Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 163 - Kepergian Martin



Betapa terkejutnya Gladys mendengarkan ucapan Martin yang merasa bahwa Mommynya sendiri saat ini sudah tidak mempercayainya lagi dan Gladys merasa bersalah atas tindakannya yang terdengar jelas memang menuduh Martin.


" Martin bukan begitu maksud Mommy, Mommy hanya,," Ucap Gladys segera membujuk Martin putranya untuk tidak mengatakan dirinya seperti itu.


Namun, Martin masih saja tetap terlihat bahwa ia merasa Mommynya ini begitu memarahinya dan juga curiga akan dirinya.


" Cukup Mom, Martin tahu, Martin memang tidak ada gunanya, jadi lebih baik Martin menjauh dari Mommy, supaya Mommy bisa berhasil mendapatkan semuanya tanpa adanya kesalahan Martin." Ucap Martin dengan wajah kecewanya terhadap ucapan Mommynya.


Tapi, dalam hati Martin sebenarnya sedikit menyesali perbuatannya itu yang sudah jelas memang telah melakukan kesalahan.


" Martin, Mommy mohon jika kau pergi dalam keadaan seperti ini, Mommy merasa bahwa kau masih kecewa pada Mommy," Ucap Gladys yang memohon maaf atas ucapannya itu.


Sementara Gladys dan Martin saling menanggapi satu sama lain, Claire tidak bisa berkomentar apa-apa, Claire hanya bisa terdiam karena, kelakuannya juga bersalah terhadap Martin. Yang telah salah menilai tindakan Martin.


" Sudahlah, Mom, Martin tidak kecewa, Martin sekarang ingin pergi,," Ucap Martin yang segera melangkahkan kakinya melewati wajah Gladys dan juga Claire.


Namun, Gladys masih saja tetap tidak mengizinkan Martin untuk pergi meninggalkan dirinya.


" Martin, kau hanya ingin pergi berwisata bukan, baiklah Mommy mengizinkan, tapi, setelah selesai kau berwisata, kau harus kembali lagi ke hadapan Mommy,," Ucap Gladys yang merasa tidak mampu melepaskan anaknya ini.


" Entahlah Mom,," Ucap Martin dengan wajah yang masih terlihat kesal.


Dengan segera Martin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Gladys yang merasa akan ada suatu hal janggal yang akan terjadi pada putranya itu.


" Martin, Martin, Mommy mohon, nak, jangan pergi dengan wajah seperti itu,," Bilang Gladys dengan segera mengejar langkah Martin, niatnya untuk mencegah kepergian Martin dengan wajah yang terlihat seperti ditekuk.


" Lepaskan Martin Mom,," Ucap Martin yang sengaja melepaskan tangan Mommynya.


Claire merasa kesal akan sikap Martin yang terlihat sangat marah dengan Mommynya itu, karena, Mommynya juga telah menuduh Martin dengan sangat mutlak, membuat Martin tersinggung akan ucapan Mommynya ini. Dengan segera Claire mendekati Gladys dan menarik tangan Gladys dari tubuhnya Martin.


" Sudah Aunty, biarkan dia pergi, jika dia membutuhkan bantuan dari Aunty maka dia akan kembali,," Ucap Claire yang sengaja membuat Martin menatapnya dan segera pergi.


" Karena, kau selalu bersama My Mom, aku harap kau jaga Mommy,," Ucap Martin dengan suara lembut dan segera melangkahkan kakinya.


Martin sengaja keluar dari kawasan istana Alexandre dengan berjalan kaki untuk keluar dari pagar istana yang begitu jauh dari tempatnya saat ini. Martin sengaja tidak membawa mobil, karena, Martin enggan jika nantinya dia akan ketahuan.


" Aku tidak perlu membawa mobil fasilitas milik Alberto, jika aku mengambil mobilnya, maka dia akan tahu dimana tempat aku pergi." Ucap Martin sambil berjalan kaki untuk keluar dari istana ini.


