
Ketika semua pelayan mendengar suara teriakan Claire cukup kuat dan mengagetkan aktivitas mereka sehingga membuat semua pelayan langsung berlarian kecil menuju ke arah kolam renang, hal itu membuat Claire sedikit merasa kesal akan kelakuan pelayan yang berprasangka bahwa dirinya sedang mengalami depresi itu. Sehingga hal yang dilakukan oleh pelayan dengan maksud yang baik bukannya membuat Claire menjadi senang malah membuat Claire sebaliknya yaitu memarahi para pelayan yang memberikan sebuah pertanyaan apa yang telah terjadi pada dirinya.
Karena, sudah dapat dilihat oleh semua pelayan yang berdatangan bahwa keadaan Claire yang mengejutkan mereka saat ini tidak terjadi apa-apa, sehingga membuat Claire sendiri merasa jengkel dengan kelakuan semua pelayan yang berdatangan itu. Akhirnya Claire mengusir semua pelayan itu agar tidak mengganggu dirinya yang sedang merasa kesal dengan kelakuan bibi nya sendiri serta kelakuan Axeloe dan juga Krystal.
" Kenapa masih disini ?" Tanya Claire dengan sedikit membentak para pelayan yang masih berdiri di pinggiran kolam.
" Maaf Nona, Nona benar tidak apa-apa ?" Tanya salah satu pelayan yang cukup memberanikan dirinya untuk bertanya keadaan Claire.
" Tidak apa-apa, memangnya kenapa ?" Tanya Claire balik pada pelayan tersebut.
" Tidak kenapa-kenapa Nona, hanya,," Ucap pelayan tersebut yang terputus karena, Claire langsung bertanya kembali padanya.
" Hanya kenapa ?" Tanya Claire memutuskan jawaban pelayan tersebut.
" Tidak ada Nona,," Jawab pelayan tersebut yang tidak mau berdebat panjang dengan Claire.
" Ya sudah kalau tidak ada kenapa kalian masih disini, kalian tidak punya pekerjaan apa hah!!" Bilang Claire yang sedikit membentak dan masih berada di dalam kolam renang.
Pastinya semua pelayan kaget dengan ucapan Claire yang terdengar begitu kasar saat mengusir para pelayan yang cukup ramai menghampiri Claire itu. Dan bentakan Claire itu cukup membuat para pelayan bubar dari tempatnya dan segera pergi ke tempat pekerjaan mereka masing-masing sambil sedikit membicarakan persoalan Claire yang begitu kasar saat mengusir mereka semua.
" Ah, baik Nona, kalau memang tidak ada sesuatu yang terjadi pada Nona, kami mohon izin,," Ucap salah satu pelayan yang cukup berani meminta izin pergi dari tempat mereka kepada Claire.
Tentu saja pelayan tersebut yang telah memberanikan diri untuk memohon izin kepada Claire adalah pelayan yang cukup tinggi jabatannya di dalam kediaman besar milik Martin. Entahlah dari mana Martin bisa mendapatkan kediaman yang begitu besar dan megah serta memiliki banyak sekali para pelayan itu, sehingga membuat Claire merasa cukup heran juga apa yang sebenarnya terjadi pada Martin sebelum ia memiliki tempat kediaman sebesar dan semegah ini.
Hal itu membuat Claire banyak sekali memiliki pertanyaan, namun pertanyaan yang ingin dipertanyakannya kepada Martin belum sempat ia utarakan, karena, untuk apa ia bertanya kepada Martin jika ia sendiri ingin menikmati kemewahan dan keindahan yang ia dapat serta ia peroleh dari kakak sepupunya ini. Ya, bagi Claire hitung-hitung setelah keluar dari kediaman Alexandre ada tempat yang mewah serta nyaman untuk ia tempati. Meskipun tempat kediaman Martin ini tidak semegah milik Alberto.
