Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 81 - Laporan Zavier



Dua hari yang lalu, sebelum Alberto pulang ke Perancis dan kembali menuju ke rumahnya, dengan sangat hebatnya Zavier yang melaporkan sebuah hasil dari pantauan dirinya terhadap Zoya cukup memuaskan Alberto.


Zavier tersenyum senang saat misinya dalam mengikuti Zoya telah berhasil. Karena, disaat ini Zavier mengetahui dimana keberadaan Zoya dari perhiasan yang telah Zoya pakai itu. Saat ini, Zavier bisa melacak dimanapun Zoya berada, mau Zoya ke kamar mandi ataupun Zoya ke ruang makan dan di tempat tidur, semuanya sangatlah mudah diketahui oleh Zavier.


" Hahahaha, ternyata Zavier pintar sekali dalam melakukan misi ini,," Ucap Zavier yang sedang melihat layar tabletnya dalam melacak keberadaan Zoya.


Terlihat saat ini Zoya sudah berada diam di dalam sebuah kamarnya, karena sedari tadi Zavier melihat Zoya selalu bergerak-gerak. Kemungkinan saat ini Zoya sudah tertidur pulas.


" Heeemmm,, ternyata dia sudah tertidur pulas dengan laki-laki itu,," Ucap Zavier yang tersenyum ke arah layar tabletnya itu.


Pintar sekali Zavier dalam melakukan misinya, ternyata dia lebih dahulu bisa menukar perhiasan yang telah dipesan oleh Jimmy melalui managernya itu.


" Baiklah, berhubung istri Alberto sedang tertidur maka aku akan memeriksa anting ini,," Ucap Zavier yang melihat sebuah kotak perhiasan yang ia dapatkan dari orang kepercayaannya itu.


Sehingga manager yang bekerja pada Jimmy tidak bisa melacak keadaan Zoya saat ini. Karena, perhiasan milik manager itu sudah di tangan Zavier. Dan, sekarang Zavier sedang meneliti perhiasan milik manager di tempat perhiasan yang sengaja ia pilih untuk diberikan pada Jimmy dan dihadiahkan pada Zoya.


" Baik aku akan lihat, apa sebenarnya tujuan dari manager tua itu, sengaja memberikan perhiasan miliknya itu kepada Zoya." Ucap Zavier yang mulai membuka kotak perhiasan milik manager tadi.


Disaat Zavier membuka kotak perhiasan itu dengan sengaja Zavier memakai sarung tangan agar sidik jarinya tidak menempel pada perhiasan itu. Dengan hati-hati Zavier mendekatkan alat pendeteksi GPS di dekat perhiasan itu dan ternyata hasilnya membuat Zavier tersenyum sedikit menaikkan ujung bibirnya.


" Ooohhh,, ternyata mereka mau bermain juga dengan istrimu, Alberto," Ucap Zavier yang tersenyum.


Zavier mengetahui bahwa manager yang sengaja berbicara dengannya itu merupakan salah satu mata-mata yang telah dikirim seseorang untuk memantau pergerakan Zoya. Maka dari itu, walaupun semua mata-mata banyak yang mengintai pergerakan Zoya, tapi cuma sang detektif Zavier yang berhasil melakukan misinya.


" Hahahaha,, percuma kalian memantau pergerakan Zoya, karena, Zavier lebih dahulu memantau pergerakan kalian semua." Ucap Zavier yang meletakkan sebuah magnet pada anting yang telah diberi suatu alat pemantau untuk digunakan oleh Zoya.


Tapi, sayangnya saat ini anting itu sudah di tangan Zavier, sehingga mata-mata itu tidak akan bisa memantau pergerakan Zoya, hanya Zavier yang bisa memantau pergerakan Zoya.


" Ok, Dude akan aku laporkan hasil dari tugas yang kau berikan padaku,," Ucap Zavier yang segera mengambil ponselnya.


Zavier sengaja menelepon langsung Alberto dalam keadaan apapun, karena, Zavier tidak mau bertindak tanpa sepengetahuan Alberto dan aba-aba dari temannya itu. Saat mendapatkan ponselnya dengan segera Zavier menelepon Alberto yang sedang berada di luar negeri bukan di Perancis.


" Oke, Dude kau akan tertawa senang saat aku melaporkan hasil tugas ini padamu,," Ucap Zavier yang menyentuh nomor ponsel Alberto.


Sesaat, Zavier menunggu panggilan dari dirinya untuk Alberto.


" Heemmm,, tidak diangkat,," Ucap Zavier yang melihat ponselnya.


