Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 1 Juli



Dengan tertawa riang dan juga begitu senang akhirnya Claire mendapatkan sebuah ide untuk melampiaskan kekesalannya terhadap keluarga Alexandre yang selama ini telah membuatnya merasa kecewa karena tidak mendapatkan apa-apa dari kediaman besar seperti kediaman Alexandre.


Oleh sebab itu dari seseorang yang baru saja ia dapatkan idenya untuk ia membalas dendamnya dengan menghembuskan nafas lega Claire tertawa senang sambil ia merentangkan kedua tangannya seolah sedang meregangkan seluruh otot tubuhnya yang sedikit menegang.


Tak lama kemudian beberapa pelayan wanita yang awalnya menghampiri Claire disaat Claire sedang teriak-teriak sendiri berdatangan bersamaan dengan pelayan pria yang tengah membawa makanan serta minuman pesanannya.


Senyuman kegembiraan yang tampak riang menghiasi wajah licik Claire, kini berubah seketika disaat beberapa pelayan wanita yang mendatangi tempatnya. Dengan perubahan wajahnya yang awalnya terukir sebuah senyuman licik namun ketika Claire melihat kedatangan beberapa pelayan yang akan menghampirinya perubahan wajah Claire langsung berubah menjadi wajah marah dan terlihat sekali bahwa ia akan memberikan sebuah hukuman cukup berat kepada semua pelayan tersebut.


" Heehh!! datang juga akhirnya mereka semua,," Gumam Claire sambil menatap semua pelayan yang tengah menghampirinya dengan sebuah tatapan yang sinis dan tajam.


Beberapa pelayan tersebut sedikit khawatir saat melangkah mendekati Claire yang tengah memandangi mereka, sehingga membuat mereka saling berbisik bersama ketika melihat tatapan Claire begitu sinis menatapnya.


" Kenapa kita semua dipanggil ?" Tanya salah satu pelayan kepada kepala pelayan yang ada di sampingnya.


" Saya juga tidak tahu, kenapa Madam Claire memanggil kita semua,," Jawab kepala pelayan tersebut dengan suara yang begitu kecil hingga tidak terlihat bahwa mereka tengah berbicara sambil berbisik-bisik.


" Apa, karena kita memiliki sebuah kesalahan ?" Tanya pelayan lain kepada kepala pelayan tersebut.


" Entahlah, saya juga tidak tahu, kalau kita memiliki kesalahan pastinya yang wajib memarahi kita ya, Tuan Martin,," Jawab kepala pelayan tersebut kepada pelayan di sampingnya yang terlihat begitu cemas sekali saat melangkah mendekati tempatnya Claire.


" Tapi, ketua bukannya sebelum kita dipanggil ini, Madam Claire telah menyuruh kita semua untuk tidak mengganggunya saat ia berenang, tapi kenapa Madam Claire memanggil kita semua kembali kesini ?" Tanya pelayan lagi yang berada di belakang kepala pelayan tersebut.


" Entahlah, kemungkinan besar Madam Claire membutuhkan kita semua untuk melayaninya,," Jawab kepala pelayan tersebut kepada pelayan yang telah bertanya padanya.


" Semoga saja ketua, saya khawatir sepertinya Madam Claire marah dengan kita semua, karena bisa dilihat dari wajahnya yang menatap kedatangan kita dengan tatapan marah seperti itu,," Ucap pelayan yang berada di samping kepala pelayan tersebut.


" Bukannya wajah Madam Claire memang seperti itu selalu tampak sedang sedang marah terus,," Jawab ketua pelayan yang memang cukup berani untuk menanggapi sikap buruk Claire.


Karena, saat awal kedatangan Claire di dalam kediaman Martin ini semua pelayan hanya sekedar menyambut kedatangannya saja. Tapi, yang melayani semua kebutuhan dan juga keinginan Claire adalah ketua pelayan itu sendiri yang telah ditunjuk oleh Martin untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk Claire.


Serta Claire sudah mendapatkan sebuah pesan dari Martin untuk tidak melakukan hal buruk terhadap para pelayan di dalam kediamannya ini. Karena, Martin sudah tahu dan begitu kenal bagaimana sikap serta sifat dari saudara sepupunya itu, bahwa saudara sepupunya itu tidak akan segan untuk melakukan tindakan apapun terhadap orang yang telah membuatnya kesal.