Lalu, Martin teringat kembali dengan kelakuannya yang sengaja membohongi Mommynya untuk bisa pergi dari tempat ini. Demi melepas tanggung jawabnya akan perbuatan yang telah ia lakukan itu.


" Maafkan Martin Mom, bukannya Martin ingin lepas dari tanggung jawab, Martin takut jika Mommy ketahuan dan Martin tidak sanggup melihat Mommy ditangkap dan disiksa oleh Alberto. Ini semua adalah kesalahan semua pelaku yang telah diperbuatnya masa lalu, jadi, pasti akan terjadi suatu hal yang memungkinkan pembalasan dendam dari putra-putranya Alexandre." Gumam Martin yang merasa menyesal telah membuat Mommynya sedih akan kelakuan dirinya ini.


Saat Martin telah jauh melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya itu, Gladys yang menatap kepergian Martin merasa hal lain terhadap Martin.


" Kenapa aku merasakan suatu hal yang janggal terhadap Martin ?" Tanya Gladys dalam hatinya yang penasaran akan sikap Martin saat ini.


Selama ini Martin begitu betah tinggal di kediaman Alexandre, tapi, baru kali ini, Martin terlihat ingin pergi berwisata, padahal selama ini Martin tidak pernah pergi berwisata bersama dengan teman-temannya. Tapi, kenapa hari ini begitu membuatnya terkejut akan kelakuan Martin yang sengaja keluar ingin berwisata.


" Selama ini Martin tidak pernah pergi berwisata bersama dengan teman-temannya, bukannya selama ini dia selalu betah tinggal disini dan selalu menginginkan untuk mendapatkan wanita ib.lis itu, tapi kenapa kali ini tiba-tiba dia ingin pergi berwisata." Gumam Gladys yang berpikir tentang kepergian Martin.


" Dan juga selama ini Martin tidak pernah melawan ucapan perkataanku, tapi kenapa kali ini sikapnya kali ini sungguh berbeda,," Gumam Gladys lagi yang masih menatap kepergian Martin.


" Apakah kecurigaan Claire memang benar jika Martin, telah melakukan kesalahan dan sekarang waktu untuk dirinya kabur,," Gumam Gladys lagi dengan wajahnya yang diam membisu.


Karena, merasa bahwa saat ini Martin sudah tidak ada lagi di kawasan ruangannya ini, dengan segera Claire mengajak Gladys untuk pergi dari ruangan putranya ini.


" Ayo Aunty, lebih baik kita pergi dari sini,," Bilang Claire yang mengajak Gladys untuk pergi dari tempatnya Martin.


" Baik," Ucap Gladys yang masih terlihat lemah akan kepergian Martin.


Gladys dan Claire segera pergi meninggalkan ruangan yang selama ini dihuni oleh Martin saat ia tinggal di kawasan istana Alexandre. Namun, sekarang penghuni itu sudah pergi kabur dari tempat ini.


Sementara itu, di dalam sebuah kamar, terlihatlah seorang sedang duduk menatap keluar jendela memandangi keindahan pemandangan alam yang ada di depan mata membuatnya sedikit merasa curiga dengan seseorang yang terlihat seperti Martin sedang melangkahkan kakinya keluar dari kawasan istana Alexandre.


" Siapa dia ?" Ucap Madam Christin yang melihat langkah kaki Martin cukup jauh dari pandangan matanya itu.


" Mau kemana dia, kenapa dia hanya berjalan kaki untuk keluar dari tempat ini," Ucap Madam Christin yang melihat punggung Martin dan tidak melihat wajahnya.


" Heemmm, sepertinya ada yang ingin keluar dari tempat ini,," Ucap Madam Christin yang mengetahui jika Martin memang jelas terlihat ingin kabur diam-diam dari kawasan Alexandre.


Sangat wajar jika Madam Christin mencurigai Martin yang melangkahkan kakinya keluar dari kawasan istana Alexandre tidak menggunakan mobil hanya berjalan kaki, begitu terlihat jelas jika seseorang yang berjalan kaki itu telah berhenti bekerja atau sengaja ingin kabur dari tempat cucunya ini.


****