Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 27 - Izin Ke Taman Bersama Demian



Ziya yang telah berada di luar ruangan, pastinya sangat bahagia sekali, karena, bisa lolos dari tatapan menakutkan dan menyeramkan dari wajah Alberto. Entah kenapa, sampai saat ini Ziya masih saja selalu gugup untuk berhadapan langsung pada wajah Alberto.


Hahahaha Ziya, Ziya, rasa gugupnya ini merupakan rasa berdebar-debar dalam dadanya, atas kekaguman dirinya pada ketampanan wajah Alberto.


Ziya pun akhirnya bisa bernafas lega karena telah keluar dari ruangan kerja Alberto. Dan sekarang Ziya sedang melangkahkan kakinya menuju kamar Demian. Saat membuka pintu kamar Demian, Ziya sedikit terkejut melihat kesenduan yang terlihat dari wajah Demian keponakan kesayangannya itu.


Karena, melihat kedatangan Ziya di kamarnya membuat, Demian segera langsung berlari menghamburkan diri ke arah Ziya dan langsung memeluknya. Tentu saja hal itu membuat Ziya sangat senang sekali.


" Mommy,,," Bilang Demi yang langsung memeluk Ziya.


" Hai Sayangg,," Ucap Ziya yang juga merentangkan tangannya dan memeluk erat tubuh Demian.


" Mommy, pelgi kemana ? Demi kangen Mommy,," Ucap Demian yang berada di pelukan Ziya.


" Mommy tidak pergi kemana-mana sayang,," Jawab Ziya yang langsung mengangkat tubuh Demian dan menggendongnya.


Demian bertanya kenapa kepala Ziya dibalut menggunakan kasa perban.


" Mommy,, kepala Mommy kenapa ?" Tanya Demian yang menatap kepala Ziya.


" Hehehehe,, ini tidak apa-apa sayang,," Bilang Demi yang tertawa kecil sambil berjalan menggendong Demian.


" Benelan,, tidak apa-apa Mom,," Tanya Demian sekali lagi memastikan kenapa kepala Mommy nya sampai dibalut perban seperti ini.


" He'em,," Jawab Ziya mengangguk.


" Mommy kemana selama ini, kenapa Demi tidak boleh ketemu Mommy,, ?" Tanya Demian pada Ziya dengan wajah tulusnya.


" Mommy selama ini sedang sakit sayang dan kata dokter Mommy harus istirahat, jadi Mommy tidak bisa bertemu Demi,," Bilang Ziya yang menjelaskan secara detail dan rinci kepada Demian.


" Telnyata Mommy sakit ya, Maafin Demi yang tidak bisa merawat Mommy,," Ucap Demian sangat tulus dan membuat Ziya terperangah.


Betapa bahagianya Ziya ketika mendengar ucapan Demian yang merasa kecewa dan sedih karena tidak bisa merawat dirinya disaat sedang sakit. Anak sekecil Demian sudah bisa memikirkan hal yang sangat baik untuk dirinya nanti. Demi perduli kepada Ziya yang sedang sakit, sehingga mengatakan bahwa dirinya tidak bisa merawat Ziya yang sedang sakit.


" Ya ampuunnn nak, ternyata hatimu sungguh mulia, anak sekecil dirimu sudah mengerti untuk merawat orang tuanya,," Ucap Ziya dalam hati sambil tersenyum dan memandangi wajah Demian dengan mata yang berkaca-kaca.


" Makasih ya sayang, Demi sudah berpikir mau untuk merawat Mommy yang sedang sakit,," Bilang Ziya memeluk Demian di gendongannya.


Begitu juga Demian yang langsung memeluk erat tubuh Ziya saat itu. Ziya merasakan perasaan hangat saat tubuh mungil Demian memeluk erat dirinya.


Ziya sampai meneteskan air mata saat Demian mengatakan ia akan merawat Ziya yang sedang sakit, Ziya teringat akan kenangan orang tuanya saat merawat dirinya selama ini.


Berapa beruntungnya ia bisa dibesarkan oleh kedua orang tuanya yang lengkap dan penuh kasih sayang terhadap dirinya.


Tidak seperti Demian, yang sengaja ditinggal pergi oleh Zoya Ibunya sendiri. Sampai hati, meninggalkan anak sekecil ini di dalam keluarga yang sangat berbahaya.


" Sayang,," Panggil Ziya terhadap Demian yang berada di pelukannya.


" Yes Mom,," Ucap Demian sendu.


" Demi mau kemana ? ayo kita pergi,," Ucap Ziya kepada Demian yang membuat Demian langsung tersenyum gembira.


" Benelan Mom,, kita bisa pelgi,," Tanya Demian menatap serius ke wajah Ziya.


" Iya tentu,," Bilang Ziya meyakinkan.


" Baiklah,, Demi mau pelgi makan es krim di taman,," Ucap Demian tersenyum senang.


" Baik,," Jawab Ziya yang tersenyum kepada Demian.


Ziya langsung meminta kepada Vena untuk meminta izin kepada Alberto agar ia dan Demian bisa pergi bersama di taman untuk menemani Demian saat ini.


