Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Karena, Ziya dengan spontan terbangun dari tempat tidurnya dan melompat turun dari tempat tidur menuju ke lantai hingga hal itu membuat Erwin sedikit kaget dan juga membuat Erwin memberikan sebuah kode kepada para pengawalnya untuk segera menjatuhkan Ziya kembali.


" Ya, Putriku kau memang Ziya bukan Zoya, tapi kau juga adalah Putriku,," Ucap Erwin dengan bibir manisnya agar bisa meluluhkan hatinya Ziya.


" Tapi, kenapa Paman sengaja menculik Ziya dan melakukan Ziya di tempat seperti ini ?" Tanya Ziya pada Erwin dengan wajah yang begitu terlihat waspada terhadap keadaan di sekitarnya.


" Hahaha,, Paman sama sekali tidak menculik kau sayang, Paman datang kesini untuk menolong kau, agar kau bisa terlepas dari orang yang akan berniat jahat padamu, Putriku,," Ucap Erwin lagi dengan mulut manisnya lagi.


" Ziya sangat mempercayai Paman, karena, Paman adalah adik Papa, tapi, jika cara Paman memperlakukan Ziya seperti ini, sampai kapanpun Ziya tidak akan pernah lagi mempercayai Paman,," Bilang Ziya lagi dengan wajahnya yang terlihat begitu tegas kepada Pamannya.


" Hehehehe, kau tidak bisa mengelak, apa yang Paman inginkan Ziya,," Ucap Erwin dengan segera memberikan kode kepada semua pengawalnya.


" Tangkap dia,," Ucap Erwin memberi perintah kepada beberapa pengawalnya.


Tentu saja dengan gerakan cepat semua anak buah Erwin yang sedang berada di dalam kamar tempat penahanan Ziya cukup mudah untuk mendapatkan Ziya kembali. Walaupun Ziya melawan semua anak buah Pamannya itu dengan kekuatan penuh yang ia miliki, tapi, karena, Ziya masih dalam pengaruh obat bius oleh sebab itu Ziya tidak terlalu mampu untuk melawan semua orang yang ada di dalam ruangan ini.


Terlihat begitu jelas bahwa wajah Ziya sangat marah karena, perlakuan dan tindakan yang dilakukan oleh Erwin terhadap dirinya, karena, tanpa sepengetahuan siapapun dengan seenaknya Ziya diculik dan dipaksa untuk menjadi sebuah alat untuk dirinya dalam melancarkan rencananya yang sama sekali tidak diketahui oleh Ziya.


" Heeehh lepaskan Ziya Paman, Paman tidak berhak akan diri Ziya,," Seru Ziya ketika tubuhnya sudah ditahan oleh beberapa pengawal Erwin.


" Tidak semudah itu Putriku sayang,," Ucap Erwin dengan melangkahkan kakinya mendekati tempat Ziya yang telah diikat di sebuah kursi sambil tersenyum manis menatap putri dari kakaknya sendiri.


" Kau adalah putri Zalina jadi, siapapun dan berapapun anak yang lahir dari perempuan itu, maka anaknya harus menjadi prioritas milikku, semua anak yang terlahir dari rahim Zalina harus tunduk padaku dan menuruti semua keinginanku,," Ucap Erwin sambil menghisap sebatang rok.ok yang telah ia selipkan di bibirnya.


" Termasuk kau putriku yang cantik dan cerdas, karena, kau adalah putri Zalina jadi kau adalah milikku juga dan pantas untuk diberikan sebuah perintah dariku,," Ucap Erwin lagi sambil menyentuh dagu Ziya dengan wajah tersenyum penuh arti.


Saat ini memang Erwin melihat Ziya begitu marah sekali, namun, sebentar lagi rencana yang selama ini telah menjadi idamannya akan berhasil jika Ziya sudah masuk dalam bagian rencananya itu. Sambil tersenyum senang Erwin menatap wajah putri kembar dari kakak kandungnya itu dan memberikan kode perintah untuk para pengawalnya yang bertugas memberikan obat kepada Ziya.


****