Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 82 - Mimpi Zoya ?



Pagi harinya tubuh Zoya yang sama sekali tidak bergerak dari tidurnya itu, merasakan sangat berat yang menindih tubuhnya saat ini. Mata Zoya sedikit demi sedikit terbuka dan melihat keadaan suasana sudah cukup terang.


" Sepertinya,, sudah pagi,," Ucap Zoya sambil mengucek matanya.


" Eeemm,, kenapa berat sekali," Bilang Zoya merasakan tubuhnya sangat berat sekali.


Zoya melihat ternyata Jimmy masih tertidur pulas di atas tubuhnya.


" Ya ampuunnn,, Jim, aku kira kamu sudah bangun,, ternyata masih disini." Bilang Zoya saat melihat Jimmy yang masih berada di atas tubuhnya.


Dalam seketika Zoya menggoyang-goyangkan tubuh Jimmy, dan berniat ingin membangunkan Jimmy. Jimmy memang mudah sekali tertidur dan mudah juga untuk bangun. Dalam sekejap saja Zoya menggoyang-goyangkan tubuhnya itu, Jimmy pun merasa bahwa Zoya membangunkan dirinya, disaat Jimmy terbangun Zoya memandang Jimmy dengan senyuman manisnya.


" Morning,," Ucap Zoya yang menyambut Jimmy saat Jimmy mulai bergeliat di atas tubuhnya.


" Eeemmmm,, Morning Baby,," Jawab Jimmy sambil tersenyum.


Jimmy pun segera mengucek matanya dan melihat jelas bagaimana keadaan tubuhnya saat ini. Dan disaat pikiran Jimmy sudah mulai sadar sepenuhnya, Jimmy tertawa sendiri melihat tubuhnya yang tidur masih berada di atas tubuh Zoya.


" Haah!! Oh My God,, Sorry, Baby," Ucap Jimmy saat melihat tubuhnya berada di atas tubuh Zoya.


Zoya hanya tersenyum manis saat melihat Jimmy yang segera turun dari tubuhnya itu. Dan memberikan kenangan manis bagi Jimmy, supaya kenangan manis ini tidak terlupakan bagi Jimmy.


" Mmmmuuuuaaaacccchhhh,," Ucap Zoya yang sengaja menciumi bibir Jimmy saat Jimmy sudah turun dari tubuhnya dan pindah tepat di sebelah Zoya.


" Eeemmmm thank you, Baby,," Bilang Jimmy yang mencium balik bibir Zoya.


Dengan berganti posisi Jimmy memandang wajah polos Zoya di pagi hari seperti saat ini, memang terlihat sangat cantik pada pagi hari seperti ini, karena, wajah Zoya belum tersentuh dengan sedikitpun dengan make up, Jimmy memeluk Zoya dan Zoya juga menerima pelukan hangat dari tubuh Jimmy.


" Baby, thank you sudah memberikan yang terbaik untukku,, dan aku juga minta maaf karena semalaman tidur di atas tubuhmu,," Ucap Jimmy yang menciumi puncak kepala Zoya.


Zoya mengangguk dan segera menjawab ucapan Jimmy.


" Heeemmm,, sama-sama Jim,, heemm sebenarnya aku sangat sesak saat tubuhmu yang tertidur menindih tubuhku,, tapi aku biarkan karena, aku merasakan kehangatan dari tubuhmu, Jim,," Jawab Zoya yang membuat Jimmy menatap serius pada matanya.


" Really,," Tanya Jimmy serius menatap mata Zoya.


" Yes, I'm seriously,," Jawab Zoya mengangguk dan membalas tatapan mata Jimmy.


Karena, merasa tubuhnya cukup gerah akhirnya Zoya turun dari tempat tidur dengan keadaan tubuh terbuka tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya itu, membuat Jimmy tersenyum melihat tingkah Zoya yang sudah berani memperlihatkan tubuh polosnya pada Jimmy.


" Jimm,, aku mau mandi,," Ucap Zoya yang terdengar sangat manja.


" Mandi bersama,," Tanya Jimmy dengan mengedipkan matanya menatap nakal pada wajah Zoya.


" No,, kalau mandi bersama kamu akan melakukan hal-hal nakal lagi." Ucap Zoya yang sengaja memencet hidung Jimmy.


Jimmy tertawa atas tingkah laku Zoya yang memencet hidungnya. Dengan segera Zoya turun dari tempat tidur menampakkan tubuh polosnya lalu, mengambil handuk yang ada di dekat sofa. Jimmy tertawa terbahak-bahak saat mendengar penolakan dari Zoya untuk mandi bersama.


