Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 10 Agustus



Tentu saja Zoya tercengang atas jawaban yang baru saja dijelaskan oleh Zavier padanya, karena memang sudah jelas sekali bahwa tindakan keras yang diberikan pada Jimmy adalah bukan dari sebuah rencana yang telah diperintahkan oleh Alberto melainkan rencana lain yang diinginkan oleh pihak Roserish agar perjalanannya mulus serta lancar dalam menggapai tujuannya itu.


" Heemmm aku mengerti itu,," Jawab Zoya menganggukkan kepalanya dengan lembut seolah mengerti akan maksud dari tujuan perkataan Zavier.


" Baiklah, jika kau sudah mengerti semuanya dan kau sudah mengetahui semuanya, maka, aku bisa tenang untuk keluar dari ruangan ini," Ucap Zavier sambil mengangkat kedua tangannya tepat di depan dadanya seolah sudah lega karena Zoya telah mengetahui semua penjelasannya dan juga mengerti akan maksud dari perkataannya itu.


Karena, merasa sudah lega dengan apa yang telah dipikirkan oleh Zoya dan juga semua penjelasannya dapat dimengerti oleh Zoya. Akhirnya Zavier bisa juga mengambil kesempatan untuk keluar dari ruangan dan menikmati keindahan alam yang indah pada perjalanan mereka ini. Dimana perjalanan yang tengah mereka lakukan adalah kembali pulang ke negaranya yaitu Perancis dari Australia menggunakan kapal pesiar yang mewah.


" Heemmm,," Jawab Zoya singkat dan menganggukkan kepalanya seolah mengizinkan Zavier untuk segera keluar dari ruangannya.


Zoya hanya bisa menganggukkan kepalanya seolah mengerti apa yang diucapkan oleh Zavier padanya itu. Bahwa Zavier sudah mengetahui kalau dirinya memahami semua apa yang telah dijelaskan itu. Oleh sebab itu Zoya tidak lagi mencegah Zavier untuk segera pergi dan keluar dari kamarnya ini. Di dalam pikiran Zoya saat ini hanyalah sebuah penyesalan yang telah ia lakukan selama ini kepada Jimmy. Kenapa dia sampai bisa melibatkan Jimmy dalam tindakannya itu.


Jika waktu itu ia tidak melibatkan Jimmy dalam tindakannya yang telah kabur secara diam-diam dari kediaman Alexandre tidak mungkin Jimmy pergi untuk selamanya seperti saat ini. Oleh sebab itu Zoya hanya bisa merutuki dirinya sendiri mengenai apa yang telah ia lakukan itu. Meskipun hal yang dilakukannya saat ini dalam merutuki dirinya sendiri itu adalah suatu hal yang salah karena hanya membuat pikirannya semakin terluka.


Tapi, Zoya tidak bisa untuk diam saja tanpa melakukan suatu hal apapun yang bisa menebus kesalahannya terhadap Jimmy. Padahal memang benar apa yang telah dipikirkan Zoya terhadap Jimmy bahwa Jimmy selama ini merupakan seorang pria yang begitu menghargai dirinya dan juga memberikan semua ketulusan rasa cintanya itu kepada Zoya. Memang Jimmy terkenal dengan sebutan bahwa ia tidak pernah memiliki seorang wanita yang mengisi ruang hatinya namun ketika ia bertemu dengan Zoya dan juga ia bisa membantu Zoya untuk pergi dari kediaman Alexandre itu.


Di dalam hati Jimmy hanyalah Zoya merupakan wanita yang bisa mengisi ruang hidupnya serta seluruh hatinya. Karena, hanya Zoya juga wanita yang bisa membuat hidupnya merasa begitu dihargai dan juga dihormati oleh seorang wanita seperti Zoya dengan kelas dan juga martabat begitu tinggi.


Dan saat ini ketika Zavier melihat kembali keadaan Zoya yang terlihat sedang memikirkan suatu hal. Zavier hanya bisa menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat Zoya yang sedang memandang ke luar jendela kamarnya dan menerawang jauh memikirkan suatu hal yang bersangkutan dengan Jimmy.


