Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bab



Dan Vena baru teringat kembali atas apa yang telah ia lihat dan dapatkan hari ini. Bahwa sebenarnya Vena telah melihat seseorang dengan penampilan yang misterius sengaja masuk ke dalam ruangan penelitian Axeloe. Dengan sengaja orang itu melakukan suatu hal di dalam ruangan penelitian Axeloe yang sama sekali tidak dimengerti oleh Vena. Saat itu juga Vena berpikir apakah luka sebesar ini ada hubungannya dengan orang misterius yang sengaja masuk ke depan ruangan pribadi Axeloe.


" Oh ya apakah luka di tubuh Tuan Axeloe ini ada hubungannya dengan orang misterius yang baru saja aku lihat pagi ini ?" Tanya Vena dalam hatinya yang masih tetap membantu Axeloe mengganti perban lukanya.


" Aakkhh, tapi itu tidak mungkin,," Jawab Vena dalam hatinya sendiri dengan dirinya sendiri.


" Karena, luka ini terlihat sudah cukup lama, dan jika Tuan Axeloe bertengkar dengan orang misterius itu pastinya lukanya baru,," Gumam Vena lagi dalam hatinya yang masih memikirkan luka goresan di bagian dada Axeloe.


" Heemmm, sepertinya luka Tuan Axeloe ini bukanlah orang misterius itu penyebabnya, pasti hal lain yang pernah terjadi pada dirinya,," Ucap Vena lagi dalam hatinya yang masih tetap berkutat pada pikirannya mengenai luka Axeloe serta dengan adanya orang misterius yang baru saja dilihatnya.


Lalu, setelah selesai melakukan kegiatannya yang sengaja diminta oleh Axeloe untuk membantu dirinya menggantikan perban lukanya itu. Vena melihat dengan jelas bahwa saat ini Axeloe telah tertidur dengan pulasnya. Hingga tidak merasakan rasa apapun pada bagian lukanya yang sedang dibersihkan oleh Vena.


" Oh ternyata, Tuan Axeloe tertidur dengan pulas,," Gumam Vena dengan suara kecilnya, ketika sepintas melihat ke arah wajah Axeloe dan bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini Axeloe sedang tertidur dengan pulasnya.


Setelah sedikit berlayar dengan pikirannya itu yang sedang menatap wajah Axeloe dalam diam serta hening karena, saat ini Axeloe sedang tertidur pulas atau pura-pura tertidur dengan pulas, karena, Vena juga tidak tahu apakah Axeloe memang tidur dengan aslinya atau hanya berpura-pura tidur untuk menikmati jari-jemari Vena yang sedang membersihkan luka di dadanya itu.


Ketika Vena masih tersenyum melihat wajah Axeloe dengan pulasnya, tidak terasa Vena akhirnya menyelesaikan tugas yang baru saja ia dapatkan dari Axeloe. Karena, sebenarnya, Axeloe bisa mengganti perbannya sendiri namun dengan sengaja Axeloe membawa Vena ke kamarnya untuk menggantikan perbannya itu.


Untunglah Vena bersedia dan mau tidak mau Vena menuruti perintah dari Axeloe kepadanya itu. Awalnya, Vena tidak mau untuk melakukan tugas yang telah diberikan oleh Axeloe kepadanya, namun, setelah mengetahui tugas apa yang akan diberikan oleh Axeloe padanya itu barulah Vena bersedia untuk melakukan kegiatan yang dilakukannya selama ini sebagai seorang perawat.


Begitulah Vena meskipun dirinya memiliki profesi yaitu seorang perawat, namun, Vena lebih bersedia ditempatkan bekerja menjadi seorang asisten pribadi Ziya istrinya Alberto karena, alasan utamanya adalah Vena bisa membantu perekonomian keluarganya yang sedang menurun. Walaupun Vena sudah menghadapi bahaya yang begitu besar di dalam kehidupannya saat ia menjadi asisten pribadi Ziya ini.


Namun, Vena sama sekali tidak merasa trauma ataupun ketakutan lagi hanya sekedar mendapatkan perlakuan kasar dan juga buruk dari Gladys serta Claire.