" Hahahaha Baby, Baby,, I Love You,," Ucap Jimmy yang melihat Zoya segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Zoya hanya tersenyum melihat Jimmy yang masih berada di atas tempat tidur.


" Heemmm,, Love You Too,," Jawab Zoya saat dirinya melirik Jimmy dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Saat Zoya masuk ke dalam kamar mandinya, Jimmy segera turun dari tempat tidur dan memperlihatkan tubuhnya dari pantulan cermin tepat di dekat meja rias milik Zoya.


" Oh My God,, Baby, ternyata kau sangat buas dalam bercinta,," Ucap Jimmy yang melihat semua tubuhnya bertanda merah atas perlakuan Zoya pada tubuhnya itu.


Jimmy tertawa kecil melihat tubuh polosnya yang memiliki semua tanda merah di sana membuat Jimmy segera mendekatkan lehernya pada cermin dan meneliti apa yang telah dilakukan Zoya seperti bekas gigitan.


" Heeemmm,, ternyata semalam Baby menggigit leherku,, tapi, kenapa aku tidak merasakan sakit melainkan sensasi indah yang telah diberikannya." Ucap Jimmy lagi-lagi memperhatikan tubuhnya itu.


Jimmy yang sedang memperhatikan tubuhnya di depan cermin persis seperti seorang gadis yang baru saja mengalami malam pertama saat jadi pengantin.


Heeemm Jimmy, Jimmy bercinta dengan Zoya yang sudah ahlinya dalam percintaan. Pastinya akan terasa indah, coba mendapatkan perempuan seperti Ziya pasti pihak laki-laki yang akan mendominasi dalam hal percintaan.


Seperti Alberto yang pertama kali menyentuh Ziya di malam pertama bagi Ziya yang begitu indah dan malam pertama itu juga bagi Ziya bagaikan neraka.


Sementara Jimmy yang senyum-senyum sendiri memperhatikan tubuhnya itu, Zoya di dalam kamar mandi tersenyum sendiri juga, karena, mendengar ucapan Jimmy yang memuji kehebatan dirinya.


" Hihihihihihi,, Jimmy, Jimmy, kau bisa saja memuji diriku,," Ucap Zoya yang sengaja mendengar suara Jimmy dalam kamar sambil memperhatikan tubuhnya di pantulan cermin.


" Thank you Jimmy, atas kebaikan dirimu padaku,," Bilang Zoya yang perlahan-lahan mengunci pintu kamar mandinya.


Setelah mendengar semua perkataan Jimmy yang memuji kehebatan Zoya dalam bercinta, Zoya melangkah senang menuju bath tub dan mengisi air mandinya. Setelah selesai mengisi air mandinya, Zoya mulai masuk ke dalam bath tub dan merendamkan tubuhnya.


" Heeemm,, sepertinya aku akan berendam lama di dalam bath tub ini,," Ucap Zoya yang sengaja berlama-lama di dalam kamar mandi.


Di dalam bath tub Zoya merasakan tubuhnya sangatlah segar sehingga membuat dirinya nyaman merasakan kesegaran dan keharuman dari suasana bubuk sabun yang ia taburkan itu. Zoya sangat menyukai sensasi indah di dalam bath tub seperti ini, sehingga membuat dirinya akan lupa apa yang telah ia lakukan itu.


Zoya teringat dimana masa dirinya bertemu dengan saudari kembarnya Ziya saat itu usia mereka baru menginjak remaja, kira-kira masih berusia 15 (lima belas) tahun. Zoya bertemu dengan Ziya di sebuah tempat wisata seperti taman. Disaat itu, Ziya sebagai siswa paling di sekolahnya sehingga menyebabkan dirinya menjadi asisten guru untuk menjelaskan berbagai tanaman hidup dan cara-cara untuk mengetahui apa saja kandungan dan manfaat dalam tanaman itu.


Disaat itu Ziya sedang menjelaskan kepada semua temannya tentang tanaman bunga yang begitu indah di taman itu, tak menyangka Ziya melihat Zoya sedang duduk sendirian di tepi kolam taman. Ziya begitu yakin itu adalah Zoya, karena sangat mirip dengan wajahnya.


" Begitulah teman-teman,," Ucap Ziya setelah menjelaskan tanaman bunga kepada semua temannya.


" Baik Ziya, terima kasih sudah menjelaskannya kepada kami,," Bilang semua temannya pada Ziya.