" Heehhh, karena menurutku penjelasan yang ingin aku jelaskan padamu telah selesai,," Ucap Zavier di tengah keheningan yang terjadi di dalam ruangan kamar ini.


" Kalau begitu aku keluar dulu,," Sambung Zavier lagi seolah meminta izin kepada Zoya untuk keluar dari kamarnya.


" Heemmm, terima kasih,," Jawab Zoya


" Oke,," Seru Zavier singkat.


Disaat Zavier akan melangkahkan kakinya dan Zoya masih tetap menghadap ke arah jendela seolah tidak ingin melihat Zavier keluar dari kamarnya untuk menguncinya kembali. Zavier baru teringat bahwa setelah ia masuk ke dalam kamarnya Zoya, saat itu juga Zavier tengah mencegah Zoya untuk menyakiti dirinya sendiri.


Dan karena baru teringat kembali dengan luka yang baru saja dialami oleh Zoya, lantas Zavier segera membalikkan tubuhnya kembali dan memberikan sebuah peringatan kepada Zoya untuk segera membersihkan lukanya.


" Oh ya aku baru ingat,," Seru Zavier saat sedang ingin melangkahkan kakinya.


" Jangan lupa untuk membersihkan luka di tangan kau itu Zoya,," Ucap Zavier yang memberikan sebuah ingatan pada Zoya agar Zoya dapat membersihkan luka yang ada di tangannya.


Ketika mendapatkan sebuah peringatan dari Zavier Zoya baru merasakan perih pada bagian jarinya karena luka yang telah ia lakukan sendiri. Setelah mendapatkan ingatan dari Zavier untuk segera membersihkan lukanya itu, Zoya hanya bisa menganggukkan kepalanya seolah mengerti apa yang disampaikan oleh Zavier padanya.


" Ya, baik,," Jawab Zoya sambil menganggukkan kepalanya seolah mengerti akan maksud perkataan Zavier.


Setelah mendengarkan ucapan Zoya yang telah memahami apa yang dimaksudkan oleh Zavier padanya barulah Zavier bisa melangkahkan kakinya dengan tenang untuk segera keluar dari kamar ini. Sedangkan Zoya masih tetap berdiri sendiri menatap keluar jendela kamarnya sambil menerawang jauh melihat indahnya lautan namun kosong bagi tatapan Zoya saat ini.


Karena, merasa bahwa tugasnya telah selesai dalam mengungkapkan semua apa yang sebenarnya telah terjadi pada Zoya. Sambil tersenyum tenang Zavier melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kamar Zoya dengan ketenangan yang ada. Setelah selesai menjelaskan semua yang telah terjadi barulah Zavier bisa untuk menikmati apa yang sudah ada di hadapannya saat ini yaitu suasana alam yang begitu indah hamparan warna biru dari luasnya lautan membuat Zavier bisa menikmatinya dengan kenyamanan.


" Heeehhh, akhirnya aku bisa menikmati keindahan hamparan laut ini,," Ucap Zavier sambil merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara segar di tengah lautan nan indah.


Sementara itu,


Zoya yang masih berada di dalam kamar tengah menerawang ke depan dan menatap jauh lautan yang indah dengan hamparan warna kebiruan yang begitu menyejukkan mata. Memang bagi orang yang tengah menikmati indahnya hamparan laut tersebut pastinya sangat menyejukkan mata, tapi, tidak bagi Zoya saat ini.


Karena, pikirannya sedang tertimpa masalah yang begitu memilukan hatinya, menurut penjelasan dari Zavier bahwa kepergian Jimmy bukanlah faktor dari perintahnya Alberto. Meskipun demikian Zoya masih tetap saja merasa bahwa dirinya begitu bersalah terhadap apa yang telah ia lakukan selama ini kepada Jimmy.


" Jim, aku menyesal atas sikap ku selama ini terhadap mu,," Ucap Zoya yang sedang menerawang dengan pandangan kosong ke arah jendela.


