Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 166 - Interogasi Tawanan



Karena, memang terlihat sepertinya orang itu memang memiliki kesetiaan terhadap siapa orang yang telah memerintahkan dirinya. Oleh sebab itu, Alberto segera memberikan kesempatan pada tawanan ini untuk melakukan pembuktian kesetiaan padanya.


" Baik Tuan, saya bersedia untuk menjadi pengikut Tuan,," Jawab tawanan itu dengan ekspresi wajah yang begitu ceria.


" Bagus, tapi, tidak semudah itu untuk menjadi pengikut setiaku, kau harus berada di tempat ini, sebelum aku sendiri yang memintamu untuk keluar dari tempat ini,," Ucap Alberto yang memberikan suatu pesan pada tawanan ini.


" Baik Tuan, saya akan segera mengikuti semua langkah peraturan yang diperintahkan oleh Tuan,," Ucap tawanan itu yang menundukkan kepalanya pada Alberto.


" Baik Aku akan menyerahkan kau pada asisten pribadiku yang berada di pulau ini,," Ucap Alberto pada tawanan itu dan asisten pribadi Alberto yang berada di tempat ini mengangguk.


Asisten pribadi Alberto yang berada di pulau ini segera mengangguk setelah mendapatkan perintah dari Alberto.


" Apakah kau bersedia untuk mengawasinya ?" Tanya Alberto pada asistennya itu.


" Saya bersedia, Tuan,," Jawab asistennya dengan segera.


" Oke, bagus, masukkan dia terlebih dahulu dalam ruang tahanan,," Ucap Alberto yang memerintahkan asistennya itu untuk sementara ini mengurung tawanannya.


" Siap, Tuan,," Ucap asisten pribadi Alberto kepada Tuan Besarnya.


" Terima kasih, Tuan,," Ucap tawanan itu pada Alberto.


Dengan segera asisten itu segera membawa pergi tawanan yang telah diberikan kesempatan bagi Alberto. Tak lama kemudian, Alberto memerintahkan Zavier untuk mengawasi gerak-gerik dua orang itu.


" Zavier, awasi mereka,," Ucap Alberto yang memberikan perintah pada Zavier.


" Oke Dude,," Jawab Zavier segera keluar dari ruangan itu.


Sementara itu, Alberto dan Frengky melangkahkan kakinya keluar dari ruang interogasi dan segera keluar dari gedung tempat tahanan ini.


" Frengky, terima kasih atas kerja keras yang kau lakukan,," Ucap Alberto yang memberikan apresiasi pada Frengky.


" Sama-sama, Tuan,," Jawab Frengky mengangguk.


Setelah merasa bahwa pekerjaannya di pulau ini telah selesai, Alberto segera pergi ke tempat lainnya yaitu perusahaannya sendiri. Karena, sebentar lagi ia akan segera mengadakan rapat kepada Mr. Gerald yang akan melakukan kontrak kerja dengan perusahaan Grup A miliknya.


Namun, sebelum berangkat dari pulaunya ini, Alberto terlebih dahulu memerintahkan Frengky untuk memberitahukan bahwa ia segera pergi dari pulau ini karena, ada suatu hal yang penting dan harus ia lakukan saat ini juga.


" Frengky, aku akan segera pergi ke kantor, aku perintahkan kau untuk memberitahu Zavier bahwa aku langsung pergi ke kantor." Ucap Alberto yang memberikan perintah pada asistennya ini.


" Baik, Tuan,," Jawab Frengky mengangguk.


Saat Frengky ingin segera melangkahkan kakinya pergi untuk melakukan tugasnya, Lalu, Alberto kembali memanggil Frengky untuk menyampaikan hal lain lagi pada Zavier.


" Tunggu Frengky,," Ucap Alberto kembali memanggil Zavier.


" Ya Tuan,," Jawab Zavier yang membalikkan tubuhnya kembali menghadap Alberto.


" Katakan juga pada Zavier, jika sudah selesai melakukan tugas di tempat ini, segera kembali ke kota, ini juga berlaku untuk kau Frengky," Ucap Alberto yang memberikan pesannya pada Zavier dan juga Frengky.


" Baik Tuan, saya akan segera kembali jika tugas saya di pulau ini selesai,," Bilang Frengky pada Tuan Besarnya.


