Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 281 - Pelacakan 2



Bag. 281 - Pelacakan 2


Dengan segera Alberto keluar dari ruangan Cctv setelah memantau semua keadaan di dalam kediamannya. Disaat Alberto akan melangkah keluar dari ruangan Cctv. Friek beserta anak buahnya yang lain membungkuk memberikan hormat kepada Alberto yang baru saja keluar dari ruangannya itu. Sehingga hal itu membuat Alberto segera memberikan perintah kepada Friek untuk anak buahnya agar bisa menjalankan misi rahasianya dalam melacak keberadaan serta identitas data temannya Zoya yang asli.


" Selamat siang Tuan,," Sapa Friek sambil memberikan hormat kepada Alberto.


" Siang,," Jawab Alberto kepada Friek yang telah menyapanya.


" Friek,," Ucap Alberto yang masih berada di depan pintu.


" Ya Tuan, perintahkan salah satu tim darimu untuk melacak keberadaan orang ini,," Bilang Alberto yang memberikan perintah kepada Friek sambil meminta Frengky untuk segera mengaktifkan layar ponselnya.


" Frengky segera buka layar ponselnya,," Sambung Alberto memberikan perintah kepada Frengky yang tengah berada di belakang tubuhnya.


" Baik Tuan,," Jawab Frengky dengan segera melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Alberto padanya.


Dengan sigap Frengky membuka layar ponsel yang selalu ada dengannya dan pastinya sebagai pengawal dari seorang mafia besar seperti Alberto. Frengky cepat menanggapi siapa yang akan dicari dan dilacak oleh Tuannya itu. Tidak lain lagi orang yang berhubungan dengan Zoya yang baru saja dilaporkan oleh Zavier pada Alberto.


Setelah membuka layar ponselnya begitu jelas sekali terlihat gambar yang terpampang di layar ponsel tersebut. Benar sekali bahwa orang yang dimaksudkan oleh Alberto tidak lain lagi adalah Jimmy. Sehingga setelah memastikan gambar di layar ponselnya tersebut pada Alberto barulah Frengky menunjukkannya pada Friek siapa orang yang akan diselidikinya bersama timnya nanti.


" Ini Tuan,," Bilang Frengky kepada Alberto sambil menunjukkan gambar Jimmy.


" Heemmm,," Jawab Alberto yang hanya mengangguk saja dan menaikkan alisnya seraya meminta Frengky untuk menunjukkan gambar tersebut kepada Friek.


Dengan segera Frengky memberikan gambar tersebut kepada Friek dan Friek segera meng-copy ulang gambar tersebut ke dalam ponselnya. Setelah selesai meng-copy ulang gambar yang ditunjukkan oleh Frengky barulah Friek meminta izin pada Alberto untuk segera melakukan tugas yang telah diberikan.


" Heemm, baik,," Bilang Frengky setelah menerima gambar yang baru saja di copy ke dalam ponselnya.


" Lacak dengan jelas identitasnya,," Bilang Alberto kepada Friek setelah Friek selesai menerima gambar dari Frengky.


" Dan segera laporkan,," Sambung Alberto lagi pada semua anak buahnya terutama Friek yang menjadi pemimpin di dalam tim visi-misinya kali ini.


" Siap Tuan,," Jawab semua anak buah Alberto sambil membungkuk menerima perintah yang telah diberikan.


Setelah menerima semua perintah yang telah diberikan oleh tuan besarnya itu dengan segera dan sigap Friek beserta anak buahnya di dalam tim nya langsung saja melakukan tindakan misi yang akan dilaksanakan. Walaupun Friek adalah pengawal yang telah ditetapkan oleh Alberto untuk Ziya. Namun, sistem kerja Friek yang tengah melakukan pelacakan begitu bagus dan baik bagi Alberto. Oleh sebab itu, Alberto tetap meminta Friek untuk melakukan misinya itu.