Lalu, Zavier mengulangi lagi menelepon nomor Alberto, tak menunggu waktu lama akhirnya diterima oleh Alberto.


Alberto yang sedang berada di luar negeri itu sedang melakukan rapat mengenai kondisi hotel milik grup perusahaannya, membuat dirinya menghentikan rapatnya terlebih dahulu, karena, dibandingkan bisnisnya ini, lebih penting laporan semua misi dari temannya itu dalam melaksanakan tugas yang telah diberikannya.


Di dalam ruang rapat seperti biasa Alberto selalu memimpin rapatnya untuk tidak terganggu dalam hal lain. Seperti suara telepon ataupun suara lain yang mengganggu suasana rapat. Oleh sebab itu, Alberto sengaja menggetarkan ponselnya untuk menghargai semua karyawan yang telah berkumpul hari ini.


" Terima kasih kepada Tuan Alberto yang bersedia hadir dalam rapat hari ini,," Ucap salah satu sekretaris Alberto yang telah lama bekerja di hotel milik grup perusahaannya ini.


Alberto hanya mengangguk ucapan terima kasih dari sekretarisnya itu. Intinya saat melakukan rapat, Alberto hanya ingin mendengar hasil laporan dari presentasi yang telah dilakukannya ini. Sementara sekretaris dan karyawan lain sedang sibuk mempresentasikan suatu laporan hasil beberapa bulan kemarin, membuat Alberto sama sekali tidak fokus dalam rapat ini.


Karena, hanya itu-itu saja yang dibahas yaitu hasil laporan keuangan, hasil laporan grafik dan lain sebagainya. Menurut Alberto yang lebih tepat sekali untuk ditinjau saat ini adalah keadaan Ziya yang masih sakit di dalam kamarnya. Dengan sengaja Alberto meletakkan laptopnya untuk segera meminta laporan dari Vena bagaimana keadaan Ziya hari ini.


" Segera kirimkan live video istriku bersama Demian sekarang,," Ucap Alberto dalam hati sambil mengetik pesan singkat kepada Vena.


Alberto mengirimkan pesan singkat kepada Vena, bertanya tentang keadaan Ziya dan Demian yang telah pulang dari sekolahnya itu.


Tak lama kemudian, masuklah pesan dari Vena pada Alberto untuk segera mengaktifkan kamera perekam live video keadaan Ziya bersama Demian disaat ini.


Alberto melihat video langsung yang sengaja Vena rekam sambil memperlihatkan keadaan Ziya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur, sementara itu, Demian bermain-main di samping Ziya sambil menyemangati Ziya, membisikkan kata-kata semangat di telinga Ziya dan membelai lembut tubuh Ziya. Membuat Alberto seakan iri atas perlakuan anaknya itu kepada Ziya.


" Aku merasa heran denganmu,," Ucap Alberto yang menatap Ziya masih terbaring lemah di atas tempat tidurnya.


" Kenapa Demian begitu menyukai dirimu,," Bilang Alberto yang mulai mengagumi Ziya.


Alberto berpikir kenapa Demian begitu menyayangi Ziya, padahal Demian tahu bahwa Ziya bukanlah Zoya. Apa karena Ziya memiliki sifat yang penuh kasih sayang sehingga membuat Demian sangat menyukai sosok keibuan Ziya untuk selalu bersama dengannya.


Walaupun Alberto begitu kecewa dengan Ziya, yang berpura-pura polos ternyata seorang gadis yang tidak memiliki mahkota lagi itu membuat Alberto sangat membenci dirinya. Tapi, kenapa rasa benci itu malah membuat Alberto merasa bersalah kepada Ziya yang sedang terbaring lemah ini.


Apakah setelah Ziya bangun nanti, Ziya akan membenci dirinya ?


Apakah setelah Ziya bangun nanti, Ziya akan meminta pisah darinya ?


Entahlah yang terpenting bagi Alberto saat ini adalah melakukan Ziya sebagaimana layaknya seorang perempuan dan seorang istri dari dirinya. Ziya begitu baik dan menyayangi putranya, apa salahnya jika dirinya juga melakukan hal baik pada diri Ziya.


" Baiklah, setelah kau bangun nanti, aku akan memperlakukan dirimu bagaikan seorang ratu bagi diriku dan tidak ada selir di dalam kehidupan kita,," Ucap Alberto dalam hati sambil tersenyum melihat tingkah Demian yang menciumi pipi Ziya.


