
Dan terlihat Ziya hanya menganggukkan kepalanya sambil mengatakan suatu hal tapi hanya bibirnya saja yang bergerak, namun Vena mengerti akan maksud dari perkataan Ziya untuknya itu yaitu kata hati-hati. Ziya sengaja berkata tanpa mengeluarkan suara supaya Alberto tidak mendengarkan ucapannya itu. Hanya Vena saja yang mengerti, karena, tidak mungkin Ziya mengucapkan kata hati-hati di depan Alberto mengenai diri Axeloe terhadap Vena.
" Hati-hati,," Ucap Ziya hanya dengan kode mulutnya saja dan suaranya sama sekali tidak terdengar oleh siapapun yang berada di sana.
Dan Vena hanya membalas kode dari Ziya dengan anggukan seolah sedang berpamitan. Setelah Vena keluar dari kamarnya Ziya dan keadaan saat ini sedang tidak ada orang, oleh sebab itu, Alberto dan Ziya kembali lagi membicarakan hal yang telah menyebabkan Ziya bisa tidak sadarkan diri.
" Sayang, kita kembali lagi ke pembahasan utama,," Ucap Alberto kembali lagi menoleh ke wajah Ziya dan menatapnya.
" Heemmm, ya,," Jawab Ziya mengangguk.
" Disaat aku sedang berada di dalam ruangan kerjaku, kau jangan pergi kemana-mana sendirian, kau harus pergi bersama Vena serta beberapa pengawal yang sudah dikhususkan untuk menjagamu, ingat jangan pernah melakukan suatu hal apapun sendiri,," Ucap Alberto yang selalu memberikan peringatan kepada Ziya.
Benar sekali apa yang telah diucapkan oleh Alberto agar Ziya tidak melakukan suatu tindakan apapun di dalam kediamannya ini dengan seorang diri, karena, keselamatan Ziya saat ini sudah begitu besar pertanggungannya oleh Alberto sendiri. Alberto tidak mau lagi jika Ziya sampai jatuh lagi di tangan orang yang jahat seperti Mommy tirinya yaitu Gladys dan juga bisa dijadikan alat oleh Erwin paman kandung dari Ziya sendiri.
" Hihihihihihi, kenapa kau begitu mengkhawatirkan aku Alberto ?" Tanya Ziya sambil tertawa kecil ketika mendapatkan sebuah peringatan dari Alberto yang begitu besar.
" Heemmm kau malah tertawa dengan sangat bahagia bahwa perkataanku ini hanyalah sebuah candaan,," Gerutu Alberto dengan wajah yang terlihat manja di matanya Ziya.
" Ya jelas jika aku mengkhawatirkan dirimu, mengkhawatirkan keselamatanmu, mengkhawatirkan semua yang ada pada dirimu, dan juga mengkhawatirkan yang telah dihasilkan dari dirimu ini, aku adalah suamimu, jadi memang tugas seorang suami harus menjaga istrinya,," Sambung Alberto lagi dengan sangat jelas pada Ziya.
Dan terlihat saat ini Ziya semakin tertawa senang ketika melihat wajah Alberto begitu manja saat menjelaskan padanya bahwa ia sangat mengkhawatirkan semua keadaan apapun yang terjadi pada Ziya. Hingga menyebabkan Alberto ingin sekali menggelitik tubuhnya Ziya yang sedang tertawa renyah seperti saat ini. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh Alberto karena, ia tahu bahwa Ziya baru saja sembuh dari sakitnya.
Sehingga, Alberto hanya bisa tersenyum senang melihat Ziya yang sedang ketawa terbahak-bahak di hadapannya saat ini, seolah sedang tidak merasakan sakit apapun pada tubuhnya. Padahal sebelumnya tubuh Ziya selalu mengalami suatu hal yang menyebabkan dirinya merasakan penderitaan yang begitu pedih rasa sakit dari reaksi obat dosis tinggi karena, tindakan yang dilakukan oleh Erwin semasa ia sedang mengandung putranya dulu Demian.
