
Alberto sama sekali tidak menghiraukan ucapan yang dikatakan oleh penjaga sekolah, karena, saat ini di dalam pikiran Alberto adalah ancaman yang diberikan Ziya terhadap dirinya begitu menakutkan dibandingkan hal lainnya.
" Ada apa dengan Ziya, Kenapa dia sampai memberikan pernyataan seperti itu padaku ?" Tanya Alberto dalam hatinya sambil tetap melangkahkan kakinya ke depan.
Dengan segera Alberto melangkahkan kakinya menuju ke gedung sekolahnya Krystal. Dan, pastinya Alberto langsung menuju ke ruangan dimana ruang kepala sekolah. Sedangkan, Friek sebagai pemimpin pengawal dari Istri Tuan Besarnya itu, cepat sekali mengetahui dimana ruangan kepala sekolah tanpa menanyakan ruangan itu kepada siswa lain ataupun guru yang sedang melintasi perjalanan mereka.
" Sepertinya, itu Mister Alberto Alexandre yang terkenal itu akan perusahaan dimilikinya." Gumam beberapa guru ketika melihat kedatangan Alberto ke sekolahnya ini.
Karena, semua guru serta para murid juga begitu mengenali siapa itu Alberto Alexandre. Apalagi Alberto adalah salah satu orang yang terkenal di negaranya ini.Setelah sampai di dalam ruangan kepala sekolah itu dimana beberapa staf sudah ada di tempatnya masing-masing.
Dengan segera Alberto masuk ke dalam ruangan staf itu, tanpa bertanya langsung kepada bagian staf dan bagian staf merasa bingung dengan sikap orang yang telah masuk ke dalam ruangan pimpinannya ini.
" Maaf Tuan, Tuan mau kemana ?" Tanya staf itu dengan hormat kepada Alberto.
" Dimana istri saya ?" Tanya Alberto dengan suara dinginnya.
Maaf Istri Tuan, maksudnya siapa Tuan ?" Tanya Staf itu lagi pada Alberto.
Seketika staf itu merasa begitu mengenali wajah orang yang sedang berdiri di depannya ini. Dan, terlihat seperti seseorang yang terkenal di negaranya, dengan segera staf itu langsung berbicara dengan penuh kehormatan terhadap Alberto.
" Heehh!!" Ungkap Alberto yang terdengar seperti malas sekali untuk menanggapi pertanyaan dari staf bagian ruangan kepala sekolah itu.
Karena, malas memberikan argumen lagi Alberto segera saja melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus milik kepala sekolah. Dan, staf itu sendiri baru saja menyadari bahwa yang sedang berdiri di hadapannya ini adalah Alberto Alexandre. Barulah bagian staf itu dengan gaya hormatnya menunjukkan arah dimana ruangan kepala sekolah, bahwa di dalam ruangan itu memang sudah ada istrinya yaitu Ziya.
" Oohhh, Tuan Alberto Alexandre, maaf Tuan sebelumnya atas tindakan saya yang lancang, silahkan masuk Tuan, Madam Zoya Andricha memang sedang berada di dalam." Ucap staf itu dengan wajah sedikit malu.
Sambil membukakan pintu ruangan kepala sekolah untuk memberikan jalan kepada Alberto, dengan segera Alberto melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan kepala sekolah, dimana di dalam ruangan itu sudah terlihat jelas bahwa Ziya sedang memeluk Krystal dan didampingi oleh Vena yang ada di belakang tubuhnya Ziya.
" Selamat pagi Bu Kepala Sekolah, Tuan Alberto Alexandre sengaja datang untuk menemui anda,," Ucap Staf itu saat masuk ke dalam ruangan kepala sekolah.
" Saya tidak mencarinya, tapi, saya datang kesini hanya untuk mencari keberadaan istri saya,," Jawab Alberto sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan kepala sekolah tanpa mengucapkan salam.
Betapa terkejutnya orang tua Vanny terutama Daddynya saat melihat Alberto Alexandre datang ke sekolah ini hanya karena, permintaan yang dipaksakan oleh Ziya saat ini. Dan, betapa bahagianya perasaan Kepala Sekolah itu ketika sudah lama tidak bertemu dengan sang impian Alberto Alexandre, apalagi saat ini Alberto Alexandre sudah ada di depan matanya sendiri.
