
Jelas saja jika Alberto merasa penasaran dan terkejut atas panggilan yang dilakukan oleh Zavier dalam waktu tiba-tiba dan berulang kali. Karena, biasanya jika Zavier tidak mendapatkan sebuah hal yang besar dan Zavier mampu dalam melakukannya sendiri, sangat jarang sekali Zavier menghubungi Alberto. Tapi, kali ini, sudah terlihat jelas pasti ada suatu hal yang telah terjadi hingga Zavier langsung menelepon dirinya itu.
" Ada suatu hal yang ingin ku bicarakan padamu, Dude,," Ucap Zavier dari panggilan teleponnya.
" Katakan, apa itu ?" Tanya Alberto terdengar serius menanggapi ucapan Zavier.
" Dude, Zoya dan kekasihnya Jimmy telah ditangkap oleh klan mafia Roserish,," Ucap Zavier langsung memberitahukan intinya kepada Alberto.
" Apa ??" Suara Alberto yang spontan terucap ketika mendengarkan pernyataan yang ada dari Zavier.
" Bagaimana bisa, bukankah aku sudah mengingatkan kau untuk memberikan salah satu bayangan yang kau miliki bertugas untuk selalu mengawasi pergerakannya." Ucap Alberto dengan penjelasan yang begitu panjang dan detail.
" Heemm, kau benar, Dude, tapi bukankah aku sudah mengingatkanmu bahwa banyak sekali pengintai yang sengaja mengawasi pergerakan Zoya." Bilang Zavier menjelaskan keadaan yang ada pada Alberto.
" Kau benar, jadi, apa yang sedang kau lakukan saat ini ?" Tanya Alberto serius pada Zavier.
" Dan ingat, jangan sampai Zoya jatuh di tangan mereka sehingga membuat mereka berhasil menjatuhkan sistem operasi kelompok mafia kita,," Ucap Alberto lagi dengan memperjelas kembali sistem keamanan jaringan kelompok mafia Alexandre.
" Ya, aku tahu itu Dude," Jawab Zavier singkat.
" Sebenarnya begini, sengaja aku menelepon kau, karena, tanpa kita sadari, ternyata Roserish mengambil kesempatan untuk mendapatkan Zoya, supaya Roserish bisa meruntuhkan kekuatan sistem kelompok mafia Alexandre dengan cara melakukan suatu hal pada Zoya, agar Zoya bisa menjalankan suatu tugas yang akan mereka berikan kepada Zoya, Dude." Ucap Zavier di dalam teleponnya Alberto.
" Kurang ajar, ternyata mereka sengaja melakukan ini, hanya ingin meruntuhkan sistem mafia Alexandre yang selama ini tidak pernah tergoyahkan oleh kelompok manapun,," Gumam Alberto kesal karena sudah mengetahui rencana besar yang dilakukan kelompok mafia Roserish rekan bisnisnya itu.
" Dan, juga, sepertinya Roserish sedang memiliki masalah denganmu Dude, karena, aku baru saja memeriksa sistem kelompok mafia yang dimiliki Roserish bahwa kau hari ini sengaja memutuskan semua sistem kerja sama dengannya." Ucap Zavier sendiri yang masih menatap layar monitornya.
" Kau benar, itu sengaja aku lakukan, karena, putrinya Roserish yaitu Helen dengan sengaja bersekongkol untuk mempermalukan istriku di depan orang lain." Ucap Alberto dengan senang hati menjelaskan kekesalannya terhadap sikap Helen yang begitu sangat memuakkan dirinya.
" Dan, bukan hanya karena itu, sebenarnya aku memang sudah lama untuk memutuskan sistem kerja sama yang dilakukan Roserish terhadap perusahaanku,," Sambung Alberto lagi atas penjelasannya itu kepada Zavier.
" Oohh, jadi hanya karena itu kau melakukan semuanya, Dude, dan ternyata di belakang kau, sistem kelompok mafia yang dimiliki oleh Roserish bermain pintar untuk meruntuhkan sistem operasi mafia Alexandre." Ucap Zavier yang terdengar seperti sedang tersenyum sinis setelah mendengarkan penjelasan dari Alberto.