Memang Claire cukup berbeda dengan Martin yang sifatnya sedikit cuek terhadap sebuah hukuman. Karena, bagi Martin sendiri lebih baik tidak perlu memberikan hukuman yang berat kepada pelayannya jika melakukan sedikit kesalahan. Kemungkinan besar kesalahan yang dilakukan oleh pelayan itu hanya kesalahan yang kecil bukan kesalahan besar seperti apa yang telah ia lakukan terhadap Ibunya sendiri.


Kesalahan yang telah dilakukan oleh Martin yaitu telah membocorkan sedikit rahasia besar mengenai tindakan ibunya terdahulu terhadap Ibunya Alberto. Yang selama ini rahasia besar itu tidak pernah terbuka sedikitpun, karena, kebodohan dan kecerobohan Martin yang terlalu besar menyukai dan mengagumi kecantikan Zoya.


Dan ternyata tempat seseorang wanita yang ia percayai dan ia buka rahasianya adalah Ziya. Hal itu membuat Martin begitu gusar karena, telah membeberkan semua rahasia besar milik Ibunya selamat ini. Namun, Ibu Martin tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh Martin disaat itu, hingga Martin secara diam-diam pergi meninggalkan Ibunya di dalam kediaman Alberto.


Oleh sebab itu, Martin sama sekali tidak ingin menunjukkan ekspresi dirinya terhadap semua pelayan di dalam kediamannya sendiri itu. Karena, perasaannya saat ini masih saja dihantui rasa takut yang begitu besar akan tindakan yang telah ia lakukan terhadap Ibunya sendiri.


Kembali lagi pada keadaan sebelumnya, saat ini semua wajah para pelayan perempuan yang tengah berjalan menuju ke tempat dimana sedang ada Claire bersantai di atas kursi pinggir kolam dan terlihat bahwa saat ini Claire tengah memberikan sebuah tatapan yang begitu menakutkan hingga membuat semua pelayan itu merasa begitu cemas dengan tatapan yang dipancarkan oleh wajah Claire.


Keadaan sebelumnya disaat Claire tengah berteriak di dalam kolam renang untuk meminta tolong kepada para pelayan yang sedang melakukan pekerjaannya di dekat area kolam. Salah satu pelayan memang mendengarkan suara teriakan Claire, tapi, pelayan tersebut mengira Claire tidak ingin untuk dibantu karena, awalnya disaat Claire tengah berteriak menyebutkan nama-nama orang yang berada di dalam kediaman Alexandre.


Disaat itu semua pelayan mendekati Claire dan memastikan keadaan Claire aman-aman saja. Saat itu juga semua pelayan dengan secara langsung mendapatkan sebuah kemarahan dari Claire serta pengusiran yang begitu hebat. Oleh sebab itu, para pelayan yang memang mendengarkan suara teriakan Claire itu sama sekali tidak memperdulikan lagi suara teriakan yang dilakukan oleh Claire.


Karena, percuma saja jika mereka kembali mendatangi Claire yang akhirnya akan mendapatkan sebuah cacian dan umpatan kemarahan dari Claire kembali. Sehingga hal itu membuat para pelayan yang mendengar hanya saling bercerita satu sama lain dan pergi dari tempat areanya bekerja dan pindah ke tempat yang harus mereka kerjakan selanjutnya.


" Tolong,, tolong !!!" Suara teriakan yang terdengar dari area kolam renang.


" Seperti suara minta tolong,," Ucap salah satu pelayan yang memang mendengarkan suara teriakan Claire.


" Tolong,, tolong !!" Suara teriakan Claire lagi.


" Iya benar suara teriakan minta tolong,," Ucap pelayan lain, dimana di dalam area ruangan tersebut ada tiga pelayan wanita yang sedang melakukan aktivitasnya.