Walaupun Alberto tidak menemukan jawaban dan bukti dari keterlibatan Ziya dengan Erwin, tapi saat ini Alberto tidak lagi memikirkan hal yang buruk terhadap Ziya. Karena, baginya Ziya adalah seorang perempuan yang harus mendapatkan perlindungan dan perhatian darinya.


" Walaupun aku tidak menemukan jawaban dan bukti atas keterlibatan dirimu dengan Erwin, aku berjanji saat aku pulang, aku akan memperlakukan dirimu dengan baik, asal kau tidak ingin meminta pisah dari diriku,," Ucap Alberto yang merasa bahwa dirinya saat ini sangat membutuhkan sosok Ziya untuk berada di sampingnya.


" Bagaimana menurut pendapat Tuan Alberto tentang masalah yang dipresentasikan saat ini,," Tanya sekretaris Alberto kepada Alberto yang sedang fokus menonton dan melihat kelakuan lucu Demian saat mengurus Ziya yang sedang sakit.


Karena, terlalu serius melihat dan menatap kelakuan Demian yang begitu manja pada Ziya, Alberto tidak menyadari bahwa sekretarisnya saat ini bertanya pendapat dari dirinya.


" Hah!! ya apa,?" Tanya Alberto seketika mendengar ucapan dari sekretaris yang menanyakan pendapat darinya itu.


Dengan segera Alberto kembali memfokuskan pikirannya terhadap karyawan hotel yang telah melakukan rapat presentasi hari ini.


" Kami menanyakan bagaimana pendapat Tuan tentang semua laporan yang sudah dipresentasikan saat ini,," Ucap sekretaris Alberto yang mengulangi pertanyaannya itu.


Walaupun Alberto fokus menonton kelakuan Demian dalam mengurusi Ziya, tapi, telinga Alberto juga mendengar semua ucapan karyawannya yang sedang melakukan presentasi.


Semua karyawan menerima hasil pendapat dari Alberto yang selalu memuji kualitas dan kuantitas hasil kerja dan semua laporan yang telah dibuat oleh semua karyawannya.


" Terima kasih banyak Tuan,, yang telah memuji hasil laporan dari kami semua.


" Jangan berterima kasih kepadaku, tapi berterima kasihlah kepada diri kalian masing-masing yang telah memberikan keberhasilan bisnis dari grup Alexandre ini." Ucap Alberto yang selalu menghargai derajat dan martabat dari karyawannya.


Oleh sebab itu, walaupun Alberto terkenal sangat sadis dalam dunia hitam, menyiksa dan membunuh siapa saja orang yang berani mengkhianati dirinya, tapi, di dalam dunia nyata, Alberto merupakan seorang malaikat penolong bagi semua orang yang telah mengaitkan kehidupannya pada Alberto.


" Ya, terima kasih banyak Tuan, tanpa Tuan kami tidak bisa seperti ini,," Ucapan terima kasih dari semua karyawannya.


Dengan wajah datarnya, Alberto mengakhiri rapatnya kali ini, namun setelah selesai rapat, Alberto selalu memerintahkan karyawannya untuk meninggalkan semua berkas-berkas yang telah dipresentasikan itu.


" Baiklah, rapat telah selesai dan semua berkas laporan tinggalkan di meja ruanganku. Terima kasih kepada hasil kerja keras kalian semua," Ucap Alberto yang menutupi rapat kerja hari ini.


" Baik, Terima kasih banyak, Tuan,," Jawab semua karyawan yang mulai berdiri dan menundukkan kepalanya.


Semua karyawanpun menundukkan kepalanya saat melihat Alberto berdiri dan keluar dari ruang rapat itu.


Saat keluar dari ruangan rapatnya kebetulan Alberto merasakan ponselnya sedari tadi bergetar menandakan ada telepon yang masuk. Dengan segera Alberto mengambil ponselnya di dalam saku jasnya. Dan melihat siapa orang yang telah meneleponnya itu.


" Zavier,, ada apa dengannya,," Ucap Alberto saat melihat semua kontak yang menelepon ponselnya.


Dalam seketika Zavier kembali meneleponnya, dengan segera Alberto langsung menerima telepon itu.


" Ya,," Ucap Alberto yang memiliki ciri khas suara dinginnya itu.


" Halo Dude,, aduuuhhh baru sekarang aku bisa menghubungimu,," Ucap Zavier yang merasa kesal karena, sedari tadi telepon darinya tidak diangkat.


" Ada apa,?" Tanya Alberto dingin.


" Heeh!! Dude, kau bisa tertawa senang saat aku melaporkan hasil dari tugasmu ini dilakukan dengan baik,," Ucap Zavier yang membanggakan dirinya sendiri.


