Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 52 - Mainanku !!



Dan pastinya Ziya terperangah melihat Claire yang ternyata sekarang berdiri mematung dan akan menjadi sasaran tembak oleh Alberto, serta untuk dijadikan sebuah permainan bagi Alberto yang tengah ingin bermain-main saat ini.


Kembali lagi awal mula kenapa Alberto saat ini tengah memberikan sebuah permainan yang menakutkan pada Claire karena disaat Alberto yang sedang berada di ruangan kerja pribadinya itu, tepatnya di ruangan CCTV, tiba-tiba saat dirinya sedang memperhatikan gerak-gerik Ziya di dalam CCTV, Alberto langsung mendapatkan panggilan telepon dari temannya yaitu seorang walikota Samuel.


Alberto pun segera menerima telepon dari Samuel itu.


" Halo,," Ucap Alberto menerima telepon dari Samuel.


" Sepertinya Ibu tiri kau dan Kekasih kau Claire sedang merencanakan sesuatu.!!" Bilang Samuel yang mengatakan informasi yang ia dapatkan dari pengawal pribadi Samuel sendiri.


" Benarkah,, baik aku suka permainan,, Thanks Dude,," Ucap Alberto yang menyunggingkan senyum sinisnya.


" Yeah,, berhati-hatilah, jangan sampai dia merencanakan sesuatu kepada istri palsumu, itu" Bilang Samuel yang mengakhiri teleponnya.


" Yes,, Of Course Dude,, Thanks Veri Much,," Bilang Alberto yang mengucapkan terima kasih kepada Samuel.


" Yes,," Jawab Samuel sambil mengakhiri pembicaraannya.


Setelah berkahir pembicaraanya kepada Samuel. Sesaat Alberto tersenyum sinis karena, telah mendapatkan informasi yang bisa membuatnya bermain-main saat ini.


Alberto segera mengambil pistol dari dalam sebuah laci yang berada khusus di ruangannya itu.


Setelah mengambil pistol dan memeriksa pelurunya. Alberto melihat bahwa pistolnya cuma memiliki dua peluru, dan ia pun menambah pelurunya lagi sampai terisi semua.


Lalu, Alberto dengan senyuman sinisnya melangkah kaki keluar dari ruangan pribadinya, sambil memikirkan bagaimana wajah dan tampang Claire saat ia mempermainkannya nanti.


" Heh!! aku pikir setelah aku beri pelajaran kemarin, kau akan berhenti melakukan sebuah kejahatan,," Ucap Alberto sambil mengisi peluru dalam pistolnya.


" Tapi, kau semakin berani terhadap aku,," Bilang Alberto lagi sambil tersenyum sinis.


" Oke kita lihat bagaimana wajah kau saat aku mempermainkan kau menggunakan ini." Bilang Alberto yang menaikkan ujung bibirnya sambil menatap pistolnya.


Setelah selesai Alberto segera melangkahkan kakinya melewati pintu dan dengan santai berjalan ke arah tangga, setelah itu Alberto mulai mencari tempat yang cocok untuk ia lakukan permainannya ini. Dengan sengaja Alberto mengambil sebuah taman tepat di depan balkon kamarnya. Supaya disaat ia sedang mempermainkan Claire nanti, Ziya bisa melihatnya secara langsung akan permainan yang tengah ia lakukan itu.


Kemungkinan Alberto mau cari perhatian ya dari Ziya.😘


Alberto yang sengaja sedang santai meminum tehnya sambil menunggu kedatangan Claire dan Gladys pulang ke kediamannya saat ini.


Pucuk dicinta ulam tiba,,


Tak lama dari penungguan yang tengah Alberto lakukan, seketika hal itu membuat Alberto tersenyum puas saat melihat kedua wanita yang baru saja turun dari mobilnya itu sambil tertawa terbahak-bahak bahagia dan senang sepertinya baru pulang dari shopping.


Alberto yang melihat Claire dan Gladys langsung saja memerintahkan pengawalnya untuk mendekati Claire dan membawa Claire ke tempat Alberto sekarang.


" Panggil dua wanita itu,," Bilang Alberto kepada pengawalnya.


" Baik Tuan,," Jawab pengawal Alberto.


