Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag



Sementara itu, Vena yang sedang melangkah keluar dari ruangan kamarnya Ziya menuju ke tempat dimana Axeloe berada akhirnya ketemu juga dengan orang yang dicari, kebetulan saat ini Vena dan Axeloe berpapasan dan dengan segera Vena menghentikan langkahnya serta memanggil Axeloe dengan tingkah lakunya sebagai seorang asisten yaitu sopan.


" Maaf Tuan Axeloe,," Sapa Vena kepada Axeloe yang kebetulan berpapasan dengannya.


Disaat Vena menghentikan langkahnya tepat di depan Axeloe yang akan melangkah ke dalam ruangan kamarnya Ziya, secara langsung Vena menyapa Axeloe dan kebetulan Axeloe menghentikan langkahnya disaat Vena sedang menyapanya itu.


" Ya, ada apa ?" Tanya Axeloe dengan wajah yang masih terlihat datar sama seperti Alberto.


" Saya sengaja memanggil Tuan Axeloe, karena, Tuan Besar membutuhkan Tuan sekarang,," Bilang Vena dengan jelas pada Axeloe.


" Heemmm, ya memang aku sekarang mau ke sana,," Jawab Axeloe dengan suara yang jelas dan juga langsung melangkah menuju ke ruangan kamar Ziya.


" Baik, Tuan, terima kasih,," Jawab Vena sambil menundukkan tubuhnya memberi hormat kepada Tuan Besar selain Alberto.


Vena mempersilahkan Axeloe melangkah terlebih dahulu untuk masuk ke dalam ruangan kamarnya Ziya. Lalu, barulah Vena sendiri mengikuti langkah Axeloe. Setelah sampai di dalam ruangan kamarnya Ziya, terlihat oleh Axeloe dsn juga Vena bahwa saat ini dua orang pasangan suami istri ini sedang membicarakan suatu hal yang serius.


Dan, Axeloe telah salah berpikir mengenai apa yang ada dalam pikirannya. Bahwa di dalam pikiran Axeloe saat ini pasti sang kakak sedang melakukan suatu hal yang sangat romantis dengan istrinya. Karena, semenjak Alberto mengetahui bahwa Ziya adalah wanita yang selama ini disia-siakannya sejak saat itu juga rasa kasih sayang Alberto tercurahkan semuanya untuk sang istri ini.


Walaupun sebelumnya Alberto memang sudah merasakan suatu hal yang sangat mendalam dengan kedatangan Ziya. Namun pada saat itu, Alberto sama sekali belum mengetahui siapa sebenarnya Ziya. Ya, sebenarnya saat itu Alberto juga langsung menyayangi Ziya semenjak dirinya sudah melakukan hal yang buruk terhadap Ziya. Namun, rasa sayangnya Alberto sungguh berbeda dengan rasa sayang yang ia tumpahkan saat ini.


" Eehhemm, sorry mengganggu,," Seru Axeloe di tengah keheningan yang terjadi antara Ziya dan juga Alberto.


" Sama sekali tidak mengganggu,," Jawab Alberto yang mendengar suara kedatangan Axeloe di ruangan kamar istrinya itu.


" Aku sengaja memerintah Vena untuk memanggilmu, aku pikir setelah kau memberitahukan keadaan istriku, kau langsung keluar begitu saja,," Ucap Alberto lagi kepada Axeloe.


" Heemm, ada hal yang ingin aku bicarakan,," Bilang Axeloe dengan suara yang jelas.


" Baik, aku akan ke ruanganmu, Axeloe, kau tunggu aku di sana,," Bilang Alberto kepada Axeloe dengan jelas.


" Oke, aku tunggu,," Ucap Axeloe sambil mengacungkan jempolnya dan sedikit tersenyum melihat Ziya yang sedang tersenyum dengannya.


Karena, sudah mendapatkan sebuah arahan dari sang kakak pastinya dengan segera Axeloe melangkahkan kakinya keluar dari kamar Ziya. Tidak lupa Axeloe memerintahkan Vena untuk mengambil semua peralatan medisnya yang ia letakkan di atas meja dekat dinding kamar itu.


****