
Karena, merasa akan ada sesuatu hal yang terjadi dengan segera Ziya mengajak Vena untuk melaporkan suatu peristiwa yang baru saja Vena alami kepada Alberto langsung. Ziya segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar pribadinya itu, sebenarnya Ziya berniat untuk membuat racun terbaru dan mencari tahu dimana keberadaan saudara kembarnya Zoya.
" Hemm, sepertinya aku harus segera mencari Alberto untuk melaporkan keganjalan yang dialami oleh Vena." Gumam Ziya dalam hati sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya itu.
" Sebenarnya aku berniat untuk mencari tahu dimana keberadaan saudara kembaranku Zoya saat ini, karena, walaupun Alberto mengatakan bahwa aku adalah istri yang sebenarnya, tapi, hal itu masih saja terasa ganjal di hatiku,," Gumam Ziya dalam hatinya yang tetap melangkahkan kakinya menuju keluar.
Walaupun saat ini Ziya mencintai Alberto, tapi, di hati Ziya masih ada perasaan yang mengganjal yaitu perasaan bersalah karena, telah berani mencintai suami dari kembarannya itu.
Sementara itu, di negara luar yaitu negara Australia, karena, sudah mendapatkan izin dari Alberto untuk melakukan penyerangan terhadap lawan main Alberto yang berada di Australia dengan segera Zavier menghubungi semua prajurit terlatih yang ia miliki di negara Australia maupun Perancis. Di dalam mobilnya yang terletak di sebuah tempat persembunyian, Zavier melakukan semua rencananya itu untuk menggebrak markas Roserish yang telah berani bermain licik pada klan Alexandre.
" Heemm, sepertinya kita akan mendapatkan sebuah permainan yang seru,," Gumam Zavier setelah selesai menghubungi Alberto dengan raut wajah yang puas.
" Bagaimana Tuan, Tuan Alberto memberikan sebuah mandat untuk Tuan melakukan rencana ini ?" Tanya pengawal pribadi Zavier yang ikut mengintai keadaan.
" Heemm, seperti yang kau lihat, My Dude tidak akan lupa apa favorit dari teman-temannya,," Jawab Zavier dengan bibir yang tersungging.
" Heemm, bagus Tuan, jadi apa yang harus kita lakukan ?" Tanya pengawal Zavier dengan wajah serius.
" Segera hubungi semua prajurit yang ada di Australia ini," Ucap Zavier memberikan perintah kepada pengawalnya itu.
" Baik Tuan," Jawab pengawal itu mengangguk.
" Dan, kita akan melakukan permainannya dengan seru,," Gumam Zavier sambil tersenyum senang.
Karena, sudah mendapatkan sebuah perintah dari Zavier dengan segera pengawal itu melakukan tugas yang telah diberikan untuk menghubungi semua prajurit didikan Zavier yang ada di Australia. Sementara itu, Zavier sendiri menghubungi Clifton anak buahnya yang saat ini digunakan Alberto untuk selalu mengawasi pergerakan Krystal.
Pada panggilan pertama segera diangkat oleh Clifton sendiri yang sedang sibuk mengikuti pergerakan Krystal keluar kota bersama Madam Christin. Dan, Zavier sendiri meminta Clifton bukan datang ke Australia melainkan untuk membuat sebuah persiapan dalam penyelamatan Zoya dan akan segera dikirim dari Australia menuju Perancis seperti apa yang dipinta oleh Alberto.
" Halo Ya Tuan, ada apa ?" Tanya Clifton yang sedang mengendarai mobilnya.
" Apa yang sedang kau lakukan ?" Tanya Zavier balik pada anak buahnya ini.
" Heemm saya sedang mengikuti jejak Nona Krystal Tuan seperti apa yang diperintahkan oleh Tuan Alberto,," Jawab Clifton dengan jujur tentang aktivitasnya.
" Ooohhh, ternyata kau mendapat tugas baru, Clift, oke bagus,," Bilang Zavier dengan bibir yang tersenyum.
" Iya Tuan, ada apa Tuan apakah ada tugas untuk dilakukan oleh saya ?" Tanya Clifton pada Zavier terlihat sekali bahwa Clifton merupakan anak buah yang begitu penurut.
