Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Ciuman lembut dari Alberto telah mendarat tepat di bibirnya Ziya. Hingga hal itu membuat Ziya sedikit kaget dan langsung mengelak ciuman itu supaya tidak terlalu lama. Karena, Ziya saat ini begitu ingin menjelaskan apa saja yang telah dilihat oleh Vena saat ia berada di dapur.


" Eeemmmm, Alberto, jangan sekarang, aku lagi serius,," Bilang Ziya sambil menghentikan ciuman yang dilakukan oleh Alberto.


" Sebentar saja sayang, karena aku sangat merindukanmu,," Ucap Alberto yang terlihat begitu ingin menangkap bibir itu kembali.


" Heemm, nanti setelah selesai aku menyampaikan informasi ini, baru kau bisa melakukannya,," Ucap Ziya yang terlihat serius namun tetap saja terlihat lucu di hadapan Alberto.


" Heemm baiklah, tapi janji setelah kau menceritakan semua informasi yang penting itu, kau harus berikan bibir ini padaku,," Bilang Alberto yang sengaja memberikan sebuah tantangan terhadap Ziya.


" Iya, itu akan aku lakukan, Alberto,," Jawab Ziya sambil menganggukkan kepalanya dan sengaja menyentuh hidung Alberto dengan lembut.


" Baik, katakan apa itu ?" Tanya Alberto kepada Ziya yang terlihat sangat ingin mengetahui apa informasi penting dari Ziya.


Dengan lembut Ziya mulai menceritakan apa saja yang telah disampaikan oleh Vena padanya sebelum ia jatuh pingsan. Ziya sengaja menceritakan cerita dari Vena terlebih dahulu baru ia bisa menceritakan hal apa yang telah terjadi pada dirinya kenapa ia bisa pingsan saat melihat seseorang yang sengaja masuk ke dalam kamarnya itu.


" Begini, disaat kau keluar dari kamar ini, sebelumnya Vena ke dapur untuk membuat air hangat untukku seperti apa yang telah kau perintahkan. Disaat itu Vena sedang berada di dalam dapur dan saat itu juga Vena menyampaikan suatu hal yang janggal padaku,," Ucap Ziya yang telah memulai percakapannya kepada Alberto mengenai apa yang telah disampaikan oleh Vena padanya.


" Vena berkata ada seseorang yang berpenampilan sangat aneh, sengaja melakukan suatu hal di depan ruangan khusus dan awalnya Vena tidak tahu itu ruangan khusus siapa,," Ucap Ziya lagi dan saat ini terlihat bahwa Alberto cukup serius mendengarkan perkataannya itu.


" Namun, karena kelakuan orang itu sangat mengherankan dan membuat Vena penasaran akhirnya Vena mengikuti orang itu yang sengaja melakukan suatu tindakan di depan sebuah ruangan khusus itu,," Ucap Ziya lagi kepada Alberto menyambungkan apa saja info yang telah ia dapatkan dari Vena.


"Dan kau mau tahu ruangan siapa yang dimasukkan oleh orang misterius itu ?" Tanya Ziya kepada Alberto seraya menjelaskan suatu hal yang penting.


" Memangnya ruangan siapa ?" Tanya Alberto seperti sedang mengingat suatu tempat yang ada di dalam rumahnya ini.


Sambil mengingat kembali ruangan apa saja yang ada di dalam istananya ini, Alberto sedikit tersadar bahwa ruangan yang berada tidak jauh dari dapur utama adalah ruangan milik adik kesayangannya yaitu Axeloe. Tapi, ruangan Axeloe sangat banyak di dalam kediamannya ini, dan Alberto tidak tahu ruangan mana yang telah dimasukkan oleh orang misterius menurut cerita yang disampaikan oleh Ziya saat ini.


" Ruangan khusus milik Axeloe,," Jawab Ziya secara langsung setelah Alberto menanyakan ruangan siapa yang telah dimasukkan oleh orang misterius itu.


" Iya aku tahu, ruangan yang ada di dekat dan tidak jauh dari area dapur adalah ruangan khusus milik Axeloe, tapi, aku tidak tahu, ruangan mana yang telah dimasukkan oleh orang misterius itu,," Ucap Alberto lagi pada Ziya sambil memberitahukan bahwa ruangan yang berada di dekat dapur adalah rata-rata ruangan milik Axeloe.


Jelas saja Alberto mengetahui ruangan yang dimaksud oleh Ziya. Tapi yang menjadi persoalan saat ini adalah ruangan mana yang telah dimasukkan oleh orang misterius itu, sehingga membuat Alberto harus segera kembali ke ruangan cctv di ruang kerjanya untuk mengetahui apa yang telah dilakukan oleh orang misterius seperti apa yang diceritakan oleh Ziya.


****