" Alberto, setelah lama aku menunggumu akhirnya kau datang juga,," Gumam Kepala Sekolah dalam hati dengan wajah yang begitu bahagia.
" Selamat datang, Tuan Alberto,," Ucap Kepala Sekolah itu dengan gaya ramahnya.
Saat, Kepala Sekolah itu memberikan ucapan salam kepada Alberto dengan gaya ramahnya, namun, Alberto sama sekali tidak memperdulikan ucapan yang disampaikan oleh kepala sekolah kepadanya. Dan, Alberto langsung melangkah mendekati istrinya Ziya yang menoleh ke arahnya, ketika mendengarkan ucapan bagian staf yang menyatakan bahwa suaminya telah datang.
" Ada apa Sayang ?" Tanya Alberto langsung kepada Ziya dan mendekati istrinya itu.
" Kenapa tiba-tiba meneleponku, aku takut terjadi apa-apa denganmu, sampai-sampai Vena meneleponku dengan ancaman yang kau berikan begitu membuatku khawatir," Gumam Alberto sambil mendekap erat tubuh Ziya dan mencium lembut keningnya.
Vena, tersenyum bahagia ketika melihat kemesraan yang sedang terjadi terhadap kedua majikannya ini, apalagi saat ini kepala sekolah yang begitu terlihat jelas tidak menyukai sikap dan tindakan Alberto terhadap Ziya begitu mesra sekali.
" Tidak apa-apa, aku hanya ingin agar kau bisa mengetahui permasalahan yang terjadi pada Krystal putri kita,," Ucap Ziya sambil tersenyum lembut menatap Alberto.
" Daddy,," Gumam Krystal sambil memeluk erat tubuh Alberto.
" Ada apa dengan Krystal, kenapa dia menangis ?" Tanya Alberto langsung pada Ziya.
" Heemm, Daddy bisa mengetahuinya langsung dari kepala sekolah ini,," Jawab Ziya sambil memberikan senyuman penuh arti ke arah kepala sekolah.
Dan, dengan gaya santainya serta senyuman manis yang dibuat-buat Kepala Sekolah Krystal itu langsung memperkenalkan dirinya kepada Alberto Alexandre, karena, kemungkinan besar Alberto bisa mengingatkan siapa sebenarnya kepala sekolah itu. Karena, jelas sekali terlihat bahwa Alberto tidak mengingat siapa kepala sekolah yang ada di hadapan Alberto saat ini.
" Ee,, eemm,," Ucap Kepala sekolah itu yang terdengar sedang berdehem.
" Maaf Tuan Alberto, saya adalah Helen Roserish putri dari Miller Roserish,," Ungkap Kepala Sekolah itu sambil memperkenalkan dirinya kepada Alberto Alexandre.
Saat mendengar ucapan perkenalan dari kepala sekolah itu yang bernama Helen Roserish bahwa Alberto sepertinya begitu mengenali nama orang tuanya itu. Karena sudah mengetahui siapa nama orang tua dari kepala sekolah ini. Tentu saja, hal itu membuat Alberto merasa selangkah lebih maju dibandingkan dengan kepala sekolah ini. Karena, ia begitu tahu peranan dirinya selama sekolah ini didirikan.
" Tentunya anda sudah mengenal siapa orang tua saya itu dan saat ini juga saya tegaskan bahwa saya yang sudah menjabat kepala sekolah di sekolah ini." Sambung kepala sekolah itu lagi yang masih membicarakan tentang dirinya sendiri kepada Alberto.
" Jadi, sebagai kepala sekolah saya berhak untuk membuat suatu tindakan keadilan terhadap siswa siswi saya apabila melakukan kesalahan yang melanggar aturan di sekolah saya ini,," Ucap Kepala Sekolah itu yang bernama Helen Roserish.
Setelah selesai memperkenalkan dirinya itu barulah kepala sekolah itu kembali duduk ke tempatnya untuk membahas mengenai permasalahan yang telah dibuat oleh Krystal kepada temannya itu. Namun, ketika Helen ingin membahas tentang permasalahan yang dibuat oleh Krystal, dengan sengaja Alberto menanyakan sesuatu hal kepada Krystal dengan gaya angkuhnya.
