Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 61 - Keberadaan Zoya



Begitu juga dengan Zoya ikut membalas kecu -pan kecu -pan lembut yang dilakukan oleh Jimmy padanya. Kecu -pan yang mereka lakukan semakin lama semakin dalam dan juga semakin pa -nas, sehingga membuat suatu hal yang ada pada tubuh Jimmy bangkit dan bergelombang untuk segera menginginkan suatu tindakan yang tepat yang tepat dan yang pastinya tindakan yang tepat itu hanya bisa dilakukan oleh Zoya.


Karena, terlalu lembut perlakuan yang Jimmy lakukan padanya hal itu membuat Zoya tidak menyadari bahwa dirinya saat ini sudah berada di dalam kamar mereka, dengan sangat lembut pula Jimmy telah meletakkan Zoya di atas tempat tidurnya. Sambil tetap menge -cup lembut bibirnya Zoya tidak lupa tangan Jimmy dengan lincahnya telah menjelajah kesana kemari menyentuh mer -aba dan mencari-cari bagian inti yang paling indah pada tubuh Zoya.


Seketika Zoya tercekat, saat bagian tubuhnya merasakan hal asing yang menyentuh area yang dapat membuat tubuhnya merasa geli. Lalu, Zoya teringat dan sadar bahwa tubuhnya saat ini sudah berada dalam penguasaan yang dilakukan oleh Jimmy. Karena, belum siap untuk melakukan hal yang diinginkan oleh Jimmy, dengan segera Zoya menolak dan menepis keinginan Jimmy yang tidak bisa lagi ditolak.


" Heemmm,, sayang,, setelah kita pulang nanti, ya,," Ucap Zoya pada Jimmy sambil menolak lembut keinginan Jimmy untuk mendapatkan tubuhnya itu.


Seketika, Jimmy merasa bahwa tindakannya ini salah, dia tahu sekali akan sifat Zoya yang tidak ingin dipaksa itu. Akhirnya Jimmy pun menuruti semua ucapan Zoya, untuk menghentikan kegiatannya ini. Walaupun, ha -srat naf -sunya menginginkan tubuh Zoya sudah sungguh sangat besar. Tapi, apabila Zoya tidak menginginkannya maka tidak mungkin dirinya mem -aksa Zoya untuk mengikuti kehendaknya itu.


" Yeah, Oke Baby,," Ucap Jimmy yang segera beranjak bangkit dari tubuh Zoya.


Sambil tersenyum lembut Zoya bangun dari tidurnya dan dengan sengaja memainkan suatu hal yang membuat Jimmy merasa bahagia, walaupun hanya sekedar dipegang oleh tangan lembutnya Zoya. Dan hal itu membuat Jimmy terkekeh mendengar ucapan candaannya Zoya pada barang miliknya.


" Sabar ya sayang,, malam nanti kau akan masuk ke dalam sarang yang kau inginkan, dan sarang itu sudah lama telah menjadi milikmu ini,," Ucap Zoya yang tengah mengusap lembut barang berharga milik Jimmy yang telah berdiri sendiri sedari tadi.


Seketika hal yang dilakukan oleh Zoya itu membuat Jimmy tertawa akan sikap Zoya yang telah mencandai barang miliknya. Karena, hanya Zoya sajalah yang berani melakukan hal lucu seperti saat ini pada tubuhnya.


" Eeemmm, Baby, terima kasih, kau selalu bisa bermain dengan milikku ini,," Ucap Jimmy yang bangun dari tidurnya dan menge -cup lembut bahu Zoya.


Zoya pun tersenyum manis dan segera bangkit dari duduknya. Sambil menggulung asal rambutnya ke atas. Dan terlihat bahwa saat ini ia ingin segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.


" Aku mau mandi,, setelah itu kita berangkat,," Ucap Zoya yang pergi dari hadapan Jimmy.


" Yeah Baby,, aku menunggumu,," Jawab Jimmy sambil tersenyum manis menatap kepergian Zoya.


Karena, sudah selesai memberikan kesenangan pada Jimmy walaupun hanya sekedar candaan, akhirnya Zoya langsung saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi dan berdiri di bawah kran shower. Zoya memutar kran shower, sehingga mengalirkan air deras yang membasahi tubuh Zoya.


Sementara itu di sisi lain, Zavier temannya Alberto yang masih berada di Australia dengan semua kepintarannya itu membuat dirinya dengan sangat mudah mencari keberadaan Zoya.


" Oowwhh,, ternyata dia bersama Jimmy, pebisnis muda dari Perancis juga,," Bilang Zavier sambil menyesap sebatang ro -kok di sela jarinya itu.


Saat ini data keberadaan Zoya telah berhasil disadap oleh Zavier dan Zavier juga mengetahui bahwa Zoya sedang berada di sebuah mansion milik Jimmy yang cukup megah di Australia ini, Jimmy adalah seseorang yang berasal dari negara Prancis seorang pebisnis yang cukup terkenal dan juga kaya raya, karena, dari datanya itu sudah terlihat betapa hebatnya Jimmy, sehingga hal itu membuat Zavier ingin mengetahui siapa Jimmy yang sebenarnya.


" Baiklah, Alberto berpesan cuma mencari keberadaannya saja, dan tidak membu -nuh dirinya,," Ucap Zavier lagi sambil menatap jelas foto Jimmy yang sedang ia pandangi melalui Ipad-nya.