" Ya, kau benar Clift, walaupun kau saat ini sedang melakukan tugas dari Alberto, aku minta agar kau juga melakukan tugas dariku ini, karena, ini juga merupakan tugas dari Alberto." Ucap Zavier dengan pembicaraan yang serius.
" Baik Tuan, akan segera saya laksanakan,," Jawab Clifton dengan spontan.
" Baik, segera persiapkan semua prajurit pengawal disana karena, sebentar lagi akan ada penyerangan yang terjadi dan yang kedua segera persiapkan sistem alat untuk digunakan sebagai via pengiriman dan jangan lupa untuk menggunakan pesawat pribadi Alexandre Grup." Ucap Zavier kepada Clifton.
" Baik Tuan, segera saya laksanakan,," Jawab Clifton dengan segera.
" Bagus, segera laksanakan tugas dariku ini dan aku ingin minta pesawat pribadi itu malam ini sudah datang ke Australia," Ucap Zavier kepada anak buahnya ini.
" Oke Tuan,," Jawab Clifton menyanggupi.
Setelah selesai melakukan semua pemanggilan terhadap prajurit yang akan diandalkannya itu. Saat ini, Zavier tinggal menunggu kedatangan semua prajuritnya dan melakukan rencananya itu.
" Oke, Klan Roserish kita lihat apakah semua pengawalmu di Australia ini bisa berkutik jika, prajurit Zavier yang menyerang." Gumam Zavier dengan senyuman merekahnya.
" Sudah saya hubungi semuanya Tuan dan dalam waktu lima menit mereka akan datang semuanya,," Ucap pengawal Zavier yang duduk di sampingnya itu.
" Bagus, kau sudah memberitahu bagaimana cara bermainnya kepada semua prajurit ?" Tanya Zavier lagi pada pengawal kepercayaannya itu.
" Sudah semuanya Tuan,," Jawab pengawal itu dengan yakin atas tugas yang telah diberikan.
" Bagus, aku ingin lihat bagaimana reaksi klan Roserish,, hahahaha,," Gumam Zavier sambil tertawa senang.
Karena, merasa semua tugas telah selesai dan akan segera dilaksanakan, sambil menunggu kehadiran semua prajuritnya itu dan melakukan tugas darinya, sebagai seorang pemimpin penyerangan dari grup mafia Alexandre Zavier hanya melihat kapan waktu yang paling tepat untuk segera masuk ke dalam ruangan tempat penahanan Zoya.
" Lima menit, baiklah,," Gumam Zavier mengangguk.
" Dude, kau akan lihat bagaimana aksiku dalam melakukan penyerangan ini,," Ucap Zavier lagi dengan wajah yang begitu bahagia.
Sementara itu, Zoya yang sedang berada di dalam ruangan penahanan, merasa kesepian dan besar sekali rasa bersalahnya itu terhadap Jimmy, jika, ia tidak mengajak Jimmy ke sebuah tempat tinggal yang sepi, otomatis saat ini Jimmy masih bernyawa walaupun dirinya ditangkap oleh Klan Roserish.
" Jim, jika kau tidak menuruti semua keinginanku, mungkin saat ini kau masih ada," Gumam Zoya sambil memeluk erat kedua kakinya sendiri.
" Jimmy, walaupun aku tertangkap seperti ini, aku merasa bersalah atas nyawamu, aku merasa bukan mereka yang mengambil nyawamu tapi karena kesalahanku sendiri,," Ucap Zoya masih menangisi kepergian Jimmy yang begitu tragis di hadapannya.
Ketika, Zoya sedang menangisi kepergian Jimmy, tiba-tiba Zoya dikagetkan dengan suara keras dari pintu yang terbuka. Betapa terkejutnya Zoya di tengah kegelapan ruangan itu masuklah beberapa orang pengawal yang telah melec.ehkan tubuhnya itu bersama dengan seorang wanita pemimpin dari klan mafia Roserish.
" Hah!! mau apa kalian ?" Tanya Zoya dengan wajah kagetnya ketika melihat beberapa orang masuk ke dalam ruangan tempat penahanannya.
" Bawa dia kesini,," Ucap wanita itu dengan gaya angkuhnya.