Setelah memberikan perintah pada pengawalnya ini dengan segera Alberto menaiki mobil kembali dan segera meluncur ke landasan helikopter yang berada di pulau ini.


Sementara itu, Zavier yang sedang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik dua orang yang diperintahkan oleh Alberto itu dengan kepintarannya, sambil mengawasi Zavier juga meletakkan suatu alat perekam untuk pengawasan baginya.


" Heemmm, lebih baik aku memasang alat ini di semua tempat." Ucap Zavier yang menambah alat di ruang tahanan milik Alberto ini.


Setelah selesai memasang semua alat dengan senyuman manisnya, Zavier membersihkan tangannya karena, merasa puas akan pekerjaan yang ia lakukan itu, tiba-tiba Frengky mendatangi dirinya.


" Tuan Zavier, baru saja Tuan Besar memberi pesan bahwa Tuan langsung pergi ke perusahaannya,," Ucap Frengky pada Zavier sambil memberikan perintahan dari Alberto.


" Oh baiklah,," Jawab Zavier yang masih memeriksa alat di tangannya.


" Dan, Tuan juga berkata, jika Tuan Zavier telah menyelesaikan pekerjaan disini, Tuan diminta segera kembali ke kota,," Bilang Frengky lagi pada Zavier.


" Heh!! Oke,," Jawab Zavier sambil menghembuskan napasnya.


Saat mendengar perintahan Alberto yang meminta Zavier untuk kembali, seketika terdengar suara hembusan malas dari Zavier untuk kembali ke kota, karena, di kota tidak terlalu banyak musuh untuk mengasah kemampuannya dalam bertarung.


Saat ini, helikopter Alberto telah sampai kembali ke landasan kota dan setelah melandaskan helikopternya dengan sempurna barulah Alberto turun dari helikopter dan dengan segera Alberto menaiki mobilnya untuk pergi ke perusahaannya.


Setelah sampai di perusahaannya, Alberto langsung menuju ke ruang rapat, karena, saat ini jam sudah menunjukkan tepat di angka dua. Berarti sudah cukup tepat untuknya melakukan rapat kepada Mr. Gerald siang ini.


" Selamat datang, Tuan," Ucap semua orang yang berada di ruang rapat.


Alberto hanya mengangguk dan langsung duduk di kursi tempatnya. Setelah ia duduk barulah Alberto mengizinkan semua orang yang berada di tempat ini untuk membuka rapat yang dilakukan saat ini juga.


" Segera dilakukan rapat hari ini dengan perusahaan Mr. Gerald,," Ucap Alberto yang memerintahkan asistennya untuk membuka rapat saat ini.


" Terima kasih banyak Tuan Alberto,," Ucap asisten pribadi Alberto.


Lalu, dengan segera asisten pribadi Alberto mulai membuka pembicaraannya terhadap Mr. Gerald yang sudah ada di dalam ruangan ini.


" Baik Mr. Gerald kami selaku dari perusahaan Alexandre Grup membuka rapat yang dilakukan hari ini pada perusahaan Gerald Grup." Ucap asisten pribadi Alberto yang membuka pembicaraan rapat hari ini.


Sementara itu, Alberto mendengarkan laporan proposal yang sedang disampaikan oleh asisten Mr. Gerald dengan wajah yang cukup serius. Setelah mendengarkan semua ucapan yang sedang disampaikan oleh asisten Mr. Gerald terlihat Alberto sedikit kurang mengerti akan maksud dari keinginan kontrak dari perusahaan Gerald Grup.


" Baik, terima kasih pada pembicara dari perusahaan Gerald Grup yang telah menjelaskan semua proposal kontrak kerja pada perusahaan Alexandre Grup." Ucap asisten pribadi Alberto yang memberi apresiasi kepada pembicara dari perusahaan Gerald Grup.


" Bagaimana, Tuan Alberto dengan hasil penyampaian proposal kontrak kerja dari pihak Gerald Grup." Ucap asisten pribadi Alberto pada Tuan Besarnya ini.


" Baik Mr. Gerald saya akan membaca dan mempelajarinya terlebih dahulu proposal kontrak kerja yang anda ajukan terhadap perusahaan kami." Ucap Alberto kepada Mr. Gerald yang duduk berada di hadapannya.