" Heh!! kau benar, walaupun dia berpikir telah bermain pintar, tapi, aku akan lihat seberapa pintar permainan yang mereka lakukan untuk mendapatkan semua hasilnya,," Gumam Alberto merasa senang jika dirinya telah diganggu dan dikhianati seperti sistem yang dilakukan oleh Roserish ini.
" Hahaha, itu yang aku suka dari kau Dude, kau selalu berpikir tenang jika sedang terdapat masalah,," Ucap Zavier yang selalu bahagia jika mendengarkan ketenangan dari Alberto.
Begitulah Alberto jika mendapatkan sebuah masalah yang sangat sulit untuk dilewati oleh pikirannya, Alberto lebih memilih untuk tidak memikirkan masalah itu, melainkan masalah yang dihadapinya saat ini adalah masalah yang begitu mudah dan gampang untuk dilalui, oleh sebab itu Alberto lebih memilih tenang untuk menanggapi semua masalah yang harus dihadapinya itu.
" Heemm, kau sangat mengenaliku Zavier, jadi, kau harus bisa untuk melakukan suatu rencana awal dalam menghadapi klan Roserish." Gumam Alberto sambil memberikan sebuah perintah terbaru bagi Zavier.
" Maksudmu, apa aku harus ?" Tanya Zavier dengan wajah yang cukup bingung saat menanggapi ucapan Alberto.
" Untuk rencana awal kau harus berhasil mengecoh semua pengawal klan Roserish agar Zoya tidak jatuh pada tangan klan Erwin." Ucap Alberto memberitahukan rencana awalnya pada Zavier.
Karena, Zavier merupakan seorang pengintai yang sangat handal pastinya, Zavier langsung mengerti apa yang dimaksudkan oleh Alberto dalam memberikan tugas padanya itu.
" Oohh oke Dude aku mengerti,," Jawab Zavier mengangguk dan langsung mengerti maksud dari tujuan Alberto dalam mengatur rencananya itu.
" Bagus kalau kau mengerti,," Ucap Alberto tersenyum.
" Itu tugas yang pertama untukku Dude, aku harus bisa mengetahui apakah klan Roserish bergabung dengan klan Erwin. Dan, aku berjanji aku tidak akan mengecewakan kau Dude, Zoya tidak akan jatuh ke tangan Erwin lagi." Ucap Zavier begitu yakin dan optimis sehingga Alberto tersenyum simpul ketika mendengarkan ucapannya itu
" Heemmm, kau benar Zavier,," Gumam Alberto senang.
" Terus jika itu tugas pertamaku, yang keduanya apa yang harus kulakukan Dude ?" Tanya Zavier terlebih dahulu pada Alberto untuk melakukan kegiatannya itu.
" Yang kedua, seperti biasa sekali ini akan kuberikan izin padamu untuk melakukan penyerangan besar-besaran terhadap kelompok mafia Roserish yang ada di Australia, karena, kelompok itu secara tidak langsung ingin bermain denganku, jadi, mulai saat ini kau sudah kuberikan izin untuk melakukan penyerangan yang pintar," Ucap Alberto begitu yakin dengan kekuatan salah satu temannya ini.
Begitu mendengar ucapan Alberto yang langsung mengizinkan Zavier untuk melakukan sebuah tindakan penyerangan secara langsung dan terbuka kepada kelompok mafia Roserish yang telah berani bermain di belakangnya itu, tentu saja hal itu begitu membuat Zavier senang dan bersemangat untuk melakukan ini semua, karena, sangat jarang sekali jika Alberto mengizinkan Zavier untuk ikut terjun dalam peperangan antar klan mafia seperti ini.
" Waahhhhh, yeess, kau memang teman terbaik bagiku Alberto,," Seru Zavier senang ketika mendengarkan ucapan Alberto yang telah memberikannya sebuah izin untuk melakukan sebuah penyerangan.
" Heemm, aku tahu kapan kau harus bermain indah dan kapan kau harus berdiam diri,," Gumam Alberto yang masih tersenyum senang atas kebahagiaan yang dirasakan oleh temannya itu.
" Dan, ingat Zavier untuk selalu bermain pintar dalam melakukan rencana ini,," Ujar Alberto untuk memberikan sebuah peringatan kepada Zavier..
" Siap Dude, your enjoy staying, dan sekitar dua hari lagi kau akan menerima laporan terbaik dariku,," Ucap Zavier begitu yakin akan kekuatan miliknya itu.
