Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 199 - Rahasia Yang Terbuka



Saat ini Claire sengaja ingin mencari tahu tentang kecurigaannya selama ini pada Aunty Gladys. Dan, karena begitu mencurigai Auntynya sendiri itu, sehingga Claire harus pergi ke kamarnya Gladys dimana Gladys memang sedang pergi sendiri. Karena, memang beberapa hari ini, sikap dari Auntynya itu terlihat begitu mencurigakan dan tidak pernah lagi berkata jujur kepadanya, serta yang paling membuat Claire penasaran adalah Auntynya selalu saja pergi sendiri apabila mau keluar rumah dengan sengaja mencari alasan untuk agar bisa tidak mengajak dirinya.


" Heh!! saat ini Aunty bermain sendiri di belakangku," Gumam Claire yang melangkahkan kakinya menuju kamar Gladys.


" Aku curiga dengan Aunty, memangnya apa yang telah dilakukannya di luar ?" Tanya Claire sambil mengendap masuk ke dalam kamarnya Gladys.


" Aku harus mencari tahu apa yang sedang direncanakan oleh Aunty," Ucap Claire yang masih mengendap masuk ke dalam kamarnya Gladys.


Dilihat dari kelakuannya saat ini Claire seperti sedang melangkahkan kakinya menuju ke sebuah lemari dan lemari itu memang terlihat seperti menyimpan semua barang rahasia yang dibawa oleh Gladys saat keluar waktu itu. Dan, dengan segera Claire membuka pintu lemari itu, benar sekali Claire melihat sebuah paper bag yang terlihat seperti paper bag dibawa oleh Gladys saat itu.


" Bukannya ini paper bag kemarin yang dibawa oleh Aunty Gladys," Ucap Claire saat menemukan paper bag kemarin.


Dengan segera Claire membuka paper bag itu, karena begitu penasaran dengan isi dari paper bag itu. Saat membuka paper bag itu ternyata isinya tidak bersangkutan dengan ucapan yang pernah disebutkan oleh Gladys.


" Haah!! Isinya bukan seperti yang dikatakan oleh Aunty,," Gumam Claire ketika melihat isi paper bag yang berisi cuma sebuah syal.


" Bukannya kemarin Aunty bilang bahwa ini adalah sebuah benda yang berupa bukti dari kecurigaannya terhadap Martin, hanya sebuah syal,," Gumam Claire yang bingung dan memasukkan kembali syal tersebut.


" Heemmm sepertinya aku harus meletakkan sebuah alat perekam untuk mengawasi pergerakan dari Aunty, supaya aku bisa tahu apa yang telah dilakukannya selama ini," Gumam Claire kepada pergerakan Auntynya sendiri.


Saat Claire ingin bergerak untuk meletakkan sebuah alat perekam yang sudah direncanakannya untuk mengintai pergerakan Gladys. Suara Gladys dari luar kamarnya terdengar seperti sedang mengobrol seseorang atau menelepon seseorang.


" Iya, aku tahu itu, tunggu sebentar, aku mau masuk ke dalam kamar dulu,," Bilang Gladys kepada teleponnya.


Betapa tercengangnya Claire ketika mendengarkan suara Gladys yang sedang berbicara kepada teleponnya dan sedang berjalan menuju ke kamarnya itu.


" Oh My God, Aunty,," Seru Claire saat terkejut mendengar suara Gladys yang sedang melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya itu.


" Bagaimana aku, gawat kalau sampai ketahuan Aunty," Gumam Claire yang cemas ketika mendengarkan suara Gladys.


" Ya, aku harus sembunyi, tapi dimana, aduhhh ?" Tanya Claire yang bingung akan sembunyi dimana.


Ketika Claire sedang mondar-mandir untuk mencari tempat dimana persembunyian yang tepat bagi dirinya itu, tiba-tiba Gladys membukakan pintu kamarnya, sehingga membuat Claire langsung menelungkupkan tubuhnya di balik tempat tidur dan sengaja masuk ke bawah tirai jendela yang sedang tertutup itu.


" Oh God, kenapa kakinya Aunty berjalan kesini, jangan kesini Aunty, jauh-jauh,," Gumam Claire dalam hatinya yang terlihat begitu cemas ketika melihat kakinya Gladys melangkah mendekati tempat persembunyiannya itu.


