Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag



Sungguh terlihat jelas bahwa Ziya saat ini merasa senang, karena, walaupun di dalam pikirannya masih banyak sekali masalah-masalah yang menumpuk dan mengganjal hatinya untuk segera diungkapkan kepada Alberto. Namun, semua masalah yang sedang dihadapinya seakan lenyap seketika ketika ia sedang berbicara sambil tertawa bahagia bersama Vena.


Walaupun Vena bukanlah saudara kandung Ziya, tapi, semenjak Vena menjadi asisten pribadinya yang sengaja telah dipilih oleh Alberto untuknya itu. Akhirnya Ziya sendiri telah menganggap Vena sebagai saudaranya sendiri. Karena, hanya Vena sajalah yang menemani dirinya selama Ziya berada di dalam kediaman Alexandre ini.


" Sepertinya, kali ini Nyonya yang penasaran,," Ucap Vena sambil tersenyum karena, melihat wajah dan ekspresi Ziya secara bergantian dengan ekspresinya barusan yaitu penasaran.


" Hahaha, Vena kamu ini ada-ada saja,," Balas Ziya tertawa senang ketika mendengar ucapan Vena mengenai ekspresi penasaran dari wajahnya itu.


" Ayolah katakan,," Sambung Ziya lagi meminta Vena untuk segera mengatakan semua mengenal Axeloe pada dirinya.


" Hehehehe, baik Nyonya,," Jawab Vena sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Dan yang satunya lagi yaitu sikap cuek dari Tuan Axeloe terlihat begitu jelas sekali Nyonya, sama seperti Tuan Besar juga,," Jawab Vena lagi yang menyambungkan ungkapannya mengenai Axeloe kepada Ziya.


" Heemmm, benar bukan, sudah bisa ditebak, ternyata sama saja seperti saudaranya,," Gumam Ziya setelah mengetahui bagaimana sikap Axeloe kepada Vena yang ternyata memiliki sifat yang sama seperti suaminya itu yaitu Alberto.


" Sama-sama memiliki sifat cuek, tapi, aslinya,," Sambung Ziya lagi yang terlihat sedang mengomentari sikap Alberto pada dirinya sewaktu ia pertama kali datang ke kediaman Alexandre ini dan terakhir kalinya jelas sekali terlihat oleh Vena bahwa Ziya sedang tersenyum bahagia.


Sehingga sebuah senyuman yang baru saja terukir di wajah cantik Ziya membuat Vena semakin tertarik untuk mengetahui apa penyebab majikannya menjadi bahagia seperti saat ini. Dan dengan rasa penasarannya itu membuat Vena berani untuk membujuk majikannya ini agar bisa menceritakan kebahagiaannya itu.


" Wah, sepertinya Nyonya teringat suatu hal ya, kenapa senyum-senyum begitu ?" Tanya Vena dengan gaya kocaknya hingga membuat Ziya tertawa akan pertanyaannya.


" Hahaha, Vena kau bisa saja ya menebak ekspresi wajahku ini,," Seru Ziya tertawa ketika mendengar pertanyaan Vena kepadanya.


" Saya sebagai seorang asisten sekaligus teman baik Nyonya, ingin tahu juga suatu hal apa yang sudah membuat majikanku ini bahagia,," Sambung Vena lagi.


" Coba tebak ?" Tanya Ziya lagi seolah memberikan teka teki kepada Vena.


" Heemmm, Nyonya, saya tidak tahu Nyonya, bagaimana saya mau menebaknya,," Jawab Vena dengan wajahnya yang terlihat memang begitu penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada Ziya.


" Hahahaha, jika kau sudah bertemu dengan seseorang laki-laki yang bisa membuat hidupmu bahagia, maka di saat itulah kau akan merasakan kebahagiaan yang tiada tandingannya, Vena,," Jawab Ziya dengan jelas seolah sudah memberitahukan klue dari perasaannya sendiri saat ini.


" Heemmm, benar sekali itu Nyonya,," Bilang Vena sambil menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Ziya yang begitu mendalam serta bermakna bagi dirinya juga.


" Seperti Nyonya saat ini, yaitu dicintai dan disayangi oleh Tuan Alberto secara mendalam dan juga tulus,," Sambung Vena lagi sambil membayangkan bagaimana cara Alberto menyayangi Ziya memang begitu jelas sekali terlihat oleh semua orang yang berada di dalam kediaman Alexandre ini.


Benar sekali yang dikatakan oleh Vena bahwa perasaan sayang serta perasaan cinta yang ditunjukkan oleh Alberto kepada Ziya memang terlihat begitu jelas bagi semua orang yang berada di dalam kediaman ini. Dan bukan hanya diketahui oleh semua orang di dalam kediaman ini saja melainkan semua publik bahkan sudah tahu bagaimana cara Alberto menyayangi istrinya itu.


" Heemmm, kau pandai sekali Vena dalam menilai perasaan seseorang,," Ucap Ziya sembari mengulum senyumnya yang sangat menawan.


" Tentu saja saya tahu Nyonya, bisa dilihat dengan jelas bahwa perlakuan Tuan Alberto yang sangat mengkhususkan diri Nyonya itu sudah cukup untuk meyakinkan kami semua sebagai saksi di dalam kediaman ini, bahwa memang benar Tuan Alberto sungguh mencintai serta menyayangi Nyonya,," Sambung Vena lagi memberikan sebuah jawaban yang jelas sekali terdengar bahwa saat ini Vena sedang memuji rasa cinta dan juga rasa sayang yang dimiliki oleh Tuan Besarnya itu kepada majikannya ini.


" Ya, ya, aku percaya Vena, jika kamu merasa bahwa perlakuan Alberto padaku itu memang benar jika dirinya menyayangi dan mencintaiku, pastinya aku sungguh merasa bahagia saat ini,," Jawab Ziya sambil tersenyum merekah.


" Aku memang sangat bahagia dan mempercayai pendapat darimu, Vena, tapi, perasaan ini masih ada yang mengganjal,," Gumam Ziya dalam hatinya yang masih tersenyum kepada Vena.


Karena, memang benar apa yang telah disampaikan oleh Vena itu. Bahwa saat ini Alberto memang menyayangi Ziya, namun, hati Ziya saat ini masih terasa berat akan adanya masalah yang sudah cukup lama mengganjal hatinya itu. Sebenarnya, Ziya ingin sekali menyampaikan maksud dari hatinya kepada Alberto, tapi, kenapa setiap kali Ziya ingin menyampaikan niat hatinya itu selalu saja tidak bisa terungkapkan sedikitpun.