Memang Ziya adalah siswa yang paling pandai di sekolahnya, apalagi masalah kandungan di dalam tanaman. Ziya memang menyukai tanaman seperti apa yang disukai oleh Mamanya Zalina.


" Yeah sama-sama temanku, Ohh ya, apakah kalian memiliki pertanyaan padaku." Tanya Ziya remaja kepada semua temannya.


Ziya yang mudah mengerti maksud dari temannya itu, membuat Ziya segera menganggukkan kepalanya dan berniat pergi sementara ke toilet dari tempatnya saat ini.


" Baiklah, teman-teman kalau kalian belum memiliki pertanyaan,, Ziya izin ke toilet dulu,," Bilang Ziya yang meminta izin kepada semua temannya.


" Baik Ziya,," Jawab semua temannya.


Dengan segera Ziya melangkahkan kakinya mencari-cari keberadaan toilet di sebuah taman yang begitu besar tempat mereka sedang melakukan penelitian kandungan dan manfaat sebuah bunga. Ziya melihat sebuah toilet yang cukup ramai dengan orang, membuat Ziya tidak takut untuk menuju kesana.


" Heeeh!! Untunglah,," Ucap Ziya yang telah menemukan sebuah toilet.


Dengan cepat Ziya berlari kecil menuju ke toilet karena, dirinya tidak mampu lagi menahan rasa geli dalam tubuhnya itu yaitu ingin membuang air kecil.


" Uuuuhhhhhhh lega,," Ucap Ziya saat selesai membuang air kecil.


Setelah selesai membuang air kecil, Ziya keluar dari ruangan toilet dan tidak sengaja melihat Zoya sedang duduk sendirian di tepi kolam.


" Itu, Zoya,," Ucap Ziya saat dirinya ternganga tidak percaya bahwa ia telah melihat secara langsung kembarannya setelah bertahun-tahun terpisah.


" Aaakkkhh, benar itu Zoya, akhirnya aku bisa bertemu dengannya kembali,," Ucap Ziya yang tersenyum senang saat melihat sosok perempuan duduk di tepi kolam ternyata benar kembaran dirinya.


Ziya segera berlari menuju ke tempat dimana Zoya sedang duduk melamun sendirian itu. Setelah sampai tepat di samping Zoya, Ziya segera duduk dan memeluk Zoya, tapi sayangnya Zoya menghempaskan tubuh Ziya.


" Aaakkkhh,, Zoyaaaaa,," Teriak Ziya yang begitu senang sekali melihat dan bertemu dengan Zoya.


Tidak dengan Zoya, Zoya malah tidak menyukai Ziya saat ini yang sedang memeluk tubuhnya itu.


" Aaaakkhhh,, lepasin aku, siapa kamu,," Bilang Zoya yang menghempaskan tubuh Ziya ke tanah.


Karena, terlalu kuat hempasan dari tubuh Zoya itu menyebabkan Ziya akhirnya terjatuh ke tanah, tapi, sedikitpun Ziya tidak memarahi Zoya, karena, kemungkinan besar Zoya lupa akan dirinya.


" Aakkhhh,," Ucap Ziya saat dirinya jatuh ke tanah karena, dihempas oleh Zoya.


Walaupun dihempas oleh Zoya, Ziya sama sekali tidak marah dan kesal dengan kelakuan Zoya seperti itu padanya. Karena, yang terpenting bagi Ziya adalah bisa bertemu dengan Zoya ialah sebuah anugerah terindah dalam hidupnya.


" Aduuuhhh,, Zoya ini aku Ziya masa kamu lupa,," Ucap Ziya yang menepis-nepis celananya karena, merasa kotor saat dirinya jatuh telah dihempas oleh Zoya.


Zoya yang sangat mengetahui dan mengenal Ziya itu, pura-pura tidak mengetahui apa hubungan di antara mereka dan apa yang telah terjadi pada mereka berdua.


" Aku tidak ingin mengetahui siapa dirimu,," Ucap Zoya angkuh sambil mengusap air matanya sendiri.


Ziya melihat jelas bahwa Zoya sepertinya sedang memikirkan sesuatu dan ada masalah yang telah terjadi pada dirinya, tapi, Ziya tidak ingin mengetahui masalah yang terjadi pada Zoya saat ini. Karena, sangat terlihat sekali bahwa Zoya begitu merasa sendirian dalam menghadapi masalahnya. Ziya ingin sekali menjadi teman curhatan Zoya agar bisa menyelesaikan masalahnya, tapi, Ziya sendiri saja belum berani mendekati Zoya secara langsung.