" Heemmm sekarang aku sedang berada di dalam kamar,," Ucap Gladys sambil duduk di atas tempat tidurnya.


" Katakan apa yang ingin dibicarakan,," Ucap Gladys lagi kepada teleponnya.


Ketika Gladys sedang duduk di atas tempat tidurnya itu membuat Claire semakin menambah cemas takut diketahui oleh Gladys tempat persembunyiannya itu. Namun, karena melihat dan memastikan sepertinya Auntynya itu sama sekali tidak menyadari bahwa Claire sedang berada di dalam kamar ini. Dengan segera Claire mencari kesempatan untuk mendengarkan ucapan yang sedang diperbincangkan oleh Auntynya itu kepada teleponnya.


" Sepertinya, Aunty tidak menyadari persembunyianku ini,," Gumam Claire ketika merasakan Gladys memang tidak menyadari tempat persembunyiannya itu.


" Bagus kalau begitu, jadi, aku bisa mendapatkan sebuah informasi yang selama ini aku curiga dari Aunty,," Ucap Claire lagi yang sengaja menahan pergerakannya sendiri ketika sedang di dalam tempatnya itu.


Karena, terdengar begitu serius sekali dan juga begitu penting, dengan mencari kesempatan Claire semakin mudah untuk mendapatkan sebuah informasi yang selama ini dicurigainya dari pergerakan aneh yang baru-baru ini dilakukan oleh Gladys itu.


" Maafkan Claire Aunty, Hehehe,," Gumam Claire sedikit tertawa dalam hatinya sambil menahan tawanya itu menggunakan tangannya.


Dan, saat ini terdengar pembicaraan yang sedang dilakukan oleh Gladys pada teleponnya itu begitu serius sekali. Sehingga membuat Claire semakin bertambah rasa penasarannya dalam mencurigai pergerakan Gladys selama ini.


" Bagaimana dengan Alberto saat ini ?" Tanya suara seorang pria yang ada di dalam teleponnya Gladys.


" Ya seperti biasanya, saat ini terlihat jelas dari pergerakan Alberto bahwa ia belum mengetahui rahasia yang selama ini tersimpan,," Ucap Gladys dengan santainya.


" Bagus, kalau begitu aku masih bisa mempercayai perkataanmu, tapi ingat jangan sampai jika salah satu pengikutmu disana sampai membocorkan semua rahasia yang telah disembunyikan selama ini,," Ucap pria itu kepada Gladys dengan suara yang terdengar tajam dan membuat suatu ancaman besar bagi Gladys.


Sambil menelan salivanya, Gladys menjawab pertanyaan yang dicurigai oleh pria di teleponnya itu dengan gaya santai dan senyuman yang dipaksa untuk dilakukan.


" Heh!! Tenang saja, semua pengikutku yang ada disini tidak ada yang tahu tentang rahasia itu," Ucap Gladys dengan wajah santai namun masih bingung sendiri dengan perbuatan Martin anaknya itu.


Gladys merasa bingung sendiri dengan perkataannya terhadap pria yang sedang meneleponnya itu, namun, Gladys sendiri merasa bahwa perkataannya itu adalah sebuah perkataan yang bimbang dari dirinya. Karena, sampai saat ini Martin belum ditemukan oleh dirinya dan belum pernah kembali lagi ke kediaman Alexandre ini.


" Heemmm sebenarnya aku juga bingung apakah, Martin saat pergi dari kediaman ini memang jelas marah padaku atau,," Gumam Gladys dalam hatinya yang merasa bingung atas sikap dan perilaku Martin saat pergi dari kediaman Alexandre itu.


Saat itu, dengan sengaja Martin pergi dari kediaman ini dalam keadaan yang marah, kecewa dan juga kesal pada dirinya. Namun, sebenarnya Gladys sama sekali tidak pernah bisa melepaskan Martin seorang diri berada di luaran sana, walaupun sampai saat ini Gladys belum mengetahui dimana keberadaan Martin. Oleh sebab itu, Gladys sendiri merasa bingung dengan kelakuan Martin yang telah tega meninggalkannya sendiri di kediaman ini.


" Benarkah seperti itu, apakah Martin sama sekali tidak pernah membocorkan rahasia ini kepada salah satu anggota dari keluarga Alexandre ?" Tanya pria itu langsung pada Gladys dan membuat Gladys terdiam sesaat.