" Heemm, aku mempercayaimu, Zavier,," Gumam Alberto dengan suara yang memberikan sebuah semangat untuk temannya itu dalam melakukan rencananya ini.
" Oke Dude, itu yang kedua dari rencana ini, apakah aku harus bertanya lagi apa rencana selanjutnya ?" Tanya Zavier lagi dengan santainya pada Alberto.
" Heemm, ternyata kau sangat menyukai permainan ini Zavier, tapi, aku ingin permainan ini tidak terlalu lama dimainkan. Jadi, kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan ketika semua rencana pertama dan yang kedua berhasil,," Ucap Alberto memberikan sebuah kode kepada Zavier.
Karena, Zavier merupakan seorang detektif handal satu-satunya teman terbaik dari Alberto, oleh sebab itu, Zavier langsung mengerti apa yang dimaksudkan oleh Alberto padanya itu.
" Maksudmu, Dude apakah tugas terakhirnya aku harus membawa Zoya kembali ke Perancis ?" Tanya Zavier lagi yang merupakan sebuah jawaban dari rencana di pikiran Alberto.
" Heemm, kau memang teman terbaikku Zavier,," Ucap Alberto sambil memberikan sebuah pujian kepada Zavier.
" Kau benar yang ketiga, kau harus berhasil mendapatkan Zoya dan bawa dia kembali ke Perancis, karena, aku tidak ingin jika Erwin berhasil mendapatkan Zoya kembali maka, Erwin akan semakin mudah untuk melakukan rencananya terhadapku,," Ucap Alberto lagi sambil meluruskan semua keinginannya untuk dilakukan oleh Zavier dalam melakukan misinya ini.
" Oke Dude, kalau begitu akan aku lakukan semuanya,," Jawab Zavier dengan penuh semangat dan keyakinan.
" Heemm, akan aku kirimkan semua prajurit yang ada di Australia untuk membantumu, Zavier,," Ucap Alberto dengan memberikan sebuah kenyamanan bagi Zavier.
Ketika mendengarkan ucapan Alberto yang memberikan semua kenyamanan baginya untuk melakukan semua tugas dari misinya itu. Zavier merasa berlebihan jika Alberto mengirimkan semua prajurit klan Alexandre yang berada di Australia miliknya itu. Karena, Zavier sendiri tidak ingin membawa banyak orang untuk melakukan pekerjaannya ini.
" Eemmm, Dude, bukannya aku menolak untuk menerima semua prajurit yang telah kau siapkan, karena, aku ingin melakukannya seperti biasa yang kau ketahui selama ini,," Ucap Zavier meminta pertimbangan kembali dari Alberto.
" Heemmm, aku tahu Zavier, jika kau ingin melakukan semua tugas ini secara langsung dan sendiri, tapi, aku tidak ingin jika aku harus kehilangan temanku hanya kelompok mafia Roserish rendahan itu,," Gumam Alberto terdengar begitu tajam atas anggapannya pada kelompok mafia Roserish.
" Hahahaha, tenang Dude, aku tidak mungkin bisa dikalahkan dengan semudah itu,," Jawab Zavier begitu yakin membanggakan dirinya sendiri itu.
" Heemm, aku tahu, tapi, kau harus tetap menerima semua apa yang telah aku perintahkan Zavier,," Bilang Alberto lagi sambil memberikan sebuah penekanan terhadap Zavier yang begitu keras kepala.
" Oke, aku menerimanya, tapi, aku juga ingin memberitahumu bahwa aku tetap membawa semua bayangan yang ada dalam kelompok didikan Zavier," Ucap Zavier memberitahukan rencananya itu kepada Alberto.
" Heemm, oke aku izinkan semuanya dalam tugas ini dan aku akan menunggu kepulanganmu di Perancis,," Ucap Alberto begitu besar keyakinannya terhadap Zavier.
" Heemm, akhirnya aku bisa melakukan tugasku ini dengan tenang, karena, sudah mendapatkan izin darimu Dude,," Gumam Zavier bahagia dan langsung memutuskan hubungan teleponnya terhadap Alberto.
Sambil menghela napas panjangnya, Alberto sudah begitu hapal dengan kelakuan yang dilakukan oleh Zavier ketika sedang meneleponnya itu. Zavier memang memiliki sifat yang sama seperti Axeloe selalu memberikan sebuah pertanyaan dan juga membuat semua orang penasaran atas sikapnya itu.