Alberto duduk dengan tenang sambil melihat gerak-gerik Claire dan Gladys yang tertawa riang untuk masuk ke dalam rumahnya saat ini. Tapi, Alberto melihat dengan jelas pengawalnya telah mendekati Claire dan Gladys saat itu juga.


" Nyonya Gladys dan Nona Claire, Tuan Alberto memanggil anda berdua." Bilang pengawal Alberto yang memberikan arahan kepada Claire dan Gladys saat ini.


" Memangnya kenapa,, ?" Tanya Gladys dengan gaya arogannya seolah bahwa dirinyalah Nyonya besar yang berkuasa di rumah ini.


" Saya tidak tahu, karena saya cuma menyampaikan perintah dari Tuan Alberto yang meminta Nyonya dan Nona menemuinya di taman sana." Bilang pengawal Alberto yang menunjukkan arah tangannya ke arah Alberto yang sedang bersantai.


Karena, Claire tahu akan sifat Alberto yang tidak boleh untuk menolak keinginannya itu. Jadi, Claire hanya mengikuti perintah dari Alberto saat ini. Dan membujuk Aunty nya yaitu Gladys untuk menemui Alberto di tempat yang telah disediakan oleh Alberto saat ini.


" Aunty, lebih baik turuti saja,," Bilang Claire yang membisikkan sesuatu ke telinga Gladys saat ini.


" Aakhh,, Aunty tidak mau, lebih baik kita masuk ke dalam, daripada menemuinya,," Bilang Gladys yang balik berbisik ke telinga Claire.


" Tapi, Aunty,," Ucap Claire yang memohon kepada Aunty Gladys saat ini.


Karena, Claire teringat akan sebuah peristiwa yang telah dilakukan Alberto saat itu pada dirinya. Walaupun Claire sama sekali tidak memberitahu apa-apa pada Gladys, karena, takut akan kehilangan kesempatan menjadi Nyonya dari Alberto oleh sebab itu Claire hanya mengikuti semua arahan perintah dan keinginan dari Alberto.


Walaupun Alberto menginginkan dirinya tidur di ranjang Alberto, otomatis Claire sangat mau dan mau.


" Ayo, Aunty,," Ajak Claire pada Gladys.


" Iya, iya,," Bilang Gladys yang merasa terpaksa mengikuti langkah kaki Claire saat ini.


Claire dan Gladys akhirnya melangkahkan kakinya menuju ke tempat Alberto yang sedang duduk santai di sebuah taman itu. Sesampainya Claire dan Gladys, Alberto, tersenyum sinis melihat kedatangan dua wanita ular yang tepat berasa di depannya ini.


" Ada apa, Honey,, ?" Tanya Claire yang tidak tahu malu kepada Alberto.


" Aku menanyakan dirimu, apakah kau serius begitu menyukaiku,, ?" Tanya Alberto yang membuat dirinya muak atas pertanyaannya sendiri.


Saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Alberto, seketika hal itu pastinya membuat senyuman yang begitu indah di wajah Claire dan Gladys. Karena tidak seperti biasanya Alberto menanyakan perihal menyukai pada Claire selama ini.


" Yes, Of Course, Honey,, apa kau tidak percaya padaku,," Jawab Claire yang begitu sangat bahagia sekali.


Lalu, Gladys ikut menimpali pernyataan kebahagiaan dirinya dan juga dari diri Claire.


" Oohh, Son,, kau selama ini tidak pernah melihat bukti keseriusan keponakanku ini padamu, hah!!" Bilang Gladys yang membumbui omongan Claire.


Tapi sayangnya Alberto sama sekali tidak menanggapi ucapan dari Ibu tirinya ini.


Claire mengangguk menyetujui ucapan Auntynya itu.


" Yeah,, Ok, kalau kau benar-benar begitu menyukai aku, apakah sekarang kau mau mati untukku,, ?" Tanya Alberto yang menatap tajam wajah Claire.


Secara spontan Claire dan Gladys mengubah ekspresi wajahnya yang tadinya senang menjadi terbelalak tidak percaya akan ucapan Alberto saat ini.


