Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Disaat Vena sedang melangkah mondar-mandir sambil memikirkan suatu hal yang harus dilakukannya agar bisa keluar dari kamar yang telah membuatnya menjadi kalang kabut untuk mencari ide itu, ternyata saat ini Axeloe sendiri telah sampai tepat di depan ruangan pintu kamarnya sendiri dan melihat apa yang sedang dilakukan oleh Vena saat ini.


" Apa yang sedang dia lakukan ?" Tanya Axeloe dengan suaranya yang terdengar sangat kecil sehingga Vena tidak mengetahui akan kedatangan dirinya itu.


" Heemmm sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu hal agar bisa membantunya untuk keluar dari kamarku ini,," Gumam Axeloe lagi yang terus melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.


Sesampainya Axeloe di dekat pintu hal itu membuat Vena terkejut ketika melihat kedatangan Axeloe yang tidak diketahui olehnya itu. Dan pastinya Vena sangat kaget sekali ketika ia sedang mondar-mandir dan hampir menabrak lengan Axeloe.


" Oh My God, Tuan,," Seru Vena ketika ia hampir tertabrak lengannya Axeloe.


" Ma, Maaf Tuan,," Ucap Vena yang segera memundurkan langkahnya karena kepalanya hampir menabrak lengannya Axeloe.


" Apa yang sedang kau lakukan ?" Tanya Axeloe langsung kepada Vena.


" Tidak ada Tuan, saya hanya memikirkan suatu hal saja,," Jawab Vena yang tengah kebingungan mau menjawab apa terhadap pertanyaan Axeloe ini.


" Memikirkan suatu hal, apa itu ?" Tanya Axeloe seolah ingin tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Vena.


" Eeehhh,, Eehhh,, it, itu,," Jawab Vena terbata-bata bingung akan menjawab apa


pertanyaan dari Axeloe.


" Heemmm, ya Tuan, memang benar seperti itu adanya,," Gumam Vena dengan suaranya yang terdengar kecil sambil menganggukkan kepalanya secara perlahan.


" Haahhh, aku sudah tahu apa yang sudah ada dalam pikiranmu itu,," Ucap Axeloe sambil meletakkan jarinya untuk mulai membuka kode akses pintu kamarnya itu.


Sambil menjawab ucapan dan jawaban dari Vena, Axeloe mulai meletakkan jari tangannya pada bagian alat yang digunakan untuk kode akses pintu kamarnya itu. Setelah terverifikasi kode akses yang dimasukkan oleh Axeloe, barulah pintu kamar itu terbuka dengan seperti biasanya.


Betapa senangnya Vena ketika pintu kamar Axeloe telah terbuka dengan lebar dan pastinya Vena bisa keluar dengan mudah serta bisa kembali lagi menghirup udara segar yang berasal dari luar ruangan begitu terasa sejuk sekali. Setelah pintu kamar itu terbuka, Axeloe yang masih berdiri di depan pintu kamar itu mempersilahkan Vena untuk segera melangkah keluar dari kamarnya.


" Pintu kamarku sudah terbuka, apalagi yang sedang kau pikirkan ?" Tanya Axeloe berdiri tegap sambil memberikan pertanyaan kepada Vena yang masih berdiri bengong di depan pintu kamarnya.


" Aakkhh, iya terima kasih Tuan,," Gumam Vena yang masih terlihat kebingungan dengan ekspresi tingkah Axeloe saat membuka pintu untuknya.


Sambil menundukkan kepalanya dan juga membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada Axeloe tanpa pikir panjang lagi dengan segera Vena melangkah keluar dari kamar Axeloe meninggalkan Axeloe sendiri yang masih berdiri di depan pintu kamarnya itu. Lalu, Axeloe menoleh ke arah dimana Vena melangkah dan melihat arah Vena melangkah saat ini sudah tidak ada lagi jejak Vena di sana.


" Heemm cepat sekali langkah kakinya,," Gumam Axeloe ketika menoleh ke arah tempat Vena pergi meninggalkan kamarnya.


Sambil mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya, Axeloe sengaja melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya dan segera menutup kembali pintu kamarnya yang memiliki kode akses pribadi dari jarinya sendiri. Lalu, setelah selesai barulah Axeloe melangkahkan kakinya menuju ke ruangan penelitiannya.


****