" Kenapa sayang, kau sudah bosan sekolah disini ?" Tanya Alberto langsung kepada putrinya yang terdengar begitu angkuh sekali dan menyudutkan posisi kepala sekolah yang selalu menganggap enteng terhadap Ziya dan juga Krystal.
" Maafkan, Krystal, Daddy,," Ucap Krystal yang masih menangis di hadapan Alberto.
" Cih!! Kau tidak sadar, anakmu itu bersalah, karena, sudah merusak semua barang-barang putri saya di lemari sekolahnya." Sela Mommynya Vanny yang begitu tidak menyukai pertanyaan Alberto terhadap Krystal.
Namun, Daddynya Vanny begitu mengenali siapa sebenarnya Alberto Alexandre. Karena, sedari tadi baru kali ini ia bisa bertemu langsung dengan seseorang yang menjadi pemilik semua perusahaan penting di negaranya ini. Sedangkan, istrinya itu sama sekali tidak menyadari bahwa orang yang sedang berada di hadapannya ini adalah Alberto Alexandre seorang mafia yang begitu besar pengaruhnya di negaranya ini.
" Maaf, Tuan Alberto sebenarnya saya sudah meminta anak saya untuk tidak memperbesar masalah hanya karena, masalah kecil ini,," Bilang Daddynya Vanny sambil tersenyum memohon kepada Alberto.
" Kalau tidak salah tebak, Kau bekerja di Perusahaan Technical Alexandre Grup C bidang teknologi bukan ?" Tanya Alberto Alexandre langsung kepada orang tuanya khusus Daddynya Vanny
" Ya anda benar suami saya bekerja disana menjadi direktur utama divisi satu perusahaan itu,," Jawab Mommy Vanny dengan gaya angkuhnya.
" Memangnya kenapa ?" Tanya Mommynya Vanny lagi kepada Alberto.
Ketika, Mommy Vanny menjawab pertanyaan dari Alberto dengan gaya angkuhnya atas jabatan dari pekerjaan suaminya itu hingga membuat Daddy Vanny merasa malu sendiri atas perilaku yang dilakukan oleh istrinya. Karena, perlakuan istrinya itu bisa mengakibatkan kehancuran dan pemecatan terhadap dirinya sendiri.
" Mommy, jangan bicara begitu dia Tuan Alberto Alexandre,," Gumam Daddy Vanny yang suaranya terdengar seperti sedang menekan perilaku istrinya itu.
" Memangnya kenapa dia, kita harus takut kepada dia,," Ungkap Mommy Vanny yang belum mengerti maksud dari perkataan suaminya itu.
Karena, merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk membuat perilaku istrinya itu membaik, akhirnya Daddynya Vanny segera melangkahkan kakinya dan berlutut langsung ke hadapan Alberto. Sehingga, hal itu membuat Mommynya Vanny, Vanny, beserta Helen terkejut melihat keadaan yang sedang terjadi di depan mata mereka masing-masing.
" Maafkan, kelakuan istri saya dan putri saya Tuan, tidak seharusnya putri saya mengganggu putri anda Tuan, karena, saya tidak pernah tahu akan perilaku yang dilakukan oleh putri saya di sekolahnya,," Ucap Daddynya Vanny yang sengaja berlutut di hadapan Alberto.
Dan, hal itu membuat Mommy Vanny terkejut sekali sambil menutup mulutnya menggunakan tangannya sendiri. Karena merasa heran dan bingung atas perbuatan dan perilaku suaminya itu terhadap Alberto. Karena, tidak mungkin suaminya sampai berlutut seperti itu kepada orang dan biasanya juga orang lain yang sering berlutut kepada suaminya untuk mendapatkan sebuah pekerjaan.
" Kau bilang, kau tidak mengetahui apa yang telah dilakukan putrimu terhadap putriku, sudah jelas anak dan istrimu telah berani menyakiti anak dan istriku, apa mungkin aku bisa memaafkan kesalahanmu begitu saja ?" Tanya Alberto dengan gaya dinginnya dan membuat Mommynya Vanny sadar bahwa orang yang berbicara di hadapannya itu terlihat seperti orang yang penting bagi perusahaan tempat suaminya bekerja.