" Uuuuhhhhh, ternyata di balik ini semua Roserish berani bermain di belakangku,," Gumam Alberto setelah selesai menelepon temannya itu.
Sambil meletakkan ponselnya kembali ke dalam saku, Alberto segera beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kaca besar yang ada di ruangan kerjanya itu sambil melihat ke arah luar jendela. Dan, disana Alberto sedang memikirkan suatu hal yang telah terjadi pada Zoya saat berada di Australia.
Jika, Zoya sedang berada di dalam penangkapan yang dilakukan oleh Roserish, berarti orang tua Helen mengetahui dimana keberadaan Zoya saat ini. Tapi, kenapa saat di sekolah lagi tadi, Helen sama sekali tidak mengetahui siapa yang ada di hadapannya itu.
" Jika, Roserish tahu dimana keberadaan Zoya, kenapa, Erwin tidak mengetahui dimana keberadaan putrinya sendiri,," Ucap Alberto lagi sambil memikirkan tentang pikirannya terhadap Erwin.
" Tapi, kenapa Helen pagi ini tidak tahu siapa orang yang berada di hadapannya dan masih berpikir bahwa itu adalah Zoya,," Gumam Alberto lagi sambil berpikir tentang kejadian pagi tadi terhadap Ziya dan Krystal.
" Heemm sepertinya, akan ada permainan besar yang akan terjadi setelah kejadian ini," Gumam Alberto sambil menyunggingkan senyumannya.
" Baiklah, aku ingin lihat bagaimana reaksi Roserish, jika dia tahu apa akibatnya sudah berani bermain licik di belakangku,," Ucap Alberto sambil menaikkan ujung bibirnya.
Dengan segera Alberto melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang kerjanya itu dan akan melakukan suatu hal yang bersangkutan dengan rencana yang telah dilakukan oleh Roserish terhadap dirinya itu. Karena, saat ini Zavier sedang berada di Australia, jadi, Alberto hanya bisa mengirim seseorang untuk melakukan suatu pelacakan terhadap Roserish dan juga Erwin.
Apakah Erwin memiliki sebuah kerja sama terhadap Roserish untuk meruntuhkan sistem klan mafia Alexandre ?"
Ataukah Roserish melakukan hal ini semua dengan kaki sendiri ?"
Dengan segera Alberto memanggil Frengky untuk memanggil Friek melakukan tugas yang ia berikan ini.
" Frengky !!" Panggil Alberto terhadap pengawal pribadinya itu.
" Ya, Tuan," Jawab Frengky dengan segera melangkahkan kakinya mendekati Alberto dan menghadap Tuan Besarnya itu.
" Katakan pada Friek, jika dia telah diberikan tugas dariku untuk mengawasi pergerakan Erwin dan Roserish, apakah mereka berdua itu memiliki sebuah kerja sama yang selama ini dilakukan,," Ucap Alberto kepada Frengky.
" Baik Tuan, tapi, jika diizinkan biarkan saya saja yang melakukan tugas ini Tuan," Ucap Frengky yang mengetahui kekuatan Friek adiknya tidak terlalu handal dalam melakukan rencana ini.
" Heemm, tidak perlu kau lakukan, karena, kau adalah orang pribadiku, jadi, kau harus melakukan sebuah tindakan yang lebih besar lagi, karena, tindakan ini tidak sepadan dengan kemampuan yang kau miliki, Frengky,," Ucap Alberto dengan sengaja memberikan pujian terhadap pengawal pribadinya itu.
" Heemm, terima kasih, Tuan atas pujiannya,," Gumam Frengky merasa begitu bahagia ketika mendengarkan pujian kepercayaan yang diucapkan oleh Alberto untuk dirinya itu.
" Baik Tuan, saya permisi sebentar, untuk segera memberikan perintah ini kepada Friek,," Ucap Frengky sambil memberikan hormat kepada Alberto.
" Ya, silahkan,," Jawab Alberto menganggukkan kepalanya.
