Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Sambil meletakkan nampan yang berisi makanan ke atas meja troli, dengan lembut Alberto menggenggam kedua tangan Ziya dan menciumi kedua tangan itu dengan tulus. Lalu, setelah menciumi tangannya Ziya sambil menyunggingkan senyumnya yang begitu indah Alberto menjawab pertanyaannya Ziya.


" Mmmmmuuuuuaaaaccchh,, sayang aku akan menjawab pertanyaanmu ini dengan jujur bahwa sebenarnya yang ada di dalam pikiranku ini adalah bagaimana caranya agar aku bisa selalu memberikan kebahagiaan yang begitu besar padamu, hanya hal itu saja yang selalu ada dalam pikiranku selama ini,," Jawab Alberto dengan lembut setelah menciumi tangannya Ziya.


" Bahwa sebenarnya, aku ingin sekali membawamu pergi dan menetap di suatu tempat yang sangat tenteram dan hanya ada kita berdua serta anak-anak kita, aku ingin sekali kita menjalani kehidupan pernikahan kita dengan keadaan yang aman tidak ada lagi konflik, tidak ada lagi masalah dan juga tidak ada lagi bahaya apapun yang terjadi,," Sambung Alberto lagi dengan jelas kepada Ziya mengenai isi hatinya dan juga keinginannya.


" Aku ingin, selalu melihatmu tertawa bahagia seperti ini, selalu melihatmu untuk tetap setia mendampingiku dan juga selalu ada di pelupuk mataku ini,," Ucap Alberto yang terdengar begitu manis sekali sehingga membuat Ziya merasa terharu akan jawaban kebenaran dari dalam hati Alberto yang memang benar-benar tulus.


Dengan segera Ziya memeluk erat tubuh Alberto karena, merasa terharu dengan jawaban Alberto yang memang benar bahwa ia sangat tulus mencintai Ziya. Dan Ziya memang sudah sangat yakin bahwa Alberto memang begitu tulus mencintai dirinya. Sambil memeluk tubuh Alberto Ziya mengangguk dan mengakui kebenaran yang ada di dalam jawaban Alberto.


" Terima kasih, Alberto atas apa yang ada di dalam hatimu ini terhadapku,," Ucap Ziya sambil memeluk tubuh Alberto.


" Aku sudah lama mengetahui bahwa kau memang tulus mencintaiku, tapi, aku masih merasa ragu akan apa yang ada di dalam hatimu ini,," Gumam Ziya di dalam pelukan Alberto sambil menunjukkan dada Alberto.


Sambil mengelus lembut rambutnya Ziya serta menciumi puncak kepala wanita yang sedang memeluknya itu, Alberto kembali memberikan sebuah jawaban yang penuh keyakinan bahwa memang benar adanya Alberto begitu tulus mencintai wanita yang ada di dalam pelukannya ini.


" Heemmm, sayang, apapun yang kau inginkan dariku, apapun itu aku akan mengabulkannya, asal hal itu aku masih sanggup untuk melakukannya,," Ucap Alberto yang terdengar begitu jelas dan begitu meyakini hatinya Ziya.


" Benarkah ?" Tanya Ziya dengan penasaran serta Ziya langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengarkan jawaban Alberto yang begitu membuatnya sangat yakin.


Karena, Alberto telah memberikan sebuah perkataan yang begitu membuat Ziya sangat terkejut dan juga merasa penasaran dengan perkataannya itu. Sehingga membuat Ziya ingin sekali menyatakan perasaan hatinya yang selalu mengganjal dan juga selalu ada dalam pikirannya itu yaitu masalah keadaan dirinya dan juga keadaan kembarannya itu.


" Alberto, jika benar akan ucapanmu itu, apakah aku boleh meminta suatu hal padamu dan apakah permintaanku itu akan dikabulkan olehmu ?" Tanya Ziya dengan lembut kepada Alberto dengan tatapan mata yang begitu memelas.


" Aku akan melakukannya, jika hal itu tidak membahayakan keselamatanmu dan juga Demian,," Jawab Alberto dengan jelas dan juga mantap.


" Heemmm, permintaanku ini tidak terlalu besar Alberto, dan juga permintaanku ini tidak akan membahayakan diriku dan juga Demian,," Jawab Ziya lagi masih dengan tatapannya yang lembut.


" Baiklah, jika permintaanmu ini tidak akan membahayakan keselamatanmu dan juga Demian, maka aku akan mengabulkannya, tapi, katakan dulu apa yang ingin kau pinta ?" Tanya Alberto lembut kepada Ziya dengan tatapan penuh keyakinan bahwa dirinya akan mengabulkan permintaan Ziya ini.


" Sebenarnya, hal ini sudah lama ada di dalam pikiranku,," Ucap Ziya yang mulai menata pembicaraannya kepada Alberto mengenai apa yang ada di dalam hatinya itu.


Begitu jelas sekali terlihat bahwa Ziya saat ini sedang membicarakan suatu hal yang begitu penting dan pembicaraan Ziya kali ini memang sudah lama mengganjal dalam hatinya serta pikirannya sehingga membuat Alberto begitu serius mendengarkan ucapan demi ucapan dari Ziya saat ini.


****