
Akhirnya Alberto cukup mengerti apa yang telah dijelaskan oleh Krystal padanya. Ternyata Krystal sendiri melakukan hal itu hanya karena, sebuah tantangan dari Vanny yang telah membuat Putrinya itu menjadi seorang wanita mudah untuk diperdaya.
" Berarti semenjak Ziya yang menjadi Mommy sambung kedua putriku ini, Putriku akhirnya memiliki sikap yang baik dan juga jujur,," Gumam Alberto dalam hatinya sambil menoleh ke arah Ziya.
" Terima kasih, Ziya, hanya kau sajalah seorang wanita yang mampu meluluhkan kedua putriku ini,," Gumam Alberto dalam hatinya sambil tersenyum mengangguk saat mendengarkan pernyataan yang disampaikan oleh Krystal.
Oleh sebab itu, Alberto mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga Krystal disaat usia rawannya ini dengan menyuruh Clifton sebagai pengawal rahasianya. Dengan cara itu, Alberto bisa mengawasi kegiatan putrinya saat berada di luar melalui pengawasan yang dilakukan oleh Clifton.
" Ternyata pekerjaan Clifton cukup bagus juga,," Gumam Alberto lagi yang bisa membuatnya percaya terhadap pekerjaan Clifton.
" Sebenarnya kau salah telah menerima tantangan mereka, Krystal, seharusnya kau berani untuk menahan diri tidak melakukan kesalahan yang ditantang oleh mereka, karena, Daddy paling tidak suka anak perempuan yang hidup dalam keadaan liar seperti yang kau lakukan itu,," Bilang Alberto dengan tatapan tajamnya terhadap Krystal.
Saat, Alberto memberikan sebuah peringatan terhadap Krystal, Krystal sendiri merasa takut jika nantinya Alberto akan menghukum dirinya. Karena, Krystal begitu mengetahui bagaimana cara Alberto saat memberi hukuman kepada anak buahnya jika melakukan kesalahan.
" Maafkan Krystal, Daddy, Krystal tidak bermaksud menjadi wanita liar seperti itu, Krystal hanya membalas perbuatan mereka yang telah berani memberikan tantangan pada Krystal,," Jawab Krystal sambil menundukkan kepalanya dan terlihat seperti sedang menangis.
" Ya, Daddy tahu tapi tindakanmu itu salah,," Bentak Alberto terhadap Krystal hingga membuat Ziya ikut campur dalam urusan Alberto yang sedang menasehati putrinya itu.
" Daddy jangan membentak Krystal seperti itu, Krystal sudah jujur mengakui bahwa tindakannya itu salah,," Bilang Ziya disela ucapan Alberto yang sedang membentak Krystal.
Dengan segera Ziya memberikan kelembutan kepada Krystal sambil mengusap lembut rambutnya Krystal.
" Jika tidak dibentak dan tidak diberi peringatan kepada Krystal, pasti Krystal berani untuk melakukan tindakan itu lagi,," Ucap Alberto yang terdengar seperti memang sedang memarahi Krystal.
Dengan segera, Krystal menggelengkan kepalanya dan berjanji terhadap Alberto, bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya itu lagi.
" Tidak, Daddy, Krystal berjanji atas nyawa Krystal sendiri, Krystal tidak akan pernah lagi untuk mengulangi kesalahan yang telah Krystal lakukan,," Ucap Krystal sambil menundukkan kepalanya dan memberikan janji yang begitu meyakinkan Alberto.
" Baiklah, untuk saat ini Daddy terima janjimu itu, tapi, jika kau berani melanggar janji yang telah kau ucapkan ini, kau harus terima konsekuensinya,," Ucap Alberto lagi yang terdengar begitu serius menanggapi perjanjian Krystal.
" Baik Daddy, apabila Krystal sudah berjanji, Krystal tidak akan pernah untuk melanggarnya,," Jawab Krystal sambil menangis tersedu-sedu.
" Oleh sebab itu Daddy sudah membuat keputusan bahwa kau akan selalu diberikan pengawalan yang ketat dan juga untuk saat ini kau harus tetap dibawah pengawasan Mommymu ini,," Bilang Alberto yang ucapannya begitu terdengar seperti sedang memberikan penekanan terhadap Krystal.
" Baik Daddy, Krystal berjanji akan menuruti semua perintah dari Mommy dan Krystal juga bersedia jika Mommy Zoya yang mengawasi Krystal,," Jawab Krystal tegas.
