Mafia And Angel

Mafia And Angel
Draft



Tapi, hal yang dipikirkan oleh Vena ini tidak mungkin terjadi, karena, tidak mungkin Vena bisa keluar dari kamar Axeloe tanpa adanya kode dari jarinya Axeloe sendiri. Bisa dilihat dari pertama sekali sampai ke dalam kamar ini bahwa saat itu Axeloe sudah menutupi semua ruangan kamarnya menggunakan jari tangannya itu sebagai kode dari terkuncinya ruangan kamarnya ini.


" Yaahh, sepertinya aku harus menunggu Tuan Axeloe bangun dari tidurnya,," Gumam Vena yang sedang melirik ke arah kanan maupun kirinya untuk memastikan apakah dirinya bisa keluar atau tidak.


Dan nyatanya saat ini peluang terbesar tidak ada jalan keluar bagi Vena dari kamar Tuan Besar keluarga Alexandre ini. Sambil menghembuskan nafasnya pertanda bahwa Vena sudah mengerti dirinya tidak akan bisa lolos dari kurungan Axeloe sementara untuknya itu.


Sambil melihat kembali ke wajah Axeloe yang sedang tertidur pulas, akhirnya, Vena mengambil keputusan yang lebih tepat lagi, agar tidak mengganggu tidurnya Axeloe dengan ada dirinya yang berada di dekat Axeloe itu.


" Sepertinya, jika aku masih disini, Tuan Axeloe akan terganggu dengan adanya aku,," Bilang Vena dengan volume suara yang sangat kecil.


" Lebih baik, aku turun dari tempat tidur dan mencari tempat agar tidak mengganggu istirahatnya Tuan Axeloe,," Sambung Vena lagi dengan suara yang masih terdengar sangat kecil.


Sambil mengulangi hal yang sama, Vena menoleh ke arah kiri dan kanan untuk memastikan dimana ia akan berpindah dan setelah mendapatkan tempatnya barulah Vena beranjak secara perlahan-lahan dari tempat tidur itu menuju ke tempat yang telah ditemukan oleh Vena sendiri.


" Akkkhh ya, itu saja lebih baik aku tunggu Tuan Axeloe bangun di tempat itu saja,," Bilang Vena ketika berhasil menemukan sebuah tempat yang cukup bagus untuk dirinya.


" Lebih baik, aku ke sana saja biar Tuan Axeloe bisa istirahat dengan tenang,," Bilang Vena lagi sambil pelan-pelan beranjak turun dari tempat tidur agar bisa menjauhi Axeloe yang sedang istirahat.


" Oh My God," Seru Vena kaget ketika ia merasakan bagian pergelangan tangannya yang langsung ditahan oleh Axeloe.


" Heeemmm,," Suara Axeloe yang terdengar oleh Vena sambil memegang erat pergelangan tangan wanita yang masih berada tidak jauh darinya itu.


" Ya ampunnn, sepertinya, Tuan Axeloe menahan tanganku,," Gumam Vena dalam hati sambil memejamkan matanya karena, merasa sangat kaget.


" Mati aku, bagaimana ini, apakah Tuan Axeloe akan marah padaku ?" Tanya Vena dalam hati yang hatinya mulai berdebar-debar karena takut dengan pergerakan dirinya yang telah diketahui oleh Axeloe.


Dengan begitu perlahan, Vena memutar lehernya dan membalikkan tubuhnya sedikit demi sedikit untuk memastikan, apakah Axeloe masih tertidur atau memang benar-benar telah menahan pergelangan tangannya itu. Sambil memejamkan matanya Vena mulai membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Axeloe.


" Oh My God, apakah Tuan Axeloe masih tertidur atau aku yang ketahuan,," Gumam Vena dalam hatinya sambil menutup mata dan mulai membalikkan badannya menghadap ke arah Axeloe.


Dan ternyata disaat Vena membalikkan tubuhnya, dengan sangat jelas sekali Vena melihat bahwa mata Axeloe masih terpejam namun, tangannya begitu kuat memegang dan menahan pergelangan tangannya yang terasa sedikit lemas itu.