Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 33 Peringatan Daniel !



Lalu, Zavier mengucapkan sebuah ide terakhir untuk menutup rapat saat ini. Tapi, sayang, hal semacam ini sangat enteng bagi Zavier untuk melakukannya. Sehingga ia bisa mendapatkan mainan menarik apabila dirinya diizinkan oleh Alberto untuk ikut dalam misi Jordan bersama Jacob saat itu.


Memang Zavier sangat handal dan hebat sekali dalam semua misi yang direncanakan oleh Alberto, sehingga membuat dirinya selalu diandalkan oleh Alberto dalam segala hal.


Ziya yang merasa sedikit khawatir, karena sebentar lagi Alberto akan pulang ke rumah. Menyebabkan dirinya cemas dan sangat diam, tapi sikap itu hanya ditampakkannya dengan wajah yang datar saja.


" Vena, bagaimana apakah kamu bisa untuk menjahitnya,," Tanya Ziya pada Vena yang telah mendekatinya.


" Tidak Nyonya,, Tuan tidak memerintahkan saya untuk menjahitnya." Jawab Vena memberi penjelasan kepada Ziya.


" Ya sudah," Jawab Ziya mengangguk.


Vena memeriksa keadaan Ziya, apakah Ziya merasakan pusing atau sakit pada kepalanya.


" Nyonya, apakah terasa pusing ?" Tanya Vena memeriksa keadaan Ziya.


" Tidak,," Jawab Ziya menggelengkan kepalanya.


Sementara itu,,


Alberto yang masih berada di dalam kantornya itu telah bersiap-siap untuk pulang ke kediamannya karena, telah mendapat kabar bahwa luka Ziya sedikit terbuka.


Setelah menerima telepon dari Vena dan juga telah selesai menelepon Daniel untuk segera ke rumahnya.


Alberto kembali memasuki ruang rapatnya dan melihat semua pengikutnya masih berada disana.


" Rapat hari ini, cukup sampai disini, dua hari lagi, aku harus menerima laporan dari kau Jordan dan juga kau Jacob." Ucap Alberto kepada dua pengikutnya.


" Baik Tuan,," Ucap Jordan dan Jacob.


" Dan kau, George, aku harus terima hasil dari kelemahan mu itu, apakah kau berhasil untuk menyelamatkan kelemahan mu itu." Ucap Alberto kepada George.


" Baik, Tuan, terima kasih banyak Tuan,," Ucap George yang sangat berterima kasih kepada Alberto yang selalu membantunya.


Semua mafia pengikut Alberto telah keluar dari ruangan rapat saat ini, hanya tinggal Zavier yang masih berada disana.


" Aku tidak ikut membantunya,," Ucap Zavier pada Alberto saat itu.


Memang begitulah Zavier yang sangat ingin membantu semua mafia pengikut Alberto yang sedang mengalami kesusahan.


" Tidak, kau ada tugas lain,," Bilang Alberto kepada Zavier.


Zavier pun tersenyum, karena dirinya telah mendapatkan sebuah mainan lagi.


" Apa itu, apakah seru,, ?" Tanya Zavier penasaran.


" Tentu, pasti kau menyukainya,," Jawab Alberto yang membuat Zavier tersenyum sinis.


" Sekarang,, ?" Tanya Zavier lagi.


" Belum, belum saatnya,," Ucap Alberto.


" Baiklah,, aku akan berlibur dulu, kapanpun kau menginginkan tugas itu selesai, hubungi aku,," Ucap Zavier.


" Tentu,," Bilang Alberto dingin.


" Sepertinya, kau kesepian, apakah butuh perempuan cantik,, ?" Tanya Zavier kepada Alberto sambil menawarkan seorang perempuan kepada Alberto.


" Aku tidak membutuhkannya,," Jawab Alberto yang segera mengambil jas nya dan keluar dari ruangan itu.


Alberto yang melangkahkan kakinya menuju ke lobby diikuti oleh semua bodyguard pengawalnya serta Zavier yang bersamanya, membuat Zavier sedikit tertawa kecil atas sikap Alberto yang seakan cuek terhadap wanita cantik sekarang.


" Sepertinya, bidadari di rumahmu membuatmu tidak menyukai perempuan lain." Ucap Zavier dengan senyuman sinisnya.


" Tentu, karena dia masih asli," Ucap Alberto yang membuat Zavier tersenyum sinis.


Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di depan kantor dan telah menuju ke arah mobilnya masing-masing.


" Hahahahah,, aku duluan,," Bilang Zavier yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobilnya.


Alberto hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya juga.


Terlihat mobil Zavier telah melesat keluar dari area kantor milik Alberto. Begitu juga dengan Alberto yang memerintahkan pada supirnya untuk melaju dalam kecepatan tinggi sehingga cuma beberapa menit telah sampai di rumah.


Di perjalanan Alberto, mengingat wajah Ziya yang pertama kali datang ke rumahnya. Menampilkan wajah yang begitu anggun tanpa polesan make up yang mewah dan glamor seperti Zoya.


" Dia memang wanita yang berbeda,," Bilang Alberto sambil tersenyum tipis.