Dengan menggunakan tim yang dipimpin oleh Friek dalam melacak keberadaan serta identitas data asli dari orang yang bernama Jimmy, Alberto bisa meyakini atas kinerja dari pengawal pribadi istrinya itu. Setelah selesai memberikan perintah kepada Friek dengan segera Alberto melangkah menuju ke ruangan Axeloe dimana tujuan sebenarnya memang ia harus segera ke ruangan Axeloe untuk mengetahui bagaimana keadaan Ziya setelah dimasukkan obat penawar racun yang ada di dalam tubuh istrinya itu.


Tidak jauh dari langkah kakinya Alberto, Frengky sang pengawal tidak sengaja melihat Gladys ibu tiri dari tuan besarnya itu sedang melangkah dengan langkah kaki yang cukup cepat menuju ke sebuah tempat di dalam kediamannya Alberto. Pastinya dengan segera, Frengky menghentikan langkahnya dan memberitahukan langsung pada sang Tuan Besar yang telah melangkah lebih dahulu dibandingkan para pengawalnya ini.


" Tunggu sebentar Tuan,," Panggil Frengky pada Alberto yang telah melangkah cukup jauh darinya.


" Ada apa, Frengky ?" Tanya Alberto pada Frengky yang telah berada di hadapannya.


" Maaf Tuan, saya mau melaporkan bahwa Nyonya Gladys terlihat seperti sedang mau pergi ke sebuah tempat,," Lapor Frengky kepada Alberto tentang apa yang telah dilihatnya barusan.


" Mana ?" Tanya Alberto dengan segera mengalihkan pandangannya ke sekeliling kediamannya itu.


" Sudah berlalu Tuan,," Jawab Frengky singkat.


" Dia pergi ke arah mana ?" Tanya Alberto kepada Frengky.


" Ke arah kanan Tuan,," Jawab Frengky yang memang melihat jelas gerak-gerik Gladys pergi.


" Ke arah kanan,," Gumam Alberto seolah mengerti Gladys akan pergi ke arah mana.


" Ya Tuan,," Jawab Frengky menganggukkan kepalanya.


Seketika Alberto berpikir tentang Gladys yang akan pergi ke arah kanan sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Frengky padanya. Sekilas Alberto mengerti bahwa Gladys sebenarnya mau pergi ke sebuah tempat dimana ruangan di sebelah kanan yang dimaksudkan oleh Frengky adalah ruangan yang sering digunakan oleh anaknya dahulu yang kala itu masih tinggal di kediaman ini yaitu Martin.


Dan Gladys tidak tahu bahwa sebenarnya Martin bukanlah pergi bersama temannya ke sebuah tempat untuk berlibur melainkan kabur melarikan diri dari kediaman Alexander. Karena, Martin telah melakukan sebuah tindakan yang akan merugikan ibunya sendiri. Martin tidak sengaja telah memberitahukan sebuah informasi besar pada Ziya mengenai rahasia yang telah dilakukan oleh Ibunya.


Dan rahasia itu sama sekali tidak boleh dibongkar sedikitpun pada siapapun. Meskipun itu pada Alexa adiknya sendiri, entah kenapa, mungkin karena, Martin menyukai Zoya, oleh sebab itu Martin bersedia dan mau begitu saja menyampaikan rahasia besar yang selama ini telah disimpan rapat-rapat oleh ibunya.


" Sebelah kanan, berarti ruangannya Martin,," Gumam Alberto dengan jelas dalam hatinya sambil berpikir bahwa tempat yang akan dikunjungi oleh Mommy tirinya itu ialah kamarnya Martin.


Setelah teringat akan tujuan Gladys ke arah mana dan membiarkan begitu saja Gladys mau pergi kemanapun di dalam kediamannya ini. Alberto kembali fokus untuk pergi ke tempat Axeloe menanyakan perihal tentang sistem perekam suara yang selama ini telah ia pasang di kediaman besarnya itu. Dan pastinya Alberto kembali fokus ke tujuan awalnya yaitu pergi menuju ruangan rahasia milik Axeloe.


" Biarkan saja,," Bilang Alberto kepada Frengky.


Pastinya Frengky langsung memahami apa yang telah dikatakan oleh Alberto, maksud dan tujuan dari tuan besarnya ini yang tengah membiarkan Gladys akan pergi kemanapun serta melakukan tindakan apapun di dalam kediamannya itu.


****