Dan ketiga pelayan tersebut memastikan kembali suara teriakan yang tengah mereka dengarkan itu. Karena, untuk memastikan suara teriakan tersebut mereka harus tahu datangnya darimana dan suara siapa. Tidak mungkin mereka langsung saja kabur dari tempatnya itu untuk mencari siapa yang telah berteriak itu.


****


****


Dan ketiga pelayan tersebut memastikan kembali suara teriakan yang tengah mereka dengarkan itu. Karena, untuk memastikan suara teriakan tersebut mereka harus tahu datangnya darimana dan suara siapa. Tidak mungkin mereka langsung saja kabur dari tempatnya itu untuk mencari siapa yang telah berteriak itu.


" Apa mungkin, Madam Claire berteriak minta tolong lagi ?" Tanya pelayan tersebut kepada kedua temannya.


" Iya betul sepertinya suara Madam Claire memang tengah meminta tolong,," Ucap pelayan yang satunya untuk memastikan pendengaran dari temannya itu.


Dan salah satu dari mereka telah melakukan sebuah pemastian pendengaran kembali yang tengah mereka lakukan secara bersamaan dimana mereka saat ini tengah fokus melakukan pekerjaannya namun, disela pekerjaannya itu terdengar suara teriakan yang dilakukan oleh Claire di dalam area kolam renang.


" Aakkhh sepertinya bukan teriakan minta tolong dalam hal kesulitan,," Ucap pelayan tersebut kembali menenangkan perasaan temannya yang merasa khawatir dengan keadaan Claire jika mereka tidak datang menghampiri Claire dan menolongnya pastinya selaku pelayan yang tengah bekerja di tempat kakak sepupunya Claire akan mendapatkan hukuman besar dari majikan yang baru saja datang ke dalam kediaman Tuan besar mereka saat ini.


" Kemungkinan besar Madam Claire bukan berteriak minta tolong kepada kita melainkan suatu hal yang tengah ia lakukan sendiri karena merasa kesal dengan orang yang tengah ia kesalkan saat ini,," Ucap pelayan itu kepada dua temannya yang tengah masih mendengarkan suara Claire.


Sangat wajar sekali jika para pelayan tidak mau lagi mendekati Claire yang tengah berada sendirian dan sedang melakukan waktunya untuk bersantai sendiri itu. Karena, sebelum Claire berteriak meminta tolong, Claire sudah berteriak kesal akan kelakuan semua orang yang berada di dalam kediaman Alexandre sehingga membuat para pelayan di kediaman Martin ini kaget dengan suara teriakan yang ia lakukan.


Awalnya semua pelayan berpikir bahwa Madam yang baru saja datang itu memang tengah mengalami kesulitan yang ingin sekali mendapatkan bantuan, Sehingga membuat semua pelayan yang mendengar langsung berlarian mendekati Claire di area kolam renang. Namun, ternyata suatu hal yang mereka lakukan itu salah, bukannya membuat Claire berterima kasih atas kedatangan mereka untuk membantunya melainkan sebuah amarah kekesalan yang ditumpahkan oleh Claire kepada semua pelayan yang datang menghampirinya itu.


Oleh sebab itu, semua pelayan tidak mau lagi mendekati Claire, jika tidak Claire sendiri yang memanggil mereka untuk datang dan meminta pelayanan dari mereka. Dan sebagai para pelayan mereka memang seharusnya bersifat simpati dan juga empati terhadap majikannya, namun Claire sama sekali tidak memiliki sifat dan sikap untuk meminta bantuan dan juga empati dari para pelayan.


Oleh sebab itu, Claire dengan sengaja mengusir semua pelayan yang datang menghampirinya, dan kembali lagi di awal aktivitas yang tengah mereka lakukan sebagai pelayan. Membiarkan begitu saja suara Claire yang tengah berteriak meminta tolong. Dan akhirnya mereka semua kembali ke aktivitas mereka masing-masing dalam hal membersihkan semua kondisi ruangan kediaman Martin.


" Bukannya kita semua tadi sudah diperingatkan oleh Madam Claire untuk tidak mendekatinya bukan,," Ucap pelayan tersebut kepada dua temannya.


" Betul juga,," Jawab dua pelayan yang mengangguk secara bersamaan.


