Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



" Ketika sudah keluar dari kamar ini, cepat sekali wanita itu menghilang,," Gumam Axeloe sedikit terperangah dengan kelakuan Vena yang cepat sekali menghilang dari koridor kamarnya itu.


" Heemmm lebih baik aku menyelesaikan penelitian yang belum aku selesaikan di ruangan penelitian,," Gumam Axeloe langsung melangkah meninggalkan kamarnya.


Sambil mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya, Axeloe sengaja melangkahkan kaki keluar dari kamar dan segera menutup kembali pintu kamarnya itu yang memiliki kode akses pribadi dari jarinya sendiri. Lalu, setelah selesai memberikan kode akses untuk menutup pintu kamarnya barulah Axeloe melangkah pergi menuju ke ruangan penelitiannya.


" Aku tidak habis pikir, kenapa wanita itu cepat sekali ingin keluar dari kamarku ini dan pastinya menjauh dariku," Gumam Axeloe sambil terus melangkah menuju ke arah ruangan penelitiannya.


" Sedangkan, wanita lain, selalu saling memperebutkan aku ini, bagaikan seorang dewa bagi wanita lainnya, tapi, kenapa dengan wanita seperti dia sama sekali tidak memiliki rasa penasaran dengan tubuhku ini,," Ucap Axeloe yang seolah terdengar bahwa dirinya adalah seorang pria yang begitu sempurna bagi semua wanita, namun tidak untuk Vena.


" Apakah aku ini tidak terlihat tampan baginya atau aku ini tidak membuatnya berhasrat untuk bernafsu padaku,," Ucap Axeloe lagi yang tetap membicarakan tentang dirinya sendiri dan reaksi pikiran Vena mengenai dirinya itu.


" Heemm, entahlah, kau tidak akan lepas dariku, Vena,," Gumam Axeloe sambil menaikkan sedikit ujung bibirnya.


Saat ini Axeloe melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus penelitian miliknya itu dan saat ini Axeloe sedang melewati balkon kediaman yang memperlihatkan suasana keadaan di lantai bawah. Saat itu juga Axeloe bisa melihat bahwa Vena sedang melangkah dengan begitu cepat melewati ruangan lantai bawah.


Sambil menghentikan langkahnya sementara, Axeloe bersantai menatap gerak-gerik Vena dari balkon atas dan Vena sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Axeloe. Setelah, Vena menghilang dari ruangan lantai bawah itu barulah Axeloe kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan penelitiannya yang tidak jauh dari balkon tempat dirinya barusan berhenti.


Sedangkan, Vena saat ini tetap melangkah dengan cepat agar ia tidak terlambat menuju ke ruangan kamar Ziya dan tidak lagi dimarahi oleh Alberto karena, cukup lama dirinya pergi ke ruangannya Axeloe dan juga dipermainkan Axeloe di dalam kamarnya itu.


" Aduuuhhh, bagaimana ini, sepertinya, Tuan Besar akan memarahiku,," Ucap Vena dengan rasa cemas dan masih tetap melangkah dengan cepat menuju ke ruangannya Ziya.


Di dalam hati Vena saat ini memang sedang kebingungan dan juga kekhawatiran yang begitu pekat, karena, setelah ia menyadari bahwa Vena sudah lama pergi dari ruangan majikannya dan membantu Axeloe dalam menggantikan perban lukanya.


" Semoga saja Tuan Besar tidak marah padaku dan semoga saja Nyonya baik-baik saja,," Gumam Vena yang memiliki harapan besar bahwa keadaan saat ini dengan kedua majikannya itu baik-baik saja.


Saat ini Vena sudah keluar dari kediaman khusus milik Axeloe dan akan melangkah menuju tempat dimana kediaman yang ditujukannya adalah kediaman khusus milik Alberto. Masih dengan langkah kakinya yang begitu cepat akhirnya Vena telah sampai juga di tempat kediamannya Alberto dan kebetulan Vena saat itu bertemu dengan pengawal Friek yang telah dikhususkan Alberto untuk menjaga Ziya.