Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 2 juli



Namun, mereka bertiga sengaja pergi begitu saja meninggalkan suara teriakan yang dilakukan oleh Claire karena mereka menganggap bahwa teriakan yang dilakukan Claire hanyalah sebuah kekesalan yang dirasakan oleh Claire sendiri.


Rasa takut yang bercampur dengan rasa tidak tahu hal itu tengah dirasakan oleh ketiga pelayan yang awalnya memang mendengarkan suara teriakan Claire di dalam kolam renang. Namun perasaan ketakutan yang tengah mereka rasakan saat ini tidak terlalu ditampakkan, karena mereka berpikir hal lain yang akan dilakukan Claire pada mereka selaku pelayan.


" Apa mungkin, Madam Claire sengaja memanggil kami hanya karena tidak ada yang membantunya saat ia berteriak meminta tolong tadi ?" Tanya seorang pelayan dalam hatinya pada dirinya sendiri.


" Aakkhh itu tidak mungkin bisa jadi Madam Claire meminta kami semua untuk melayaninya,," Gumam salah satu pelayan lain di antara tiga pelayan yang memang mendengarkan suara Claire.


" Semoga saja Madam Claire bukan memanggil kami karena, kami tidak ada yang datang menghampirinya ketika ia berteriak meminta tolong tadi,," Gumam pelayan lainnya juga yang memang merasa khawatir dan cemas ketika akan dipanggil oleh Claire.


Tentu saja hal ini membuat semua pelayan menjadi takut dan juga cemas karena, semua pelayan sudah sedikit banyak yang tahu dengan sikap Claire yang cukup buruk itu serta pastinya cukup garang jika sedang memberikan sebuah hukuman. Apalagi sebelumnya semua pelayan sudah dimarahi habis-habisan oleh Claire saat Claire berada di dalam kolam renang.


Walaupun semua pelayan merasa takut dan khawatir namun, mau tidak mau semua pelayan itu haruslah patuh dengan panggilan dari majikan mereka, ya, walaupun majikan mereka ini bukanlah majikan mereka yang sebenarnya. Karena majikan mereka yang sebenarnya adalah Martin.


" Ya sudah berhubung perintah dari Madam Claire sudah saya sampaikan kepada kalian semua, maka, silahkan kalian menemui madam Claire yang masih berada di area kolam renang," Ucap pelayan pria itu sambil melangkah menuju ke arah bagian dapur untuk menyiapkan semua makanan dan minuman yang telah dipesan oleh Claire.


" Baik, terima kasih,," Jawab semua pelayan yang telah berkumpul menjadi satu di dalam sebuah tempat.


Setelah pelayan pria itu pergi menuju ke arah dapur untuk mempersiapkan semua pesanan makanan dan juga minuman untuk Claire. Bisa dilihat juga bahwa semua pelayan perempuan itu segera melangkah menuju ke area kolam renang dimana tempat Claire yang saat ini sedang beristirahat merelaksasikan pikirannya.


Kembali lagi, pada pembicaraan para pelayan ini yang sedang berbisik-bisik kecil kepada ketua pelayan mereka, dimana ketua pelayan itu berada di bagian paling depan sekali dan melangkah mendahului semua pelayan lainnya yang terlihat begitu khawatir ketika ingin berhadapan langsung dengan Claire.


Karena, merasa bahwa semua anggota pelayan yang berada di belakangnya sedikit jauh dari posisi keberadaannya, hal itu membuat ketua para pelayan menoleh ke belakang dan memberikan sebuah semangat kepada anggotanya untuk memberanikan diri dengan segera menghadap langsung Claire.


" Ayo, tidak usah ragu-ragu,," Ucap ketua pelayan kepada semua anggotanya sembari menoleh ke belakang dan memberikan sebuah isyarat bahwa mereka harus memberanikan diri untuk segera menghadapi Claire.


" Baik ketua,," Jawab semua pelayan pada ketuanya.


Akhirnya setelah diberikan sebuah kata penyemangat dari sang ketua, semua anggota pelayan itupun memberanikan diri saat melangkah pergi menuju tempat dimana saat ini Claire tengah bersantai ria di atas kursi santai pinggir kolam renang.


