
Betapa geramnya Alberto ketika mendengar laporan Vena yang membuat emosinya menjadi naik seperti saat ini. Karena, begitu jelas sekali terlihat bahwa saat ini rahang wajah Alberto mengeras ketika mengetahui kebenaran bahwa Vena meninggalkan Ziya sebentar hanya untuk mengambil dan menyiapkan makan siangnya Ziya.
" Sudah berapa kali aku katakan, jangan pernah tinggalkan Istriku sendirian, kau bisa menyuruh pelayan lain untuk menyiapkan semua keperluan istriku, kau itu bukan pelayan, kau itu asisten pribadi Istriku,," Ucap Alberto dengan nada suara yang terdengar tinggi dan juga tegas.
Terlihat saat ini Vena begitu gemetar ketika mendengarkan semua perkataan yang disampaikan oleh Alberto padanya itu. Karena, benar sekali yang dikatakan oleh Alberto, Vena bukanlah seorang pelayan melainkan asisten pribadi Ziya, jadi, disaat Alberto tidak bersama dengan Ziya, maka Vena berhak untuk selalu menjaganya secara intens dan khusus.
Walaupun diluar kamar banyak bodyguard yang tetap stay menunggu namun, bodyguard adalah seorang pria dan tidak bisa untuk menjaga Ziya secara intensif. Oleh sebab itu, Alberto sudah siapkan seseorang yang begitu khusus dan memiliki keterampilan untuk menjadi asisten pribadi istrinya itu.
" Ma, maaf Tuan, saya tidak bermaksud untuk meninggalkan Nyonya sendirian, hanya,," Jawab Vena dengan suaranya yang terbata-bata.
Ketika Vena akan menjawab semua perkataan yang dilontarkan oleh Alberto, maka Axeloe sendiri segera menenangkan suasana dengan memberikan sebuah tindakan yang baik kepada Alberto. Sehingga amarah Alberto yang sedang memuncak itu bisa menjadi luluh karena, tindakan yang dilakukan oleh Axeloe adiknya dalam menangani kondisi tubuh Ziya saat ini.
" Begini saja brother, lebih baik aku langsung periksa keadaan kakak ipar, agar bisa tahu kenapa kakak ipar bisa tidak sadarkan diri dalam waktu sekejap,," Ucap Axeloe disela jawaban Vena yang terbata-bata itu.
" Ya itu lebih baik,," Jawab Alberto dengan segera mempersilahkan Axeloe untuk segera berada di samping tubuh Ziya dan memeriksa keadaan istrinya itu.
Sambil menunjukkan senyumannya itu dengan segera Axeloe melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Alberto dan segera menggunakan alat yang ada di dalam tasnya itu. Dan karena, telah disela oleh Axeloe, akhirnya emosi serta amarah yang sedang dirasakan oleh Alberto saat ini sedikit meredam, sehingga Vena bisa lewat dari kemarahan Alberto jika ia telah melakukan suatu kesalahan.
Namun, Alberto juga mengerti bahwa ini semua bukanlah kesalahan Vena yang telah meninggalkan Ziya sendirian di dalam kamar, mungkin ini hanyalah keteledoran saja yang telah dilakukan oleh Vena, sehingga membuat Vena mendapatkan sebuah bahaya, tapi untungnya disaat Vena memberikan jawaban kepada Alberto, Axeloe hadir untuk mencairkan suasana ketegangan yang sedang terjadi.
Dan saat ini Axeloe sedang serius memeriksa keadaan tubuh Ziya, sehingga Alberto dibuat bingung sendiri oleh Axeloe yang terlihat banyak sekali tindakan yang dilakukannya. Namun, sebagai seorang dari dunia kesehatan juga, Vena mengerti apa saja yang sedang dilakukan oleh Axeloe saat ini pada majikannya itu.
Disaat Axeloe akan meletakkan sebuah alat di dalam pergelangan tangan Ziya, secara langsung Axeloe meminta Alberto untuk membantunya melakukan tindakannya itu, namun karena, Alberto sulit untuk bergerak, sehingga Alberto tetap saja meminta Vena untuk melakukannya dan membantu Axeloe dalam melaksanakan tindakannya itu.
" Kak, kau bisa bantu pegang ini sebentar ?" Tanya Axeloe sambil memberikan sebuah alat pada Alberto.