" Apa ??" Gumam Mommy Vanny yang terkejut ketika mengetahui siapa orang yang sedang berada di hadapannya itu.
Ketika mendengar ucapan suaminya sendiri yang meminta maaf kepada Alberto secara langsung dan berlutut, barulah hal itu membuat Mommynya Vanny merasa malu ketika mengetahui kebenaran yang ada di hadapannya itu.
" Maaf Tuan, Maaf sekali lagi Maaf,," Ucap Daddynya Vanny sambil memohon permintaan maaf dari Alberto dengan begitu tulus.
Karena, terlihat suaminya itu begitu kuat sekali untuk meminta maaf kepada Alberto, sehingga membuat Ziya hanya bisa menatap kejadian di depannya ini dengan tatapan yang datar serta sambil memeluk Krystal dengan penuh kelembutan.
Dan, hal itu membuat Helen merasa suatu kejadian di depannya ini sedikit janggal sehingga membuatnya harus turut serta menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi di antara kedua orang tua yang sedang berada di ruangannya ini.
" Heemm, Maaf Tuan Alberto sepertinya hal ini hanya salah paham saja, disini saya akan membuat keputusan bahwa,,," Ucap Helen dengan gaya bijaknya dan membuat Alberto menaikkan telapak tangannya untuk menghentikan ucapan Helen di dalam permasalahan ini.
" Mulai hari ini anda harus mengingatnya Bu Helen, bahwa saya tidak akan pernah lagi memberikan bantuan yang besar kepada sekolah ini dan juga investasi terhadap perusahaan orang tuamu, ingat itu !!" Ungkap Alberto dengan wajahnya yang menatap tajam terhadap Helen.
Betapa terkejutnya Helen ketika mendengarkan ucapan Alberto yang menyatakan suatu hal yang bisa merugikan dirinya dan juga sekolahnya ini. Sebenarnya Helen menginginkan Alberto untuk datang ke sekolahnya hanya ingin membuktikan suatu kebenaran akan ucapannya itu bahwa Alberto memang tidak pernah memperdulikan adanya Zoya dalam kehidupannya.
Hal itu berlaku untuk Zoya bukan untuk Ziya, Karena, Ziya sebenarnya adalah seorang wanita yang bisa membuat hati Alberto luluh dan juga takut.
" Tuan Alberto bukan itu maksud saya, saya hanya ingin menyelesaikan,," Ucap Helen lagi yang menyanggah perkataan Alberto.
" Cukup !" Ucap Alberto dengan wajah sinisnya.
" Krystal, jangan takut, sebagai putri pertama dari Alberto Alexandre kau harus membuktikan siapa dirimu sebenarnya, Daddy akan mencarikan sekolah untukmu yang lebih baik dari sekolah ini. Ambil semua barang-barangmu dan kita pulang !!" Ucap Alberto tegas, sehingga membuat Krystal semakin mengeratkan pelukannya terhadap Alberto.
" Terima kasih, Daddy, semua barang Krystal sudah tidak ada di sekolah ini, karena, Vanny yang lebih dahulu membakar semua barang Krystal,," Jawab Krystal yang tetap memeluk Alberto dan wajahnya sengaja ditutupi oleh tubuh Alberto sendiri.
" Heemm, sudah jelas bahwa sepertinya anda sebagai kepala sekolah tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah,," Ucap Alberto dengan suara tegasnya sambil menunjuk ke wajah Helen yang terkejut mendengar ucapannya.
" Dan kau, terima waktunya untuk mendapatkan surat pemecatan terhadap jabatanmu dan semua aset pribadi yang selama ini kau gunakan,," Bilang Alberto yang begitu tegas dan membuat Daddynya Vanny terkejut hingga terduduk lemas.
Betapa terkejutnya Mommynya Vanny dan juga Vanny ketika mendengarkan perkataan Alberto yang membuat pemecatan terhadap Daddynya dan mengambil semua aset pribadi milik keluarganya. Sehingga hal itu membuat Mommynya Vanny dan juga Vanny ikut berlutut di hadapan Alberto beserta Krystal memohon maaf atas kesalahan yang telah ia perbuat.
