
Sehingga hal yang dilakukan oleh beberapa anak buah Will ini membuat Zavier yang awalnya ingin menyampaikan suatu hal terhenti begitu saja karena mendengar suara laporan yang disampaikan oleh beberapa anak buahnya Will. Dan hal itu membuat Will sedikit terganggu atas kelakuan dari beberapa anak buahnya itu. Di dalam hati Will pasti akan menimbulkan rasa kecurigaan dari Zavier atas laporan yang dilakukan oleh anak buahnya ini.
Karena, merasa bahwa laporan yang diberikan oleh beberapa anak buahnya itu kurang tepat. Oleh sebab itu Will yang menerima laporan dari anak buahnya itu dengan secara langsung memberikan sebuah kode untuk tidak berbicara ataupun memberikan sebuah laporan padanya ketika ia sedang menerima telepon dari seseorang siapapun orangnya.
Sambil memberikan kode berupa jari telunjuk kepada beberapa anak buahnya bahwa kode tersebut merupakan sebuah tanda untuk anak buahnya agar tidak memberikan laporan terlebih dahulu padanya. Oleh sebab itu hal ini dapat dipahami oleh beberapa anak buahnya Will yang baru saja melakukan sebuah kesalahan hingga membuat Will memberikan kode keras seperti ini.
Namun, hal itu tidak terlalu membuat Will merasa canggung karena, Will masih bisa membuat sebuah alasan tersendiri dalam memberikan sebuah jawaban kepada Zavier jika nantinya Zavier memberikan sebuah pertanyaan padanya. Sehingga saat ini keadaan yang terjadi di antara beberapa anak buah Will dan Will hanya ada keheningan sementara.
Sedangkan Will yang masih menerima panggilan dari Zavier akhirnya bisa fokus kembali untuk menyambungkan pembicaraannya terhadap Tuan Zavier. Karena, tidak ada lagi yang mengganggu pembicaraan mereka akhirnya Will sendiri yang menyampaikan sebuah perkataan maaf kepada Zavier atas apa yang telah dilakukan oleh beberapa anak buahnya.
" Maaf, Tuan baru saja saya mendapatkan laporan dari anak buah dalam tim saya mengenai orang-orang yang tersisa dari markas besar milik Roserish,," Ucap Will memberikan sebuah alasan tersendiri kepada Zavier.
" Heemmm ya, tidak apa-apa,," Jawab Zavier yang terdengar dari ponselnya Will.
" Baiklah Will aku hanya menelepon kau kembali karena, ada satu hal yang belum aku sampaikan padamu,," Ucap Zavier yang sengaja memberikan sebuah perintah kepada Will.
Memang benar dengan sengaja Zavier menggunakan strategi untuk menghubungi Will kembali karena hal inilah yang ingin diketahui oleh Zavier dari Will. Yaitu sebuah pernyataan yang tidak diketahui oleh Zavier dan akhirnya Zavier sendiri bisa mengetahuinya tanpa adanya sebuah pertanyaan yang begitu detail kepada Will mengenai apa yang ingin diketahui oleh Zavier sendiri.
" Apa itu Tuan ?" Tanya Will yang tidak pernah keberatan untuk menerima sebuah perintah dari Zavier.
" Aku akan memberikannya ketika kau sudah menyelesaikan tugas kau dalam membuat laporan mengenai orang-orang yang tersisa dari markas besar milik Roserish padaku,,
" Baru setelah itu aku akan memberikan sebuah misi yang wajib segera kau lakukan,," Ucap Zavier kepada Will di dalam ponselnya.
" Ya, baik Tuan, aku akan segera mengirimkan laporan ini,," Jawab Will dengan ucapan yang detail namun pasti.
" Oke,," Gumam Zavier mengakhiri pembicaraannya dalam menghubungi Will.
Seperti biasa setelah menghubungi orang yang ingin dihubunginya dan menyatakan sebuah laporan ataupun sebuah perintah darinya, Zavier selalu memutuskan hubungan teleponnya dan hal itu sudah terbiasa dimengerti ataupun diketahui oleh orang-orang terdekat dengannya. Oleh sebab itu Will hanya bisa menghela nafasnya ketika mendengar suara panggilan dalam ponselnya sudah berakhir.
" Menghadap,," Ucap Will kepada anak buahnya yang sedang berada di belakang tubuhnya.
Tentu saja dengan segera anak buah Will yang awalnya berdiri di bagian belakang segera melangkahkan kakinya dari posisi semula menuju ke hadapan Zavier dan memberikan hormat seperti biasa kepada tuan besar dalam tim nya itu.
" Maaf Tuan jika kami melakukan kesalahan dalam menyampaikan laporan kepada Tuan,," Ucap anak buah Will ketika sudah memberikan hormatnya kepada Will.
" Yaahh tidak apa-apa, hal yang sudah terjadi,," Jawab Will memberikan sebuah jawaban berupa pernyataan maaf atas kelakuan dari anak buahnya.
" Terima kasih Tuan,," Ucap beberapa anak buah Will yang menerima pernyataan maaf dari Will.
Will hanya bisa memberikan maaf kepada anak buahnya yang sudah melakukan kesalahan namun kesalahan itu merupakan sebuah tugas juga dari mereka sebagai anak buah Will untuk menyampaikan sebuah laporan kepada Will sendiri. Oleh sebab itu ucapan laporan yang baru saja disampaikan oleh anak buahnya itu masih bisa dimaklumi oleh Will.
" Ya sudah mulai sekarang harus diingat jika saya sedang menerima panggilan dari siapapun jangan pernah menyampaikan laporan apapun,," Ucap Will menyampaikan pesan kepada anak buahnya.
" Dan ketika saya sudah selesai menerima panggilan barulah kalian bisa untuk menyampaikan laporannya, jelas,," Sambung Will lagi kepada anak buahnya
" Ya Tuan,," Jawab anak buahnya Will secara bersamaan.
Setelah memberikan sebuah pesan yang begitu penting untuk diarahkan kepada anak buahnya itu barulah Will bisa melanjutkan rencana selanjutnya yaitu membuat laporan yang akan disampaikannya langsung kepada Zavier. Karena memang sebelumnya Will ingin membuat laporan orang-orang yang tersisa dalam markas besar milik Roserish.
" Oke terima kasih sudah melaporkannya dan jangan lupa dengan pesan yang telah aku sampaikan,," Bilang Will yang memberikan pesan kepada anak buahnya.
" Baik Tuan,," Jawab anak buah Will secara bersamaan.
Karena sudah mengetahui laporan dari anak buahnya mengenai apa yang telah dilakukannya itu, dengan segera Will mengajak anak buahnya ke sebuah ruangan dimana ruangan itu adalah ruangan pribadinya untuk membuat sebuah tugas yaitu berupa laporan-laporan apa saja yang akan dilaporkannya pada Tuan Besarnya siapa lagi kalau bukan Zavier dan orang yang masih misterius belum diketahui siapa orang yang menjadi tuan besar Will selain Zavier.