Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 172 - Rencana Claire



Karena, merasa bahwa setelah pagi ini tidak ada jejaknya Claire. Tentu saja, Gladys sebagai Auntynya, telah keliling mencari keberadaan keponakan yang begitu ia sayangi, walaupun sudah dihubungi melalui ponselnya, namun masih saja tidak bisa mengetahui dimana tempat keberadaannya saat ini.


" Claire,, kau ada di dalam ?" Tanya Gladys saat masuk ke dalam kamar Claire.


" Ya, Aunty ada apa ?" Tanya Claire balik pada Auntynya.


" Ada apa, tentu saja mencari keberadaanmu, karena setelah Martin pergi, kenapa kau menghilang." Ucap Gladys yang memang sudah cukup pusing mencari keberadaan keponakan satu-satunya ini.


" Memangnya kau kemana ?" Tanya Gladys pada Claire.


Sebenarnya Claire merasa malas sekali untuk menjawab pertanyaan dari Auntynya ini, karena, secara tidak sengaja Auntynya ini menanyakan dimana keberadaannya setelah kepergian Martin tadi pagi. Sambil mendenguskan nafas kekesalannya, akhirnya Claire tetap menjawab pertanyaan dari Auntynya ini.


" Heeehh!! kemana lagi kalo bukan ke kantor,," Jawab Claire dengan suara sedikit ketus.


Sebenarnya, Gladys tidak merasa heran jika, Claire pergi ke kantor, karena selama ini memang dia telah menjadi sekretaris pribadinya Alberto. Jadi, hal wajar jika ia pergi ke kantor lagi, sesuai dengan keinginannya sendiri.


" Oohhh, jadi saat siang tadi kau pergi ke kantor." Ucap Gladys lagi sambil duduk di sebelah Claire.


" Heemmm,," Jawab Claire sendu.


" Dan Aunty mau tau apa saja yang terjadi hari ini pada Clairedi kantor,," Ucap Claire lagi yang menyambungkan kembali perkataannya.


" Memangnya ada apa ?" Tanya Gladys terlihat sedikit penasaran.


" Alberto dengan sengaja,," Ungkap Claire yang terhenti lalu, ia mulai menyambungkannya lagi.


Ketika ucapannya Claire terhenti membuat Gladys merasa sangat penasaran dengan ucapan yang disampaikan oleh Claire yang terhenti itu.


" Dengan sengaja apa ?" Tanya Gladys mendesak Claire.


" Dengan sengaja telah memecatku,," Ucap Claire yang tertunduk lemah.


" Apa!!" Gumam Gladys yang terkejut ketika mendengarkan pengungkapan dari perkataan Claire.


" Jadi, Alberto telah memecatmu dari kantor sebagai sekretaris,," Bilang Gladys dengan nada suara yang terdengar tidak percaya.


" Yah,, Aunty, ini kalau Aunty mau lihat buktinya,," Jawab Claire sambil menunjukkan surat pemecatan untuk dirinya.


Setelah Gladys menerima surat keterangan pemecatan yang dikirimkan dari kantor perusahaan milik Alexandre Grup dengan segera Gladys membacanya. Setelah membacanya barulah Gladys percaya dengan perkataan Claire yang menyatakan bahwa dirinya telah dipecat oleh perusahaan milik Alexandre Grup.


" Dasar kurang ajar, Alberto, dengan sengaja dia telah berani memecatmu,," Ucap Gladys dengan wajah yang begitu marah pada sikap kelakuan dari Alberto terhadap Claire.


" Heeehh!!! mau bagaimana lagi, ini sudah terjadi,," Ucap Claire sendiri yang terdengar pasrah.


Saat melihat Claire pasrah dengan keadaan yang telah terjadi, membuat Gladys merasa bahwa saat ini Alberto telah keterlaluan pada dirinya. Pertama sengaja memberikan semua aset perusahaan Alexandre Grup B kepada Axeloe adiknya sendiri dan tidak memberikan kesempatan pada Martin untuk memimpin perusahaan itu, padahal selama ini Martin berdampingan dengannya sedari kecil.


Kedua, Dengan sengaja Alberto telah memecat keponakannya Claire yang sudah lama bekerja menjadi sekretaris pribadinya di perusahaan Alexandre Grup A. Padahal Claire sudah lama menjadi orang yang selalu setia pada Alberto.


" Kau tidak boleh diam, Claire, kau harus membalas perbuatannya ini padamu,," Ucap Gladys yang memberikan semangat dan dukungan pada keponakannya ini.


" Heemm,, memang itu yang kupikirkan, Aunty,," Jawab Claire sambil tersenyum sinis.