" Hahahaha,," Terdengar suara tawa Alberto di telinga Zavier saat ini.


" Bagus kalau begitu,, memangnya apa yang ingin kau laporkan,," Tanya Alberto yang ingin tahu apa yang telah dilakukan oleh Zavier.


" Hahahaha,, kau ingin tahu,," Jawab Zavier yang membuat Alberto penasaran.


Karena, merasa bahwa Zavier saat ini ingin bermain dengannya, oleh sebab itu Alberto sengaja ingin memutuskan teleponnya saat ini, ia sangat tahu temannya itu pasti akan segera memberitahu apa yang akan dilaporkannya itu.


" Baiklah, kalau kau mau bermain, telepon Daniel atau Samuel,," Ucap Alberto yang sengaja membuat Zavier segera melaporkan hasil pekerjaannya.


" Yeah,, yeah,, Calm down Dude,, Ok, misi kita berhasil dan saat ini, istrimu berada di dalam pengawasanku,," Ucap Zavier yang melaporkan hasil dari misi yang telah diberikan Alberto pada dirinya.


" Good,, itu yang aku suka darimu,," Jawab Alberto yang memuji kehebatan temannya ini.


" Ada lagi yang ingin kau katakan,," Bilang Alberto yang balik bertanya pada Zavier.


Zavier sebenarnya ingin memberitahu bahwa di Australia ini begitu banyaknya orang yang mengawasi keberadaan Zoya. Mulai dari Erwin yang mengawasi pergerakan Zoya, serta orang lain juga yang mengawasi keberadaan Zoya.


" Eeemmm,, Dude, sebenarnya ada yang ingin ku beritahu padamu,," Ucap Zavier yang membuat Alberto semakin penasaran.


" Apa,?" Tanya Alberto yang sedikit penasaran.


" Ternyata, bukan hanya Erwin yang mengawasi keberadaan istrimu,," Bilang Zavier menjelaskan keadaan yang telah ditelitinya itu.


Alberto merasa curiga, memangnya siapa saja yang mengawasi keberadaan Zoya selain dirinya dan Erwin.


" Kalau kau bisa tahu, memangnya siapa saja,," Tanya Alberto yang begitu penasaran.


" Menurut perkiraan ku,, kemungkinan selain Erwin, musuh mu yang tidak menyukai Zoya, karena, telah berhasil merebut dirimu, dan juga adikmu Axeloe,, Ucap Zavier yang membuat Alberto terkejut.


Yang jelas saat ini Alberto terkejut karena, adiknya Axeloe telah ikut andil dalam pengawasan terhadap istrinya Zoya. Padahal Axeloe sendiri sedang berada di luar negeri melakukan riset penelitiannya itu.


" Benarkah, Axeloe ikut serta juga dalam pengawasan dia,," Tanya Alberto dengan mengecilkan suaranya.


" Ya,, tapi itu kemungkinan, karena, aku belum tahu pasti, mata-mata yang mengawasi istrimu,," Jawab Zavier yang menjelaskan keadaan pengawasan dirinya itu.


" Baik, kau tetap awasi dia dan sekarang kau kuberi tugas baru untuk mengetahui siapa saja orang yang telah mengintai dirinya." Ucap Alberto yang begitu mempercayai Zavier dalam melakukan tugas ini.


" Ok Dude, I'm like it,," Ucap Zavier yang merasa bahwa Alberto selalu memberikan dirinya tugas yang menantang dan membuat otaknya selalu bekerja keras dalam melakukan misi rahasia ini.


" Dan satu lagi,, kau lihat siapa saja yang mengawasi dia yang berniat untuk membunuhnya, kau bunuh saja orang itu,," Ucap Alberto yang mulai membuat jiwa pembunuh dalam diri Zavier meningkat.


" Sepertinya kau juga sangat melindungi dirinya,," Bilang Zavier yang terdengar oleh Alberto tersenyum-senyum sendiri.


" Aku berterima kasih padanya, karena dia telah melahirkan putraku,," Bilang Alberto kepada Zavier.


Terdengar suara Zavier tertawa kecil mendengar ucapan Alberto, yang masih memiliki sifat baik terhadap wanita seperti Zoya.


" Ok, Dude akan aku laksanakan,," Ucap Zavier yang terdengar sangat bahagia.


Zavier merasa senang atas misinya ini Karena, telah diperintahkan oleh Alberto untuk membunuh orang lain dalam misi rahasianya. Sehingga memberikan kebebasan dan kesempatan bagi Zavier untuk memulai perang dingin lagi dengan orang yang telah mengacaukan misinya.


***