
Dengan penjelasan Alberto yang begitu jelas dan juga detail sehingga memberikan sebuah pengertian yang begitu jelas kepada Ziya. Dan karena penjelasan yang diberikan secara detail oleh Alberto bisa membuat Ziya semakin mengetahui bagaimana peristiwa tersebut menjadi dendam yang sangat mendalam bagi Alberto dan juga Axeloe.
" Heemmm ya Alberto, hanya itu yang bisa aku berikan padamu, karena, aku berterima kasih padamu bahwa selama ini kau sangat menyayangi Demian,," Ucap Ziya dalam hatinya yang begitu jelas terlihat bahwa ia sangat bahagia saat bersama dengan Alberto yang begitu lembut memperlakukan dirinya.
" Heemmm, Alberto sebenarnya aku ingin agar kau mengizinkan aku untuk ikut bertindak dan berpartisipasi dalam rahasia yang selama ini kau simpan,," Ucap Ziya di tengah pelukan lembut yang di lakukan oleh Alberto.
" Karena, aku ingin selalu bisa bersama denganmu oleh sebab itu aku selalu berusaha agar aku bisa menjadi yang terbaik untukmu,," Ucap Ziya lembut agar bisa mendapat ketulusan dari Alberto.
" Dan juga agar semua masalah yang selama ini menjadi rahasia dalam kehidupanmu, aku juga ikut merasakannya,," Sambung Ziya lagi dengan suaranya yang masih melembut dalam pendengaran Alberto.
" Sayang, bukannya aku tidak menginginkan kau ikut dalam membongkar rahasia ini, aku takut akan terjadi sesuatu dengan dirimu, aku tidak bisa kehilanganmu sayang, aku tidak ingin lagi berpisah denganmu,," Jawab Alberto yang terdengar begitu jelas bahwa ia bersungguh-sungguh sangat menyayangi Ziya.
" Kau jangan takut, Alberto, bahwa Ziya ini adalah wanita yang cukup cerdas, ya, walaupun aku tidak secerdas kau,," Jawab Ziya yang sengaja memuji dirinya sendiri dan juga mengalah dalam hal kecerdasan kepada Alberto.
Sehingga ucapan yang disampaikan oleh Ziya saat itu, membuat Alberto mengeluarkan tawanya yang begitu renyah sekali. Karena, bagi Alberto ucapan yang disampaikan oleh Ziya memang benar adanya, bahwa, secerdas-cerdasnya Ziya tapi masih tetap kalah dengan akal taktik yang telah dilakukan oleh Alberto padanya.
" Hahahaha, sayang, kau ini memang istriku yang paling istimewa,," Ucap Alberto di tengah gelak tawanya.
" Istimewa, kenapa aku dikatakan istimewa, Alberto ?" Tanya Ziya dengan wajah polosnya seolah tidak mengerti akan pengakuan yang baru saja disampaikan oleh Alberto.
" Kenapa dikatakan istimewa, ya sayang ?" Tanya Alberto balik pada Ziya yang langsung mengangguk pertanyaan balik dari Alberto.
" He'eh,," Jawab Ziya mengangguk dengan tatapan yang serius.
" Karena, hanya kaulah yang bisa mengubah hidupku dan kau juga yang mampu membuatku bahagia,," Jawab Alberto lembut dengan jelas tentang pengakuannya yang mengatakan Ziya bahwa Ziya adalah wanita teristimewa dalam kehidupannya.
Mendengar penjelasan yang disampaikan oleh Alberto saat itu, pastinya membuat hati Ziya berbunga-bunga. Karena, pengakuan yang disampaikan oleh Alberto begitu jelas dan juga nyata. Oleh sebab itu, saat ini Ziya tidak lagi merasakan suatu hal kekhawatiran serta ketakutan untuk menyampaikan keinginan apapun pada Alberto.
" Heemm, terima kasih, Alberto,," Ucap Ziya lembut dengan senyuman yang manis.
Sambil memeluk dan memberikan kecupan hangat kepada istrinya itu, sepintas Alberto melihat makanan yang masih banyak di atas troli. Sehingga membuat Alberto lagi-lagi menawarkan Ziya untuk kembali makan. Namun, karena, sudah merasa kenyang Ziya menolak tawaran dari Alberto yang memintanya untuk kembali menyantap semua hidangan makanan itu.
