
Karena, sudah mendapatkan izin dari sang tuan pemilik kamar, dengan sopan pastinya orang yang telah mengetuk pintu kamarnya Ziya itu bisa langsung membuka pintu kamar itu dengan hati-hati. Dan terlihat dengan jelas bahwa orang yang sedang membuka pintu kamar itu adalah Vena.
Karena, melihat orang yang datang itu adalah Vena, pastinya secara tidak langsung membuat Ziya bahagia bahwa asisten setianya itu telah kembali dari tempatnya Axeloe. Ziya sendiri tahu bagaimana sifat dari Axeloe yang sebenarnya, pasti, tidak jauh berbeda dari Alberto. Bisa dilihat memang Axeloe dan Alberto memiliki ciri khas yang sama yaitu sama-sama memiliki sifat dan kepribadian begitu cuek sekali.
" Selamat Siang, Nyonya, Tuan,," Ucap Vena setelah masuk ke dalam ruangan khusus tempat tidur Ziya.
" Siang Vena,," Sapa Ziya kepada Vena yang baru saja masuk ke dalam kamarnya sambil mengulas senyumnya.
" Kau sudah kembali ?" Tanya Ziya langsung pada Vena dengan ekspresi wajahnya yang terlihat ceria.
" Iya Nyonya, maaf jika Vena lama perginya,," Ucap Vena dengan sikap sopan memberikan laporan pada Ziya majikannya itu.
" Tidak apa-apa Vena yang penting, kau kembali,," Jawab Ziya menyambut Vena dengan penuh rasa kegembiraan.
Karena, saat ini di dalam kamar majikannya itu Vena melihat bahwa masih ada Tuan Besar yang menemani majikannya, jadi, Vena kembali memohon izin kepada Ziya untuk menunggu arahan dari majikannya itu di depan ruangan kamar seperti biasa yang selalu ia lakukan. Dan seperti biasa juga, Ziya mengizinkan Vena untuk menunggu arahan darinya di luar karena, saat ini masih ada sang suami bersama dengannya.
" Nyonya, karena, Vena sudah kembali, jadi, Vena mohon izin menunggu di luar seperti biasa,," Ucap Vena dengan sikapnya yang sopan.
" Baik Vena, silahkan," Bilang Ziya yang mempersilahkan Vena untuk melakukan tugasnya.
" Permisi Tuan, Nyonya,," Ucap Vena sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada dua majikan yang ada di hadapannya itu.
" Heemm ya, Vena,," Jawab Ziya sambil tersenyum.
Setelah memberi hormat dan memohon izin kepada dua majikan yang ada di hadapannya itu, Vena kembali melangkahkan kakinya keluar dari ruangan khusus kamar majikannya. Karena, melihat Vena sudah keluar dari kamarnya, dengan segera Alberto memastikan keadaan tubuh Ziya apakah benar-benar sudah membaik.
" Sayang, bagaimana dengan keadaan tubuhmu saat ini ?" Tanya Alberto langsung pada Ziya sambil menyentuh seluruh tubuh Ziya memastikan keadaan Ziya yang sebenarnya.
" Eemmm, tidak apa-apa, Alberto, aku tidak merasakan rasa sakit apapun,," Jawab Ziya dengan wajah yang jujur dan meyakinkan akan keadaan tubuhnya.
" Yakin, kau tidak merasakan sakit apapun ?" Tanya Alberto lagi memastikan keadaan Ziya.
" Iya, Alberto ku,," Jawab Ziya sambil menyentuh lembut pipi Alberto dan tersenyum tulus menatap sepasang mata yang sedang memberikan tatapan ketulusan pada dirinya itu.
" Aku tidak apa-apa, kau jangan khawatir, apabila aku merasakan sakit apapun, pasti aku langsung memberitahukannya padamu,," Jawab Ziya lagi dengan memberikan sebuah jawaban pasti pada Alberto.
" Aku berkata jujur padamu, sayang, bahwa aku tidak sanggup apabila melihat tubuhmu ini merasakan kesakitan yang begitu mendalam,," Ucap Alberto yang memberitahukan perasaannya secara langsung pada Ziya.
" Karena, aku sangat menyayangimu dan mencintaimu, istriku Ziya,," Sambung Alberto lagi pada Ziya dengan wajah penuh keyakinan.