Seketika membuat Gladys mengerti akan maksud dari perkataan yang disampaikan oleh Claire saat ini. Memiliki sifat licik pastilah diturunkan kepada siapa saja yang memiliki hubungan darah dengannya, itulah yang terjadi pada Gladys dan Claire saat ini. Karena, selama ini Gladys memiliki sifat yang begitu licik, maka keponakannya juga pasti memiliki sifat licik itu.


" Bagus Claire, itu yang Aunty selalu harapkan padamu,," Bilang Gladys yang memberikan dukungan pada keponakannya ini.


" Tentu saja, Aunty,, Claire tahu harus melakukan apa,," Ucap Claire sambil menaikkan kedua alisnya.


Gladys hanya bisa menepuk pundak keponakannya ini, memberikan semangat dan dukungan terhadap rencana keponakannya ini. Tidak lupa juga Gladys mengingatkan Claire bahwa saat ini Axeloe orang yang begitu ditakuti oleh mereka telah kembali ke kediaman Alexandre.


" Dan kau pasti belum tahu bukan, bahwa Axeloe telah kembali,," Ucap Gladys yang memberitahu kepulangan Axeloe.


" Apa ?" Gumam Claire yang terlihat sangat terkejut.


" Axeloe telah kembali,," Bilang Claire lagi yang masih terkejut.


" Heemmm,," Jawab Gladys mengangguk.


" Karena, kau tidak keluar dari kamar untuk makan malam, kau tidak tahu apa saja yang sedang terjadi,," Ucap Gladys lagi yang membuat Claire merasa sedikit takut untuk melakukan rencananya.


" Aduh, bagaimana aku harus melakukan rencanaku,," Gumam Claire merasa takut.


Saat Gladys melihat sedikit ketakutan di wajah keponakannya ini, Gladys segera memberikan senyuman santainya bahwa ia selalu mendukung dan memberikan semangat pada keponakannya ini.


" Jangan khawatir, Claire kau tidak sendiri masih ada Aunty yang selalu mendukungmu,," Ucap Gladys yang memberikan dukungan pada keponakannya ini.


" Heeemm terima kasih, Aunty, tapi tetap saja Claire merasa takut jika ada Axeloe di kediaman ini,," Gumam Claire yang menjelaskan keadaan dirinya.


" Aunty sudah pernah bilang bukan, lakukan rencana yang kau inginkan ini, ketika Axeloe sedang tidak berada disini,," Ucap Gladys yang sedikit membantu menenangkan pikiran dan perasaan takut dari Claire.


" Heemmm benar juga Aunty,," Gumam Claire tersenyum senang.


" Bagus kau memang keponakanku paling cerdas,," Ucap Gladys yang selalu memuji kepandaian dari keponakannya ini.


" Terima kasih, Aunty,," Ucap Claire tersenyum.


" Aunty mau kembali ke kamar, jika, Aunty sudah bertemu denganmu, Aunty merasa lega," Ucap Gladys saat ia segera berdiri dari duduknya.


" Memangnya kenapa Aunty ?" Tanya Claire seketika pada Gladys.


" Karena, Aunty tidak mau jika kau juga seperti Martin yang meninggalkan Aunty saat ini,," Gumam Gladys yang wajahnya terlihat sendu.


" Tenang Aunty, Claire tidak akan pernah pergi meninggalkan Aunty, karena, Claire juga tidak mau pergi dari tempat ini," Ucap Claire yang sejujurnya.


Seketika Gladys tertawa saat mendengarkan pernyataan yang disampaikan Claire padanya ini.


" Hahahaha, tenang saja keponakanku, selama Aunty masih ada disini, kau tidak akan pernah bisa pergi dari tempat ini,," Ucap Gladys yang merasa memiliki kuasa di dalam kediaman Alexandre ini.


" Heemmm terima kasih Aunty, terima kasih,," Ucap Claire seketika memeluk Gladys Auntynya.


Dalam hati Claire merasa sedikit tenang, ketika Gladys mengatakan bahwa ia tidak akan pernah bisa terusir dari tempat ini jika Gladys masih tetap berada disini. Karena, secara tidak langsung Auntynya juga telah menolong kehidupannya.


****


Sebenarnya ini belum selesai, karena, cuaca yang begitu tidak karuan, sejujurnya membuat sistem imun tubuh Author menurun. Namun demi kesenangan dari para Readers, author akan tetap update walaupun saat ini author tidak terlalu sehat semenjak beberapa hari yang lalu.


Terima kasih atas dukungannya buat Author, maaf kalo Author updatenya selalu dikit, tolong dipahami ya Readers ❤️