Saat ini Gladys terdiam mendengar perkataan seorang pria yang ada di dalam teleponnya. Namun, terlihat bahwa rasa penasaran dan kebingungan sedang terjadi di wajahnya Claire yang berada di balik tirai jendela itu.


" Memangnya rahasia apa yang telah dilakukan oleh Aunty selama ini ?" Tanya Claire dalam hatinya dengan wajah penasarannya.


Dengan segera Gladys menjawab pertanyaan yang baru saja diutarakan oleh pria peneleponnya itu tentang tindakan Martin. Sambil tersenyum riang Gladys berpura-pura memberikan sebuah jawaban yang tidak pasti, karena, dia sendiri juga belum mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh Martin selama ini.


" Hehehehe, tentu saja tidak, Putraku tidak akan pernah melakukan suatu hal yang bodoh," Ucap Gladys yang sengaja membanggakan putranya itu.


" Jadi, kau jangan khawatir !" Jelas Gladys lagi yang terdengar begitu meyakinkan pria peneleponnya itu.


" Baik untuk saat ini aku masih bisa mempercayai ucapanmu," Suara pria itu dengan jelas yang juga bisa didengarkan oleh Claire saat bersembunyi.


" Karena, tindakan kalian masih bisa terkontrol dalam pengawasan dariku, tapi, ingat jika satu kali saja kau melakukan kesalahan, kau harus tahu konsekuensinya bahwa kita semua akan terhempas dari tujuan kelompok kita selama ini,," Ucap Pria itu lagi yang sengaja mengingatkan dan memberikan penekanan kepada Gladys.


" Tentu saja, aku bisa mengingatnya, buktinya selama dua puluh delapan tahun mereka tidak mengetahui semua rahasia besar ini,," Ucap Gladys dengan wajah penuh senyuman.


Di balik persembunyiannya Claire, cukup tercengang saat mendengar ucapan Gladys yang menyatakan bahwa ia sendiri masih bisa menyimpan rahasia itu selama dua puluh delapan tahun berarti rahasia itu sudah cukup lama. Dan, rahasia itu juga sama dengan usianya saat ini, jadi, sangat wajar sekali jika Claire tidak mengetahui rahasia besar apa yang telah disimpan oleh Auntynya itu.


" Dua puluh delapan tahun berarti sama seperti dengan usiaku dan juga Alexa,," Gumam Claire yang semakin penasaran dan juga bingung dengan rahasia yang telah disimpan oleh Gladys selama ini.


Setelah selesai bergumam sendiri, dengan segera Claire kembali memasang telinganya untuk mendengarkan kembali percakapan yang sedang berlangsung antara Aunty Gladys dan juga pria di telepon Auntynya itu.


" Heemmm, aku mempercayai pekerjaan kau Gladys." Gumam Pria itu yang terdengar seperti sedang tersenyum memberikan apresiasi kepada Gladys.


" Thank you, karena, kau tidak tahu siapa Gladys,," Gumam Gladys yang sengaja membanggakan dirinya sendiri.


Sambil tersenyum penuh kemenangan untuk sesaat perbincangan yang dilakukan oleh Gladys dan teman prianya itu sedikit terjeda, lalu, beberapa menit kemudian, Pria itu kembali mengeluarkan suaranya dan memberikan sebuah pertanyaan penting kepada Gladys.


" Baiklah, aku mau menanyakan kepadamu suatu hal penting ?" Ucap Pria itu yang sengaja memberikan pertanyaan kepada Gladys.


" Apa itu ?" Tanya Gladys dengan wajah cukup penasaran kepada pertanyaan teman di teleponnya.


" Apakah kau sanggup membantu Putriku untuk mendapatkan Alberto Alexandre ?" Tanya pria itu kepada Gladys.


Gladys cukup tercengang ketika mendengarkan pertanyaan yang diajukan oleh teman di teleponnya itu. Apalagi Claire yang sedang berada di dalam persembunyiannya itu pasti lebih terkejut lagi ketika mendengarkan pertanyaan dari orang yang sedang menelepon Auntynya itu.


" What ?" Seru Claire sedikit bersuara ketika mendengarkan ucapan dari teman Auntynya itu.