" Baik Madam,," Seru semua pengawalnya.
Dengan segera semua pengawal yang bertubuh besar itu melangkahkan kakinya mendekati Zoya. Dengan wajah menakut-nakuti Zoya semua pengawal itu telah berhasil mendapatkan tubuh Zoya yang terikat di atas lantai begitu dingin dan juga lembab.
" Jangan takut cantik,," Gumam pemimpin dari semua pengawal pria itu.
" Jangan mendekat,," Teriak Zoya memundurkan tubuhnya ke belakang.
Melihat kondisi yang begitu menakutkan dirinya itu, tentu saja Zoya memundurkan tubuhnya menuju ke sembarang arah. Dengan kondisi tubuh yang lemah, Zoya menguatkan tubuhnya untuk menjauhi tindakan semua pengawal pria yang memiliki tubuh besar itu.
" Jangan mendekat, aku mohon,," Pinta Zoya sambil menangkupkan kedua tangannya di hadapan semua pengawal memohon belas kasihan semua pengawal itu.
" Ayo cantik, kemarilah kita akan bersenang-senang,," Ucap salah satu pengawal itu hingga membuat majikan dari pengawal itu berteriak seperti memerintah.
Karena, melihat kelakuan Zoya yang sengaja mengulur waktunya itu tentu saja majikan dari semua pengawal itu berteriak memberikan perintah kepada para pengawalnya untuk segera menyeret tubuh Zoya kepadanya.
" Cepat, bawa wanita ja-lang itu menghadap ku,," Ucap wanita itu yang masih memakai topeng sehingga Zoya sama sekali tidak bisa melihat wajahnya.
Dengan sengaja wanita yang merupakan majikan dari semua para pengawal di klan mafia Roserish yang sudah dipercaya oleh pemimpin Klan Mafia Roserish sendiri menggunakan sebuah topeng untuk menutupi identitasnya dari Zoya. Karena, jika terbuka topeng itu kemungkinan besar Zoya akan mengenali dirinya dan Zoya akan tahu bahwa ini semua adalah Klan Mafia dari kelompok mana.
" Baik Madam,," Jawab semua pengawal itu dengan segera mendekati Zoya.
" Dan, kau wanita ja-lang jangan terlalu banyak tingkah, jika, kau tidak mau aku siksa di dalam ruang penahanan ini, cepat turuti perintahku,," Ucap wanita itu dengan sengaja memberikan sebuah ancaman pada Zoya.
" Aku tidak mau menuruti perintah kau," Ucap Zoya dengan berani melawan perintahan wanita yang ada di hadapannya itu.
" Karena, aku tidak tahu siapa kau dan siapa yang telah memerintahkan kau untuk menangkapku ?" Tanya Zoya dengan suara kerasnya melawan ucapan wanita itu.
" Berani-beraninya kau membentakku,," Ucap wanita itu dengan kesal sambil memberikan sebuah pelajaran terhadap Zoya.
PLAAKK !!
Tamparan keras dari wanita itu melayang tepat mengenai wajah Zoya.
Walaupun sudah mendapatkan tamparan keras dari wanita itu Zoya sama sekali tidak merasa takut, karena, setidaknya masih ada seorang wanita yang bisa menemani Zoya disini dalam ruang penahanan yang gelap ini.
" Aku akan menampar wajah angkuhmu ini jika kau tidak mau menuruti semua perintah dariku,," Ucap wanita itu lagi di balik topengnya yang terlihat begitu kesal dengan sikap Zoya yang bisa selalu melawan perkataannya.
" Heh!! walaupun kau menampar wajahku berkali-kali, aku sama sekali tidak mau menuruti perintah darimu," Jawab Zoya dengan wajah angkuhnya dan posisi tubuhnya masih terduduk di atas lantai.
" Kau ini, memang dasar wanita tidak tahu diuntung," Seru wanita itu lagi terhadap Zoya.
Dan, sekali lagi wanita itu menampar wajah Zoya sehingga membuat pipi Zoya sedikit tergores dan mengeluarkan darah. Walaupun perbuatannya itu terasa begitu menyakitkan pipi Zoya. Namun, Zoya sama sekali tidak merasa gentar akan perbuatan yang dilakukan oleh wanita itu pada tubuhnya.
