
Dan dengan tegas Claire memberikan sebuah jawaban yang begitu jelas kepada Martin sambil ia menganggukkan kepalanya serta mengiyakan ucapannya Martin agar ia tidak memberikan sebuah hukuman terhadap para pelayannya ini. Dan hal itu membuat Martin sedikit kaget atas kelakuan Claire yang begitu mudah mengalah atas ucapannya itu.
" Oohhh begitu,," Jawab Claire seolah mengerti dan menerima pembelaan Martin.
" Baiklah, kalau begitu, saya paham,," Ucap Claire lagi dengan nada suara terdengar mengalah dan juga menganggukkan kepalanya seolah menerima semua jawaban dari pembelaan Martin.
Dengan sengaja Claire menjawab dan menganggukkan kepalanya seolah mengerti apa yang telah dimaksudkan oleh Martin. Sehingga hal itu membuat Martin sendiri yang merasa aneh dengan sikap Claire yang begitu saja menerima argumen pembelaannya itu.
Karena, sudah mengerti dengan apa yang telah dijawab oleh Martin, sambil melambaikan tangannya menandakan bahwa ia telah memberikan sebuah perintah kepada para pelayan yang ada di hadapannya itu untuk pergi dari tempatnya. Hal itupun juga dibiarkan begitu saja oleh Martin dan masih saja perasaan aneh terhadap Claire begitu jelas sekali terlihat dari mata Martin sendiri.
" Ya sudah karena, saya sudah mengerti atas jawaban yang diberikan oleh saudara saya,," Ucap Claire sambil menatap semua para pelayan yang ada di hadapannya itu.
" Jadi kalian semua bisa pergi dari tempat ini,," Bilang Claire lagi sambil melirik sedikit ke arah Martin.
Dan disaat Claire sedang melirik ke arah Martin, Claire bisa melihat bahwa Martin sama sekali tidak melihat ke arahnya dan pandangan mata Martin saat ini menatap ke depan tanpa arah. Sehingga begitu jelas sekali dari ekspresinya itu Claire bisa melihat bahwa Martin saat ini sedang memikirkan sesuatu atau adanya ketekanan jiwa dari seseorang.
Karena, sudah mendapatkan sebuah perintah dari Claire untuk meninggalkan tempatnya itu, jadi, dari wajah para pelayan itu terlihat jelas bahwa mereka semua merasa lega atas apa yang telah dilakukan oleh majikannya Martin terhadap mereka semua yang telah membela mereka semua supaya mereka semua tidak mendapatkan hukuman dari Claire begitu saja.
Sambil membungkukkan tubuhnya memberikan hormat kepada dua majikan yang ada di hadapannya itu, para pelayan perempuan itu akhirnya mundur beberapa langkah dan pergi begitu saja dari hadapan Claire serta Martin.
" Baik Madam, terima kasih banyak atas pengertiannya,," Bilang semua para pelayan yang ada di hadapannya Claire sambil membungkukkan tubuhnya seraya memberi hormat.
" Jangan berterima kasih kepada saya, berterima kasih saja kepada Tuan besar kalian ini, bukannya tuan besar kalian ini adalah majikan kalian,," Ucap Claire kepada semua para pelayan di hadapannya dan sedikit melirik ke arah Martin. Namun, disaat itu Martin agak sedikit risih dengan ucapan yang disampaikan oleh Claire, sehingga membuat Martin sedikit berdehem dengan ucapan yang disampaikan oleh Claire itu.
" Eheemm,," Suara yang baru saja dikeluarkan oleh Martin saat mendengar pernyataan Claire.
" Dan kalau dengan saya tidak patut kalian mengucapkan terima kasih karena saya bukan majikan kalian,," Ucap Claire yang terdengar sedikit pedas di telinga semua pelayan yang tengah mendengarkan ucapannya.
Dan begitu jelas sekali terlihat bahwa Martin sedikit menoleh ke arah Claire disaat Claire menyatakan bahwa dirinya bukanlah majikan di dalam kediaman itu. Sehingga dari ucapan Claire itu membuat Martin sedikit merasa tidak enak dengan perasaan Claire sendiri yang mengira bahwa dirinya tidak patut untuk dihormati dan dianggap seperti seorang majikan di dalam kediamannya ini.