" Bagus kalau kau bisa mengerti dan akan mematuhinya seperti apa yang telah diberikan oleh Daddy, kau sebagai putri tertua dari keluarga Alexandre harus bisa membimbing semua adikmu untuk menjadi seseorang yang hebat dan juga maju, bukannya terpuruk karena takut dari paksaan ataupun tantangan seseorang kau mengerti,," Ucap Alberto lagi yang terdengar begitu tegas saat memberikan peringatan dan juga nasehat pada putrinya itu.
" Baik Daddy Krystal akan melakukan semua perintah dari Daddy,," Jawab Krystal penuh dengan keyakinan.
Setelah selesai memberikan sebuah peringatan terhadap Krystal suasana di dalam mobil saat ini sedikit tenang, hingga Alberto teringat akan kelakuan Krystal dari pengawasan Clifton bahwa baru-baru ini Mommynya Krystal dengan beraninya membuat pertemuan rahasia kepada kedua putrinya itu.
" Oh ya apakah baru-baru ini kau sering berkunjung ke rumah Mommymu ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal.
" Kalau mengunjungi kediaman Mommy hampir sudah lama Krystal tidak kesana, cuma Krystal sering diminta oleh Mommy untuk bertemu di luar, Dad,," Ucap Krystal yang memberitahukan informasi yang benar.
" Heemm, kenapa kau tidak pernah lagi mengunjungi Mommymu dan bertemu diluar ?" Tanya Alberto penasaran.
" Karena, jika di rumah Mommy sama saja seperti yang dulu selalu membawa kekasih yang setiap harinya bergonta-ganti, hal itu membuat Krystal merasa tidak nyaman untuk mengunjungi Mommy lagi,," Jawab Krystal dengan jujur.
" Heh! kenapa kelakuannya tidak pernah berubah,," Umpat Alberto yang terlihat begitu membenci Mommynya Krystal.
" Krystal jika kau ingin tinggal bersama dengan Mommymu tidak apa-apa, karena kau sudah dewasa, kau bisa memilih mana yang terbaik untukmu dan juga adikmu Isabelle, tapi, ingat kau harus tahu mana keluarga yang baik untukmu dan mana juga yang buruk, apabila kau merasa keluarga itu terbaik untukmu maka disana jugalah kau harus tinggal dan juga belajar,," Ucap Alberto lagi yang memberikan sebuah peringatan kepada Krystal.
Karena, selama ini Mommynya Krystal memang sengaja untuk memaksa Krystal dan juga Isabelle meminta hak asuh dari Alberto. Supaya Mommynya Krystal juga bisa mendapatkan harta gono-gini dari keluarga Alexandre. Walaupun Alberto tidak pernah mengatakan kepada publik bahwa kedua putrinya itu bukanlah putri kandungnya. Oleh sebab itu, Mommynya Krystal bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan dari kedua anaknya ini, tapi sayangnya kedua anaknya ini sama sekali tidak menyukai sikap dari Mommynya sendiri yang hanya sekedar menginginkan kebahagiaan semata dan tidak pernah memperdulikan kedua putrinya itu.
Oleh sebab itu, apabila disuruh untuk memilih salah satu dari kedua orang tuanya itu, Krystal dan juga Isabelle lebih baik memilih untuk mengikuti Alberto. Walaupun Alberto bukanlah Daddy kandung mereka berdua setidaknya Alberto tidak pernah menyatakan secara langsung kepada mereka berdua bahwa Alberto bukanlah Daddy kandungnya. Dan juga Alberto selalu memberikan fasilitas yang lengkap serta mewah untuk kedua putrinya ini.
" Baik Dad, dan Krystal juga tidak mau untuk tinggal bersama Mommy, karena, Mommy sama sekali tidak pernah memperdulikan kehadiran Krystal bersama Isabelle jika sedang disana, malah Mommy selalu memeras uang Krystal dan juga Isabelle. Oleh sebab itu, Krystal tidak mau tinggal bersama Mommy jika Mommy hanya ingin bersenang-senang dengan kekasihnya saja,," Gumam Krystal sambil menundukkan wajahnya karena malu menceritakan keburukan Mommynya itu kepada Alberto dan juga Ziya.
" Heemm, kau sudah dewasa oleh sebab itu kau sudah bisa menilai mana yang terbaik untukmu dan juga adikmu, Krystal,," Ucap Alberto tegas.
