Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 11 - Rencana Nakal



Ziya langsung membelalakkan matanya karena, Alberto baru saja bilang ia mengetahui kalau Ziya sedang berpura-pura. Haduuhhh Ziya mampus deh kali ini, ternyata Alberto selalu menyelidiki dirinya !!


Sesaat, Ziya yang kaget karena ucapan Alberto yang menyebutkan dirinya berpura-pura, secara tiba-tiba membelalakkan matanya dan bertanya-tanya dalam hati.


Apa Alberto tahu kalau dirinya berpura-pura menjadi Zoya ?


Supaya tidak terlalu kelihatan, Ziya akhirnya tetap melakukan sandiwara kantuknya.


" Maksudnya,,?" Tanya Ziya yang menyandarkan kepalanya ke bagian pintu, dan sangat terlihat sekali bahwa dirinya pura-pura mengantuk.


" Aku tahu kalau kau pura-pura mengantuk,," Bilang Alberto yang melihat reaksi Ziya.


Akhirnya Ziya bisa bernafas lega karena dirinya mengira Alberto mengetahui sandiwaranya. Tapi ternyata, Alberto hanya mengetahui bahwa dirinya berpura-pura mengantuk.


" Aku tidak pura-pura,, aku memang mengantuk,," Bilang Ziya yang masih bertahan di depan pintu tanpa menyuruh Alberto sang pemilik Istana masuk ke kamarnya.


" Biasanya kau tidak pernah seperti ini,," Bilang Alberto yang sekali lagi mempermainkan Ziya.


Ziya mulai lagi kelihatan bingung, biasanya Zoya tidak pernah kelihatan seperti ini ?


Maksudnya..?


Ziya bertanya-tanya dalam hati, memangnya apa yang sering dilakukan Zoya apabila Alberto datang ke kamarnya.


" Ahhh, masa aku harus menyuruhnya masuk ke dalam dan merayunya,, tidak, tidak, itu tidak akan mungkin terjadi." Ucap Ziya dalam hati.


Alberto tersenyum sinis melihat Ziya yang sedang merencanakan atau memikirkan sesuatu.


" Hei, apa yang kau pikirkan,," Tanya Alberto yang mengagetkan lamunan Ziya.


" Hah!! aku tidak memikirkan apa-apa, cuma,,,, aku hanya mengantuk saja.." Ucap Ziya mengalihkan pembicaraannya.


Karena, posisi Alberto masih diluar pintu dengan sengaja Alberto melangkah masuk dan tanpa disadari Ziya masih menahan pintu itu.


Dan pastinya sangat jelas sekali terlihat bahwa tubuh Alberto sedang menempel dengan tubuh Ziya. Jantung Ziya berdegup kencang karena dirinya sangat dekat dengan Alberto tanpa jarak sedikitpun.


Nafas Ziya sangat terdengar sekali di telinga Alberto, bahwa dirinya memang benar sangat gugup.


" Kenapa kau menghalangi ku masuk.." Bilang Alberto bertanya pada Ziya yang masih menahan pintu.


" Apa yang kau inginkan disini,," Bilang Ziya mencari omongan yang tepat.


Lalu, dengan tersenyum sinis, Alberto mendekati bibirnya pada telinga Ziya. Dan, sangat jelas sekali terlihat bahwa Ziya sedikit memundurkan tubuhnya.


" Zoya, tidak seperti biasanya kau seperti ini, biasanya kau langsung memelukku dan mencumbui aku." Bilang Albert yang membuat Ziya memejamkan matanya, karena cemas mendengar ucapan Alberto.


Alberto tertawa kecil melihat tingkah laku Ziya yang saat ini begitu takut dan cemas itu, terlihat bahasa tubuhnya yang sedang memejamkan matanya.


" Aku harus bagaimana,, tidak mungkin dia, akan menjauhiku, baru hari pertama, dia langsung merayuku.." Ungkap Ziya sambil memejamkan matanya.


Lalu, dengan sengaja Alberto meniupkan udara dari mulutnya ke mata Ziya, Ziya pun langsung membuka matanya, karena kaget.


" Kau kenapa Zoya, kenapa memejamkan mata." Tanya Alberto yang ingin melihat reaksi Ziya.


" Aku,, aku,," Ucap Ziya yang tidak tahu mau melanjutkan pembicaraan apa.


Cepat-cepat Alberto menggerakkan tubuhnya memeluk Ziya dengan erat dan langsung masuk ke dalam kamar Ziya serta menutup pintu kamar dengan cepat.


Ziya yang sangat terkejut atas perlakuan Alberto padanya, hanya bisa menutup mulut karena dia tidak bisa membuka pembicaraan pada Alberto, bahwa dirinya ingin sekali melawan dan menolak perlakuan Alberto yang sedang memeluknya itu.


Tapi, Ziya tahu sekarang dirinya sedang bersandiwara menjadi Zoya.


" Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan, apa aku harus menolaknya atau aku harus merayunya.." Ucap Ziya dalam hati yang sedang mencari rencana terhadap perlakuan Alberto.


" Kau kelihatan gugup sayang,, apa karena, semenjak kau pergi dari sini, kau sudah melupakanku." Ucap Alberto yang masih mengeratkan pelukannya terhadap Ziya.


