Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Karena, sudah mendapatkan sebuah arahan dari sang kakak pastinya dengan segera Axeloe melangkahkan kakinya keluar dari kamar Ziya. Tidak lupa Axeloe memerintahkan Vena untuk mengambil semua peralatan medisnya yang ia letakkan di atas meja dekat dinding kamar itu.


" Oh iya aku lupa,," Gumam Axeloe seraya menoleh kembali ke belakang dan melihat semua peralatannya yang masih berserakan di atas meja.


Alberto dan Ziya yang mendengar ucapannya itu juga merasa heran dengan perkataan Axeloe yang mengatakan dirinya lupa akan sesuatu hal. Dengan segera Alberto bertanya pada Axeloe walaupun posisinya masih di atas tempat tidur bersama dengan Ziya.


" Apa yang kau lupakan ?" Tanya Alberto pada adiknya itu yang kembali lagi menoleh ke arah belakang atau ke arah mereka.


" Aku lupa semua peralatan medis milikku ketinggalan dan masih berserakan di atas meja itu,," Ucap Axeloe sambil melangkahkan kakinya mendekati meja yang letaknya di dekat dinding.


Dengan segera Axeloe memerintah Vena untuk merapikan semua peralatan medis miliknya dan membawakan semua peralatan itu untuknya. Walaupun Vena merupakan asisten pribadi Ziya, namun, Ziya tidak bisa menolak keinginan Axeloe yang menyuruh asistennya itu untuk merapikan semua peralatan medis di kamarnya itu. Karena, dilihat dari sudut pandang manapun Axeloe terlihat memiliki sifat yang baik namun, jika sekilas melihatnya memang terlihat seperti orang yang kejam.


Jadi, Ziya menganggukkan kepalanya saja memberikan kode pada Vena bahwa Axeloe merupakan orang yang baik dan tidak akan membahayakan diri Vena. Oleh sebab itu Vena bersedia menuruti perintah dari Axeloe untuk merapikan semua peralatan medisnya dan ikut bersama Axeloe untuk membawakan semua peralatan itu.


" Oh ya kau, bereskan semua peralatan medisku dan bawa ke ruanganku sekarang,," Ucap Axeloe kepada Vena yang masih berdiri tidak jauh dari posisi tempatnya saat ini.


" Haaahh!!" Seru Vena dan Ziya secara bersamaan dengan mata yang sedikit terbelalak karena kaget, namun sama sekali tidak ditampakkan rasa kaget itu.


Disaat Axeloe memerintahkan Vena untuk membereskan semua peralatan medis miliknya itu, hanya Alberto yang tidak kaget mendengar ucapan Axeloe yang meminta Vena untuk membawakan semua alat medis ke ruangannya, hanya saja Alberto melarang Axeloe memerintahkan Vena untuk mengikuti perintahnya itu. Karena, Vena adalah orang yang telah dikhususkan oleh Alberto menjadi asisten pribadi istrinya, namun, karena alasan Axeloe lebih kuat dan bisa meyakinkan Alberto akhirnya Alberto menyetujuinya juga.


" Axeloe, kau tidak bisa memerintah Vena untuk membawa peralatan itu ke ruanganmu,," Ucap Alberto yang terdengar sedang mencegah Vena untuk membawakan semua peralatan milik Axeloe.


" Memangnya kenapa ?" Tanya Axeloe dengan wajah yang serius dan sedikit melirik ke arah Vena.


" Karena, Vena adalah asisten pribadi istriku, bukan pelayan di kediaman ini,," Ucap Alberto yang menjelaskan tentang pekerjaan Vena kepada Axeloe.


" Aku bukan menganggapnya pelayan, Brother, aku hanya memintanya untuk membereskan semua peralatan medis milikku dan dibawakan ke ruanganku dan aku tidak memerintah dia secara langsung,," Ucap Axeloe dengan jelas.