Dan bisa dilihat dari wajah Claire tampaklah sebuah senyuman licik yang telah diukirnya sebelum kedatangan para pelayan ini. Karena, memang sebenarnya Claire ingin sekali melampiaskan amarahnya terhadap semua pelayan di dalam kediaman Martin yang sama sekali tidak memiliki pendengaran ataupun berpura-pura tidak mendengar saat ia berteriak memanggil meminta tolong.


" Heeehhh!! datang juga semua pelayan bodoh ini," Ucap Claire sambil menaikkan sedikit ujung bibirnya menandakan bahwa ia begitu tidak menyukai semua pelayan perempuan di kediaman sepupunya itu.


Akhirnya semua pelayan itu telah sampai semuanya di hadapan Claire dan pastinya hal ini begitu membuat perasaan amarah yang telah menumpuk di dalam benaknya itu membuat Claire cukup puas. Semua pelayan memberikan salam hormat dan menundukkan separuh tubuhnya kepada Claire. Dengan santainya Claire hanya berdehem tanpa membuka matanya sedikitpun, karena, dengan sengaja saat ini ia sedang berbaring sambil menggunakan kaca matanya dan menghadap ke atas.


" Heemmm,," Jawab Claire singkat.


" Maaf Madam, kami semua mendapatkan sebuah perintah bahwa kami semua saat ini harus datang dan menghadap Madam, apakah itu benar Madam ?" Tanya ketua pelayan itu yang mulai membuka pembicaraan kepada Claire.


Karena, telah dibuka terlebih dahulu pembicaraan yang akan dilakukan olehnya itu, dengan santainya Claire bangun dari tidurnya dan duduk tepat di hadapan semua pelayan yang masih saja menundukkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan dari ketua pelayan itu. Cukup lama Claire melihat satu persatu wajah dari semua pelayan yang berada di hadapannya.


Sambil tersenyum sinis, Claire tentu saja langsung menjawab pertanyaan dari ketua pelayan yang tertuju pada perintahnya itu.


" Ya, tentu saja, memangnya kenapa, apakah saya tidak bisa untuk memanggil kalian semua kesini ?" Tanya Claire pada ketua pelayan itu.


" Tentu saja diperbolehkan Madam, karena, Madam adalah salah satu majikan kami yang berada di dalam kediaman ini,," Jawab ketua pelayan itu dengan lembut menjawab pertanyaan Claire yang terdengar cukup sinis.


" Heehh!! majikan, kau bilang saya majikan, memangnya saya majikan bagi kalian ?" Tanya Claire lagi kepada ketua pelayan itu.


" Tentu saja Madam, Madam adalah keluarga dari Tuan Martin," Ucap ketua pelayan itu dengan jelas.


" Jadi, tentu saja Madam adalah majikan kami juga," Sambung ketua pelayan itu lagi dengan jelas.


" Heehhh!! kalau saya majikan kalian tentu saja kalian akan terima dengan senang hati sebuah hukuman, apabila saya tidak menyukai kinerja kalian ?" Tanya Claire lagi yang membuka klue kepada semua pelayan itu.


Karena, Claire telah membuka sedikit klue kepada para pelayan itu bahwa ia akan memberikan sebuah hukuman pada para pelayan itu apabila ia merasa tidak nyaman dengan hasil kinerjanya. Tentu saja hal itu membuat para pelayan kaget dengan ucapan Claire yang menyangkut tentang sebuah hukuman.


" Tentu saja Madam, kami akan menerima hukuman dari Madam juga, jika hasil kerja kami buruk atau tidak layak bagi Madam." Jawab ketua pelayan itu dengan pasti dan berani.


Proookk


Proookk


Proookk


Suara tepuk tangan yang dilakukan oleh Claire, yang terdengar cukup menyemangati Claire untuk bangkit dari duduknya dan berdiri di hadapan semua para pelayan itu. Karena, memang ini jawaban yang tepat untuk di dengarnya, sambil tersenyum sinis Claire langsung saja mengutarakan niat hatinya untuk memberikan sebuah hukuman kepada para pelayan yang telah berbaris rapi di hadapannya ini.


****