" Kau tidak lihat, posisiku,," Ucap Alberto sambil memperlihatkan kepada Axeloe posisi tubuhnya yang tidak bisa memungkinkan untuk melakukan suatu hal permintaan dari Axeloe itu.
" Heh,, ya aku tahu,," Jawab Axeloe lalu menoleh ke arah Vena dan menoleh kembali ke arah Alberto.
Alberto yang mengerti akan maksud dari Axeloe itu dengan segera memanggil Vena untuk mendekati mereka berdua dan segera membantu Axeloe untuk melakukan tindakannya itu.
" Vena !" Panggil Alberto spontan pada Vena.
" Ya, Tuan,," Jawab Vena segera.
" Kesini, segera bantu Axeloe, karena, kau adalah seorang perawat,," Bilang Alberto tegas kepada Vena dan juga sedikit mengingatkan profesi Vena.
" Baik Tuan,," Jawab Vena sigap.
Dengan segera Vena melangkahkan kakinya mendekati Axeloe dan membantu Axeloe dalam melakukan sebuah tindakan yang akan dilakukannya dalam pemeriksaan intensif tubuhnya Ziya. Terlihat saat ini Axeloe sedang menyiapkan semua peralatan yang akan digunakannya untuk memeriksa keadaan tubuh Ziya.
" Keluarkan semua alat di dalam tas medis yang aku letakkan di sana,," Ucap Axeloe kepada Vena dengan nada suara yang terdengar begitu datar dan menunjukkan ekspresi wajah biasa saja.
" Baik Tuan,," Jawab Vena mengangguk.
Sedangkan, Vena sendiri juga begitu telaten dan juga cepat mengerti apa saja yang harus dilakukannya ketika ia sedang menjadi seorang perawat di dalam suatu hal yang berhubungan dengan pekerjaannya itu. Saat ini bisa dilihat oleh Alberto bahwa Vena sedang sibuk membantu Axeloe dalam menyiapkan semua alat kebutuhan yang akan digunakannya.
Sambil mempersiapkan semua alat yang akan digunakannya itu, dalam ekspresi wajah datarnya Axeloe, ternyata di dalam hati Axeloe tersimpan sebuah perkataan yang begitu besar sekali terhadap Vena. Sebenarnya di dunia ini masih banyak wanita yang cantik nan seksi dan menyukai Axeloe.
Tapi, di dalam hati Axeloe merasa bahwa Vena memiliki sebuah pesona yang berbeda dengan gadis lainnya. Di dalam hati Axeloe memiliki beberapa pertanyaan yang selalu berputar dan selalu ingin diutarakan. Bahwa apakah Vena merupakan seorang wanita yang terbaik untuk dirinya ?
Walaupun Vena hanyalah seorang wanita yang memiliki profesi seorang perawat dan bahkan saat ini menjadi asisten pribadi dari istri kakaknya sendiri. Karena, dari cara dan sikap Vena itu yang bisa membuat hati Axeloe tersentuh dan bisa merasakan apa itu sebuah perasaan yang menggetarkan hati. Seperti apa yang sering dikatakan oleh kakaknya yaitu Alberto, ketika Alberto merasakan suatu hal yang besar terhadap Ziya.
" Heemm, ternyata dia wanita yang pandai juga,," Gumam Axeloe dalam hatinya sambil memperhatikan tindakan Vena saat membantunya untuk mengeluarkan semua alat-alat yang dibutuhkannya itu.
" Aku ingin melihat siapa dia sebenarnya ?" Gumam Axeloe lagi dalam hatinya sambil tetap memperhatikan kelakuan Vena.
Saat ini Axeloe sedang disibukkan dengan tindakannya yang akan segera memeriksa keadaan tubuh Ziya dan juga sambil memperhatikan tindakan Vena yang sedang menjadi asisten pribadinya itu. Dan di sisi lain di dalam hati Alberto saat ini sedang merasa sedikit bingung dengan keadaan Ziya yang tiba-tiba saja pingsan, padahal sebelum Alberto meninggalkan Ziya di dalam kamarnya itu.
Saat itu Ziya, sudah sangat jelas terlihat bahwa tubuh Ziya cukup sehat dan juga pulih dari sakitnya, namun, tiba-tiba kenapa Ziya bisa pingsan dengan sendirinya dan juga tergeletak di dekat jendela kamarnya itu. Untuk sesaat Alberto teringat bahwa sistem pengintai suara di kediamannya sedang mengalami sebuah gangguan.