" Bukan seperti itu Claire,," Sanggah Martin kepada Claire yang menyatakan bahwa dirinya bukanlah majikan di dalam kediaman Martin ini.
" Heemm, tidak apa-apa,," Bilang Claire sambil menunjukkan senyum kecutnya.
Karena, melihat sebuah senyuman kecut yang ditunjukkan oleh Claire dan juga jawaban yang terdengar begitu pedas namun ucapan itu membuat Martin merasa tidak nyaman dan risih. Karena, baru kali ini ia mendengarkan ucapan dari Claire bahwa Claire menyatakan dirinya hanyalah sekedar menumpang di tempat kediamannya itu.
Sehingga hal itu membuat Martin merasa tidak enak dengan pernyataan Claire di depan semua pelayannya itu. Dengan segera Martin memerintahkan kepada semua pelayannya untuk meninggalkan tempat area kolam renang saat ini. Karena, Martin ingin segera menjelaskan sesuatu keadaan kediamannya itu kepada Claire dan hal itu hanya bisa disampaikan oleh Martin jika mereka hanya berdua saja di tempat ini.
" Ya sudah kalian semua boleh pergi,," Bilang Martin kepada semua para pelayan di hadapannya.
" Baik Tuan terima kasih banyak,," Jawab semua pelayan sambil membungkukkan badannya dan memberikan hormat untuk segera pergi dari tempatnya itu.
Karena sudah mendapatkan perintah dari majikannya sendiri dengan segera semua pelayan wanita itu meninggalkan tempat dimana mereka sedang beradu argumen kepada Claire. Dan saat ini tinggallah Claire berdua bersama dengan Martin. Karena, sudah tidak ada lagi orang di dekat area mereka berada, tanpa pamit lagi dengan segera Claire begitu saja meninggalkan Martin yang masih melihat kepergian para pelayannya itu.
" Heehh, kepergian para pelayan saja harus dipastikan sekali,," Gumam Claire dalam hati sambil menaikkan sedikit ujung bibirnya.
" Dasar orang aneh !!" Sambung Claire lagi yang bergumam sendiri sambil melangkah pergi meninggalkan Martin.
Seketika Martin merasa ada pergerakan yang dilakukan oleh Claire sehingga membuat Martin spontan langsung menoleh dan benar sekali terlihat bahwa saat ini Claire sedang melangkahkan kakinya meninggalkan area kolam renang. Tentu saja karena merasa tidak enak dengan ucapan Claire pada saat Claire menyatakan semuanya di depan para pelayannya itu, pastinya Martin langsung saja mengejar langkah kaki Claire.
" Claire, tunggu !!" Panggil Martin kepada Claire.
Dan terlihat bahwa saat ini Claire seolah tidak mendengar panggilan yang dilakukan oleh Martin itu. Sehingga membuat Claire tetap saja melangkahkan kakinya menuju ke arah dalam kediaman dan meninggalkan area kolam renang. Terlihat bahwa saat ini Martin masih tetap mengejar Claire meskipun langkah yang dilakukannya itu tidak seperti orang yang sedang berlari mengejar sesuatu.
" Claire tunggu dulu, saya mau menjelaskan sesuatu,," Ucap Martin sambil melangkah mengejar Claire secara perlahan namun pasti.
" Heemm, bodoh amat, kenapa juga aku harus mendengarkan pernyataannya, bukannya tadi dia tidak membelaku melainkan membela para pelayannya itu,," Ucap Claire yang masih tetap melanjutkan langkah kakinya menuju ke area dalam rumah.
" Jika saja aku memiliki kediaman sendiri, tidak mungkin aku menumpang di tempat kau ini," Sambung Claire lagi yang masih saja tetap melangkah menuju ke arah dalam rumah.
Memang sebenarnya Claire merasa tidak enak saat ia sedikit dibentak oleh Martin tepat di depan semua pelayan di dalam kediaman ini. Rasanya memang begitu tidak enak sehingga membuat perasaan kecewa Claire kembali terulang lagi. Dan kembali mengingatkan perasaan kecewanya terhadap Aunty-nya sendiri yaitu Mommynya Martin.
****