" Vena, katakan pada Alberto, Aku dan Demian minta izin untuk untuk pergi ke taman, sekarang,," Ucap Ziya yang memberi perintah kepada Vena saat itu.


" Baik Nyonya,," Jawab Vena mengangguk.


Vena langsung menghubungi Alberto melalui telepon. Sementara itu, Ziya dan Demian sedang duduk bersama dan bermain di tempat tidurnya.


Dering pertama langsung diangkat oleh Alberto,,


" Halo Tuan,," Ucap Vena dibalik telepon.


" Tuan Muda Demian dan Nyonya Zoya meminta izin untuk pergi ke taman saat ini,," Bilang Vena yang menjelaskan perintah permintaan izin dari Ziya.


" Pergi ke taman, siapa yang meminta ingin pergi kesana,, ?" Tanya Alberto dengan suara yang terdengar dari ponsel milik Vena.


" Tuan Muda Demian yang ingin kesana dan Nyonya Zoya yang meminta izin untuk pergi kesana,," Jawab Vena secara jelas dan rinci.


" Baik, aku izinkan, asal membawa bodyguard Demian dan beberapa pelayan, untuk mengawalinya disana,," Ucap Alberto tegas dalam pengawalan ketat anaknya.


Alberto memang seperti itu, walaupun di rumahnya sendiri, tapi pengawalan ketat terhadap anaknya masih saja dia lakukan. Karena, ia tahu nyawa anaknya Demian itu lebih berharga daripada nyawanya sendiri.


" Baik Tuan, terima kasih Tuan,," Bilang Vena pada Alberto, yang suara Alberto sama sekali tidak lagi terdengar oleh dirinya.


Setelah selesai menelepon Tuan besar Alberto, Vena melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Demian saat itu.


" Nyonya,, Tuan mengizinkan Nyonya bersama Tuan Muda Demian untuk pergi ke taman, asalkan membawa semua bodyguard Tuan Muda Demian beserta beberapa pelayan,," Bilang Vena yang menjelaskan ucapan yang telah disampaikan oleh Alberto padanya di telepon tadi.


" Baik,," Ucap Ziya yang setuju dan mengangguk atas semua perintah Alberto kepadanya.


Mau beberapa orang yang ikut untuk mengawalinya, Ziya tidak merasa risih asalkan dirinya bisa untuk selalu bersama Demian itu sudah cukup baginya.


" Sayang, ayo kita ke taman," Bilang Ziya yang langsung menggendong erat tubuh Demian.


" Holee,, Oke Mom,," Jawab Demian tertawa senang dan langsung masuk ke dalam gendongan Ziya saat ini.


Karena, melihat Ziya yang menggendong sendiri Demian, Vena merasa bahwa dirinya hanya sekedar pelayan meminta Demian untuk digendong oleh dirinya.


" Nyonya, Nyonya masih sakit, bagaimana kalau Tuan Muda Demian, Vena yang gendong,," Bilang Vena yang meminta Ziya memberikan Demian kepadanya.


" Tidak usah, karena Demian bukan beban bagi diriku,," Bilang Ziya tersenyum.


Ziya melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan keluar dari kamar Demian.


Demian sangat bahagia di dalam gendongan Ziya saat ini.


" Holee,,, Demian bisa main belsama Mommy,," Bilang Demian bahagia di dalam gendongan Ziya.


Ziya tertawa kecil melihat Demian yang sangat bahagia itu.


" Iya sayang,," Ucap Ziya yang menciumi pipi Demian.


Saat menuruni tangga Ziya sangat hati-hati, karena dirinya sangat tahu bahwa di rumah ini banyak sekali kejahatan yang akan terjadi. Oleh sebab itu, Ziya melangkahkan kakinya dengan sangat pelan tapi pasti.


Sesampainya di bawah, Ziya langsung menuju ke luar rumah dan menghirup udara segar.


Ziya menghentikan langkah kakinya untuk memberikan kesempatan bagi Demian memilih taman mana yang mereka ingin kunjungi.


" Demi sayang,, mau main ke taman mana ?" Tanya Ziya pada Demi yang memperlihatkan taman-taman yang ada di kediaman Alexandre ini.


" Eemmm,, mana ya,," Bilang Demian sambil memilih taman yang ia inginkan untuk bermain bersama Mommy nya.


Waahhhhh,, secara rumah orang kaya, jadi bebas mau pilih taman yang mana untuk tempat bermain.


" Yang mana sayang,," Tanya Ziya sekali lagi.


" Yang itu saja, Mom,," Bilang Demian menunjukkan taman yang ada air mancurnya.


" Baik kita kesana,," Ucap Ziya tersenyum.


Sambil menggendong Demi Ziya melangkahkan kakinya menuju ke arah taman yang ditunjukkan oleh Demian kepadanya.



Taman ini begitu indah dan asri, sehingga Demian lebih memilih tempat ini untuk dirinya bermain.


Ziya sungguh bahagia bisa bermain bersama keponakan lucunya ini. Berapa bahagianya Ziya apabila dirinya yang telah melahirkan Demian saat ini.


Pastinya dirinya sekarang sudah memiliki seorang putra yang sangat cerdas seperti Demian. Ziya selalu menciumi pipi Demian karena terlalu gemas pada wajah lucu Demian.


****