Oleh sebab itu, terbersit lewat di dalam pikiran Alberto bahwa sepertinya Ziya pingsan begitu saja pasti ada suatu hal yang telah terjadi pada dirinya. Disaat ia sedang sendirian di dalam kamarnya ini, dan Alberto merasa bahwa sepertinya ada seseorang yang membuat Ziya bisa tidak sadar seperti saat ini.
" Apakah, ada sesuatu yang telah terjadi ?" Tanya Alberto lagi dalam hatinya yang telah mengira akan suatu hal yang terjadi pada diri Ziya saat ia ditinggal sendirian.
" Sepertinya ada suatu hal yang terjadi,," Gumam Alberto lagi sambil melihat-lihat ke arah kiri dan kanan suasana kamar Ziya.
" Tidak mungkin, Ziya bisa pingsan sendirian tanpa ada suatu hal yang terjadi pada dirinya ini," Ucap Alberto lagi yang masih tetap mencari sebuah bukti dari ruangan kamar pribadi istrinya itu.
" Setelah ini, aku harus memeriksa keadaan kamarnya sebelum terjadinya kejadian ini, aku harus mencari tahu apa yang telah terjadi pada Ziya sebelum ini,," Sambung Alberto lagi yang telah memiliki sebuah rencana dalam hatinya itu.
Saat ini Alberto memang memiliki sebuah rencana untuk memeriksakan keadaan ruangan kamarnya Ziya setelah Axeloe selesai dalam melakukan pemeriksaan yang intensif terhadap tubuh istrinya. Karena, Alberto sendiri tahu bagaimana sifat dan karakter dari istrinya itu. Memang sebelum Alberto mengetahui adanya penyakit yang selama ini selalu kambuh itu membuat Ziya berada di dalam kondisi yang begitu membuat dirinya selalu merasa khawatir cemas dan bercampur aduk.
Karena, sebelum penyakitnya selalu bereaksi dan kambuh Ziya merupakan tipe wanita yang memiliki karakter tubuh cukup kuat. Tidak mungkin, Ziya bisa tidak sadarkan diri begitu saja hanya dalam hitungan menit saat dirinya ditinggalkan sendiri di dalam kamarnya ini. Hal yang sangat membuat Alberto merasa aneh adalah kenapa Ziya bisa pingsan begitu saja tanpa adanya suatu hal yang sedang mengganggu dirinya itu.
Disaat Alberto sedang memikirkan sesuatu hal tentang keadaan Ziya kenapa istrinya itu bisa tidak sadarkan diri sendiri itu, tiba-tiba Alberto dikagetkan dengan suara Axeloe yang tengah memanggil namanya sendiri.
" Eemmm, detak jantungnya bagus,," Ucap Axeloe sendiri di tengah pemeriksaan fisik yang sedang dilakukannya terhadap tubuh Ziya.
" Peredaran darahnya juga normal,," Ucap Axeloe kembali yang masih serius sendiri dengan pekerjaannya itu.
" Tapi, kenapa dia bisa pingsan seperti ini,," Gumam Axeloe setelah selesai melakukan pemeriksaan darah pada tubuh Ziya.
Karena, sudah dua pemeriksaan intensif terhadap Ziya yang sedang dilakukan oleh Axeloe itu, dan semua hasilnya bagus serta normal. Untuk saat ini, Axeloe merasa begitu heran kenapa Ziya bisa pingsan begitu saja tanpa adanya sebuah hal yang tengah mengganggu pikirannya itu. Lalu, Axeloe kembali memeriksakan keadaan tubuh Ziya dengan mencari tahu tentang penyebab apa yang membuat Ziya tiba-tiba pingsan begitu saja.
" Heemm, hasil pemeriksaan fisik bagus, kenapa dia bisa pingsan, apakah ada suatu hal yang terjadi ?" Tanya Axeloe dalam hatinya sambil memikirkan apa yang telah terjadi pada diri Ziya disaat ia tengah ditinggalkan oleh Alberto.
Tanpa berpikir panjang lagi, Axeloe langsung saja memeriksa nafas Ziya dengan meletakkan punggung tangannya pada dua lubang hidung Ziya yang saat ini sedang bernafas walaupun tubuhnya masih tidak sadarkan diri.