" Eemmm, Krystal jangan pernah untuk melupakan Mommynya ya, untuk saat ini mungkin Mommynya Krystal belum bisa untuk memahami keinginan Krystal dan juga Isabelle, walau bagaimanapun tindakan Mommynya Krystal terhadap Krystal, di dalam lubuk hati Krystal yang terdalam tetap harus menyayangi dsn juga menghormati Mommynya. Karena, kenapa tidak ada seorang Ibu yang tega melakukan keburukan terhadap anaknya,," Ucap Ziya yang memberikan dukungan lembut terhadap Krystal.
" Baik Mom, Krystal memang tidak pernah membenci Mommynya Krystal sendiri, hanya kecewa terhadap sikap Mommy yang tidak pernah memperdulikan kehadiran Krystal dan juga Isabelle." Jawab Krystal yang meluapkan isi hatinya.
" Heemm, untuk saat ini Mommy akan selalu memberikan semua kasih sayang yang tulus untuk kalian semua sayang, jadi jangan pernah merasa bahwa Krystal dan Isabelle sendirian ya, masih ada Mommy disini,," Ucap Ziya sambil mengelus lembut wajah Krystal.
" Yeah Mom, terima kasih atas kasih sayang yang telah diberikan oleh Mommy pada Krystal dan juga Isabelle." Jawab Krystal sambil tersenyum menoleh ke arah Ziya.
" Oleh sebab itu, Daddy percayakan kau dan juga Isabelle kepada Mommymu ini, agar kalian bisa tumbuh menjadi anak yang benar,," Gumam Alberto disela pembicaraan antara Krystal dan juga Ziya.
" Yeah, Dad." Jawab Krystal pasti.
" Oh ya Dad, apakah Krystal boleh minta sesuatu ?" Tanya Krystal spontan pada Alberto.
" Apa, katakan ?" Tanya Alberto balik.
" Krystal ingin belajar ilmu bela diri, seperti Daddy dan juga Uncle Axeloe. Supaya Krystal bisa menjaga diri Krystal sendiri, Dad," Ucap Krystal yang memberitahukan keinginannya.
" Eemmm boleh, nanti akan Daddy Carikan guru private untuk mengajarkanmu ilmu bela diri,," Jawab Alberto yang langsung membuat Krystal spontan teriak kesenangan.
" Yeeeyyy, terima kasih, Dad,," Seru Krystal bahagia.
" Tapi ingat untuk selalu tetap waspada, walaupun kau nantinya mahir dalam ilmu bela diri, tapi, kau tetap dibawah pengawasan Daddy bersama beberapa pengawal." Ucap Alberto lagi yang tidak lupa untuk selalu mengingatkan Krystal.
" Siap Dad,," Jawab Krystal tersenyum bahagia sambil memberi hormat kepada Alberto.
Karena, keinginan Krystal telah diperbolehkan semuanya oleh Alberto, Krystal yang sedang berada duduk di depan tersenyum bahagia, walau awalnya Krystal menangis karena merasa bersalah atas tindakannya itu. Namun, Krystal begitu mengetahui akan sifat Alberto terhadap dirinya, Alberto tidak akan memberikan hukuman yang berat terhadap orang yang jujur dan juga patuh terhadap perintahnya itu.
Dan, Ziya sendiri tersenyum senang ketika melihat wajah Krystal yang sedang bahagia itu. Untuk sesaat Ziya merasa sedikit pusing di kepalanya serta rasa mual yang terjadi di dalam perutnya itu, Ziya bingung dengan keadaan tubuhnya saat ini. Padahal pagi tadi Ziya bisa mengingat dengan jelas bahwa dirinya sudah sarapan. Tapi, kenapa saat di perjalanan menaiki mobil tidak seperti biasanya Ziya merasa mual sendiri.
" Kenapa dengan tubuhku, kenapa aku merasa pusing dan juga ingin muntah,," Ucap Ziya dalam hatinya sambil menahan pusing di kepalanya itu.
Dan, wajah Ziya juga terlihat begitu pucat ketika tubuhnya menahan rasa mual beserta pusing di kepalanya itu. Saat Alberto menoleh ke arah Ziya dan melihat wajah Ziya begitu pucat, hal itu membuat Alberto spontan panik melihat keadaan istrinya seperti ini.
" Sayang, kau kenapa, wajahmu pucat sekali, kau kenapa hah ?" Tanya Alberto dengan wajah paniknya.