" Haahhh ?" Tanya Claire dan Gladys dengan mimik muka secara bersamaan merasa heran dengan pertanyaan Alberto padanya.


Alberto yang melihat ekspresi wajah dari Claire dan Gladys membuat dirinya langsung menanyakan kenapa mereka berdua terbelalak mendengar ucapan Alberto saat ini.


" Kenapa diam,, aku hanya butuh jawaban sekarang, bukan pikiran lain untuk mengelak permintaanku saat ini." Bilang Alberto yang mengagetkan wajah Claire dan Gladys.


" Honey, maksudnya aku tidak mengerti ?" Tanya Claire lagi yang seolah-olah berpura-pura tidak mengerti akan pertanyaan dari Alberto itu.


" Yes, Son, maksudnya apa,, Mommy juga tidak mengerti ?" Tanya Gladys lagi dengan suara seolah tidak mengerti akan pertanyaan dari Alberto hingga hal itu membuat emosi Alberto saat ini naik.


" Kalian, benar-benar tidak mengerti, atau pura-pura tidak mengerti, Hah!! ?" Tanya Alberto dengan suara yang kasar dan juga keras sehingga ia langsung saja menarik pelatuk pistolnya dan menembak bagian bawah tepat dekat dengan kaki Claire dan Gladys.


DOOORRR!!!


Bunyi suara pistol terdengar di seluruh kediaman Alexandre saat ini. Membuat Ziya yang berada di atas balkon kaget dan melihat keadaan di taman. Saat ini Ziya melongo melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Kenapa Alberto, mengacungkan pistolnya ke arah sasaran wanita yaitu sasarannya adalah Claire.


" Aakkhhh,," Teriak Gladys dan Claire yang kompak sambil menutup kedua telinganya.


" Berdiri diam disana,, kalau sedikit saja kau bergerak maka peluru ini akan menembus kepalamu, tapi, kalau kau mengimbangi maka peluru ini akan menembus buah itu." Bilang Alberto yang telah memerintahkan anak buahnya untuk meletakkan buah jeruk di atas kepala Claire saat ini.


Otomatis, saat ini Claire kaget, cemas dan khawatir atas sikap Alberto yang saat ini sedang menggila menjadikan dirinya sebagai mainan yang mematikan. Gladys ingin sekali meminta Alberto untuk mengurungkan perbuatannya ini, tapi sayang Alberto sang penguasa, tidak bisa untuk melawan keinginannya.


" Alberto, aku mohon jangan jadikan Claire sebagai sasaran mainanmu,," Bilang Gladys yang merasa cemas atas diri Claire saat ini.


Alberto hanya tersenyum sinis.


" Kalau kau tidak sanggup melihatnya, pergi dari sini,," Ucap Alberto yang sengaja mengusir Ibu tirinya itu.


" Tapi, Alberto,,!!" Sanggah Gladys.


DORRR!!!


Terdengar lagi suara tembakan saat ini, sehingga membuat Gladys pergi dari tempat itu. Tapi, Claire dengan gaya meringis meminta tolong dari Auntynya membuat dirinya hanya bisa merengek mematung di tempat itu.


" Auntyyy,," Ucap Claire yang memohon.


Lalu, tanpa aba-aba Alberto menembakkan pistolnya ke arah kepala Claire dan karena, kaget.


" Aaaahhhhh,,," Teriakan suara dari mulut Claire yang sangat besar sekali.


Claire hanya bisa berteriak melihat Alberto yang telah menembak ke arahnya.


" Oh,, God,," Ucap Ziya yang menutup mulutnya.


Dan, terlihat Ziya diatas balkon yang melihat adegan kejadian saat itu matanya terbelalak dan mulutnya menganga. Entah bagaimana nasib Claire saat ini, karena, terlihat senyuman kemenangan di wajah Alberto ketika sudah puas menjadikan Claire sebuah permainan untuk memuaskan kekesalannya pada kedua wanita ini.


****


Up lagi My Love Readers ❤️


Kalau penasaran dengan Visual Mafia and Angel, nanti akan ada Bab khusus untuk semua Visual pemain di dalam Mafia and Angel ya,,😘😘


Silahkan Like 👍, Komen 💬, and Share 💐