" Ya sudah lebih baik kita kerjakan pekerjaan kita saja, ayo,," Bilang pelayan tersebut kepada dua temannya yang mendengar suara teriakan minta tolong dari Claire.


" Ayo, mari,," Jawab kedua pelayan tersebut melangkahkan kakinya pindah ke tempat lainnya lagi untuk mereka melakukan tugas yang berikutnya.


Karena, merasa bahwa permintaan pertolongan yang dilakukan oleh Claire itu tidaklah terlalu penting, oleh sebab itu, semua pelayan yang memang sudah mendengar suara teriakan Claire itu telah berpindah ke tempat berikutnya. Karena, memang mereka tengah ingin segera melakukan aktivitas pekerjaannya masing-masing. Oleh sebab itu suara teriakan Claire sama sekali tidak dihiraukan oleh ketiga pelayan ini.


Dan sekarang ternyata pendengaran mereka ada benarnya juga sepertinya memang Claire meminta pertolongan dari mereka sebagai para pelayan. Terlihat bahwa ketiga pelayan yang awalnya mendengarkan suara teriakan Claire saling memandang satu sama lain ketika mereka mendapatkan sebuah perintah dari pelayan pria bahwa semua pelayan wanita yang ada di kediaman Martin dan sedang beraktivitas tidak terlalu jauh dari area kolam renang telah dipanggil semuanya oleh Claire.


Betapa kagetnya kedua pelayan yang awalnya memang mendengarkan suara teriakan Claire meminta tolong. Namun perasaan takut dan khawatir itu ditepis begitu saja supaya perasaan ketakutan yang tengah mereka rasakan saat ini tidak terlalu tampak di wajah mereka. Kemungkinan besar Claire memanggil mereka bukan karena perihal teriakan meminta tolong yang ia lakukan itu. Tapi, kemungkinan besar Claire meminta pelayanan dari mereka semua selaku pelayan di dalam kediaman Martin ini.


" Diberitahukan kepada semua pelayan wanita yang berada di dalam ruangan di dekat area kolam renang, semuanya harus menghadap Madam Claire sekarang juga,," Ucap pelayan pria tersebut memberikan sebuah pesan yang disampaikan oleh Claire padanya.


" Madam Claire ingin meminta kami semua untuk menghadapinya ?" Tanya salah satu pelayan wanita kepada pelayan pria tersebut.


" Ya, sekarang juga wajib semua pelayan wanita,," Ucap pelayan pria tersebut dengan jelas kepada pelayan wanita di hadapannya untuk segera menghadap Claire sekarang juga.


" Apakah saya boleh bertanya ?" Tanya salah satu pelayan wanita tersebut.


" Ya, silahkan,," Jawab pelayan pria itu menerima pertanyaan yang diajukan oleh pelayan wanita di hadapannya.


" Memangnya kenapa Madam Claire memanggil semua untuk menghadapnya ?" Tanya pelayan wanita itu yang memang ketua dari para pelayan wanita kepada pelayan pria yang memberi pesan dari Claire.


" Saya tidak tahu juga apa alasan Madam Claire memanggil kalian semua, yang pastinya saya hanya menyampaikan pesan dari Madam Claire bahwa kalian semua harus segera menghadapnya sekarang juga,," Jawab pelayan pria itu kepada semua pelayan.


" Baiklah, kalau kau tidak tahu alasannya berarti kita semua harus segera datang menerima panggilan Madam Claire saat ini juga,," Ucap kepala pelayan wanita itu kepada semua anggota para pelayan.


" Baik ketua,," Jawab semua para pelayan sambil mengangguk.


Deggg!!


Perasaan ketakutan yang berkecamuk dengan perasaan tidak karuan, hal itu yang memang tengah dirasakan oleh ketiga pelayan di dekat area kolam renang. Karena, memang sebenarnya mereka bertiga mendengar secara jelas suara teriakan yang dilakukan oleh Claire di dalam area kolam renang.


Namun, mereka bertiga sengaja pergi begitu saja meninggalkan suara teriakan yang dilakukan oleh Claire karena mereka menganggap bahwa teriakan yang dilakukan Claire hanyalah sebuah kekesalan yang dirasakan oleh Claire sendiri.


****