
Setelah selesai melakukan monitoring kepada para prajuritnya, Zavier langsung menoleh dan memberikan sebuah apresiasi penyemangat bagi pengawalnya ini. Karena pengawalnya ini begitu cepat dalam melakukan apapun yang telah ia berikan kepercayaan.
" Semua misi ini berhasil itu semua karena, aku mempercayaimu !" Ucap Zavier kepada pengawal handalnya.
" Terima kasih banyak, Tuan,," Jawab pengawal Zavier dengan wajah sumringah beserta semangat yang begitu besar.
" Hitungan mundur setelah sepuluh detik, segera berikan kode operasinya,," Ucap Zavier tegas kepada pengawal pribadinya sambil menepuk pundaknya.
Dengan memberikan sebuah apresiasi penyemangat kepada pengawalnya, Zavier kembali lagi menatap monitor alat pendeteksi yang berada di hadapannya untuk segera bersiap-siap melaksanakan misinya menyelamatkan Zoya setelah semua prajurit klan Roserish sudah dilumpuhkan.
Sedangkan, pengawal pribadi Zavier segera melakukan tugasnya yaitu menyampaikan kode operasi yang telah diperintahkan oleh Zavier majikannya. Dengan menghubungi semua prajurit yang sudah bersiap di posisinya masing-masing dalam mengepung markas besar grup mafia Roserish.
" Operation System, Now,," Ucap pengawal pribadi Zavier memberikan sebuah aba-aba kode sistem operasi.
Terdengar begitu jelas sekali dan tegas saat pengawalnya Zavier memberikan sebuah aba-aba kepada semua prajuritnya yang sudah berada di dalam posisinya masing-masing.
Sedangkan, Zavier sendiri semakin fokus dengan layar monitornya untuk memonitoring semua kondisi lokasi yang sudah ditempati oleh prajuritnya dalam melakukan tugas yang telah diberikan oleh Alberto. Sambil memonitor perkembangan yang sedang terjadi, tidak lupa Zavier memberikan sebuah arahan kepada pengawalnya untuk segera bersiap-siap melaksanakan misinya malam ini juga.
" Bagian perjalanan sudah siap ?" Tanya Zavier kepada pengawalnya.
" Sudah semuanya, Tuan,," Jawab pengawalnya dengan tegas dan kembali fokus pada layar monitor alat pendeteksi.
" Bagus, tepat pada waktunya kita segera bergegas,," Bilang Zavier yang begitu terdengar memimpin misinya ini.
" Siap, Tuan,," Jawab pengawal Zavier sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai melakukan persiapan untuk melakukan misinya dengan menyunggingkan senyumannya Zavier langsung mengungkapkan perasaan bahagianya saat bertemu langsung dengan pria yang menjadi manager toko perhiasan miliknya Jimmy. Karena, disaat itu jelas sekali bahwa manajer itu telah mengelabui pikirannya disaat ia membeli sebuah perhiasan anting yang segera ia tukar sebelum digunakan oleh Zoya.
" Hahahaha, sepertinya aku akan tertawa geli ketika berhadapan langsung dengan pria tua licik ini,," Ucap Zavier tertawa bahagia saat kembali melirik layar monitor yang menunjuk jelas wajah Derrick Roserish selaku manajer tempat perhiasan miliknya Jimmy.
Sedangkan, pengawal pribadi Zavier hanya bisa tersenyum melihat kelakuan majikannya yang terlihat seperti anak kecil dan begitu bahagia ketika mendapatkan sebuah permainan. Ketika, pengawal Zavier sedang tersenyum saat mendengar seruan yang dilakukan oleh Zavier, lantas Zavier sendiri tidak lupa untuk memberikan sebuah perintah kepada pengawalnya.
" Jangan lupa atas tugas yang telah kuberikan,," Ucap Zavier ketika menyadari bahwa pengawalnya sedang tersenyum mendengar ucapannya itu.
" Siap Tuan," Jawab pengawal Zavier sambil menelan salivanya ketika mendengar perintahan Zavier.
Setelah beberapa menit kemudian saat Zavier fokus pada monitor untuk menyelidiki bagaimana keadaan yang terjadi pada para prajuritnya dan terlihat jelas bahwa semua prajuritnya telah berhasil membuat lumpuh para pengawal dan prajurit di dalam markas besar grup mafia Roserish yang secara tersembunyi dan teratur.