Ketika suara Alberto yang bertanya kepada Ziya dengan wajah paniknya, sehingga hal itu membuat Krystal juga kaget dan langsung menoleh ke arah belakang melihat kondisi tubuh Mommynya saat ini.
" Mommy, Mommy kenapa ?" Tanya Krystal dengan wajah paniknya juga.
" Alberto, sepertinya aku ingin muntah,," Ucap Ziya sambil menahan perutnya dan juga kepalanya sendiri.
" Muntah, ya, muntahkan saja sayang tidak apa-mobilapa,," Bilang Alberto yang menyuruh Ziya untuk langsung memuntahkan saja apa yang ingin dimuntahkannya itu.
" Tidak nanti bajumu kotor dan mobil ini akan kotor,," Ungkap Ziya yang masih menahan perutnya.
Dengan segera Krystal mencarikan sesuatu di dalam mobil Daddynya ini, namun hasilnya nihil Krystal tidak menemukan apa-apa di dalam mobil Daddynya itu.
" Krystal apakah kau ada kresek atau apa saja yang bisa digunakan ?" Tanya Ziya dengan cepat dan wajahnya terlihat begitu pucat sekali.
" Tidak ada Mom, Krystal sudah mencari semua benda yang bisa digunakan tapi tidak ada,," Jawab Krystal yang masih sibuk mencari suatu benda.
" Aku bilang muntahkan saja sayang tidak apa-apa,," Ucap Alberto lagi sambil memeluk tubuh Ziya.
" Eemmm Alberto awas, menjauh dariku, aku ingin muntah,," Ucap Ziya lagi yang terdengar begitu serius.
" Eemmm, aku tidak mau, Alberto aku bilang awas menjauh dariku,," Ucap Ziya lagi yang terdengar seperti sedang kesal pada kelakuan Alberto.
Ketika Ziya bersikeras untuk menyuruh Alberto menjauhi dirinya, namun, Alberto sendiri malah mendekati tubuhnya kepada Ziya hingga akhirnya Ziya tidak bisa lagi untuk menahan gejolak isi dalam perutnya itu keluar dari mulutnya. Dan, secara spontan Ziya akhirnya memuntahkan semua isi perutnya tepat mengenai semua jas serta celananya Alberto.
" Uweekkk,, Uweekkk,," Suara muntahan Ziya yang tepat mengenai semua pakaian Alberto.
" Aku sudah katakan menjauh-menjauh kau masih saja mendekat,," Gerutu Ziya kesal pada kelakuan Alberto.
" Tidak apa-apa Sayang, asalkan muntahan ini dari mulutmu aku terima semuanya,," Gumam Alberto sambil tersenyum dan mengelus tengkuk leher Ziya.
Saat Alberto mengucapkan kata manis terhadap Ziya secara tidak langsung Krystal tersenyum mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh Alberto itu. Namun, posisinya saat ini Ziya sedang memuntahkan semua isi perutnya di dalam mobil, sehingga membuat aroma asam yang terjadi di dalam mobil ini. Dengan segera Alberto menyalakan alat untuk menambah sistem pengharum ruangan.
" Bagaimana Mommy apakah sudah terasa lega ?" Tanya Krystal yang menatap wajah Ziya penuh kasihan.
" Apa masih mau muntah lagi sayang ?" Tanya Alberto lagi pada Ziya dengan tatapan lembut.
" Heemmm, tidak aku hanya pusing dsn lemas,," Jawab Ziya sambil menutup matanya sambil menempelkan kepalanya ke arah kursi belakang.
" Daddy biarkan Mommy istirahat dulu, mungkin Mommy sedang tidak enak badan,," Ucap Krystal yang terlihat begitu perhatian terhadap Ziya.
" Heemm,," Jawab Alberto mengangguk.
" Cepatkan laju mobilnya,," Bilang Alberto yang memberikan perintah kepada supir pribadinya.
Sambil mengangguk dengan segera supir itu menambahkan laju mobilnya supaya cepat sampai kembali ke kediamannya. Saat ini tubuh Ziya terasa begitu lemah sekali hingga Alberto langsung mengangkat tubuh Ziya untuk masuk ke dalam gendongannya, yang sedang terduduk lemas di sebelahnya itu.
" Eemmm Alberto, aku ingin muntah lagi,," Gumam Ziya sambil menahan pusing di kepalanya.
" Muntahkan saja sayang, tidak apa-apa,," Jawab Alberto yang terdengar begitu lembut sambil mengusap tengkuk leher Ziya.