Karena, sudah mendapatkan sebuah perintah dari Tuan Besarnya itu, dengan segera Frengky melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja pribadi Alberto. Sedangkan, Alberto sendiri kembali membalikkan tubuhnya menghadap ke arah kaca dan memikirkan suatu rencana untuk menghadapi klan Roserish yang berada di dekatnya yaitu di Perancis ini dan Roserish sendiri adalah seorang mitra kerja sama yang erat dalam perusahaannya.
" Heh!! Roserish ternyata kau ingin bermain di belakangku,," Gumam Alberto sambil tersenyum sinis menghadap ke arah kaca.
" Baik aku ingin lihat seberapa besar kekuatan yang kau miliki untuk melakukan rencanamu ini,," Ucap Alberto senang ketika mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi selama ini pada klan mafia yang sengaja bekerja sama dengan perusahaanya itu.
Saat Alberto sedang fokus memikirkan sesuatu hal yang berhubungan dengan Roserish, pandangan Alberto sendiri merasa terganggu ketika melihat ke arah luar kaca jendela ruangan pribadinya dimana Gladys sedang bertelepon ria dengan seseorang dengan wajah yang sedikit tegang.
" Apa yang sedang wanita itu lakukan ?" Tanya Alberto ketika melihat Gladys sedang melakukan sesuatu di arah luar jendela ruang pribadinya itu.
" Sepertinya dia sedang menelepon, tapi dengan siapa ?" Tanya Alberto lagi begitu penasaran dengan kelakuan Gladys saat ini.
" Apakah dia sedang menelepon sekelompok temannya dan akan membuat suatu rencana lagi ?" Tanya Alberto lagi semakin merasa penasaran ketika melihat ekspresi wajah tegang dari Gladys.
" Ya, sepertinya dia sedang melakukan suatu rencana lain lagi untuk menghancurkan kehidupan keluarga besarku lagi,," Gumam Alberto merasa yakin ketika melihat ekspresi wajah Gladys seakan berubah.
" Lebih baik aku harus menyadap suara panggilan yang sedang ia lakukan itu," Ucap Alberto dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus penelitiannya.
Karena, ekspresi wajah tegang dari Gladys itu menimbulkan rasa penasaran di dalam hati Alberto. Oleh sebab itu dengan segera Alberto masuk ke dalam ruangan penelitiannya untuk menyadap suara yang dihasilkan dari pembicaraan Gladys dalam teleponnya.
" Aku harus mencari tahu apa saja yang dibicarakan oleh wanita busuk itu saat ditelepon." Ucap Alberto ketika masuk ke dalam ruangan penelitiannya khusus miliknya.
Saat di dalam ruangan penelitian itu, dengan segera Alberto memperjelas lagi sistem suara yang telah ia letakkan semua secara rahasia di dalam istana kediamannya ini. Sehingga dengan begitu mudah Alberto bisa mendengar apa saja pembicaraan rahasia yang sering dilakukan oleh siapapun di dalam kediamannya ini.
Namun, disaat Alberto akan membuka semua sistem penyadap suara yang diletakkannya itu di seluruh tempat dalam kediamannya ini sama sekali tidak bekerja seperti biasanya. Alberto merasa heran kenapa hal ini bisa terjadi, padahal selama ia letakkan alat itu selalu bekerja seperti biasanya.
" Kenapa, sistem penyadap suaranya tidak bekerja seperti biasanya,," Gumam Alberto heran ketika melihat sistem penyadap suara di kediamannya itu sama sekali tidak berfungsi.
" Apa mungkin, ada seseorang yang telah merusak sistem penyadap suaraku ini,," Ucap Alberto lagi sambil mengotak-atik semua kunci alat penyadap sistem suara yang ia letakkan di seluruh kediamannya itu.
Sudah beberapa kali, Alberto mengotak-atik sistem penyadap suara yang telah lama ia letakkan di dalam kediamannya itu. Namun hasilnya nihil Alberto tidak bisa mendengarkan suara pembicaraan yang dilakukan oleh Gladys saat sedang menelepon seseorang.
" Oohh, sh.it, kenapa alat ini sama sekali tidak berfungsi,," Umpat Alberto geram dengan alat yang tidak berfungsi itu.
Saat ini di dalam ruangannya itu, Alberto disibukkan dengan pemulihan kembali sistem alat penyadap suara yang ia letakkan di seluruh kediamannya itu. Sedangkan, Gladys sendiri di dekat kolam ikan yang ada di samping kamarnya itu sedang menelepon seseorang temannya.