" Tuan, Maafkan putri saya, putri saya tidak sengaja melakukan hal itu, jika Nona Krystal membakar semua barang-barang putri saya, bahwa sudah jelas kalau anak saya yang bersalah. Tolong maafkanlah kami Tuan, maafkan kami Tuan, kembalikan jabatan suami saya Tuan aku mohon,," Ucap Mommynya Vanny yang berlutut dan memeluk erat kaki Alberto.
" Iya Tuan maafkan saya, karena, saya sudah lancang sudah membuat Krystal marah, seharusnya saya tidak melakukan itu pada Krystal, karena, saya tidak tahu bahwa Krystal memang benar anaknya Tuan,," Ucap Vanny yang juga berlutut di hadapan Alberto beserta Krystal.
" Memangnya jika Krystal bukan anakku, kau tetap melakukan hal ini bukan, seharusnya, sebagai anak seorang direktur kau harus bisa memiliki perilaku yang sopan, bukannya menganggap semua orang itu rendah apabila jabatan orang tuanya berada di bawah jabatan orang tuamu," Ucap Alberto yang memberikan sebuah nasehat kepada Vanny.
Saat ini Alberto menatap ketiga wajah yang sedang berlutut di hadapannya itu dengan tatapan yang tidak suka. Karena, dengan sengaja Vanny yang ternyata merupakan anak dari salah satu direktur perusahaannya berani membuat Putrinya menjadi sasaran kesalahan yang telah dilakukannya.
" Krystal, sekarang kau jelaskan apa yang mereka lakukan, sehingga kau membakar semua barang-barangnya di lemari sekolah ?" Tanya Alberto tegas kepada Krystal.
" Hiks, hiks, hiks, Vanny yang bersalah terlebih dahulu, Dad. Dengan sengaja Vanny menghina Krystal mengatakan Krystal bahwa Krystal menjual diri sehingga bisa kaya raya atas bantuan dari keluarga Alexandre dan juga memfitnah Krystal bahwa selama ini Krystal bekerja sebagai wanita malam,," Jawab Krystal dengan wajah yang jujur dan juga sambil menangis.
Ketika mendengarkan pernyataan Krystal yang benar-benar jujur itu membuat Alberto sangat geram akan kelakuan dari seorang anak yang ada di hadapannya ini.
" Oh My God, benarkah seperti itu Krystal ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal dan Krystal hanya mengangguk pertanyaan dari Alberto terhadapnya itu.
" Ya, Dad,," Jawab Krystal mengangguk.
Karena, sudah jelas pengakuan yang disampaikan oleh Krystal bahwa memang benar selama di sekolahnya Krystal tidak pernah mendapatkan keadilan. Oleh sebab itu Alberto langsung menatap tajam wajah Helen. Sehingga membuat Helen takut ketika melihat tatapan Alberto yang begitu tajam terhadap dirinya.
" Selama ini saya memberikan bantuan ke sekolah ini melalui orang tuamu dengan harapan sekolah ini bisa menjaga dan mendidik putri pertama saya Krystal supaya bisa menjadi anak yang baik,," Ucap Alberto dengan tatapan tajamnya menatap Helen sang kepala sekolah.
" Dan kau, sebagai seorang pimpinan seharusnya tahu apa yang telah dilakukan oleh siswa-siswinya di sekolah bukan membuat masalah menjadi semakin besar,," Sambung Alberto lagi yang wajahnya terlihat tajam menatap Helen.
" Tapi dengan sengaja sekolah ini telah melalaikan suatu kewajibannya untuk mengawasi para siswa-siswi sehingga putri saya Krystal tidak mendapatkan keadilan yang seharusnya di dapatkan." Ucap Alberto yang tegas memberikan pengarahan kepada Helen sebagai pemimpin dari sekolah anaknya itu.
" Dan, asal kalian tahu saya sengaja memang tidak pernah memperbolehkan Putri saya Krystal untuk menggunakan nama belakangnya dengan nama saya, supaya dia bisa hidup bebas dengan kehidupan yang normal dan bisa mendapatkan perlakuan tulus dari teman-temannya, namun, apa yang dialami oleh Putri saya yaitu anggapan kalian semua yang telah berani menganggapnya enteng dan menghinanya, menganggapnya dirinya sebagai anak yang tidak memiliki keluarga, saya tekankan sekali lagi bahwa Krystal Alexandre bukanlah anak yang tidak memiliki keluarga melainkan dia adalah putri pertama dari Alberto Alexandre dan dengan beraninya kalian memfitnah putri terhormat dari Alberto Alexandre sebagai wanita malam,, ciihhh, sungguh membuatku muak atas anggapan yang didapatkan oleh Putriku,," Ucap Alberto dengan wajah memerah karena, begitu geram melihat wajah ketiga orang yang sedang berlutut di hadapannya beserta wajah Helen yang menjadi kepala sekolah saat ini.