" Oke aku akan mengirimkan datanya kepada My Dude,, Heheheh,, laki-laki yang tidak mengerti akan wanita yang berada di sampingnya itu." Bilang Zavier lagi yang tengah mengoceh sendiri sambil menatap wajah Ziya di laptopnya ini.


" Sebenarnya dia wanita yang cantik, tapi, kenapa Alberto tidak pernah mengerti akan dirinya." Bilang Zavier yang lagi-lagi merasakan bahwa Alberto sangat lemah terhadap perempuan.


" Dia cuma bisa mengatakan tentang diriku yang akan lemah tentang perasaan seorang wanita. Ternyata dia juga lemah terhadap perasaannya dengan perempuan. Berarti kita sama-sama tidak memiliki perasaan, Dude,," Ucap Zavier yang lagi-lagi berkata sendiri tanpa ada orang yang mendengarkannya saat itu.


" Aku kirimkan dulu, datanya,, supaya Dude ini tidak menggi la lagi soal kehilangan istrinya ini." Ucap Zavier yang mengambil laptopnya dan mengubah posisi dirinya yang tadi membungkuk ke depan menatap laptop tapi saat ini dengan santai bersandar di sofa sambil memangku laptopnya.


Saat ini Zavier tengah meminum minuman anggur yang berada di atas mejanya dan mengambil laptopnya sehingga memangku laptop itu di pangkuannya. Dengan gaya santainya, Zavier mengirim data Zoya kepada Alberto temannya itu.


" Oke, sudah selesai, aku akan keluar, untuk menghilangkan penat di otakku,," Ucap Zavier yang terkekeh sendiri saat dia mengucapkan menghilangkan penat di otaknya.


Seperti ucapan Alberto yang seringkali mengatakan hal itu pada dirinya.


" Oke, Dude semoga kau puas dengan hasilnya." Ucap Zavier yang baru saja meletakkan sisa ro- kok di sebuah tempat yang berada di atas meja.


Setelah merasa cukup puas dengan hasil yang diperolehnya itu, Zavier segera mematikan laptopnya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan sebuah aktivitas yang dapat menghilangkan penatnya sesaat yaitu piknik di negara Australia yang saat ini ia kunjungi.


Akan timbul kerugian yang dirasakan oleh Zavier apabila dia tidak menjelajahi keindahan dari negara Australia ini. Zavier meninggalkan laptopnya dan segera melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Hari ini Zavier ingin melakukan kesenangan terhadap matanya yaitu melihat-lihat pantai yang berada di Australia ini. Mungkin sedikit berbeda dengan pantai yang berada di Perancis negaranya itu.


Sementara itu, Zoya yang telah selesai mandi dan hanya ditutupi oleh handuk melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dan menuju ke lemari pakaiannya. Dengan senyuman manisnya yang terukir di wajah Jimmy, Jimmy segera bangun dari duduknya dan memeluk tubuh Zoya dari belakang hingga menge -cup bahu Zoya dan melakukan hal yang lembut tepatnya pada puncak gunung Zoya. Karena, saat ini Zoya tidak ingin diganggu dan merasa bahwa dirinya saat ini memang sengaja diganggu oleh Jimmy, akhirnya dengan perlakuan lembutnya Zoya mendorong lembut tubuh Jimmy.


" Heemm,, Jim,, mandi sana,," Bilang Zoya yang menolak lembut perlakuan Jimmy padanya.


Jimmy terkekeh melihat Zoya yang sangat serius sekali memilih baju yang akan dipakainya saat mereka keluar nanti.


" Hehehe,, Yeah,, aku mandi dulu Baby,, Wait Me,," Ucap Jimmy sambil menge -cup lembut leher Zoya.


" Hemm,, Hurry up,," Bilang Zoya yang menyuruh Jimmy untuk segera cepat masuk ke dalam kamar mandinya.


Karena, sudah disuruh oleh Zoya untuk cepat melakukan aktivitas manisnya akhirnya, Jimmy segera melangkahkan kakinya sambil mengedipkan matanya pada Zoya. Zoya tersenyum melihat tingkah laku Jimmy yang seperti anak remaja pada kekasihnya.


Setelah selesai mengambil pakaiannya dan merasa cukup nyaman untuk dipakainya keluar. Zoya pun segera memakai pakaian yang telah dipilihnya itu. Setelah merasa rapi sambil melihatnya di pantulan cermin, Zoya mulai duduk di depan meja rias dan mulai untuk melakukan keahlian dirinya dalam mengubah wajah cantiknya ini menjadi wajah indah yang begitu mempesona dan memukau.


" Heemm,, perfect,," Bilang Zoya yang menatap wajahnya di pantulan cermin.


Setelah merasa cukup dengan wajah dan tubuhnya itu, membuat Zoya sendiri memanggil pelayan untuk membawakan minuman untuk dirinya. Zoya keluar dari kamarnya dan segera memanggil pelayan.


" Waiters,," Suara Zoya yang terdengar memangil seorang pelayan di mansion ini.


Memang benar Zoya tidak mengenali siapa saja yang menjadi pelayan di mansion ini. Bagi Zoya pelayan di mansion ini cukup mentaati perintah darinya dan keinginannya itu. Dan tibalah seorang pelayan wanita datang menghadapi Zoya lalu membungkukkan tubuhnya saat berhadapan langsung dengan Zoya sambil memberikan kesan hormatnya pada Zoya.


****