" Heemmm, tertawalah lepas seperti ini, sayang, karena, jika kau bahagia aku juga bahagia, aku tidak ingin lagi melihatmu merasakan sakit yang begitu banyak, cukup sudah kau merasakan penderitaan yang selama ini kau alami atas perbuatan orang jahat terhadapmu, termasuk perbuatan dariku yang telah menyebabkan kau menderita,," Ucap Alberto yang tulus dari dalam hatinya sambil menatap Ziya yang sedang tertawa senang di hadapannya.
Memang benar sekali apa yang telah diucapkan oleh Alberto dalam hatinya terhadap Ziya, jika malam itu Alberto hanya menolong Ziya saja dari semua orang suruhannya Erwin tidak mungkin Ziya mendapatkan sebuah peristiwa yang sangat buruk serta pahit dalam hidupnya. Saat ini memang Ziya belum mengingat apapun persoalan tentang bahwa di malam itu Alberto telah memaksanya untuk memberikan kepu.asan pada tubuhnya.
Sekarang posisinya sudah terbalik atau bergantian ketika Alberto sedang menatapnya saat itu Ziya sedang memikirkan suatu hal yang telah terjadi dalam mimpinya, sedangkan saat ini disaat Ziya sedang tertawa begitu renyah sekali malah Alberto yang sedang mengharapkan suatu hal yang baik untuk Ziya.
Namun, Ziya mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Alberto, bahwa Alberto saat ini terlihat sedang memikirkan sesuatu hal yang cukup banyak. Sehingga dengan demikian Ziya memahami akan pikiran Alberto dan juga kesibukan Alberto yang selalu datang terus menerus. Dengan lembut Ziya mulai membuka kembali obrolan pada Alberto diawali dengan suaranya yang berdehem.
" Apa yang sedang dipikirkannya, apakah dia sedang memikirkan misi yang dilakukan oleh Zavier atau apakah dia sedang memikirkan siapa yang telah berani menjadi orang misterius di dalam kediaman ini ?" Tanya Ziya dalam hatinya seketika ia melirik mata Alberto yang sedang menatapnya begitu dalam walaupun dia sedang tertawa.
" Eehhemm, kenapa menatapku seperti itu ?" Tanya Ziya pada Alberto.
" Ada apa, heemm ?" Tanya Ziya lagi pada Alberto.
" Jika kau tertawa seperti ini, aku selalu bahagia melihatmu, tetaplah menjadi istriku dan tetaplah menjadi pendampingku,, Ziya,, aku akan selalu bertanggung jawab atas dirimu ini,," Ucap Alberto terdengar lembut di telinga Ziya.
" Heemmm ya, Alberto,," Jawab Ziya sambil menganggukkan kepalanya dan mengecup kening Alberto.
" Terima kasih sayang,," Ucap Alberto setelah keningnya dikecup lembut oleh bibirnya Ziya.
Ketika Alberto berkata bahwa ia ingin agar Ziya selalu menjadi istrinya dan menjadi pendampingnya serta kata tanggung jawab dari Alberto hingga saat itu juga, Ziya merasa teringat akan suatu hal yang pernah terngiang di telinganya, ingatan itu terasa pernah terjadi di dalam dirinya.
" Kenapa aku merasa Alberto pernah mengatakan hal ini,," Gumam Ziya dalam hati saat kepalanya teringat akan ucapan Alberto.
" Apakah sebelumnya, Alberto pernah mengatakan tanggung jawab atas diriku,," Gumam Ziya lagi dalam hatinya karena, telah merasakan suatu hal yang sama dari ucapan Alberto.
Karena, merasa ucapan Alberto barusan membuat Ziya teringat akan sesuatu hal yang pernah terjadi dalam kehidupannya itu, akhirnya Ziya mengingat-ingat kembali ucapan-ucapan Alberto kepadanya selama ia sedang bersama, namun, setelah Ziya bertekad untuk mengingatkan kembali ucapan Alberto itu, rasa sakit di kepala Ziya terjadi lagi, hingga membuat Alberto panik melihat kondisi tubuh Ziya yang menampakkan adanya reaksi obat penawar dari Axeloe.
****