" Aku sudah tidak sanggup lagi menahannya, kepalaku pusing,," Ucap Ziya yang terdengar begitu lemas.
" Muntahkan saja tidak apa-apa sayang." Ucap Alberto lagi yang melihat keadaan Ziya dalam kondisi panik.
" Krystal, ruangannya Daddy tutup dulu karena, Daddy mau pakaikan obat di tubuhnya dan supaya Mommymu bisa istirahat,," Bilang Alberto pada Krystal sambil menekan tombol untuk pembatas ruangan mobilnya.
" Oh iya Dad, Mommy cepat sembuh ya,," Ucap Krystal yang terlihat juga perhatian kepada Ziya.
" Heemmm, terima kasih sayang,," Ucap Ziya sambil mengangguk dan menutupi matanya.
Dengan segera Alberto menekan tombol alat untuk pemisah ruangan mobilnya. Karena, Alberto sendiri ingin membuka semua pakaian Ziya untuk membalurkan krim hangat yang beraroma terapi supaya Ziya bisa lebih nyaman. Karena, jarak dari sekolahnya Krystal saat ini memang cukup jauh dari jarak kediamannya. Setelah ruangan itu tertutup semuanya dengan lembut Alberto membukakan pakaian Ziya lalu mengoleskan krim penghangat tubuh.
" Sayang aku bukakan dulu bajunya ya, biar aku bisa mengoleskan krim hangat ini,," Gumam Alberto sambil membuka perlahan baju Ziya.
" Heemm, ya Alberto,," Jawab Ziya mengangguk dan masih menutupi matanya.
Setelah semua pakaian Ziya terbuka dengan segera Alberto mengoleskan krim hangat untuk tubuh terutama di bagian perut Ziya yang masih terlihat begitu merata dan juga enak dipandang. Sebenarnya sebelum Alberto mengoleskan krim penghangat tubuh itu, tangan jahilnya dan juga bibirnya sengaja mengecup bagian yang begitu indah itu. Namun, karena, Ziya sedang sakit hal itu diurungkan oleh Alberto sendiri.
" Perutnya masih indah sekali Sayang,," Gumam Alberto sambil mengoleskan krim penghangat tubuh pada perutnya Ziya.
" Eemmm, Alberto jangan main-main, oleskan saja, perutku masih mual,," Ucap Ziya yang masih memejamkan matanya.
" Iya iya sayang aku oleskan,," Celetuk Alberto tersenyum sambil memainkan jarinya ke bagian perut indah itu.
Sambil mengoleskan krim penghangat tubuh tidak luput pula Alberto melakukan hal-hal jahil lainnya terhadap tubuhnya Ziya saat ini. Karena, tubuhnya Ziya begitu menggugah selera Alberto untuk melakukan suatu hal yang berhubungan dengan percintaan.
Setelah selesai mengoleskan krim penghangat tubuh pada tubuhnya Ziya, barulah Alberto kembali memasangkan pakaiannya Ziya seperti semula. Walaupun saat ini pakaiannya Alberto kotor karena, terkena muntahan dari mulutnya Ziya. Hal itu tidak membuat Alberto merasa jijik sedikitpun, malah sebaliknya, Alberto senang jika Ziya memuntahkan apa saja dari tubuhnya itu kepada dirinya.
" Sudah semuanya sayang ??" Gumam Alberto sambil tersenyum melihat wajah Ziya.
Dan, Alberto merasakan bahwa sepertinya Ziya sedang tertidur, karena bisa dilihat dari hembusan napasnya yang teratur, sehingga hal tersebut membuat Alberto langsung mengangkat tubuhnya Ziya untuk tidur di dalam pangkuannya saja. Dengan lembut Alberto mengangkat tubuhnya Ziya, karena, Alberto tidak mau membuat Ziya terbangun dari tidurnya itu.
" Tidurlah sayang, sebenarnya apa yang terjadi padamu, kenapa kau bisa muntah hari ini, apa kau salah makan sesuatu atau,," Gumam Alberto sambil mengusap lembut rambut Ziya.
" Apa yang terjadi padanya, apakah aku harus membawanya ke rumah sakit atau cukup Axeloe saja yang memeriksakan keadaannya ?" Tanya Alberto sendiri terhadap dirinya itu.
" Ya, lebih baik aku perintahkan Axeloe saja yang memeriksakan keadaannya." Ucap Alberto sambil menganggukkan kepalanya.