" Terima kasih, saya akan memberikan jawabannya setelah saya selesai mempelajari proposal ini," Ucap Alberto kepada Mr. Gerald.


" Baik, terima kasih Tuan Alberto, kami permisi,," Ucap Mr. Gerald pada Alberto.


" Sama-sama,," Jawab Alberto mengangguk.


Asisten Mr. Gerald segera memberikan berkas proposal kontrak kerja sama dengan perusahaan Alexandre Grup pada asisten pribadi Alberto di perusahaan. Setelah itu, Mr. Gerald berdiri dan membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Alberto. Alberto hanya mengangguk mempersilahkan Mr. Gerald bersama orang-orangnya untuk keluar dari ruangannya ini.


Setelah semua orang telah keluar dari ruang rapat ini, dengan segera asisten pribadi Alberto memberikan berkas proposal kontrak kerja sama dengan Tuan Besar Alberto. Dan, Alberto hanya mengangguk setelah menerima berkas tersebut.


" Ini Tuan berkas proposal dari perusahaan Gerald Grup." Ucap asisten pribadi Alberto yang memberikan sebuah berkas pada Alberto.


" Ya, letakkan saja di atas meja,," Ucap Alberto sambil mengambil ponselnya di dalam saku jas.


" Saya permisi, Tuan,," Ucap asisten pribadi Alberto yang meminta izin untuk keluar dari ruangan.


" Heemmm,," Jawab Alberto mengangguk.


Alberto melihat layar ponselnya tidak ada satu panggilan di dalam ponselnya itu. Dan, Alberto berpikir sepertinya tidak terjadi apa-apa dengan istrinya Ziya di dalam kediamannya. Oleh sebab itu karena, tidak ada panggilan dengan segera Alberto membaca semua isi dari berkas proposal yang diajukan dari perusahaan Gerald Grup.


" Tidak ada yang menelepon sepertinya, tidak terjadi apa-apa padanya,," Gumam Alberto yang menatap layar ponselnya dan pikirannya hanya tertuju pada keadaan Ziya di kediamannya itu.


" Heemm, semoga saja tidak terjadi apa-apa padanya,," Gumam Alberto lagi sambil meletakkan ponselnya di atas meja.


Setelah meletakkan ponselnya di atas meja, Alberto segera membaca berkas proposal kontrak kerja dari perusahaan Gerald Grup. Setelah selesai, membaca semua isi dari proposal itu barulah Alberto menyetujui isi dari proposal tersebut.


" Heemm,, jadi seperti itu, baiklah, aku akan menerima proposal kontrak kerja sama ini dengan perusahaan ku,," Ucap Alberto lagi setelah selesai membaca berkas proposal kontrak kerja itu.


Dan, ketika Alberto ingin memanggil asistennya itu Alberto melihat layar ponselnya yang mendapatkan sebuah pesan. Alberto segera mengambil ponselnya dan melihat pesan tersebut. Pesan dari Vena asisten Ziya yang telah mengirim sebuah video rekaman Ziya kepada Alberto.


" Video,," Ucap Alberto sambil membuka layar ponselnya.


Alberto melihat layar ponselnya yang berisi video rekaman Ziya, Alberto menatap dan mendengarkan suara ucapan Ziya berbicara kepada putrinya Isabelle.


" Heemm, ternyata dia merawat Isabelle yang sedang sakit,," Gumam Alberto yang melihat video rekaman Ziya yang sedang merawat Isabelle.


" Ternyata dia memang benar-benar tulus menyayangi dan mencintai semua orang di kediamanku, aku pikir dia cuma memberikan kelembutan dan kasih sayang pada Demian," Ucap Alberto yang berpikir kelembutan Ziya hanya diberikan kepada Demian.


" Namun, ia juga lembut dengan Isabelle padahal dia sudah tahu kalau Isabelle bukanlah putriku,," Gumam Alberto lagi yang masih menatap Ziya.


Alberto merasa bahwa kelembutan pada diri Ziya memang benar-benar tulus adanya. Bahkan dengan Isabelle saja Ziya bisa bersifat lembut dan bahkan Ziya merawatnya seperti anak sendiri.


" Heemm,, sepertinya, aku tidak akan pernah bisa untuk melepaskannya, aku akan segera mengurus surat perceraian kepada Zoya dan setelah itu aku akan menikahi wanita yang begitu indah ini,," Gumam Alberto tersenyum menatap wajah cantik Ziya saat merawat Isabelle.