Supir pribadi Alberto melirik sedikit di bagian kaca tengah mobil dan sangat terlihat sekali bahwa Alberto sedang memikirkan sesuatu hal sehingga membuatnya tersenyum sendiri seperti ini.


Karena, tidak mau ketahuan oleh Tuan besarnya ini, supir pribadi Alberto segera mengalihkan pandangannya ke depan lagi dan melajukan mobilnya begitu cepat.


" Mommy, kepala Mommy, luka kalena Aunty Claire,," Ucap Demian yang membuat Ziya tersenyum manis.


" Tidak apa-apa sayang,, Mommy tidak terluka,," Jawab Ziya sambil tersenyum kepada Demian.


" Demi jangan nangis lagi, ya nanti air matanya habis loh,," Bilang Ziya yang membujuk Demian.


" Yes Mom,, Mommy sakit tidak kepalanya,,?" Tanya Demian sambil menghapus air matanya.


" Tidak sayang,," Jawab Ziya menggelengkan kepalanya.


" Kalo tidak kenapa dalahnya kelual telus,," Ucap Demian yang membuat Ziya sedikit menyentuh lukanya.


" Heemmm,, Demi, Mommy tidak akan terasa sakit,, asal Demi selalu bersama Mommy, ya,," Ucap Ziya yang membuat Demian langsung memeluknya.


" Yes Mom,, Demi akan selalu belsama Mommy,," Bilang Demian dipelukan Ziya.


" Makasih Sayang,," Ucap Ziya yang menciumi kepala Demi.


Terlihat di luar kediaman Alexandre telah sampailah mobil mewah milik dokter tampan yaitu Daniel.


Daniel pun keluar dari mobilnya dan memutar pandangannya ke sekeliling rumah Alberto Alexandre.


" Tuan Daniel, Tuan Alberto belum pulang,," Bilang pengawal yang berada di depan pintu saat itu.


Lalu, dengan segera Daniel menelepon temannya yaitu Alberto yang belum kelihatan di rumahnya ini. Dering pertama langsung di terima Alberto.


" Kamu dimana ?" Tanya Daniel.


" Aku sudah memasuki taman,," Ucap Alberto yang menjelaskan dirinya telah sampai di taman area rumahnya sendiri.


" Baiklah, kalau begitu aku langsung masuk." Ucap Daniel yang tersenyum sinis.


Daniel sangat pintar sekali untuk menggoda dan mengganggu pikiran Alberto saat itu.


" Tanpa seizin dariku, jangan pernah menyentuhnya,, atau kau akan mati,," Ucap Alberto yang meradang karena temannya ini suka sekali untuk mengganggu pikirannya.


" Hahahahah,, Alberto, Alberto, baik aku tunggu,," Jawab Daniel tertawa kecil.


Daniel pun menunggu Alberto di depan rumahnya sambil mematikan ponselnya. Tak lama kemudian mobil Alberto beserta mobil bodyguard nya telah sampai ke depan rumahnya itu.


Alberto turun dari mobil dan segera menemui Daniel.


" Kau ini, bagaimana keselamatan itu adalah suatu kewajiban utama bagi seorang dokter sepertiku,," Ucap Daniel yang membuat Alberto menatapnya sinis.


" Heh! Ayo,," Bilang Alberto sambil berdecih.


Zavier hanya terkekeh melihat wajah temannya yang sangat tidak menyukai ucapannya barusan.


Lalu, Daniel bertanya lagi kepada Alberto kenapa bisa terbuka jahitan luka di kepala Ziya. Padahal sebenarnya dirinya sudah menjahit dengan sangat kuat, dan tidak akan mungkin terlepas apabila tidak ditarik.


" Kenapa, lukanya bisa terbuka,,?" Tanya Daniel di sela langkah kakinya yang mengikuti langkah kaki Alberto.


" Claire,," Ucap Alberto santai.


" Sudah berapa kali aku bilang, jauhkan istrimu itu dari wanita ular di rumahmu ini,," Ucap Daniel yang sangat benar sekali.


" Ya, aku tahu itu,," Ucap Alberto santai.


" Kau tahu, tapi dia masih saja terluka gara-gara mereka,," Bilang Daniel yang sangat kecewa pada sikap Alberto yang masih acuh terhadap Ziya saat ini.


" Kau harus memberi pelajaran kepada wanita ular itu," Bilang Daniel yang sangat tidak menyukai adanya Claire di rumah ini.


" Ya aku tahu itu, aku tahu apa yang harus aku lakukan,," Ucap Alberto.


Alberto dan Daniel telah sampai di lantai kedua dan telah sampai di depan pintu kamarnya.


Bodyguard Alberto membukakan pintu kamar dan mempersilahkan Tuan besarnya ini masuk beserta temannya itu yaitu Daniel.


" Silahkan masuk Tuan,," Ucap bodyguard Alberto saat itu setelah membukakan pintunya.


Alberto dan Daniel pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dan menuju ke ruangan pribadi Alberto dimana Ziya sedang berada. Saat ini terlihat ada rasa kepanikan yang tersirat di dalam wajah Alberto namun rasa cemasnya itu sedikit tidak ditampakkannya karena, ia tidak ingin jika sampai diketahui oleh siapapun terutama orang yang berada di dekatnya yaitu Daniel.


***


Author


🌹 Vira Lydia 🌹