Ketika melihat keberhasilan yang dilakukan dari semua para prajurit terlatih dibawah pengawasannya, hal itu membuat Zavier berseru kegirangan ketika melihat hasil dari misinya itu sekitar sembilan puluh lima persen telah berhasil dan sukses diraih oleh semua prajuritnya.
" Yes, good !!!" Seru suara Zavier yang terdengar begitu kegirangan saat melihat keadaan para prajuritnya melumpuhkan lawan saat ini.
" Kalian semua para prajurit terhebat milikku,," Seru Zavier dengan wajah penuh kegembiraan.
Saat Zavier sedang berseru dengan suara yang terdengar penuh semangat serta kegembiraan, disela keseruannya itu terdengar suara laporan dari alat yang digunakan oleh pengawalnya Zavier.
" Monitor, sistem operasi telah selesai,," Suara yang terdengar dari alat komunikasi yang sedang digunakan oleh pengawalnya Zavier.
" Bagus, lakukan misi selanjutnya,," Ucap Zavier langsung memberikan perintah kepada para prajurit yang sedang bekerja.
" Siap Tuan !" Seru para prajurit Zavier yang terdengar dengan suara semangatnya.
" Lakukan misi selanjutnya,," Ucap pengawal Zavier menyambungkan dan memperjelas perintah dari majikannya.
Karena, sudah mendengar laporan yang dilakukan oleh para prajuritnya setelah berhasil melumpuhkan semua para pengawal yang ada di markas besar milik grup mafia Roserish ini dengan segera Zavier dan pengawal pribadinya bersiap-siap mempersiapkan dirinya untuk menjalani misinya ini.
" Sudah siap ?" Tanya Zavier kepada pengawalnya.
" Ya Tuan," Jawab pengawalnya tegas.
" Let's go !" Seru Zavier menutupi wajahnya dengan masker dan langsung keluar dari tempat persembunyiannya itu.
Dengan segera pula pengawal pribadi Zavier mempersiapkan diri dan keluar dari dalam mobil, tidak lupa menyiapkan sistem alat penembak yang mereka bawa saat ini. Sambil memberikan aba-aba dan kode menggunakan jarinya, setelah memberikan kode tersebut dengan sigap pengawalnya itu langsung menuju ke arah ruangan dimana tempat keberadaan penahanan Zoya.
Sedangkan, Zavier sendiri dengan jiwa beraninya yang tidak pernah ada rasa takut dalam dirinya itu langsung menuju ke ruangan dimana tempat pemimpin besar markas grup Roserish yang berada di negara Australia.
Karena, sudah mendapatkan sebuah titik terang keamanan yang telah dilakukan oleh semua para prajuritnya itu dengan sangat mudah pengawalnya Zavier mendapatkan tempat ruangan penahanan Zoya. Karena, sudah terlihat jelas sekali dari matanya bahwa para prajuritnya sedang melumpuhkan beberapa pengawal yang sedang berada di depan ruangan penahanan Zoya.
" Benar ini ruangannya ?" Tanya pengawal Zavier kepada para prajuritnya yang sedang berada disana.
" Benar Tuan,," Jawab pemimpin prajurit itu dengan tegas dan tepat.
" Bagus," Bilang pengawal Zavier sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Bereskan semua pengawal yang ada dan bersiap untuk operasi selanjutnya,," Ucap pengawal Zavier dengan lugas memberikan perintah kepada para prajuritnya.
" Siap Tuan,," Seru semua para prajurit yang ada.
Setelah memberikan perintah kepada para prajuritnya dengan segera pengawal Zavier melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan penahanan Zoya yang diikuti oleh beberapa prajurit, sedangkan prajurit lainnya menyelesaikan apa yang telah diperintahkan kepada mereka.
Setelah beberapa langkah untuk masuk ke dalam ruangan penahanan itu, akhirnya pengawal pribadi Zavier sampai tepat di depan pintu ruangan gelap tempat penahanan Zoya. Disaat pengawal itu melihat kondisi ruangan penahanan Zoya begitu buruk sekali, hal itu membuat dirinya mengumpat kesal atas perlakuan yang dilakukan oleh para pengawal grup Roserish ini.
" Dasar bajingan,," Umpat pengawal itu dengan kesal.
