahulu dan tidak mungkin Vena langsung masuk begitu saja tanpa adanya izin dari Nyonya untuk meminta Vena masuk,," Sahut Vena kembali ketika mendengar pernyataan Ziya yang menyatakan bahwa kemungkinan besar Vena kembali ke kamarnya itu.


Tapi, ternyata yang masuk ke dalam kamarnya Ziya saat itu bukanlah Vena melainkan orang misterius dengan identitasnya masih belum diketahui siapa yang jelas orang tersebut. Dan yang dikatakan oleh Vena juga benar sekali, apabila Vena masuk ke dalam kamarnya Ziya pastinya Vena mengikuti aturan yang ada di dalam kediaman ini. Tidak bisa langsung masuk begitu saja ke dalam kamar majikannya meskipun majikannya itu sudah mengganggap dirinya sebagai seorang saudara.


Pastinya Vena selalu menjaga sikap kesopanannya dalam bekerja menjadi seorang asisten dari istri Tuan Besar dalam kediaman Alexandre ini. Tidak mungkin Vena melakukan tindakan seenaknya meskipun Ziya sudah menganggap dirinya sebagai seorang saudara dekat.


" Benar sekali yang kau katakan itu Vena, kau tidak pernah melakukan tindakan tanpa memberitahukannya langsung padaku,," Jawab Ziya menganggukkan kepalanya sekali lagi membenarkan sikap Vena yang memang sopan kalau sedang melakukan pekerjaannya.


" Karena, aku berpikir itu pasti kau Vena, oleh sebab itu aku langsung saja memanggil namamu, dan ketika aku keluar dari ruangan yang ingin aku tujukan, sepintas aku melihat ada seseorang yang sengaja bersembunyi di balik tirai ruangan luar kamar ini,," Sambung Ziya lagi dengan jelas pada Vena menceritakan suatu hal tentang kejadian yang pernah terjadi.


" Ya, bersembunyi di balik tirai,," Jawab Ziya mengangguk.


" Dan dengan perlahan aku melangkah mendekati orang itu,," Sambung Ziya lagi dengan ceritanya yang begitu serius sekali.


" Ciri-ciri orang itu bagaimana Nyonya ?" Tanya Vena langsung pada Ziya karena, memang jelas Vena begitu penasaran dengan orang yang telah berhasil masuk ke dalam kamar majikannya ini.


" Ciri-ciri,," Gumam Ziya sambil menyipitkan matanya mengingat kembali orang yang telah membuatnya kaget hingga pingsan.


" Heemm, ya Nyonya, ciri-cirinya ?" Tanya Vena lagi dengan gaya sedikit mendesak Ziya untuk segera menyebutkan ciri-ciri dari orang misterius yang membuat Ziya kaget.


" Bukankah pagi sebelum kau keluar dari kamar ini, kau pernah menceritakan padaku bahwa ada seseorang yang misterius dengan sengaja mengendap-endap masuk ke dalam ruangan khusus milik Axeloe,," Ucap Ziya dengan sengaja mengingatkan kembali informasi yang baru saja diberitahukan oleh Vena padanya.


" Ya, Nyonya itu benar sekali,," Jawab Vena menganggukkan kepalanya.


" Nah ciri-cirinya hampir sama persis dengan apa yang kau laporkan pagi tadi padaku Vena,," Jawab Ziya lagi membenarkan pernyataan Vena mengenai orang misterius yang baru saja Vena lihat di pagi hari saat ia sedang membuatkan air hangat untuk Ziya