Tak lama kemudian mobilnya Alberto sudah sampai di area kediamannya, dengan segera mobil itu berhenti tepat di depan kediaman Alberto. Setelah sampai dan berhenti barulah semua pengawal keluar dari mobilnya masing-masing dan membukakan pintu untuk Tuan Besarnya itu.
" Kita sudah sampai sayang, semoga kau bisa cepat sembuh ya,," Gumam Alberto ketika melihat keadaan diluar adalah kediamannya.
Dengan segera Krystal keluar dari tempat duduknya dan langsung menyambut Alberto yang sedang mengangkat tubuhnya Ziya. Setelah pintu terbuka, barulah Alberto keluar dari mobilnya dan Vena begitu terkejut melihat keadaan majikannya yang sedang digendong oleh Alberto dalam keadaan tertidur. Karena, Vena sudah akrab pada Krystal, jadi Vena bisa langsung menanyakan persoalan keadaan Ziya yang sedang digendong oleh Alberto.
" Aakkh, Nyonya kenapa ?" Tanya Vena sendiri yang kaget ketika melihat Ziya digendong oleh Alberto.
" Vena kau ambilkan semua barang-barang Nyonyamu di dalam mobil." Ucap Alberto yang memberikan perintah kepada Vena.
" Baik Tuan,," Jawab Vena mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobilnya Alberto untuk mengambil semua barang Ziya.
Betapa tercengangnya Vena ketika melihat ruangan mobil Alberto yang kotor seperti bekas muntah seseorang. Setelah selesai mengambil semua barang Ziya, Vena langsung mendekati Krystal yang sudah berjalan mengiringi langkahnya Alberto.
" Nona, apa yang terjadi pada Nyonya ?" Tanya Vena langsung kepada Krystal.
" Sepertinya Mommy sakit, saat di dalam mobil Mommy muntah,," Jawab Krystal menjelaskan keadaan Ziya.
" Sakit, muntah,," Gumam Vena sambil memikirkan sesuatu.
" Iya, sepertinya Mommy salah makan sesuatu mungkin,," Ucap Krystal lagi.
" Tapi, pagi tadi Nyonya tidak salah makan apapun Non, karena, Vena sendiri yang menyiapkan semua menu makanan untuk Nyonya,," Jawab Vena mengingatkan pekerjaannya pagi tadi.
" Oh ya bukannya kau seorang perawat, pastinya kau bisa memeriksa keadaan Mommy,," Bilang Krystal yang teringat profesi Vena sebelum ia bekerja di kediaman ini.
" Tapi, saya tidak berhak untuk memeriksakannya Nona, Tuan Axeloe atau Tuan Daniel yang berhak untuk memeriksakan keadaan Nyonya,," Jawab Vena menjelaskan kebenarannya.
" Betul sekali yang kau katakan Vena,," Ucap Krystal sambil menjelentikkan jarinya.
Dengan segera Krystal berlari mendekati Alberto dan memberitahukan kepada Alberto bahwa ia akan memanggil Axeloe atau Daniel untuk memeriksakan keadaan Ziya saat ini.
" Dad, Krystal langsung hubungi Uncle Axeloe atau Uncle Daniel ?" Tanya Krystal saat mendekati Alberto.
" Tidak perlu Krystal, biar Daddy saja," Jawab Alberto dengan gaya seriusnya.
" Heemm, Daddy padahal Krystal mau bantuin Mommy, supaya Mommy cepat sembuh,," Jawab Krystal dengan wajah cemberutnya.
Karena, melihat wajah Krystal yang cemberut Alberto langsung mengalihkan pembicaraannya terhadap Krystal dengan cara memberikan sebuah perintah kepada Krystal untuk segera menyiapkan semua keperluan yang akan dibutuhkannya saat masuk ke sekolahnya yang baru.
" Daddy sendiri bisa memeriksa keadaan Mommymu,," Jawab Alberto spontan yang membuat sorot mata Krystal terbuka lebar.
" Yah,, oke kalau begitu,," Gumam Krystal sambil mengulum senyumannya.
Sambil mengulum senyumannya, Krystal seakan mengerti maksud dari perkataan Alberto yang terdengar begitu serius dan mengandung arti bahwa Daddynya itu cemburu ketika melihat tubuh Ziya disentuh oleh lelaki lain. Walaupun itu seorang dokter tapi, masih saja membuat Alberto merasa cemburu.
****