" Ya, aku tahu itu, Alberto, bahwa kau memang benar tulus mencintaiku, terima kasih atas ketulusan hatimu padaku,," Jawab Ziya sambil tersenyum menatap lembut mata Alberto.
Betapa bahagianya Ziya ketika melihat sikap lembut yang diperlakukan Alberto terhadap dirinya. Walaupun itu hanya sekedar ciuman lembut yang tulus dari Alberto, tindakan yang dilakukan oleh Alberto itu sudah cukup untuk meyakinkan hati Ziya akan ketulusan dari sikap suaminya saat ini.
Setelah memberikan ciuman lembut tepat di kedua tangannya Ziya dan memastikan keadaan Ziya saat ini memang terlihat cukup membaik. Jadi, Alberto bisa kembali lagi melakukan pekerjaannya yaitu menanyakan keadaan Ziya yang sedetail mungkin pada Axeloe, lalu, di sambung kembali dengan memeriksa keadaan kamar Ziya.
Serta berlanjut memeriksa siapa orang yang telah berani dengan sengaja mengubah pengaturan sistem perekam suara pengintai di kediamannya itu. Satu lagi, tugas Alberto yang belum selesai adalah memberikan sebuah instruksi kepada Zavier dalam melakukan proses karantina yang akan dilakukannya terhadap Zoya.
" Sayang, saat ini tubuhmu benar-benar cukup membaik ?" Tanya Alberto yang masih saja pada topik yang sama menanyakan suatu hal tentang keadaan tubuh Ziya.
" Iya, Alberto, aku memang sudah cukup membaik,," Jawab Ziya lagi dengan pasti.
" Dan saat ini jika kau mengajakku untuk melakukan lomba, aku akan sanggup melakukannya,," Sambung Ziya lagi sambil memberitahukan kepada Alberto bahwa memang benar saat ini tubuhnya sudah terasa membaik.
" Baiklah, jika tubuhmu, sudah cukup membaik, apakah aku boleh menuju ke ruangan kerjaku ?" Tanya Alberto seraya meminta izin pada Ziya.
" Ya ampun, sayang, ya tentu boleh,," Jawab Ziya sambil menyunggingkan senyumannya karena, mendapatkan perkataan Alberto yang meminta izin padanya untuk melakukan tugasnya.
" Masa aku melarangmu untuk melakukan pekerjaan, yang tengah kau lakukan Alberto, hanya karena, aku sedang ingin bersamamu seperti ini,," Ucap Ziya dengan wajahnya yang terlihat manja.
" Heeemmm, kau memang istriku yang paling istimewa, terima kasih sayang, karena, kau sudah mengerti akan diriku," Ucap Alberto lembut sambil menyentuh dagu Ziya.
" Heemmm ya Alberto,," Jawab Ziya menganggukkan kepalanya.
" Kalau begitu, apakah aku boleh keluar sekarang ?" Tanya Alberto lembut pada Ziya.
" Ya, jangan lupa untuk selalu berhati-hati," Ucap Ziya seraya memberikan sebuah pesan singkat namun mendalam untuk Alberto.
" Ya sayang terima kasih atas support yang selalu kau berikan untukku,," Balas Alberto sambil memberikan kecupan lembut tepat di puncak kepala Ziya.
" Ya sudah kalau begitu, kau juga hati-hati di dalam kamar serta melakukan tindakan apapun baik di luar kamar atau di dalam kamar ini,," Ucap Alberto yang juga memberikan pesan pada Ziya.
" Ya, Alberto terima kasih, aku akan selalu mengingat pesan darimu, karena, aku tahu di dalam pikiranmu ini, selalu terpikirkan akan keselamatan diriku,," Ucap Ziya lembut menatap Alberto.
" Ya sudah kalau begitu, aku keluar dulu Sayang,," Ucap Alberto lembut.
Setelah memberi pesan serta memberikan kecupan yang begitu banyak pada istrinya itu. Alberto segera turun dari tempat tidurnya Ziya. Namun, disaat Alberto turun dari tempat tidur itu, tiba-tiba dari pintu luar kamar kembali terdengar suara ketukan pintu beserta suara Vena yang meminta izin untuk masuk. Dan pastinya Ziya yang mendengar suara tersebut langsung saja meminta Vena untuk segera masuk ke dalam kamarnya.
****