Alberto memang telah berniat untuk menikahi wanita yang sudah menjadi istri palsunya saat ini, karena, selain ia mencintai wanita ini, Alberto juga tidak akan mau untuk melepaskan wanita ini lagi dari genggamannya. Oleh sebab itu, bagaimanapun keadaan masa lalu Ziya, ia masih tetap menerimanya dengan senang hati.


Saat Alberto sedang menatap video rekaman Ziya, Alberto melihat tanda panggilan masuk dari Zavier, Alberto segera mengangkatnya.


" Halo,," Ucap Alberto yang menerima telepon dari Zavier.


" Halo Dude, aku hanya melaporkan bahwa pekerjaanku telah selesai,," Ucap Zavier yang sengaja memberitahu Alberto tentang pekerjaannya itu.


" Bagus, temanku Zavier, aku sudah katakan pada Frengky, jika pekerjaanmu telah selesai, kau harus segera kembali ke kota sekarang juga." Ucap Alberto yang kembali mengingatkan perintahannya pada Zavier temannya ini.


" Oke Dude, sekarang aku sudah kembali ke kota,," Jawab Zavier yang memberitahu dimana keberadaannya saat ini.


" Oke, Teri,,," Jawab Alberto yang ingin mengucapkan terima kasih pada temannya ini, namun dalam seketika suara panggilan ini sudah diputus oleh Zavier.


Sehingga membuat Alberto sedikit kesal akan sikap Zavier yang selalu memutuskan teleponnya jika sudah selesai memberitahukan informasi pada sang Tuan Besar, maka Zavier segera memutuskan teleponnya itu.


" Heh!! dasar," Ucap Alberto yang merasa kesal dengan sikap Zavier.


Alberto teringat akan adiknya Axeloe. Bukannya sore kemarin Axeloe sudah tiba di negaranya ini, tapi, kenapa sampai sekarang belum juga muncul di hadapannya.


" Bukannya Axeloe sudah kembali ke negara ini, kenapa sampai saat ini belum menemui aku,," Gumam Alberto yang merasa bahwa adiknya ini sedang melakukan suatu hal yang tidak diketahui oleh dirinya itu.


" Sepertinya Axeloe sengaja belum menemuiku, karena, pasti ada suatu hal yang ingin dilakukannya,," Ucap Alberto lagi yang sangat mengenal sifat adiknya ini.


Lalu, Alberto segera menelepon pengawal yang telah ditugaskan untuk mengawali Axeloe dan adiknya itu, namun Alberto teringat bahwa sepertinya adiknya ini sedang ingin melakukan sesuatu hal yang membuat dirinya merasa senang.


" Baiklah aku akan membebaskanmu saat ini adikku,," Gumam Alberto sambil tersenyum menerawang ke atas yang sedang memikirkan Axeloe.


Setelah tersenyum memikirkan sifat sang adik, lalu, Alberto segera menelepon Frengky pengawal pribadinya untuk menghadapnya saat ini juga, karena ia tahu pasti saat ini Frengky telah kembali dari pulau pribadi itu. Namun ketika Alberto ingin menelepon asistennya itu, ternyata Frengky terlebih dahulu menghubungi dirinya.


Alberto segera menerima panggilan tersebut.


" Ya Frengky,," Bilang Alberto yang mengangkat telepon dari Frengky.


" Halo Tuan, saat ini saya sedang di perjalanan untuk menuju ke kantor,," Bilang Frengky yang memberitahu posisi keberadaan dirinya.


" Oke, bagus jika kalian semua sudah kembali ke kota,," Ucap Alberto kepada Frengky.


" Ya, Tuan,," Jawab Frengky.


" Sekarang saya akan tunggu kalian di kantor,," Ucap Alberto lagi pada asisten handalnya ini.


" Siap Tuan, kami semua sedang menuju ke sana,," Jawab Frengky.


Setelah menerima panggilan dari Frengky, Alberto segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang rapat dan menuju ke ruang kerjanya di kantor ini. Dengan diiringi oleh beberapa pengawal dan juga asisten pribadinya, Alberto memerintahkan asistennya itu untuk membuat surat penerimaan kontrak kerja sama dengan perusahaan Gerald Grup.


****