" Buka pintunya !" Ucap pengawal itu dengan segera memerintahkan para prajurit untuk membuka pintu ruangan penahanan yang ada di hadapannya saat ini.
" Baik Tuan," Jawab para prajurit sambil mengangguk.
Dengan segera para prajurit membuka pintu ruangan penahanan Zoya, setelah berhasil terbuka ruangan itu terlihat jelas sebuah ruangan yang pengap, gelap serta bau. Entah bau itu berasal dari benda apa atau suatu hal apa yang pastinya semua bau sudah bercampur aduk di dalam ruangan ini.
" Silahkan Tuan,," Ucap salah satu prajurit memberi jalan kepada pengawal kepercayaan Zavier.
" Nyonya Zoya, Nyonya Zoya, apakah anda mendengar suara saya ?" Tanya pengawal itu sambil menyerukan nama Zoya.
Saat ini pengawal Zavier sedang mencari dimana keberadaan Zoya yang sedang ditahan di dalam ruangan penahanan itu, sedangkan Zavier sendiri sudah sampai dimana ruangan tempat pemimpin besar klan mafia Roserish di negara Australia ini. Sambil tersenyum senang, Zavier begitu saja masuk ke dalam ruangan itu dan melihat bagaimana wajah pemimpin besar klan mafia Roserish sedang ditahan di atas kursi oleh para prajuritnya.
" Hahahaha," Suara tawa Zavier terdengar riuh saat melangkah masuk ke dalam ruangan Derrick.
PROKK !!
PROKK !!
PROKK !!
Suara tepuk tangan yang terdengar cukup meriah saat ia melangkah masuk ke dalam ruangan Derrick. Sehingga membuat Derrick sedikit mengerutkan dahinya ketika mendengarkan suara tepuk tangan yang dilakukan oleh Zavier.
Dengan posisi tubuh yang terikat dan mulut disumpal menggunakan sehelai kain kecil, hal itu semakin membuat Zavier tertawa senang. Sambil memberikan sebuah apresiasi tepuk tangan meriah kepada Derrick Roserish, dengan gaya santainya Zavier memperkenalkan dirinya langsung.
" Akhirnya, kita bisa bertemu lagi Mister !" Ucap Zavier sambil melangkahkan kakinya masuk dan mendekati Derrick.
Sebenarnya Derrick saat ini terlihat sedikit lupa ketika melihat kedatangan Zavier yang sedang tertawa di hadapannya itu. Karena, saat itu Zavier sama sekali berpenampilan terlihat begitu menarik nan rupawan, sehingga membuat Derrick sedikit lupa dengan kejadian yang pernah dilakukannya waktu dulu.
" Siapa kau ?" Tanya Derrick spontan dengan wajah yang terlihat begitu penasaran atas kelakuan Zavier saat ini padanya.
" Hahaha, ternyata kau lupa denganku ?" Tanya Zavier balik pada Derrick.
Saat Zavier memberikan sebuah ucapan yang berupa seperti pertanyaan itu, tentu saja hal itu membuat Derrick semakin penasaran dan bingung. Dari wajahnya itu sudah menunjukkan bagaimana penasarannya Derrick atas apa yang telah dilakukan oleh Zavier saat ini.
" Apa kau benar-benar sudah lupa denganku ?" Tanya Zavier lagi pada Derrick.
" Aku tidak tahu siapa kau !" Jawab Derrick dengan lantang.
" Kenapa kau dengan sengaja telah menyerang markas besar milik ku ini ?" Tanya Derrick lagi kepada Zavier untuk meminta jawaban yang pasti.
" Apa kau masih ingat atas apa yang telah terjadi sekitar beberapa bulan yang lalu ?" Tanya Zavier lagi dengan sengaja membuat suasana wajah Derrick semakin penasaran.
" Aku sudah jawab, aku tidak tahu,," Jawab Derrick dengan lantang.
Karena, saat ini Zavier merasa sudah cukup untuk bermain suatu hal kebingungan pada Derrick dengan segera Zavier mengungkapkan identitas tentang siapa dirinya dan juga apa tujuannya menyerang markas besar milik grup mafia Roserish ini.
" Apa kau lupa dengan kejadian dimana saat kau berani-beraninya mengakui bahwa kau adalah teman terdekat orang tua dari wanita yang sedang kau tahan saat ini ?" Ungkap Zavier sambil memberikan sebuah peringatan kepada Derrick tentang kejadian dulu.