" Ooohh My God, sepertinya Aunty mendengar pergerakan yang kulakukan barusan,," Gumam Claire dalam hati dengan wajah cemasnya.


" Suara apa itu ?" Tanya Gladys sendiri yang seketika mendengar suara Claire saat berseru kaget ketika mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh teman dari Auntynya itu.


Gladys sedikit bergerak menuju ke tempat yang mengeluarkan suara barusan, namun, hal itu diurungkannya karena, pria di dalam teleponnya itu kembali memanggil dirinya untuk menanyakan kesanggupannya membantu putrinya mendapatkan Alberto.


" Bagaimana Gladys apakah kau bisa ?" Tanya pria itu lagi kepada Gladys.


" Hah!! iya apa ?" Tanya Gladys seketika kembali lagi fokus terhadap teleponnya.


" Memangnya ada apa, apa yang terjadi ?" Tanya pria itu langsung kepada Gladys.


" Kenapa kau tidak fokus ?" Tanyanya lagi.


" Aahhh tidak apa-apa, aku barusan mendengar ada suara seseorang di dekat tempat dudukku saat ini, tapi setelah aku periksa hanya suara angin yang sedang bertiup,," Ucap Gladys menjawab pertanyaan dari temannya itu.


" Coba kau periksa lebih detail, apa mungkin ada orang yang sengaja masuk ke dalam kamarmu dan sedang mengintai pergerakan yang kau lakukan,," Ucap pria itu yang merasa bahwa ada suatu hal yang sedang terjadi kepada Gladys saat ini.


Ketika mendengar ucapan dari perkataan teman telepon Auntynya itu dengan wajah geramnya Claire ingin sekali memukul orang yang berada di dalam telepon itu, seolah-olah mengetahui tindakan yang sedang dilakukannya itu.


" Kurang ajar !!" Ketus Claire sambil menggenggam tangannya dan seolah memberi pukulan kepada orang yang sedang ditelpon oleh Gladys.


" Seperti tahu saja apa yang sedang kulakukan di tempat ini,," Gerutu Claire geram terhadap orang penelepon itu.


" Heemm, sudah aku periksa ternyata tidak ada apapun,," Jawab Gladys penuh keyakinan yang hanya sedikit menyibakkan gorden kamarnya.


Saat melihat kelakuan Gladys yang tidak terlalu memeriksa keadaan kamarnya itu, hal itu membuat Claire begitu merasa senang ketika persembunyiannya tidak terlalu diketahui oleh Auntynya.


" Untung saja, Aunty tidak memeriksakannya,," Ucap Claire dalam hatinya sambil tersenyum lega.


Karena, merasa tidak terlalu penting untuk memeriksakan keadaan kamarnya itu, jadi, Gladys tidak perlu merasa penasaran dengan pendengarannya itu.


" Bagaimana Gladys apakah kau sanggup ?" Tanya pria itu lagi kepada Gladys.


" Aduh, kenapa dia meminta bantuan dariku untuk mendapatkan Alberto juga, padahal Alberto sudah lama aku jodohkan kepada keponakanku sendiri,," Gumam Gladys dalam hatinya yang seakan bingung untuk menjawab pertanyaan dari pria di teleponnya itu.


" Heemm, Aunty, Claire mohon jangan lakukan itu, Aunty sendiri yang selalu mengatakan bahwa Aunty akan mendapatkan Alberto hanya untuk Claire,," Gumam Claire dalam hatinya sambil berharap penuh atas sikap dari Auntynya itu.


Cukup lama Gladys berpikir untuk menjawab pertanyaan dari temannya itu mengenai kesanggupan dirinya untuk membantu putri dari temannya untuk mendapatkan Alberto.


" Heemm, sepertinya aku belum bisa untuk memastikan hal itu Mister Roserish,," Bilang Gladys yang terdengar bingung atas jawabannya itu sendiri kepada temannya yang bernama Roserish itu.


" What, Mister Roserish,," Gumam Claire dalam hatinya yang terkejut ketika mendengarkan ucapan Gladys yang menyatakan nama Roserish dalam perkataannya.


Claire cukup tercengang ketika mendengarkan ucapan yang dikatakan Gladys saat menyatakan bahwa orang yang meminta bantuan itu adalah Mister Roserish yang menarik Auntynya untuk membantu putrinya mendapatkan Alberto seorang diri.