" Aku sama sekali tidak gugup, hanya karena aku,," Bilang Ziya yang pura-pura tidak cemas.


" Hanya karena apa, hmmm?" Tanya Alberto yang sedang meraba-raba punggung Ziya.


Ziya membelalakkan matanya saat Alberto sengaja meraba-raba punggungnya hendak mencari sesuatu di balik baju Ziya.


Ziya langsung berespon menolak dan sedikit ingin melepaskan pelukan Alberto terhadapnya.


" Albert,, aku,," Bilang Ziya yang menggerakkan tubuhnya ingin sekali terlepas dari tubuh Alberto.


" Albert, aku ngantuk,," Bilang Ziya yang sangat terlihat menolak atas perlakuan Alberto.


" Hei,, sayang kau tidak merindukanku,," Bilang Alberto lembut tepat di telinga Ziya.


Lalu, dengan gerakan cepat Alberto mengangkat tubuh Ziya dan menggendongnya.


Otomatis Ziya teriak spontan dengan perlakuan Alberto yang langsung menggendongnya itu.


" Albert,,,," Teriak Ziya cemas karena dirinya sekarang sudah berada di gendongan Alberto.


Alberto hanya tersenyum nakal melihat kecemasan di wajah Ziya. Lalu Alberto melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur di kamar Ziya.


Dengan spontan, Ziya bergerak ingin turun dari gendongan Alberto.


" Albert, turunkan aku,," Pinta Ziya cemas karena diperlakukan Alberto seperti ini.


Alberto tetap melakukan rencananya dalam menakuti Ziya saat ini. Alberto sama sekali tidak memperdulikan omongan Ziya.


Yang terpenting sekarang bagi Alberto adalah menakuti Ziya di tempat tidur.


Seorang perempuan yang baik, apabila bukan istrinya, pasti tidak akan mau melakukan hal yang berhubungan intim dalam kehidupan suami istri.


Alberto sangat yakin, bahwa Ziya memang benar sedang melakukan sandiwara, karena terlihat begitu jelas bahwa dirinya sedang menolak ajakan Alberto untuk melakukan hal indah dalam kehidupan suami istri pastinya.


" Albert,, turunkan aku,, kamu mau apa,," Pinta Ziya yang masih meronta-ronta.


Setelah sampai di tempat tidur, Alberto meletakkan Ziya dengan lembut di tempat tidur. Lalu Alberto dengan sengaja mengunci tubuh Ziya dengan tubuhnya sendiri.


Alberto sengaja menindih tubuh Ziya yang sangat sulit untuk bergerak itu.


" Apa yang harus dilakukan suami istri,, maka itu yang ingin kulakukan, saat ini.." Bilang Alberto yang menatap tajam pada wajah Ziya.


Ziya kaget dan membelalakkan matanya, dia sama sekali tidak bisa bergerak karena tubuhnya sudah dikunci oleh tubuh Alberto yang sangat besar dan atletis itu.


" Mati aku,, habis sudah,," Ucap Ziya yang ketakutan.


Saat Alberto ingin mendaratkan bibirnya pada bibir Ziya, Ziya langsung menutup matanya dan memasukkan bibirnya ke dalam mulut (mingkem).


Saat rencana Albert sedang berjalan tak terasa bunyi suara dari Handphone Albert mengganggu. Alberto pun menghentikan aksinya. Lalu, berpindah tempat duduk di samping tubuh Ziya yang masih terbaring tegang karena takut dengan aksi Alberto saat ini.


Ziya masih memejamkan matanya, dan ia sangat jelas sekali mendengar bunyi suara handphone milik Alberto, Ziya langsung membuka matanya saat Alberto sedang menerima teleponnya.


Ziya langsung bangun dari baringnya dan menghela nafas lega, karena barusan Alberto menghentikan aksinya.


" Uuuhhhh, untung saja,," Ucap Ziya dalam hati sambil menghembuskan nafas lega.


" Ya ada apa ?" Tanya Alberto yang sedang menerima telepon.


" Oh baik,," Bilang Alberto setelah selesai menerima telepon tersebut.


Ziya langsung menoleh arah lain saat Alberto menoleh ke arahnya.


" Telepon dari Bodyguard Demian, bahwa Demian menangis mencari mu.." Ucap Alberto pada Ziya.


Dengan spontan Ziya senang karena, Demian sedang mencarinya. Otomatis hal itu membuat Ziya begitu bahagia saat ini bisa terlepas dari jerat Alberto. Walaupun hanya sementara waktu, intinya Ziya bisa terlepas dari perlakuan Alberto yang begitu mendalam dalam kehidupan rumah tangga.


***


Hai My Love Readers โค๏ธโค๏ธ


Semriwing ya kejadiannya,, ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Tapi santai,, Readers,, sesi hareudang nya belum timbul ya,,๐Ÿค—๐Ÿค—


Dipantengi terus ya kisah Ziya yang setiap harinya semakin membuat penasaran..


Salam Hangat se Angkasa ๐Ÿ˜˜๐ŸŒ€โญ


Author


๐ŸŒนVira Lydia๐ŸŒน