Tapi, bagi wanita yang hanya memiliki sebuah pemikiran bahwa hidupnya itu tidak bisa di tempat yang biasa saja dan tidak bisa hidup tanpa adanya kemewahan. Oleh sebab itu, kediaman Martin ini cukup lumayan bagi Claire saat ini, karena, ia sama sekali tidak mau tinggal dan pergi ke apartemen milik Gladys yang tidak terlalu mewah itu. Karena, bagi wanita seperti Claire tempat Gladys memang cukup bagus dan mewah tapi kalau bisa memilih lebih baik tinggal di tempatnya Martin yang memiliki sebuah kediaman megah dan mewah.
Dan setelah membentak cukup kasar dan keras kepada para pelayan di kediaman Martin itu Claire hanya berdehem saja ketika mendengar salah satu pelayan yang berada di tepi kolam itu meminta izin padanya untuk pergi dari tempatnya saat ini.
Dan semua pelayan yang ada di tepi kolam di dekat Claire semuanya pada berhamburan pergi ke tempat pekerjaan mereka masing-masing. Salah seorang pelayan yang jabatannya cukup tinggi di tempat itu merasa sedikit kesal dengan kelakuan Claire yang telah membentak mereka semua sebagai pelayan yang memberikan simpati pada kelakuan Claire yang tidak karuan.
" Heemm,, heran dengan tingkah Nona baru itu,," Ucap pelayan yang jabatannya cukup tinggi sebagai pelayan di kediaman Martin.
" Memangnya kenapa ?" Tanya temannya yang memang kebetulan menerima Claire saat Claire datang ke kediaman Martin itu.
" Aneh, seperti orang yang mengalami depresi jiwa,," Jawab kepala pelayan tersebut.
" Heemmm betul juga, tapi, saat nona itu datang memang terlihat seperti orang sedang mengalami frustasi,," Sambung pelayan yang menerima Claire saat Claire baru tiba di kediaman ini.
" Benarkah ?" Tanya kepala pelayan itu kepada pelayan lain di sebelahnya.
" Benar, tapi, ya sudahlah, tidak usah membicarakannya,," Ucap pelayan lain yang merasa sedikit takut akan yang telah dilakukan oleh mereka saat membicarakan keadaan Claire.
" Betul, dia majikan di kediaman ini, masa kita membicarakan suatu hal tentang dia, takutnya nanti kita dapat hukuman dari Tuan besar,," Ucap pelayan lain lagi yang merasa sedikit takut akan hukuman yang mereka dapatkan jika ketahuan oleh Tuan Besar mereka jika ketahuan apa yang tengah mereka bicarakan itu.
Tepat sekali jika salah satu pelayan di antara beberapa pelayan tersebut yang sedang membicarakan persoalan tentang Claire dengan sikapnya yang membuat semua pelayan di kediaman Martin ini kaget. Karena, pastinya mereka semua takut dan merasa khawatir jika sampai ketahuan Martin atau Claire sendiri. Pastinya mereka akan mendapatkan hukuman yang begitu besar dari dua orang ini yang merasa tidak suka dengan kelakuan dari para pelayannya ini.
" Betul, lebih baik kita kembali ke pekerjaan kita masing-masing," Ucap ketua para pelayan yang mengakhiri pembicaraan mereka.
Setelah memberikan sebuah kesepakatan untuk menyelesaikan pembicaraan yang sedang mereka bicarakan, pastinya semua pelayan yang berada di samping ketua pelayan itu bubar ke tempat dimana mereka sedang melakukan pekerjaannya masing-masing.
Sementara itu, Claire yang masih berada di dalam kolam renang merasa jengkel sekali dengan kelakuan para pelayan yang menurutnya sendiri aneh dan tidak jelas akan kejadian yang baru saja terjadi. Dia tidak melakukan apa-apa hanya berteriak menyebutkan nama-nama orang yang berada di dalam kediaman Alexandre, malah para pelayan di dalam kediaman Martin ini sibuk mendekati dirinya yang sedang merasa kesal itu.
Pastinya semua para pelayan itu kena semprot oleh Claire, berbagai macam kata-kata kurang bijak dan cukup kasar terdengar di telinga membuat para pelayan itu hanya bisa menelan air liurnya sendiri.