" Akkkhhh,, masa kamu tidak mengenali diriku, kita kembar,," Ucap Ziya yang kembali duduk di samping Zoya.


Lalu, dengan gerakan cepat Ziya memeluk Zoya kembali.


" Aku sangat merindukanmu, Zoya." Ucap Ziya saat dirinya bisa menggapai tubuh Zoya.


Zoya memang sangat membenci saudara kembarnya ini, tapi disaat dirinya dipeluk oleh Ziya seperti saat ini ia merasakan betapa indahnya memiliki saudara, apalagi saudaranya ini kembar dengan dirinya. Dengan jelas sekali pastinya mereka lahir di waktu yang sama dan memiliki jantung, hati yang sama serta ari-ari yang sama juga.


" Ternyata, setelah dipeluk Ziya kesedihan yang kurasakan hilang,," Ucap Zoya dalam hati yang merasakan kehangatan pelukan dari Ziya.


Sekilas Zoya merasakan indahnya pelukan dari saudara kembarnya itu, namun Zoya kembali teringat bahwa dirinya telah terbuang dari orang tuanya sendiri membuat Zoya kembali merasakan sakit atas adanya Ziya di sampingnya ini.


" Untuk apa aku berbaikan dengannya sedangkan aku dibuang oleh kedua orang tuaku,," Ucap Zoya marah dan kesal saat teringat bahwa dirinya telah terbuang dari keluarganya sendiri.


Dengan segera lagi-lagi Zoya melepaskan pelukan Ziya terhadap dirinya.


" Iiiiihhhh lepaskan aku,, aku tidak pernah memiliki saudara kembar sepertimu,," Ucap Zoya yang melepaskan pelukannya dan berlari pergi meninggalkan Ziya yang ternganga sendiri mendengar ucapan Zoya.


Zoya segera pergi dari taman itu dan menjauhi dirinya dari Ziya, Ziya hanya bisa menatap Zoya dengan wajah yang menganga karena, mendengar ucapan Zoya yang merasa bahwa dirinya bukan saudara kembarnya.


Saat Zoya berlari menjauhi Ziya yang masih termangu itu, Zoya tidak melihat ada sebuah palang pembatas taman, sehingga membuat Zoya tersandung dan terjatuh, Ziya sangat jelas melihatnya dan segera berlari menuju ke tempat Zoya.


" Zoya awas,," Teriak Ziya saat melihat Zoya tersandung di palang pembatas taman.


" Aduhhh,," Suara Zoya yang meringis merasakan sakit pada kakinya.


" Ayo bangun, sini aku bantu,," Ucap Ziya yang membantu tubuh Zoya.


Ziya segera mendekati Zoya dan menolong Zoya untuk bangkit dari rasa terlukanya itu, tapi masih saja Zoya tidak menerima bantuan dari Ziya. Ziya merasa bersalah akan dirinya telah menjadi kembaran Zoya.


" Iiiiihhhh, aku tidak mau dibantu, apalagi orang sepertimu,," Ucap Zoya yang segera bangkit dari jatuhnya itu.


Zoya segera pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Ziya yang masih ternganga akan semua ucapannya itu. Zoya sama sekali tidak memandang balik wajah Ziya saat itu. Karena, Zoya tahu apabila ia membalikkan wajahnya ia akan merasa kasihan pada Ziya saudara kembarnya itu.


Dengan cepat Zoya masuk ke dalam mobil pengawal yang telah menunggu dirinya di luar taman. Sementara itu, Ziya masih termangu di dalam taman melihat kepergian Zoya.


" Ziyaaaa,," Teriak suara Zoya saat terbangun dari tidurnya selama di kamar mandi.


Ternyata Zoya yang merasakan sensasi nikmat dan indah di dalam bath tub membuat dirinya tertidur dan bermimpi dengan ingatannya di masa remaja dulu. Zoya merasa bahwa dirinya bersalah telah memperlakukan saudara kembarnya yang sangat baik seperti itu.


" Ziya bagaimana keadaanmu sekarang,," Ucap Zoya yang menitikkan air matanya.


Zoya teringat bahwa dirinya banyak kesalahan pada saudara kembarnya itu sendiri. Selalu memberikan kesusahan dan kesulitan yang beragam pada saudara kembarnya, membuat Zoya sangat merindukan saudara kembarnya yang berhati mulia itu.


****