" Berani-beraninya kalian mempermalukan Putriku Krystal. Tentunya kalian semua sudah tahu jika berurusan dengan keluarga Alexandre. Kalian semua harus menerima akibatnya !!" Ucap Alberto yang memberikan ancaman tegas kepada semua orang yang sedang berlutut kepadanya dan juga kepala sekolah, sambil melangkahkan kakinya membawa Ziya dan juga Krystal.
Ketika melihat Alberto akan pergi meninggalkan ruangannya itu, dengan sigap Helen mencegah tindakan Alberto yang akan pergi bersama dengan keluarganya. Namun, Helen sama sekali tidak bisa mendekati Alberto dan juga keluarga kecilnya karena, semua pengawal yang sedang mengawali keluarga Alberto untuk segera keluar dari ruangan ini mencegah tindakan Helen.
" Tuan Alberto, tunggu !!" Ucap Helen yang langsung melangkah mendekati Alberto.
" Dengarkan dulu penjelasan saya, Tuan,," Gumam Helen yang masih mencegah langkahnya Alberto untuk keluar dari ruangannya.
Karena, tidak bisa menjangkau tubuhnya Alberto dengan segera Alberto membalikkan tubuhnya menatap tajam wajah Helen dan menyampaikan suatu pesan yang begitu terdengar tajam.
" Dan kau sebagai seorang kepala sekolah, saya peringatkan sekali lagi, jika sedang membahas mengenai permasalahan yang terjadi terhadap para siswa jangan pernah melibatkan masalah pribadi untuk menyudutkan posisi seseorang. Karena, walaupun istri saya tidak pernah menyampaikan pesan apa-apa tentang semua perbuatan yang kau lakukan padanya. Tapi, saya tahu bahwa kau telah berani membuat istriku menjadi marah dengan memberikan sebuah ancaman padaku,," Ucap Alberto yang terlihat begitu membela Ziya di hadapan semua orang.
Betapa terkejutnya Helen ketika mendengarkan pernyataan dari Alberto yang menyatakan bahwa dirinya telah melakukan kesalahan terhadap Ziya.
" Vena, pekerjaanmu sungguh bagus,," Ucap Alberto kepada Vena.
" Ya, Tuan,," Jawab Vena sambil tersenyum.
Ketika mendengar ucapan Alberto seperti itu kepada Vena, hal itu membuat Ziya merasa heran dan bingung, apa yang telah dilakukan Vena sehingga Alberto mengetahui semua kejadian yang telah terjadi pada dirinya. Dan, seperti biasa Vena selalu merekam kegiatan yang sedang dilakukan oleh majikannya itu, sehingga membuat hal itu pasti cepat diketahui oleh Alberto. Karena, secara tidak sengaja, Vena mengirimkan video rekamannya itu langsung kepada Alberto, ketika Alberto datang ke sekolah Krystal ini.
" Ayo sayang kita pulang,," Ucap Alberto sambil menggandeng tangan Ziya dan juga Krystal.
" Dan, ingat bahwa Daddy akan mencarikan sekolah yang terbaik untukmu Krystal,," Ucap Alberto tegas yang membuat Krystal mengangguk serta memeluk erat tubuh Alberto.
" Ya, Daddy terima kasih,," Gumam Krystal sambil tersenyum senang.
Dengan segera Alberto melangkahkan kakinya menuju keluar gedung sekolah. Dan, semua pengawal yang ada melindungi majikannya ini. Sambil tersenyum senang, Ziya selalu lengket ketika digandeng oleh Alberto, hal itu membuat Ziya merasa begitu bahagia sekali. Apalagi saat ini, Alberto sengaja membawa Ziya dan juga Krystal untuk masuk ke dalam mobilnya, bukan mobil yang digunakan Ziya saat datang ke sekolah ini.
****