Axeloe langsung saja meletakkan tangannya di bagian lubang hidung Ziya. Dan hasilnya sudah jelas bahwa Ziya kaget akan suatu hal yang telah dilihatnya sebelum ia menjadi tidak sadarkan diri seperti saat ini.
" Nafasnya seperti memburu,," Ucap Axeloe setelah mengetahui nafas yang dikeluarkan oleh sistem pernafasan tubuh Ziya.
" Ooohhh, berarti sebelum Ziya pingsan ada suatu hal yang sedang terjadi dan hal itu membuat dirinya kaget." Ucap Axeloe pasti setelah mendapatkan sebuah hasil dari pemeriksaannya itu.
Karena, sudah mendapatkan hasil pastinya Axeloe langsung memberitahukan hal itu kepada Alberto. Dan Axeloe juga langsung memanggil nama Alberto kakaknya yang saat ini sedang memikirkan suatu hal.
" Brother, menurutku kakak ipar sudah mengalami suatu hal,," Ucap Axeloe secara langsung setelah selesai semua pemeriksaan apa saja yang penting baginya untuk mengetahui keadaan tubuh Ziya saat ini.
Namun, Alberto sama sekali tidak mendengarkan perkataan Axeloe yang tengah membicarakan suatu hal kepadanya itu. Karena, Alberto sendiri masih fokus dengan pemikirannya yang hendak segera mencari tahu tentang kejadian yang telah dialami oleh Ziya.
Karena, Alberto tidak mendengarkan perkataannya itu, dengan mengulangi pernyataan yang dilontarkannya barusan, Axeloe tidak segan untuk membuat Alberto mendengarkan ucapannya itu.
" Kak,," Panggil Axeloe kepada Alberto yang tengah fokus dengan pemikirannya sendiri.
" Ya, katakan,," Jawab Alberto sepintas terlihat kaget dengan panggilan yang dilakukan oleh Axeloe terhadapnya itu.
Karena, sepintas terlihat kaget dengan segera Alberto menyuruh Axeloe untuk menyampaikan argumennya untuknya sesegera mungkin. Dengan gaya tegasnya, Alberto langsung memasang telinga untuk mendengar apa saja hasil dari pemeriksaan Rio terhadap Ziya saat ini.
" Ada suatu hal yang telah terjadi di dalam kamar ini,," Jawab Axeloe secara langsung setelah mendapatkan sebuah izin dari Alberto untuk dirinya berbicara.
" Ya, aku tahu itu, Axeloe,," Jawab Alberto secara langsung karena hal yang diucapkan oleh Axeloe, hal itu juga yang tengah di dalam pikirannya.
" Oleh sebab itu, aku memintamu untuk segera melakukan tindakan yang telah kita sepakati terhadap Istriku,," Ucap Alberto tegas dan gigih untuk segera melakukan tindakan yang telah disepakatinya pada Axeloe.
Karena, Alberto tidak mau lagi melihat keadaan tubuh Ziya lemah seperti ini. Alberto sendiri tahu bahwa Ziya selama ini merupakan seorang wanita yang sangat kuat dan juga tangguh. Ziya bisa menjadi wanita selemah ini dikarenakan adanya efek samping dari obat dosis tinggi yang telah dilakukan oleh tim medis atas perintah dari Erwin untuk menguasai tubuhnya Ziya.
Oleh sebab itu, tubuh Ziya yang dulunya begitu tangguh menjadi lemah seketika keadaannya di dalam suasana yang sedih dan juga ketika reaksi obat itu mulai maka Ziya akan merasakan kesakitan yang begitu menusuk perasaan Alberto disaat Alberto tengah melihatnya sendiri.
Karena, Alberto tidak mau lagi melihat tubuh Ziya di dalam keadaan yang menyedihkan mau tidak mau, Alberto harus kuat menerima dan menahan diri disaat melihat reaksi obat penawar yang akan dimasukkan oleh Axeloe terhadap tubuhnya Ziya. Menurut, Axeloe sendiri bahwa reaksi obat penawar yang akan dimasukkannya itu akan membuat Alberto sendiri tidak akan sanggup melihat tubuh Ziya merasakan kesakitan yang lebih sakit lagi dibandingkan reaksi obat yang selama ini sedang kambuh.
****