" Dengan begitu mudah sekali Mister Roserish meminta bantuan Aunty Gladys agar bisa mendapatkan Alberto untuk putrinya,," Gumam Claire dalam hatinya seketika memanas dan emosi di dalam persembunyiannya itu.


" Enak saja Putrinya Mister Roserish, jika dia sudah berniat untuk bersaingan denganku, oke akan aku tantang kekuatannya Helen untuk mendapatkan Alberto." Bilang Claire lagi yang semakin memanas saat mengingat wajahnya Helen Putri Roserish.


Seketika Claire mengingatkan suatu hal tentang tanggapan Alberto selama ini pada dirinya, Zoya dan juga wanita lain. Tidak ada seorang wanita yang berani mendekati Alberto kecuali Claire sendiri, sedangkan Helen seingat Claire sendiri bahwa selama ini Helen tidak pernah untuk bertemu langsung dengan Alberto. Karena tidak ada kesempatan bagi Helen untuk bertemu langsung dengan Alberto dan bahkan bertatapan langsung.


Mana mungkin Alberto mau dengannya, karena, saat ini Ziya sang istri Alberto yang bersandiwara menjadi Zoya itu telah berhasil mendapatkan perhatian khusus dari Alberto, oleh sebab itu Claire cukup sulit untuk melawan keinginannya menghempaskan Ziya dari kediaman Alexandre ini. Selain itu selama ini cuma ada satu yang berani mendekati Alberto dan satu-satunya wanita yang berani mendekati Alberto itu adalah Claire sendiri.


" Apa mungkin Alberto akan menanggapi dirinya, dan kemungkinan besar Alberto tidak akan memperdulikan dirinya bahkan melihatnya,," Gumam Claire dalam hatinya ketika selesai memikirkan sikap Alberto selama ini pada wanita lain.


Dan, waktu sebelum datangnya Ziya ke dalam kehidupan Alberto saat ini Claire memiliki posisi penting di dalam perusahaannya Alexandre yaitu sebagai sekretaris pribadi Alberto sendiri. Itulah kehebatan Claire dibandingkan dengan wanita lainnya. Oleh sebab itu, Claire merasa bahwa Helen tidak akan sanggup jika mau bersaingan dengannya dalam mendapatkan Alberto.


" Ternyata Helen selama ini mencuri kesempatan juga untuk mendapatkan Alberto, baik kita akan bersaing Helen," Gumam Claire lagi dalam hatinya sambil tersenyum sinis.


" Dan jika Aunty bersedia membantu Helen anaknya Mister Roserish, lihat saja Aunty, aku akan membalas perbuatan Aunty karena telah berani mengkhianati kepercayaan dariku,," Ucap Claire yang merasakan hal lain terhadap sikap Auntynya itu.


Lalu, Claire kembali mendengarkan perbincangan yang terjadi di antara Aunty Gladys dan Mister Roserish di dalam kamar ini. Namun, apa daya Claire dalam tanggapan dirinya terhadap Auntynya itu. Ternyata Gladys lebih memilih untuk membantu Helen dalam mendapatkan Alberto dibandingkan harus menepati janji Auntynya terhadap Claire yang begitu menginginkan untuk menjadi istri dari Alberto Alexandre.


" Heemm, baiklah jika kau tidak mau membantu Putriku Helen untuk mendapatkan kembali Alberto Alexandre, aku tidak bisa menjamin keamanan kau dan juga putramu saat rahasia yang pernah kita lakukan terbongkar,," Ucap Roserish yang sengaja memberikan sebuah peringatan dan bahkan lebih dari peringatan yaitu ancaman kepada Gladys.


" Iiihhhh dasar Roserish, berani-beraninya dia memberikan sebuah ancaman padaku,," Gerutu Gladys seketika marah saat mendengar sebuah perkataan yang berupa ancaman untuk dirinya.


" Aaahh bukan begitu maksud saya Mister Roserish,," Seru Gladys dengan wajah cemasnya.


Ya, pastinya Roserish bisa memberikan sebuah ancaman besar bagi Gladys. Karena, apa yang telah dilakukan Gladys selama ini terhadap keluarga besar Alexandre merupakan hasil kerja sama yang dilakukannya kepada Mister Roserish dan juga kelompok teman lainnya.