" Jika waktu itu aku tidak menyia-nyiakan perasaan yang kau berikan padaku,," Gumam Zoya lagi sambil meneteskan air matanya.


" Tidak mungkin aku merasa kehilangan seperti ini, Jim,," Sambung Zoya sambil mengusap air matanya menggunakan tangannya yang terluka.


" Hiks, hiks,," Suara tangisan yang baru saja terdengar di ruangan kamar Zoya.


Saat ini Zoya tidak lagi berteriak kesal dan juga kecewa atas informasi yang belum ia ketahui dari Zavier bahwa sebenarnya kepergian Jimmy bukanlah tindakan yang diperintahkan langsung oleh Alberto. Melainkan sebuah insiden yang memang sudah diperintahkan oleh Roserish agar bisa melancarkan rencananya untuk membuat Zoya celaka serta bisa dikendalikan oleh kelompok mafia mereka.


Sambil menangis di dalam kamarnya Zoya merasa begitu sakit atas kepergian Jimmy yang selama ini begitu menyayangi dan juga menjaganya pergi dengan sia-sia hanya karena, bisa menangkap dan menahan dirinya. Oleh sebab itu Zoya merasa begitu bersalah atas dirinya dengan kepergian Jimmy yang menimbulkan rasa kehilangan begitu mendalam di hatinya.


" Jim maafkan aku yang telah melibatkan kau di dalam masalah besarku ini,," Ucap Zoya lagi di tengah tangisannya yang begitu menyayat hati.


" Aku tidak ingin melibatkan kau dalam masalah ini, Jim,," Sambung Zoya di tengah keheningan kamarnya yang hanya terdengar suaranya saja.


Di tengah keheningan kamarnya yang memang terlihat begitu sepi hanya ada suara tangisan yang terdengar dari suaranya Zoya saja. Tidak ada siapa-siapa di dalam kamar ini, Zoya begitu merasakan betapa kehilangannya terhadap Jimmy yang selama ini telah memberikan sebuah kenyamanan terhadap dirinya. Walaupun selama ini Jimmy sudah memberikan semua hal yang terbaik untuk Zoya dari hal yang terkecil hingga hal yang terbesar begitu juga dari hal yang menyangkut dengan perasaan serta hal yang menyangkut dengan kehidupan.


Semuanya itu sudah diberikan semuanya oleh Jimmy terhadap Zoya. Tapi sayangnya Zoya tidak pernah memberikan rasa yang mendalam untuk membalas semua kebaikan yang telah dilakukan oleh Jimmy padanya. Karena, di dalam hati Zoya sudah terdapat sebuah hal yang begitu melekat di dalam hidupnya yaitu Zoya sudah mencintai dan menantikan seorang pria yang selama ini ia cintai dan juga ia sayangi meskipun ia tidak tahu siapa sebenarnya pria yang sudah ada di dalam hatinya itu.


Oleh sebab itu Zoya begitu menyesali akan sikapnya dan juga perlakuannya terhadap Jimmy yang selama ini sudah membantu dirinya keluar dari kediaman Alexandre dan terbebas dari jeratan kejahatan yang selalu dilakukan oleh Claire dan juga Gladys. Walaupun hal itu hanya sementara, meskipun saat ini Zoya sudah ditangkap kembali tapi Zoya merasa begitu bahagia karena ia bisa juga terlepas dari orang-orang yang selalu melakukan perbuatan buruk terhadap dirinya.


Di saat Zoya berada di dalam kediaman Alexandre memang sebenarnya Zoya tidak pernah mendapatkan perhatian yang khusus dari Alberto seperti apa yang telah dilakukan oleh Alberto terhadap Ziya saat ini. Meskipun Alberto sama sekali tidak menyukai adanya Zoya di dalam kediaman itu hanya karena sebuah insiden yang telah dilakukan atau direncanakan oleh Martin hal itu juga tidak membuat Zoya juga menyukai apa yang telah dilakukannya selama ini di dalam kediaman Alexandre dan kehidupan pribadi Alberto.


