Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Karena, sudah mendapatkan izin dari sang tuan pemilik kamar, dengan sopan pastinya orang yang telah mengetuk pintu kamarnya Ziya itu bisa langsung membuka pintu kamar itu dengan hati-hati. Dan terlihat dengan jelas bahwa orang yang sedang membuka pintu kamar itu adalah Vena.


Karena, melihat orang yang datang itu adalah Vena, pastinya secara tidak langsung membuat Ziya bahagia bahwa asisten setianya itu telah kembali dari tempatnya Axeloe. Ziya sendiri tahu bagaimana sifat dari Axeloe yang sebenarnya, pasti, tidak jauh berbeda dari Alberto. Bisa dilihat memang Axeloe dan Alberto memiliki ciri khas yang sama yaitu sama-sama memiliki sifat dan kepribadian begitu cuek sekali.


" Selamat Siang, Nyonya, Tuan,," Ucap Vena setelah masuk ke dalam ruangan khusus tempat tidur Ziya.


" Siang Vena,," Sapa Ziya kepada Vena yang baru saja masuk ke dalam kamarnya sambil mengulas senyumnya.


" Kau sudah kembali ?" Tanya Ziya langsung pada Vena dengan ekspresi wajahnya yang terlihat ceria.


" Iya Nyonya, maaf jika Vena lama perginya,," Ucap Vena dengan sikap sopan memberikan laporan pada Ziya majikannya itu.


" Tidak apa-apa Vena yang penting, kau kembali,," Jawab Ziya menyambut Vena dengan penuh rasa kegembiraan.


Karena, saat ini di dalam kamar majikannya itu Vena melihat bahwa masih ada Tuan Besar yang menemani majikannya, jadi, Vena kembali memohon izin kepada Ziya untuk menunggu arahan dari majikannya itu di depan ruangan kamar seperti biasa yang selalu ia lakukan. Dan seperti biasa juga, Ziya mengizinkan Vena untuk menunggu arahan darinya di luar karena, saat ini masih ada sang suami bersama dengannya.


" Nyonya, karena, Vena sudah kembali, jadi, Vena mohon izin menunggu di luar seperti biasa,," Ucap Vena dengan sikapnya yang sopan.


" Baik Vena, silahkan," Bilang Ziya yang mempersilahkan Vena untuk melakukan tugasnya.


" Permisi Tuan, Nyonya,," Ucap Vena sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada dua majikan yang ada di hadapannya itu.


" Heemm ya, Vena,," Jawab Ziya sambil tersenyum.


" Sayang, bagaimana dengan keadaan tubuhmu saat ini ?" Tanya Alberto langsung pada Ziya sambil menyentuh seluruh tubuh Ziya memastikan keadaan Ziya yang sebenarnya.


" Eemmm, tidak apa-apa, Alberto, aku tidak merasakan rasa sakit apapun,," Jawab Ziya dengan wajah yang jujur dan meyakinkan akan keadaan tubuhnya.


" Yakin, kau tidak merasakan sakit apapun ?" Tanya Alberto lagi memastikan keadaan Ziya.


" Iya, Alberto ku,," Jawab Ziya sambil menyentuh lembut pipi Alberto dan tersenyum tulus menatap sepasang mata yang sedang memberikan tatapan ketulusan pada dirinya itu.


" Aku tidak apa-apa, kau jangan khawatir, apabila aku merasakan sakit apapun, pasti aku langsung memberitahukannya padamu,," Jawab Ziya lagi dengan memberikan sebuah jawaban pasti pada Alberto.


" Aku berkata jujur padamu, sayang, bahwa aku tidak sanggup apabila melihat tubuhmu ini merasakan kesakitan yang begitu mendalam,," Ucap Alberto yang memberitahukan perasaannya secara langsung pada Ziya.


" Karena, aku sangat menyayangimu dan mencintaimu, istriku Ziya,," Sambung Alberto lagi pada Ziya dengan wajah penuh keyakinan.


" Ya, aku tahu itu, Alberto, bahwa kau memang benar tulus mencintaiku, terima kasih atas ketulusan hatimu padaku,," Jawab Ziya sambil tersenyum menatap lembut mata Alberto.


" Terima kasih, istriku sayang,," Ucap Alberto sambil mengangkat kedua tangan Ziya, menggenggamnya serta langsung memberikan kecupan manis untuk Ziya bahwa ucapannya itu merupakan keyakinan darinya.


Betapa bahagianya Ziya ketika melihat sikap lembut yang diperlakukan Alberto terhadap dirinya. Walaupun itu hanya sekedar ciuman lembut yang tulus dari Alberto, tindakan yang dilakukan oleh Alberto itu sudah cukup untuk meyakinkan hati Ziya akan ketulusan dari sikap suaminya saat ini.