" Eemmm, sayang, makan lagi, ya, itu makanannya masih banyak,," Gumam Alberto lembut sambil melepaskan pelukannya.
" Aku juga sudah kenyang sayang,," Ucap Alberto yang juga sama seperti jawaban Ziya.
Dengan kelakuan manjanya Ziya tetap meminta Alberto untuk bersedia menghabiskan semua makanan yang ada. Namun, karena tidak mau menghabiskan makanan itu sendiri, Alberto juga tetap meminta Ziya untuk menghabiskan makanan itu secara bersama-sama.
" Eemmm, sayang, pokoknya harus makan dan habiskan,," Ucap Ziya dengan manjanya sambil menyendokkan makanan dan mulai menyuapi Alberto makanan di tangannya.
" Tidak, aku tidak mau jika aku sendiri yang menghabiskan makanan ini, tapi, jika kamu mau menghabiskan makanan ini bersama denganku, maka aku akan mau menghabiskan makanan ini,," Bilang Alberto dengan lembut sambil tersenyum pada Ziya dan juga menyodorkan makanan secara langsung pada mulut istrinya itu.
" Eemmm, kau ini, memang pintar sekali dalam membujukku Alberto,," Gumam Ziya yang juga bersedia membuka mulutnya untuk menerima suapan makanan dari Alberto.
" Heeemmm, nah begini jadi istri menuruti keinginan suami,," Ucap Alberto sambil mengelus lembut puncak kepala Ziya.
Sambil tersenyum Ziya menerima suapan makanan yang diberikan oleh Alberto begitu juga sebaliknya, Alberto membuka mulutnya dengan penuh semangat untuk menerima suapan makanan dari tangan Ziya. Akhirnya, suap-menyuap yang dilakukan oleh Alberto dan Ziya berlanjut kembali, hingga membuat suasana makan siang yang dilakukan itu menjadi begitu indah dan menyemangati satu sama lainnya.
" Makan yang banyak Alberto ku, supaya kau selalu sehat dan juga selalu selamat dalam melakukan tindakan apapun,," Ucap Ziya sambil menyuap makanan pada Alberto.
" Hehe, sayang, kau pintar sekali dalam berdoa ya, terima kasih atas doa dan semangat yang selalu kau berikan untukku,," Bilang Alberto sambil mengusap lembut puncak kepala Ziya.
Di sela makan yang sedang dilakukan oleh Alberto dan Ziya secara bersama, namun sebenarnya dibalik itu semua dalam benak pikiran Ziya masih terasa dan mengganjal bahwa ia ingin sekali menyampaikan keinginannya dalam hal status hubungan pernikahan Zoya dengan Alberto dan juga status dirinya.
" Alberto, aku tahu kau memang tulus mencintai dan menyayangiku, tapi, perasaan yang kurasakan ini masih tetap mengganjal dan mengganggu ketenangan ku,," Gumam Ziya dalam hati sambil tetap tersenyum menyuapi Alberto makan.
" Aku belum sanggup untuk meminta hal yang rumit ini padamu, karena, aku juga tidak tahu, apakah kau nanti akan tetap seperti ini padaku, atau kau menjauhiku dan pergi meninggalkan aku untuk selamanya,," Ucap Ziya lagi dalam hatinya yang belum sanggup disampaikannya pada Alberto mengenai persoalan Zoya dan juga dirinya.
Walaupun, Alberto memang benar terlihat dengan jelas begitu tulus mencintai dirinya, namun, hal itu masih saja membuatnya Ziya merasa ada yang mengganjal hatinya yaitu hubungan dirinya dengan Alberto yang sama sekali belum teringat olehnya.
" Tapi, sampai kapan aku harus menyimpan keinginanku ini,," Ucap Ziya lagi masih dalam hatinya yang memang begitu rumit untuk disampaikan pada Alberto.
Dan akhirnya sesi makan siang yang dilakukan oleh Alberto bersama dengan Ziya, akhirnya telah selesai juga. Dan dengan lembut Alberto memberikan gelas yang berisi air putih pada Ziya agar Ziya lebih dahulu meminum air putihnya, setelah Ziya selesai meminum air putih itu barulah Alberto meminum bekas dari Ziya. Hingga hal itu membuat Ziya tertawa kecil karena, Alberto dengan sengaja meminum bekas gelas darinya.
****