PLAAKK !!
PLAAKK !!
Suara tamparan keras terdengar dari wajahnya Zoya dan terakhir wajahnya Zoya terlihat mengeluarkan darah karena goresan kuku dari wanita itu.
" Puas, sudah menamparku dan ingat aku sama sekali tidak akan mau menuruti semua perintah darimu,," Ketus Zoya dengan wajah angkuhnya yang sama sekali tidak merasa sakit walaupun sudah ditampar berkali-kali.
" Kau ini, dasar wanita yang tidak tahu diuntung,," Umpat wanita itu tetap menampar wajah Zoya lagi.
" Aku sudah tegaskan aku tidak akan menuruti semua keinginanmu,," Teriak Zoya dengan berani melawan perkataan wanita yang terus menerus menampar wajahnya itu.
Suara tamparan itu terdengar dari pintu luar, sehingga membuat pengawal yang sengaja dikirim oleh temannya Alberto itu mendengar suara apa yang sedang dilakukan di dalam ruangan itu. Sambil mengendap-endap memeriksa keadaan di dalam siapa yang telah berani melakukan penyiksaan terhadap Zoya, pria itu perlahan masuk ke dalam ruangan gelap.
" Seperti suara Nyonya Zoya," Gumam pengawal itu berpura-pura sedang melakukan suatu pekerjaan.
Dan, pengawal itupun masih melakukan pekerjaannya, namun, masih tetap menyelidiki sumber suara yang terdengar di telinganya itu.
" Aku tidak akan menuruti semua perintah darimu," Teriak Zoya yang jelas-jelas terdengar oleh pengawal itu.
" Benar, itu suara Nyonya Zoya,," Gumam pengawal itu sambil perlahan menghentikan pekerjaannya itu.
Dengan perlahan, pengawal itu segera bergegas bergerak mendekati tempat ruangan penahanan Zoya. Dan, sama sekali tidak ada orang yang tahu atas pergerakannya itu, karena, pengawal merupakan seorang pengawal pribadi rahasia yang sengaja dikirim oleh temannya Alberto untuk melindungi keamanan dan keselamatan Zoya.
Saat, masuk ke dalam ruangan penahanan Zoya dengan suasana gelap itu, pengawal pribadi rahasia sahabat Alberto melihat kelakuan apa yang sedang dilakukan wanita pemimpin Klan Mafia Roserish sengaja menampar wajah Zoya berkali-kali, hingga membuat wajah Zoya terluka parah.
" Oh God, ternyata wanita pengintai itu yang sengaja melakukan penyiksaan terhadap Nyonya,," Gumam pengawal itu terkejut melihat kelakuan wanita yang menggunakan topeng saat keluar dari ruangan pribadinya.
Karena, merasa lelah telah puas menampar wajahnya Zoya, sambil menghentikan tindakannya itu dan tersenyum puas melihat keadaan Zoya yang terlihat bagaikan seorang wanita tidak memiliki harga diri lagi membuatnya merasa bahagia atas tindakannya itu.
" Heemm, aku lelah, karena, telah membuang waktu hanya untuk mengotori tanganku ini,," Gumam wanita itu sambil tersenyum sinis menatap wajah Zoya yang sudah lebam semua.
" Dan, sekarang aku pinta, kalian siksa dia, kalau perlu lakukan apa saja yang ingin kalian lakukan," Ucap wanita itu dengan sengaja memberikan sebuah perintah kepada pengawalnya.
Ketika mendengarkan ucapan perintahan dari majikannya itu tentu saja sebuah perintah itu memberikan sebuah apresiasi terhadap para pengawal yang haus akan keindahan tubuh Zoya.
" Baik Madam, segera kami laksanakan,," Jawab pemimpin para pengawal itu sambil memberikan hormat kepada majikannya tentu saja dengan mata yang berbinar penuh hasrat.
Ketika wanita itu akan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan penahanan tempat Zoya, pemimpin dari para pengawal itu sengaja mengejar langkah wanita itu dan meminta sesuatu hal yang lebih untuk dilakukannya ketika selesai menyiksa tubuh wanita cantik yang ada di hadapannya yaitu Zoya.