Zoya hanya sekedar alat yang sengaja digunakan oleh Erwin untuk mendapatkan sebuah kekayaan serta kekuasaan yang begitu besar di negaranya itu. Karena, dengan menyandang gelar sebagai mertua dari orang yang paling berkuasa di negaranya otomatis hal itu membuat nama Erwin Andricha begitu kuat di hadapan semua orang yang melakukan hubungan pekerjaan kepadanya.


Oleh sebab itu Zoya tidak bisa berbuat apa-apa selama ini hanya karena tekanan dan juga pemaksaan yang dilakukan oleh Erwin Papa angkatnya dalam mencapai tujuannya untuk mendapatkan harta kekayaan serta kekuasaan yang begitu besar. Akhirnya setelah Zoya diberikan sebuah kekuatan untuk memberontak agar dirinya tidak lagi berada di dalam sebuah tekanan dan juga pemaksaan yang dilakukan oleh Erwin terhadap dirinya selama ini sebagai seorang putri. Dengan mengambil sebuah keputusan Zoya memberanikan diri untuk segera keluar dari dalam kediaman Alexandre dan membebaskan dirinya agar ia tidak lagi terjerat serta terjebak di dalam penekanan yang telah dilakukan oleh Erwin selama ini terhadap dirinya.


Dan walaupun hanya sementara bantuan serta kehidupan yang baru saja diberikan oleh Jimmy begitu membuat Zoya merasa bahagia meskipun hanya sementara oleh sebab itu Zoya begitu merasakan betapa sakitnya ketika ia melihat langsung bagaimana Jimmy diperlakukan saat mereka berada di dalam ruang penahanan markas besar milik Roserish saat di Australia. Zoya tidak bisa memikirkan suatu hal yang jernih lagi ketika matanya melihat langsung apa yang telah terjadi di depan matanya saat itu. Betapa menyedihkannya dan betapa menyakiti hatinya Zoya bisa kehilangan dengan begitu saja orang yang telah berjasa terhadap dirinya.


Jadi wajar saja jika saat ini Zoya selalu menangisi kepergian Jimmy sampai Zoya tidak menghiraukan perkataan Zavier untuk segera merawat luka di tangannya itu. Luka yang ada di tangannya itu memang terasa begitu sakit tapi sakit yang dirasa oleh Zoya lebih dalam lagi ketika ia melihat apa yang telah terjadi di depan matanya sendiri saat anak buah Roserish melenyapkan Jimmy orang yang telah berjasa terhadap dirinya.


" Kenapa kau pergi begitu saja dari ku, Jim ?" Tanya Zoya di tengah tangisannya yang begitu mendalam.


" Maafkan aku juga yang selama ini tidak pernah memberikan hatiku padamu,," Ucap Zoya yang merasa penyesalan baru saja ada dan tiba-tiba begitu saja ketika ia tidak lagi bersama dengan Jimmy.


" Jujur, memang hatiku sudah dimiliki oleh orang yang tidak pernah aku lihat,," Sambung Zoya lagi dengan suaranya yang masih sesenggukan menangisi kepergian Jimmy.


" Tapi kenapa disaat aku melihat kepergian kau, kenapa hati ini begitu sakit, Jim,," Ucap Zoya sambil mengelus-elus dadanya sendiri merasakan sesak yang begitu mendalam.


" Jim, kau dimana ?" Tanya Zoya sambil menoleh ke arah dan ke kanan untuk mencari keberadaan Jimmy yang sudah tiada.


" Aku takut sendirian,," Ucap Zoya yang terakhir kalinya dengan suaranya yang sudah tidak terdengar lagi karena tangisannya begitu mendalam.


Zoya tidak bisa lagi bergumam apapun mengenai rasa penyesalannya terhadap Jimmy yang sudah pergi meninggalkannya itu. Karena, tangisannya yang telah menghilangkan suaranya untuk mengatakan suatu hal apapun dan hal itu membuat Zoya hanya bisa menangis dan menangis tersedu-sedu tanpa memikirkan luka yang masih mengalirkan darah dari hasil perbuatannya sendiri yang memang dengan sengaja mengeruk dinding hingga menyebabkan luka itu.


****