" Maksud saya, saya bisa untuk membantu Helen putrinya Mister Roserish untuk mendapatkan Alberto sebagai suaminya,," Ucap Gladys dengan wajah tersenyum senang ketika menyampaikan hal tersebut kepada Roserish.


" Apa ?" Seru Claire tercengang ketika mendengar ucapan dari Gladys.


Betapa terkejutnya Claire ketika mendengarkan ucapan dari Gladys yang menyatakan bahwa ia telah bersedia untuk membantu Helen dalam mendapatkan Alberto. Sebenarnya Claire ingin langsung keluar dari persembunyiannya dan segera melabrak Gladys saat ini juga, namun tindakan itu diurungkannya karena Claire ingin mendengar semua kepastian dari ucapan Auntynya ini.


" Sebentar, aku tidak boleh gegabah, harus sabar, harus sabar,," Ucap Claire dalam hatinya lagi sambil mengelus dadanya sendiri.


" Aku harus mendengarkan semua perkataan dari Aunty yang berkhianat ini, supaya aku tahu apa sebenarnya rahasia yang ia miliki terhadap Alberto," Ucap Claire lagi yang begitu menginginkan dan bertahan untuk mengetahui rahasia besar dari Gladys.


Sambil mengelus dadanya, Claire menatap wajah Auntynya itu dengan tatapan yang tajam dan sudah tidak lagi mempercayai semua ucapan dari Auntynya, sehingga membuat Claire sendiri tetap bertahan untuk mendengarkan semua perbincangan yang sedang terjadi di antara Gladys dan juga Roserish ini.


" Bicarakan saja apa yang telah dirahasiakan oleh kalian berdua Aunty, supaya aku bisa memegang rahasia kalian berdua dan membocorkannya pada Alberto." Gumam Claire dalam hatinya dengan tatapan mata yang tajam terhadap Gladys.


" Karena, kau sendiri Aunty yang telah berani mengkhianatiku," Ungkap Claire yang berencana untuk membuka semua rahasia Auntynya itu kepada Alberto.


" Tapi, Mister Roserish, keponakanku Claire juga menyukai Alberto, bagaimana ini masa Helen dan Claire harus bersaing dalam mendapatkan Alberto,," Ucap Gladys yang didengar jelas oleh Claire.


" Heh!! keponakanmu Claire itu tidak ada bandingannya dengan Putriku Helen, dari sudut mana Claire bisa menandingi kehebatan Helen Putriku,," Ucap Roserish yang terdengar begitu membanggakan anaknya itu.


" Hehehe kau memang benar Mister Roserish, baiklah kalau begitu akan aku kesampingkan terlebih dahulu perasaan Claire kepada Alberto dan dengan senang hati aku bantu keinginan untuk mendapatkan Alberto." Ucap Gladys yang membuat Claire merasa tidak nyaman lagi di persembunyiannya itu dan langsung ingin melabrak Auntynya saat ini juga.


Secara spontan pasti saja ucapan itu membuat hati dan perasaan Claire memanas dan merasa bahwa Gladys selama ini hanya memanfaatkan dirinya saja untuk mendekati Alberto, agar Alberto bisa lunak terhadap Gladys. Sedangkan Gladys sendiri bisa memberikan Alberto kepada siapa saja wanita yang menginginkan orang yang ia cintai itu.


" Apa ?" Teriak Claire yang spontan dan langsung keluar dari persembunyiannya.


" Claire,," Gumam Gladys yang tercengang saat melihat Claire secara langsung ada di belakang tubuhnya itu.


" Apa yang Aunty katakan,," Teriak Claire lagi dengan tatapan yang begitu tajam terhadap Gladys.


Betapa terkejutnya Gladys ketika melihat Claire dengan wajah memerah marah dan menatap tajam pada dirinya itu yang spontan keluar dari tempat persembunyiannya begitu dekat sekali dengan posisinya saat ini. Melihat wajah Claire seperti itu, tentu saja Gladys merasa bingung untuk menghadapi perasaan keponakannya saat ini. Kenapa tidak, karena, terlihat dari wajahnya Claire yang memerah marah dan juga menatapnya tajam, sepertinya Claire telah mendengarkan semua pembicaraannya kepada Roserish.


****