Saat ini Gladys sedang duduk sendirian di pinggiran kolam ikan sambil melihat layar ponselnya berulang kali, karena, Gladys sendiri merasa menyesali perbuatannya yang sudah menyinggung perasaan Claire keponakan tercintanya itu. Jika saja, saat di teleponnya tadi Gladys tidak berkata seperti itu pada Roserish kemungkinan besar Claire tidak akan tersinggung atas ucapannya itu.
" Heemm kemana perginya Claire, kenapa di dalam kamarnya sudah tidak ada lagi,," Gumam Gladys merasa kesal atas sikap Claire yang merajuk dengan ucapannya itu.
" Kenapa juga aku sampai berkata seperti itu saat menelepon Roserish, jika saja aku tidak berkata seperti itu, kemungkinan saat ini Claire masih berada disini dan selalu bisa membantuku,," Ucap Gladys lagi dengan wajah sendunya karena merasa sedikit bersalah dengan Claire.
" Uuuhhh Claire kau pergi kemana, maafkan Aunty jika Aunty bersalah,," Ucap Gladys sambil menghembuskan nafasnya merasa bersalah atas tindakannya itu terhadap Claire.
Setelah menghembuskan napasnya yang terdengar begitu menyesali perbuatannya itu, untuk sesaat Gladys terduduk sendu. Dan, memikirkan kembali apa yang telah dilakukan oleh Claire saat memasuki kamarnya itu hingga mendengar pembicaraan serius antara dirinya dan juga Roserish temannya itu.
" Tapi, untuk apa Claire bersembunyi di dalam kamarku, apa yang sedang ia cari ?" Tanya Gladys penasaran ketika mengingat kelakuan Claire yang sudah berada di dalam kamarnya itu.
" Apa mungkin Claire mencari sesuatu hal yang dicurigainya dari diriku ?" Tanya Gladys lagi dengan dirinya sendiri.
" Sepertinya benar, kemungkinan saat aku kembali dari kediaman Roserish waktu itu Claire memang terlihat seperti sedang mencurigai tindakanku,," Gumam Gladys merasa yakin bahwa sebenarnya Claire sudah lama mencurigai dirinya itu.
" Sepertinya, aku harus menghubunginya kembali dan membujuknya supaya dia tidak melakukan suatu kesalahan yang dapat melibatkan diriku dalam kelakuannya saat ia sedang marah seperti ini,," Ucap Gladys lagi dengan segera melihat layar ponselnya dan berniat untuk menghubungi Claire.
Namun, ketika Gladys hendak menelepon nomor ponsel Claire, dan tanpa disangka Gladys sendiri melihat dengan jelas bahwa temannya yang bernama Roserish kembali menghubunginya lagi.
" Kenapa dia meneleponku lagi," Gumam Gladys merasa penasaran dengan panggilan yang dilakukan oleh Roserish saat ini padanya.
Dan, karena kaget atas tindakan Roserish yang sedang menghubunginya itu dengan segera Gladys mengangkat panggilan itu dengan wajah santainya.
" Ya ada apa ?" Tanya Gladys langsung saat menerima panggilan dari Roserish.
" Bagaimana, Gladys apakah kau sanggup untuk melakukannya semua keinginan putriku itu ?" Tanya Roserish lagi kepada Gladys.
" Ya, itu bisa dipastikan,," Jawab Gladys penuh keyakinan tanpa berpikir terlebih dahulu apakah ia sanggup bisa mendapatkan perhatian Alberto untuk diberikan kepada Helen.
" Bagus Gladys, itulah sebabnya aku begitu mempercayai caramu selama ini,," Ucap Roserish sengaja memuji kehebatan Gladys.
" Tapi, sayang kau telah dikelabui oleh Alberto seorang anak yang telah menjadi seekor singa, Gladys,," Gumam Roserish lagi hingga membuat Gladys tercengang.
" Apa ?? Maksudnya ?" Tanya Gladys dengan wajah tercengang.
Tentu saja Gladys tercengang ketika mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh Roserish terhadap dirinya itu. Karena, awalnya Roserish memuji kehebatannya namun, setelah memberikan pujian itu, secara langsung juga Roserish langsung berbicara spontan yang membuat Gladys sendiri tercengang saat mendengarnya.
****