" Madam, maaf sebelumnya,," Ucap pemimpin pengawal itu mendekati wanita pemimpin klan Roserish saat berada di Australia.
" Ya, ada apa ?" Tanya wanita itu lagi kepada para pengawalnya.
" Apakah kami boleh untuk memuaskan kebutuhan hasrat kami pada wanita itu ?" Tanya pemimpin pengawal itu kepada majikannya.
Sambil tersenyum tipis, tentu saja pertanyaan dari pengawalnya ini disetujui oleh wanita itu. Karena, dia begitu tidak menyukai sikap dari Zoya yang selama ini terkenal angkuh akan kecantikannya itu. Jika, diper-kosa secara bergiliran kemungkinan besar, membuat Zoya akan menjadi seorang wanita gila karena, memikirkan suatu hal buruk yang pernah terjadi pada dirinya.
" Hah!! apa tidak, jangan," Ucap Zoya dengan suara yang kecil, karena, sudah lemah telah disiksa dan ditampar oleh pemimpin wanita itu.
" Apa ??" Seru pengawal yang sedang bersembunyi di dalam ruangan itu juga.
Betapa terkejutnya Zoya dan juga pengawal yang bersembunyi di dalam ruangan itu, ketika mendengarkan pertanyaan yang diajukan oleh para pengawal kepada majikannya itu.
Karena, mendengar suara kecil dari Zoya yang meminta untuk tidak menyentuhnya itu apalagi disentuh secara bergilir seperti saat ini, tentu saja hal itu membuat wanita pemimpin itu tersenyum senang dan mengangguk serta memberikan sebuah pernyataan bahwa ia menyetujui apa saja yang ingin dilakukan oleh semua para pengawalnya itu.
" Heh!! sudah ku katakan pada kalian semua, jika kalian ingin melakukan suatu hal apapun, lakukan saja sesuka hati kalian,," Jawab wanita bertopeng itu dengan jelas.
Ketika mendengarkan ucapan setuju dari wanita itu, tentu saja hal itu membuat Zoya semakin tercengang menggelengkan kepalanya dan membuat semua pengawal yang ada di dalam ruang penahanan itu tersenyum gembira.
" Benarkah, Madam terima kasih,," Seru semua pengawal itu dengan wajah yang bahagia.
" Heemm, jangan lupa untuk menyiksanya sampai ia memilih untuk tidak mau hidup lagi di dunia,," Ucap wanita bertopeng itu dengan senyuman sinisnya.
" Siap, Madam, Madam adalah pemimpin kami yang terbaik,," Ucap pemimpin pengawal itu.
Setelah memberikan sebuah perintah dan menyetujui keinginan semua para pengawalnya itu, dengan wajah tanpa dosa wanita bertopeng itu segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan penahanan terhadap Zoya. Dan, tentu saja membuat semua pengawal tertawa kesenangan setelah mendapatkan sebuah perintahan yang begitu menguntungkan diri mereka masing-masing.
Karena, kenapa setelah puas bermain melepaskan hasrat mereka kepada tubuhnya Zoya, tentu saja mereka bisa puas melakukan penyik.saan terhadap tubuh Zoya juga. Sungguh sebuah perintahan yang bagus untuk dikerjakan oleh semua para pengawal ini.
Sambil tertawa bersama dan saling menyatukan telapak tangan mereka untuk menyetujui siapa yang terlebih dahulu menyentuh Zoya, para pengawal ini semua langsung melangkahkan kaki mendekati Zoya.
" Hahahaha, mari manis, kita akan memuaskan kebutuhan yang selama ini kau inginkan,," Seru pemimpin pengawal itu yang terlebih dahulu mendekati Zoya.
Disaat semua pengawal itu mendekati Zoya, tentu saja, Zoya menolak keinginan yang akan dilakukan oleh semua pengawal ini, dengan segera Zoya memundurkan tubuhnya menjauhi langkah kaki semua pengawal yang akan mendekatinya itu.
" Tidak, jangan mendekat aku mohon,," Ucap Zoya dengan wajah memelas meminta belas kasih terhadap semua pengawal itu.