Terlihat dari ekspresi wajahnya Derrick bahwa ia sedikit masih penasaran serta teringat akan suatu hal yang pernah ia lakukan terdahulu terhadap Zavier.
" Kau masih lupa ?" Tanya Zavier sepintas kepada Derrick.
" Aku akan mengingatkan kau, siapa aku dan apa tujuanku,," Ucap Zavier ketika melihat ekspresi wajah Derrick penuh dengan pertanyaan.
Dengan santainya namun pasti Zavier melepaskan masker penutup seluruh wajahnya dan langsung di hadapkan langsung kepada Derrick yang masih tertahan. Betapa terkejutnya Derrick ketika melihat wajah Zavier yang terlihat dengan jelas di matanya bahwa pria muda dan tampan di hadapannya ini adalah seorang pria yang pernah membeli perhiasan anting di tempat perhiasan miliknya Jimmy.
" Kau !!" Seru Derrick dengan wajah kaget ketika melihat wajah Zavier yang berdiri di hadapannya saat ini.
" Ya, kau betul sekali, ini aku," Jawab Zavier sambil menaikkan ujung bibirnya.
" Dan, orang yang pernah membeli perhiasan di tempat kau bekerja,," Sambung Zavier lagi dengan senyuman yang penuh arti dari wajahnya itu.
Ketika melihat wajah Zavier yang sedang berdiri di hadapannya ini tentu saja hal itu membuat Derrick semakin geram karena, markas besarnya ini begitu mudah sekali diserang oleh kelompok mafia kecil seperti Zavier. Selama ini Derrick tidak mengetahui siapa sebenarnya seseorang pria yang bernama Zavier. Karena, Zavier selalu tertutup dan tidak pernah terlihat di dalam dunia Mafia besar Alexandre.
" Kau, hanya seorang klan kecil berani-beraninya telah masuk ke dalam ruanganku ini,," Seru Derrick dengan tenaga yang percuma saja disalurkan karena, tidak bisa melakukan apa-apa.
" Hahahaha, klan kecil,," Gumam Zavier merasa geli ketika mendengar seruan yang diucapkan oleh Derrick terhadap dirinya.
" Kau sama sekali tidak mengenalku ?" Tanya Zavier lagi pada Derrick.
" Baik, aku akan memperkenalkan siapa diriku sebenarnya,," Sambung Zavier lagi kepada Derrick untuk memperjelas siapa dirinya.
" Aku adalah !!" Ucap Zavier seketika pembicaraannya terputus karena, mendengar suara panggilan yang dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya.
Ketika mendengar suara alat komunikasi yang terdengar begitu jelas dengan segera Zavier menghentikan tindakannya kepada Derrick dan langsung menerima panggilan seseorang kepada dirinya.
" Ya,," Ucap Zavier menerima panggilan.
" Lapor Tuan, Misi telah berhasil,," Suara yang terdengar dari alat komunikasinya itu.
" Bagus, segera lakukan langkah selanjutnya,," Ucap Zavier dengan memberikan perintah selanjutnya kepada orang yang telah menghubunginya itu.
Setelah menerima panggilan itu dengan menekan tombol dari alat komunikasinya itu dengan segera Zavier kembali mengulangi tindakannya barusan untuk memperkenalkan siapa dirinya yang sebenarnya.
" Sorry, jika tertunda, karena, para prajurit yang terlatih telah berhasil melakukan semua pekerjaannya di markas besar milikmu ini,," Ucap Zavier sedang berbasa-basi kepada Derrick.
" Baik, sekarang aku akan mengulanginya lagi, bahwa aku adalah !" Ucap Zavier yang terhenti kembali, karena, ucapannya sudah dihentikan secara langsung oleh Derrick sendiri.
" Cukup !!" Seru Derrick dengan tegas.
" Tidak perlu kau katakan siapa kau sebenarnya, aku sudah tahu,," Sambung Derrick lagi dengan suara yang begitu lantang.
Karena, mendengar ucapan dari Derrick yang sudah mengetahui siapa dirinya, tidak menunggu waktu lama Zavier segera memberikan kode kepada para prajuritnya untuk membius lumpuh pria tua yang sudah berani mempermainkan dirinya itu.
****