" Cantik, kami tidak akan melakukannya dengan kasar, asal kau menurut pasti akan terasa nikmat,," Ucap salah satu pengawal hingga membuat semua pengawal lain tertawa.
" Hahahaha kau benar, kita akan melakukannya secara bergantian, kau harusnya senang, karena, kau mendapatkan semua pria yang kau butuhkan,," Sambung pengawal lain menambah kesan takut terhadap Zoya.
" Tidak, aku tidak mau, jangan lakukan itu aku mohon,," Seru Zoya lagi dengan kekuatan tubuhnya melawan semua tindakan buruk yang akan dilakukan oleh semua pengawal di hadapannya itu.
" Hahahaha, lihat Tuan, wanita cantik ini mundur, sepertinya akan terasa mengasyikkan jika wanita cantik ini menolak,," Gumam pengawal itu kepada pemimpinnya.
" Heh!! akan terasa nikmat jika wanita itu meronta," Ucap pemimpin pengawal itu sambil tersenyum.
Zoya masih saja menjauhi tindakan yang akan dilakukan oleh semua pengawal itu terhadap dirinya. Sementara itu di dalam tempat persembunyiannya itu dengan segera pengawal pribadi sahabat Alberto menyiapkan alat penembak bius untuk ditembakkan pada semua pengawal yang telah berani melakukan tindakan kejahatan terhadap majikannya itu.
" Heh!! dasar kalian semua klan Roserish, jika, Tuan besar tahu hal ini maka kalian akan hancur,," Gumam pengawal itu sambil menyiapkan beberapa peluru bius untuk ditembakkan pada semua pengawal di hadapan Zoya itu.
Tentu saja pengawal ini hanya bisa melindungi majikannya dari jauh dan tidak bisa membawa Zoya keluar dari tempat ini karena, dia hanya seorang diri ada di tempat ini, sehingga membuat dirinya hanya bisa melakukan suatu tindakan secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari klan yang telah diikutinya itu.
Semua para pengawal itu dengan sengaja melakukan permainan terhadap Zoya secara perlahan, karena, merasa tidak ada yang akan mencegah tindakannya itu. Karena, merasa sudah puas untuk menakut-nakuti Zoya, pemimpin dari para pengawal itu sengaja langsung menyergap tubuh Zoya, hingga hal itu membuat Zoya menjerit histeris dan suara jeritan Zoya terdengar sampai keluar ruangan.
" Segera tangkap dia," Seru pemimpin pengawal itu dengan segera menyergap tubuh Zoya.
" Aaahhh,, jangan," Teriak Zoya dengan suara yang terdengar histeris hingga keluar dari ruangannya itu.
Karena, Zoya semakin didekati oleh semua para pengawal tentu saja hal itu membuat ketakutan Zoya selama ini terulang lagi, dengan teriakan histeris karena, pemimpin dari para pengawal itu sudah mendapatkan tubuh Zoya menyebabkan suaranya itu keluar dari ruangan penahanannya. Dan, pastinya membuat wanita bertopeng yang sedang melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu tersenyum gembira saat mendengar suara teriakan histeris Zoya.
" Salah sendiri karena, kau sudah berani bermain licik untuk mendapatkan Albertoku, walaupun Madam majikanku juga menyukai Alberto, tapi, aku masih bisa juga mendapatkan pria itu, karena, adanya kau dalam rencana malam itu, akhirnya kau berhasil mendapatkan dia,," Ucap wanita itu yang terlihat masih saja dendam dengan kelakuan Zoya selama ini.
" Dan, saat ini kau juga telah berani pergi bersama seorang pria kaya raya pebisnis dari Perancis dasar wanita ja-lang,," Ucap wanita itu dengan kesal sambil melangkahkan kakinya melangkah ke arah ruangannya.
" Dan, aku juga tidak akan pernah berhenti menghancurkan hidupmu Zoya, karena, kau selalu menjadi sainganku dan majikanku,," Ucap wanita itu meluapkan semua dendamnya terhadap Zoya.
Sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan yang berada di tempat lainnya dan cukup jauh dari ruangan penahanan Zoya. Wanita bertopeng itu cukup puas ketika mendengarkan suara teriakan histeris dari Zoya, karena, ia telah berhasil menghancurkan kehidupan Zoya saat ini.
****